
Pernikahan yang sangat mendadak itu meninggalkan sisa-sisa yang berupa kebahagiaan. Meskipun lebih ke pemaksaan, sang mempelai wanita tidak merasa tertekan. Sebaliknya dia malah senang bahwa pria yang sekarang menjadi suaminya itu mengambil keputusan yang lebih cepat dibandingkan dia.
Dengan kenekatan Max itulah akhirnya pernikahan dengan Yana sungguh-sungguh terjadi. Yana sekarang sah secara hukum menjadi istrinya. Pernyataan di konferensi pers tempo hari menjadi kenyataan.
"Ayo kita kunjungi ayah mertua di Indonesia dulu.." Ucap Max.
"Kapan?"
"Besok pagi.."
"Hah? Aku belum persiapan.."
"Tidak perlu, semua sudah dipersiapkan.."
"Tapi kan.."
"Sssttt..."
"Max.. tunggu.. Max!"
Perbincangan kecil setelah ronde pertama acara malam mereka terdengar nyaring. Gairah Max meluap-luap setelah mereka resmi menikah. Max ingin membawa Yana ke atas ranjang siang dan malam, dia tak pernah puas meskipun telah mencicipinya lagi dan lagi. Sebanyak apapun itu, dahaga Max tak pernah terpuaskan. Berdalih ingin memberikan adik pada Jemima, seminggu penuh Max tak mengijinkan Yana keluar rumah, menyerangnya setiap ada kesempatan. Dia bahkan ke kantor pada jam siang karena setiap malam dia terjaga bersama Yana.
__ADS_1
Max memilih pindah rumah setelah dia menikah. Tak etis jika dia tetap tinggal disana bersama Seo Woon. Seo Woon mungkin tak masalah tapi tetap saja dia hanya ingin berduaan dengan Yana saja. Tak mau ada gangguan.
---
Dua bulan kemudian...
Langit Kota Seoul makin menggelap, bulan dengan serakahnya ingin segera menyinari dunia. Satu hari tak cukup 24 jam untuk Seo Woon. Pria yang sebentar lagi menginjak usia 30 tahun itu pulang ke apartementnya dengan keadaan kusut dan letih. Setelah Max---bosnya yang sekaligus saudara sepupunya menikah, kesibukannya bertambah dan tak ada habisnya.
Pekerjaannya sekarang sudah seperti Demon yang menghisap semua rohnya. Sebagai tangan kanan yang dipercayai, Seo Woon sering menggantikan jadwal, bahkan sering menata ulang jadwal Max karena sikap Max yang berubah setelah menikah.
"Bisa gila aku!"
Hampir tidak bisa dibedakan siapa sebenarnya bos di IM Entertainmet. Max kah atau Seo Woon? Gosip itu muncul karena yang lebih sering tampil di muka umum adalah Seo Woon.
"Bagaimana keadaan Yana?" Celetuk Seo Woon memecah keheningan ruang kerja Max yang hampir saja berdebu karena jarang di kunjungi pemiliknya satu bulan ini.
Max meletakkan pena kemudian menghela nafas panjang kemudian membuka mulutnya.
"Tidak mau makan, muntah terus. Hyung.. aku tifak tega melihat Yana seperti itu.." Max mengusak wajahnya kasar.
Pandangan Seo Woon yang tertuju pada Max penuh kilat. Batinnya menggeram tapi mulutnya menutup rapat.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak tega melihat Yana seperti itu jangan buat dia mengandung anakmu lagi Max. Sial!"
---
Karena kondisi Yana yang sedang hamil muda tak menentu, Max melimpahkan semua urusan kantor kepada Seo Woon. Max hanya datang jika ada urusan penting yang sangat tidak bisa diwakilkan. Kalau bisa dia ingin membawa urusan kantor ke rumah namun situasi tidak mendukungnya. Keadaan rumahnya sedang kacau balau saat ini.
Setelah menikah Max memilih untuk tinggal di Seoul dan tidak mempekerjakan pembantu. Jadi karena kondisi ibu hamil muda yang penuh dengan drama, pekerjaan rumah dan mengurus Jemima yang awalnya dikerjakan dengan baik dengan Yana, kini dikerjakan oleh Max. Itulah alasan kenapa Max sering meninggalkan urusan kantor.
"Hyung boleh minta tolong?"
Suatu waktu setelah rapat bulanan yang tidak bisa dia tinggalkan, Max meminta tolong pada Seo Woon. Max sebenarnya enggan untuk beranjak dari rumahnya yang penuh dengan kebahagiaan itu. Bukan permintaan pertama sih, sudah berkali-kali Max seperti ini.
Dalam hati Seo Woon mendesah "Apa lagi sekarang?"
"Hmm.. apa?" Kata singkat itulah yang keluar dari mulutnya.
"Yana ingin bertemu dengan keluarganya, tapi yang bisa datang hanya Yasha. Besok pagi dia sampai disini. Yasha mengambil penerbangan malam. Sekitar jam 5 pagi hyung. Hyung bisa menjemputnya? Aku tidak bisa menjemputnya kalau pagi. Jemima selalu bangun jam segitu. Kalau dia bangun tidak melihatku pasti akan menangis. Aku tidak mau tidur Yana terganggu karena Jemima. Bisa kan hyung? Aku akan sangat berterima kasih atas bantuanmu ini.." Pinta Max dengan penuh harap.
Tubuh Seo Woon membatu. Dia kira Max akan meminta bantuan apa. Ternyata tak jauh-jauh dari Yana.
Bersambung...
__ADS_1