My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 3 - Oppa?


__ADS_3

Hening~~~


"Kak apa maksudmu?" Ucap Yasha spontan.


Tunggu.. yang dia tahu hari ini dia kesini karena Max mengajaknya, Yana juga bilang dia ke kantor karena Max ingin memperlihatkan sesuatu padanya. Maksud memperlihatkan itu ini? Memperlihatkan apa? Apa? Yasha frustasi. Dia kaget paatinya.


Max menjawab dengan senyum misteriusnya.


"Beri selamat pada Yasha hyung, hari ini adalah hari pertamanya bekerja.." Ucap Max pada Seo Won yang diam membatu di tempat. Di kursi CEO yang biasa diduduki Max. Dia mungkin satu - satunya sekretaris di dunia yang dengan berani duduk di kursi CEO.


"Apa? Apa maksudnya? Arrggghhh!!!!" Yasha menjerit tanpa suara.


"Aku kalah Max.. aku kalah soal bertindak sesuka hati tanpa konsultasi terlebih dulu.." Seo Won berjalan mendekati Max dan Yasha.


"Hyung tidak setuju?"


"Kenapa aku harus tidak setuju? Kamu bosnya, kamu pemilik gedung ini. Kamu punya hak untuk melakukannya.."


"Apa hyung tidak menyukai Yasha? Hyung menerimanya kan? Untuk menjadi asistenmu?"


"Kenapa kamu hanya bertanya padaku? Kenapa kamu tidak bertanya pada Yasha juga? Lihatlah dia terkejut. Lagian aku baik - baik saja dengan pekerjaan ini. Aku masih bisa menanganinya.."


"Aku hanya mengabulkan permintaan Yana hyung.. dia ingin Yasha sedikit bekerja selama di Korea untuk mengisi waktu luang.. menurutku menjadi asistenmu adalah pekerjaan yang tepat.." Keluh Max melihat ekspresi Seo Won yg sepertinya tidak setuju.


"Fiuh.. jadi ini soal Yana?"


"Ya siapa lagi.."


Seo Won menghela nafas panjang. Tak ada yang bisa menandingi sikap seenaknya sendiri Max jika itu menyangkut istrinya. Bahkan Seo Won ikut terlibat di dalamnya juga. Dia dibuat berlarian kesana kemari membereskan pekerjaan Max. Memiliki asisten memang bukan ide buruk, tapi kan ini perlu dirundingkan terlebih dahulu. Max memang luar biasa kurang ajar.


Ditengah perdebatan Max dan Seo Won ada Yasha yang tidak begitu faham bahasa yang mereka ucapkan. Hanya sepotong - potong saja. Yang lebih jelas, namanya dan nama kakaknya terseret di dalamnya.


"Tolong seseorang jelaskan padaku.. siapapun!" Suara Yasha menggelegar.

__ADS_1


---


"Haisshhh.." Jerit Yana dalam hati. "Aku mau - mau aja sih kalau kayak gini, tapi paling ga ngomong dulu kek, kan aku bisa persiapan.. kakak dan kakak ipar memang keterlaluan.. tapi terimakasih deh, selama di Korea aku jd bisa dekat dengan Won oppa.. ops.. oppa? eh tapi kan sekarang dia atasanku.. Sha Sha.. ayo berpikiran jernih, kamu itu tuh lagi menyelam minum air, kapan lagi coba bisa melihat idola kamu secara langsung, ayo jangan goyah Sha.. kalau kamu agresif nanti doi malah kabur gimana coba? Kagumi saja dari dekat, jangan serakah Sha. Bersyukurlah kamu sekarang bisa melihat cowok sekeren dia.. hihihi.."


"Ehem.." Suara Seo Won memecah keheningan. Suasana canggung ini terasa tak nyaman buatnya.


Setelah tadi berdebat dengan Max dan Yasha yang harus dijelaskan dengan Bahasa Inggris selesai, Max langsung melarikan diri tanpa tanggungjawab seperti biasanya. Meninggalkan Yasha dan dirinya seorang diri di ruang CEO dan masalahnya Seo Won tidak tahu harus bagaimana.


"Sha.."


"Yasha.."


"Yasha!"


"Ha?" Yasha tersentak dari lamunannya. Dia tenggelam dalam pikirannya sendiri hingga tak dengar panggilan Seo Won. "Ah ya maaf?" Lanjutnya.


