My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 14 - Seo dan Soyou


__ADS_3

Mandi keramas memang manjur untuk menghilangkan sakit kepala. Yasha memilih mandi air dingin alih - alih memilih air hangat untuk mandi malam. Hari ini kepalanya sudah berfikir terlalu keras. Selain pekerjaan, Yasha juga kepikiran wanita yang menangis tadi pagi dilobi kantor.


Siapa ya tadi namanya? Ah iya.. Min Soyou. Mantan kekasih Seo Won. Sepertinya hubungan mereka sangat baik melihat bagiamana wanita itu menangis saat diacuhkan Seo Won.


"Ah segarnya.. otakku rasanya bersih. Pikiran kotor langsung hilang terbawa air.." Ucap Yasha sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Oppa sudah sampai rumah belum ya.."


Yasha mencari ponsel di tas kerjanya. Tanpa sengaja dia melihat tumpukan dokumen disebelah tasnya. Yasha memandangnya bingung. Dokumen itu berjumlah tiga buah. Kalau tidak salah ingat dokumen itu adalah dokumen untuk rapat direksi besok. Seo Won menyuruh Yasha membawanya ke dalam mobil karena Seo Won perlu mempelajarinya malam ini. Sepertinya karena asyik mengobrol di mobil saat Won mengantarnya pulang, tanpa sadar Yasha membawanya.


"Kapan aku membawa ini masuk? Ah bagaimana ini!"


Yasha panik. Itu adalah dokumen penting. Yasha buru - buru menghubungi Won. Tiga kali Yasha menelpon tapi tidak diangkat.


"Kemana dia? Sedang mandi atau masih dijalan? Kenapa tidak mengangkat telponku? Ah aku antarkan saja deh, terus langsung pulang.. oke baiklah.."


Tanpa sempat mengganti baju tidur dengan baju keluar Yasha langsung menyambar jaket, dompet dan ponsel serta dokumen itu dipelukannya. Langkah kakinya cepat menuruni anak tangga.


Yana dan Max yang belum tidur dan masih menonton tv di ruang tengah menoleh bersamaan ke arah tangga.


"Sha mau kemana?" Teriak Yana.


"Ke tempat Won oppa kak, dokumen buat rapat besok tidak sengaja aku bawa. Aku mau mengantarnya.."


"Kenapa tidak difoto terus dikirim saja lewat email? Won hyung tidak punya salinannya?" Timpal Max.


"Sepertinya tidak. Aku hanya sebentar kok kak.. langsung pulang setelah mengantarnya.."


"Ya hati - hati.. pulangnya minta diantar Won hyung saja.."


"Yaaa..." Yasha melambaikan tangan kepada kakaknya.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di apartement Seo Won. Sampai di lobi Yasha disambut hangat oleh para sekuriti. Mereka sudah mengenal Yasha. Setiap Yasha datang mereka langsung mempersilahkan masuk dan naik lift sendiri, berbeda dengan saat pertama kali Yasha kesana.


Yasha membalas perlakuan mereka dengan senyum yang tulus. Ditambah dengan lancarnya bahasa Korea nya, Yasha semakin diterima disana.


Ting


Pintu lift terbuka. Dengan setengah berlari Yasha menuju pintu apartement Seo Won. Tangannya cekatan memencet sandi untuk masuk.


Ceklek


Begitu masuk lampu apartement menyela terang. Yasha lega, berarti Seo Won sudah sampai rumah. Mungkin dia lagi mandi karena telponnya tidak diangkat. Saking antusiasnya Yasha tak melihat stiletto merah ada di barisan sandal rumah dan diantara sepatu kerja Won dan sepatunya.


"Oppa! Apa oppa belum tidur? Lampunya masih menyala, maaf aku mengganggu, dokumen untuk rapat besok masih aku bawa, oppa lupa mengambilnya kan?!"


Darah panas mengalir deras dari ujung kepala hingga ujung kaki Yasha. Rambutnya masih basah, tubuhnya juga dingin karena udara luar tapi di dalam tubuhnya terasa sangat panas. Detak jantungnya juga melonjak tak karuan. Bola mata Yasha membulat sempurna melihat sebuah pemandangan di depan matanya.


