
Cahaya matahari menerobos masuk melewati celah. Jendela kaca yang masih tertutup tirai berwarna putih tampak keemasan karena terpapar sinar matahari. Cahaya yang lolos mengenai wajah Yasha yang pucat. Matanya perlahan bergerak lemah seperti enggan untuk terbuka. Tapi mata itu terus terusik oleh pantulan cahaya matahari tersebut.
Yasha akhirnya membuka matanya perlahan. Penglihatannya buram, dua bola matanya mengamati sekitar dan berusaha meneyesuaikan dengan cahaya ruangan.
Serba putih.
Atap berwarna putih, tembok putih polos tanpa hiasan. Yasha terus mengedarkan pandangannya ke atas ke bawah, kedepan, ke kanan dan kekiri, tampak sosok tubuh mengenakan kemeda putih dengan punggung meringkuk dan kepala ada disampingnya menggenggam erat tangannya. Yasha kembali menoleh ke kanan. Ada selang infus dan ketika dia mengangkat tangannya, jarus infus terpasang di tangan kanannya.
Apa yang terjadi? Batinnya.
Yasha mencoba menggerakkan tangan kirinya tapi tak bisa. Genggaman tangan itu sangat erat. Yasha tahu siapa orang yang menggenggam tangannya. Seo Won. Yasha sangat mengenalinya. Meskipum wajahnya tertutup tangan yang dia gunakan untuk menopang kepalanya saat tidur, Yasha mengenali tampak belakang laki - laki yang dia cintai. Tiba - tiba dadanya terasa nyeri. Sudut matanya terasa panas karena air mata yang merembas perlahan. Orang yang sangat ingin dia hindari malah ada di sampingnya. Bahkan Yasha belum mengenali dimana dia berada, itu bukan kamarnya, juga bukan kamar Seo Won. Ada selang infus ditangannya.
Apakah ini rumah sakit? Apa yang terjadi padaku?
Yasha belum menyerah untuk meloloskan tangannya dari Seo Won. Saat Yasha berusaha pelan - pelan menarik tangannya, Seo Won bangun dan tatapan mereka langsung bertemu.
"Yasha.." Lirih Seo Won. "Kamu sudah sadar? Apa yang kamu rasakan? Kamu baik - baik saja? Aku panggil dokter dulu.." Seo Won langsung bangkit dan berlari keluar.
Yasha yang tidak tahu apa yang terjadi diam mematung melihat Seo Won berlari keluar kamar. Beberapa detik kemudian seorang dokter muda dan perawat masuk dengan Seo Won mengekor dibelakang.
Dengan cekatan dokter langsung memeriksa kondisi Yasha.
"Kamu merasa sakit di bagian mana?"
Yasha menggeleng pelan, dengan suara serak Yasha bertanya "Apakah aku ada di rumah sakit?"
"Iya.. kamu bisa melihat aku memakasi baju dokter, berarti kamu sedang di rumah sakit.." Jawab ramah dokter.
Dokter muda dengan kacamata bulat itu adalah Joan.
"Apa yang terjadi?" Yasha mencoba memilah ingatannya.
Dia pulang kantor agak siang kemudian langsung istirahat, ketika bangun dia ada di rumah sakit. Melihat cahaya keemasan di balik tirai ruangannya, ini adalah pagi hari. Dia butuh penjelasan. Tapi bukan dari Seo Won tentunya.
"Kamu pingsan karena demam yang cukup tinggi. Dia yang membawamu kesini.." Joan menunjuk Seo Won yang ada di samping Yasha.
"Syukurlah kamu sudah sadar, dan demamnya juga sudah turun. Kamu boleh beristirahat beberapa hari disini.. kamu diijinkan pulang kapanpun.."
__ADS_1
"Terima kasih dok, mungkin aku akan pulang besok.."
"Tidak.. kamu baru boleh pulang setelah kamu benar - benar sembuh.."
Yasha tidak menoleh sama sekali pada Seo Won. Dia menutup matanya kemudian membukanya kembali. Menyebalkan.
"Oh iya perkenalkan saya Joan kakak ipar.." Joan menyuruh perawat yang menemaninya tadi kembali bertugas. Kemudian dia memperkenalkan dirinya pada Yasha. Seperti biasa dia memanggil Yasha dengan kakak ipar.