"Apa yang bisa aku bantu?"


"Apa?" Yasha bingung.


Karena Seo Won diam saja setelah Max pergi, Yasha memilih duduk di kursi tamu dan ikut diam seribu bahasa. Dia sama bingungnya dengan Seo Won. Dia juga merasa situasi mereka saat ini sangat kritis. Kikuk, canggung, dan entahlah...


"Apa yang ingin kamu kerjakan sekarang?"


Yasha menggeleng pelan "Jujur aku bingung, aku tidak tahu kalau kakak ipar mengajakku kesini untuk bekerja.. aku tidak punya persiapan apa - apa.." Aku Yasha.


"Aku juga tidak mungkin memberi kamu pekerjaan yang berat.. kamu adik ipar pemilik perusaan ini.. Hah.. Max sialan.." Umpat Seo Won.


"Beri aku apapun, aku adalah orang yang mudah belajar. Aku sedikit mengerti dengan urusan manajemen, aku pintar menghitung, atau aku bisa membuat kopi, mencetak dokumen, mengantarkan barang, aku bisa memasak, mencuci piring, mengurus keperluan rumah aku juga ahli.. eh maaf, harusnya aku membicarakan urusan pekerjaan kantor saja.." Celoteh Yasha panjang lebar dengan mulutnya yang tipis dan merah muda itu.


Seo Won tercengang mendengar celotehan Yasha. Tak disangka, gadis kecil itu cerewer dan sangat riang. Kepribadiannya ringan, lembut dan baik hati. Tak ada ancaman berdekatan dengannya, jadi Seo Won sedikit mengendorkan bahunya yang menegang karena pekerjaan, dia juga menurunkan kewaspadaannya pada orang lain. Dia tak mudah akrab dengan orang lain, tapi berbeda dengan gadis didepannya saat ini. Sorot matanya jernih, sikapnya halus dan cara bicaranya ringan. Gadis itu mengingatkannya pada seseorang yang pernah dia kenal. Bahkan pernah dia cintai.


Ah lagi - lagi Seo Won tenggelam dalam nostalgia yang ingin dia lupakan. Sudah lama, tapi Seo Won masih mengingatnya dengan jelas.

__ADS_1


"Bos.. Tuan.. Tuan.."


Yasha yang melihat Seo Won yang diam saja sambil memandangnya intens mencoba memanggilnya. Tatapan itu membuatnya bertanya - tanya. Karena bingung harus memanghilnya apa, kata Bos dan Tuan keluar begitu saja dari mulutnya.


"Hah?" Seo Woon tersentak.


"Anda baik - baik saja?"


" Ya aku baik - baik saja. Tadi kamu memanggilku apa?"


"Bos? Tuan? Anda kan atasanku sekarang.."


"Astaga.. ganti panggilan itu.. aku juga bekerja disini, aku bukan pemilik gedung ini sampai kamu memanggilku begitu.." Suara tawa Seo Won menggelegar.


"Tapi jika tidak ada kakak ipar bukankah anda menjadi CEOnya? Lagian anda kan juga bersaudara dengan kakak ipar.."


"Mulutmu kecilmu itu memang selalu mengeluarkan ucapan yang tidak terduga Yasha.. kamu memang tidak salah, tapi.."


"Lalu harus aku panggil apa?"


"Panggil saja namaku.."


"Mana boleh seperti itu.. itu namanya tidak sopan. Bagaimanapun anda adalah atasan saya.."


"Ya sudah panggil saja sesukamu Yasha.."


"Kalau begitu Won oppa?" Mata Yasha mengerling.


"Hah? Oppa? Ahahahaha.. aku rasa itu ide bagus.."


Sudah lama tidak ada orang yang membuatnya tertawa selebar itu. Seo Won selalu menjaga imegnya di depan orang yang baru dia kenal. Entah kenapa, dia bisa lepas kendali dihadapan Yasha. Apa pesona yang dimiliknya hingga orang sekaku Seo Won bisa melunak.


Satu yang pasti, Seo Won tak membenci Yasha. Seo Won nyaman bersamanya. Tanpa dia sadari, dari ketidakwaspadaannya kali ini akan membawanya kesuatu perasaan yang akan membuatnya terkejut.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2