Seorang wanita sedang menangis di belakang punggung seorang pria. Sang pria berdiri tegak dengan kepala menunduk dan mata yang tampak sayu menatap lantai. Seperti langit di atasnya sedang runtuh. Sedangkan tangan si wanita melekat erat di perut sang pria, seperti tak mengizinkannya pergi. Sungguh pemandangan yang menyedihkan.


Dua orang itu tak asing di mata Yasha. Sang pria adalah kekasihnya dan sang wanita adalah masa lalu kekasihnya. Tubuh Yasha mematung. Tangannya lemas hingga dokumen yang ada ditangannya terasa sangat berat.


Bruk bruk bruk


Beberapa dokumen berjatuhan di lantai. Suaranya menggema memenuhi ruang tamu yang langsung terhubung ke arah pintu. Setalah masuk, ruang tamu menjadi pemandangan pertama di apartement Seo Won. Ruang tamu yang mempunyai fungsi ganda sebagai ruang televisi.


Karena suara itu Seo Won menoleh. Melihat Yasha berdiri tegak di depan pintu dengan salah satu tangan menutup mulutnya, kesadaran Seo Won seperti ditarik kembali.


Sadar jika Seo Won menyadari kehadirannya Yasha cepat - cepat mengambil tindakan.

__ADS_1


"Maaf aku mengganggu.." Yasha menunduk kemudian berbalik memakai sepatunya dengan cepat dan segera keluar. Saat itu dia menyadari jika ada orang lain di dalam sana. Yasha melihat stiletto merah bersiri dengan anggunnya.


Seo Won melepas pelukan Soyou kemudian berlari mengejar Yasha. Soyou yang tak apa yang terjadi tertegun melihat Seo Won berlari. Sekilas tadi seperti ada suara perempuan kemudian pintu tertutup, Seo Won berteriak dan langsung pergi meninggalkannya. Namun Soyou tak begitu jelas melihat wajah perempuan itu. Siapa dia? Soyou bertanya - tanya dalam hati.


Yasha terus berlari tanpa mempedulikan apapun. Dia melewati lobi begitu saja, padahal para sekuriti sudah bersiap menyapanya. Mereka hanya lingkung melihat Yasha yang tak mempedulikan keadaan.


Begitu Yasha sampai di luar tangannya langsung melambai pada taksi yang lewat. Tangisnya pecah di dalam taksi. Pikirannya kacau. Apa yang baru saja terjadi, apa yang baru saja dia lihat, Yasha tak percaya. Dia sangat percaya pada Won. Dia sangat percaya apa yang dikatakan Won. Tapi yang barusan dia lihat? Perempuan yang bernama Soyou itu ada di apartement Won. Dia menangis sambil memeluk Won. Won yang diam dan tatapannya yang lesu dan tak berdaya itu memperparah ingatan Yasha.


Seo Won yang tadi dilihat Yasha adalah seperti seorang laki - laki yang tak berdaya. Dia diam dan tampak tak tega karena ada perempuan yang menangis di punggungnya, memeluknya sangat erat. Yasha sampai pada kesimpulan jika sorot mata sayu Won tadi adalah rasa cintanya pada Soyou yang masih ada. Sorot mata itu juga terlihat sedih, seperti sepasang kekasih yang ingin kembali tapi ada penghalang diantara mereka.


Apakah itu aku?


Yasha bergumam dalam hati. Hatinya yang perih terus meronta. Air mata tak terasa merembas keluar membasahi pipinya.


"Sha sudah pulang? Naik apa? Diantar Won ahjussi?" Ucap Yana saat melihat Yasha masuk dengan wajah ditekuk.


"Aku naik taksi kak.. kak aku capek, aku tidur dulu ya.."


"Tidak mau nonton tv dulu?" Timpal Max.


"Tidak.. aku naik ya.."


"Ya.. selamat beristirahat.."


"Ah kak, barangkali ada Won oppa menelpon mencariku bilang aku sudah tidur ya.."


"Ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Yana.


"Tidak. Aku tadi tidak pamit dengan benar soalnya tadi aku buru - buru, takut menganggu.."


"Baiklah.. akan aku sampaikan kalau dia mencarimu..".