"Kakak ipar?" Mata Yasha membulat.
"Won hyung dan aku bersahabat sejak kecil.. termasuk dengan Max.. keluarga kami sangat dekat.. oh iya.. istri Max baru saja melahirkan, sekarang ada di ruang sebelah.." Jelas Joan.
"Hah? Kak Yana?" Yasha berusaha bangkit tapi kepalanya terlalu sakit untuk diangkat. Tapi tangan Seo Won dengan sigap membantunya bangkit kemudian meletakkan dua bantal untuk Yasha bersandar di kepala ranjang.
"Iya.. bayinya perempuan.."
"Pasti banyak hal yang aku lewatkan ketika aku pingsan.." Gerutu Yasha. "Terima kasih dokter.." Lanjutnya.
"Berterima kasihlah padanya, aku hanya membantu sedikit.." Jawab Joan. "Kalau begitu aku akan meninggalkanmu agar kamu bisa istirahat.. semoga cepat pulih kakak ipar.." Pamitnya.
Kak Yana melahirkan? Lebih cepat dari perkiraan. Bayinya perempuan. Pasti lucu sekali. Jam berapa sekarang? Ah pukul 09.00 pagi, nanti sore saja aku menengok kak Yana, hari ini aku akan istirahat penuh agar besok bisa keluar rumah sakit. Gumam Yasha dalam hati.
Saat Yasha tenggelam dalam pikirannya, Seo Won diam - diam mengamatinya. Yasha punya kebiasaan unik. Jika dia sedang berfikir, Yasha akan menggigit jari - jari kukunya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Seo Won menarik tangan Yasha kemudian dia duduk di sebelah Yasha di atas ranjang.
Yasha hanya diam. Dia menatap Seo Won sekilas kemudian membuang pandangannya ke sembarang arah.
Hmm.. Suara helaan nafas Seo Won terdengar keras di dalam ruangan yang hanya dihuni dua orang.
"Yasha marah padaku?"
Yasha diam.
"Yasha.."
Yasha masih diam.
__ADS_1
"Maafkan aku.. sebenarnya malam itu kamu salah faham.."
Yasha tersentak tapi dia masih diam.
"Yasha.. lihat aku dulu, kenapa menghindariku terus? Aku ingin menjelaskan kesalah fahaman kita.."
Salah faham? Mata Yasha bertemu pandang dengan Seo Won.
Aku sudah cukup melihat jika kamu masih mencintai wanita itu. Sorot matamu sudah cukup menjelaskan semuanya. Aku tidak bisa bersama orang yang masih memiliki kenangan dengan masa lalunya. Aku sudah tidak percaya lagi padamu.
"Oppa.."
"Hmm.."
"Kita akhiri saja hubungan kita.."
Bagai disambar petir disiang bolong. Jantung Seo Won langsung meledak mendegar ucapan Yasha. Dia sudah cukup menderita dua hari ini.
Dihindari Yasha. Yasha pingsan karena demam. Dan kata akhiri saja hubungan kita menjadi puncaknya.
Seo Won tak bereaksi. Padahal di dalam dirinya sedang ada badai mengamuk. Disentuh sedikit saja Seo Won mungkin akan meledak.
"Kak Yana sudah melahirkan, dan waktu wisudaku juga semakin dekat. Aku berencana kembali ke Indonesia secepatnya. Aku rasa berpisah lebih.."
"Sepertinya kamu masih butuh istirahat. Aku akan menemui Joan menanyakan perkembangan keadaanmu.. tidurlah.." Seo Won bangkit kemudian keluar ruangan.
Ruangan menjadi hening.
Air mata yang sudah Yasha tahan keluar juga. Tidak ada yang bisa dia lakukan. Dia masih mencintai Seo Won. Tapi mengingat kejadian malam itu, Yasha sakit hati.
Dibalik pintu yang tertutup itu Seo Won menatap nanar lantai putih rumah sakit. Kepalanya menuduk lemah. Dunianya seperti sudah runtuh. Dia sempat bahagia karena Yasha sadar, tapi kemudian badai melanda hatinya.
Kita akhiri saja hubungan kita..
Kata - kata apa itu.
Bersambung..
__ADS_1