---


Teriak Seo Won berkali - kali. Tapi Yasha tak menoleh. Seo Won juga mengejarnya. Namun langkahnya lebih cepat taksi yang membawa Yasha pergi. Won berhenti sejenak, mengatur nafasnya yang tersengal karena berlari.


"Siapa tadi yang datang?"


Soyou masih disana saat Won kembali ke apartement untuk mengambil kunci mobil.


"Pergilah. Aku harus mengejarnya. Karena dia pasti salah faham.."


"Seo! Siapa dia?"


Seo Won mengacuhkan Soyou. Dia bergegas mengambil kunci mobil dan keluar.


"Seo! Seo Won!"


Teriakan Soyou menjadi sia - sia karena Seo Won telah menghilang dibalik pintu.


---


"Max.. Max.."


Seo Won memilih langsung menggedor pintu rumah Max dibandingkan menekan bel.


Max dan Yana yang masih asyik menonton televisi terkejut. Mereka saling memandang.


"Won hyung?" Gumam Max.

__ADS_1


"Sepertinya iya.."


"Max! Max!" Suara teriakan Seo Won semakin kencang.


"Benar Won hyung.." Max bangkit kemudian berjalan ke arah pintu.


"Hyung.. apa yang terjadi? Kenapa tidak memberi tahu kalau mau datang.."


Seo Won masuk tanpa memperdulikan ocehan Max.


"Apa Yasha sudah pulang?" Tanya Seo Won pada Yana yang bediri tak jauh darinya.


"Sudah.. beberapa menit yang lalu. Apa terjadi sesuatu? Bukannya Yasha tadi mengantar berkas. Ahjussi tidak bertemu dengannya?" Tanya Yana tampak bingung.


"Bisakah aku berbicara sebentar dengannya?"


Yana mengangguk. "Dia ada dikamar tapi ahjussi.. apa yang terjadi? Saat pulang tadi dia bilang ingin tidur, kalau saja ahjussi mencarinya.." Jawab Yana.


"Ada sedikit kesalahfahaman. Bolehkah aku baik?"


"Ya silahkan.. kamar paling ujung dengan pintu berwarna putih dengan hiasan pita pink di pintu.."


"Terima kasih.." Secepat kilat Seo Won menaiki tangga dan mencari kamar dengan pintu yang dijelaskan Yana tadi.


"Sesuatu terjadi diantara mereka, aku yakin itu.." Celetuk Max.


"Sepertinya.. kita jangan ikut campur Max. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kita tunggu saja.. kita tunggu sampai mereka mau menceritakannya.."


"Padahal aku sudah ingin tidur.."


"Ih tahan sebentar.."


"Yah.." Max mendengus kesal.


Tok tok


"Yasha.. ini aku.. bolehkah aku masuk?"


Tidak ada jawaban.


"Aku masuk ya.."


Klek


Seo Won menekan gagang pintu tapi sayang, pintu itu terkunci. Seo Won mundur beberapa langkah. Kamar itu sesuai dengan penjelasan Yana. Pintu kamar berwarna putih paling ujung dengan hiasan pita pink besar di pintunya. Hanya ada empat pintu disini. Masing - masing pintu memiliki warna dan hiasan yang berbeda, dan pintu berwarna putih hanya ada satu. Pintu di hadapannya ini. Berarti Seo Won tidak salah.


"Yasha.. kamu mendengarku? Kamu belum tidur kan? Aku datang untuk menjelaskan apa yang kamu lihat tadi.."


Tak ada jawaban.


"Buka pintunya.. ada yang ingin aku bicarakan.. hmm? Yasha? Sayang? Buka pintunya ya.. aku yakin kamu belum tidur.." Suara Seo Won berubah lembut.


Lagi - lagi tak ada jawaban. Seo Won mengusak rambutnya kasar. Dia frustasi.


"Yasha.. maafkan aku.. tolong buka pintunya.. kamu tadi salah faham.."


Seo Won seperti berbicara dengan pintu sendirian. Hal itu membuatnya semakin frustasi.


"Aku akan menunggumu di bawah. Aku harap kamu mau keluar dan berbicara denganku.. aku mohon Yasha.. ya.. aku tunggu kamu.."

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2