
"Kamu marah padaku kan?"
"Tidak.."
Kamu jelas marah. Dari nada bicara dan jawabanmu yang singkat aku tahu kamu marah. Bibirmu memang tersenyum, tapi senyum itu tampak aneh Yasha. Kamu pembohong yang bodoh.
*Aku cukup mengenalmu dengan baik. Aku pasti sangat bersalah hingga orang yang sangat pengertian seperti dirimu marah padaku. Aku rasa mendapatkan maafmu akan sulit, mungkin itu akan sesulit mengembalikan hubungan kita kembali.
Kamu pasti terluka bukan? Yasha sayangku*.
Kata itu hanya berputar di kepala dan berhenti di unjung lidahnya. Seo Won menatap lekat wajah pucat Yasha. Menyelesaikan masalahnya disini sangat tidak tepat, banyak pasang mata dan telinga yang akan mendengarnya. Ditambah hari ini ada rapat yang sangat penting. Seo Won akan menyelesaikan kesalahfahaman ini setelah rapat selesai. Dia datang ke kantor sedikit terlambat jadi tidak ada waktu lagi untuk bersiap.
"Baiklah. Tunggu aku sampai rapat direksi selesai. Ada yang ingin aku bicarakan.."
"Maaf. Aku tidak bisa janji. Akan aku usahakan.."
Yasha pernah mendengar dari sekretris Hong jika rapat tahunan direksi adalah rapat dengan waktu paling lama pelaksanaannya. Banyak hal yang harus dibicarakan dan banyak hal pula yang harus diselesaikan. Itu bisa memakan waktu seharian, dan Yasha tak mau menunggu. Untuk apa dia menunggu orang yang membuat hatinya kesal. Saat jam kerjanya selesai dia ingin segera pulang. Tubuhnya terasa lelah dan dia menggigil. Kasur dan selimut adalah tempat yang dia inginkan saat ini.
"Yasha.. aku mo.."
"Maaf Tuan Seo, 10 menit lagi rapat akan dimulai. Para direksi sudah menunggu.." Interupsi salah satu asisten Seo Won.
Seo Won menoleh kemudian mengangkat salah satu tangannya sebagai tanda jika dia sudah tahu.
"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat. Tunggu aku.." Ucap Seo Won lirih kemudian bergegas meninggalkan tempat dengan diikuti dua asisten dan dua sekretaris. Sekretaris Hong menjadi orang yang tersisa di balik meja depan pintu ruang direktur.
Yasha tersenyum masam melihat punggung Seo Won yang menjauh hingga sepenuhnya hilang di balik lift.
Kesalahfahaman mereka semakin meruncing. Hal itu dibiarkan begitu saja. Seo Won yang tidak berusaha menjelaskan dan Yasha yang tak bertanya apapun.
---
Saat Yasha tenggelam dalam pikirannya yang kacau, matanya yang masih perih menangkap sosok wanita keluar dari lift dan berjalan mendekati sekretaris Hong. Betapa terkejutnya dia saat wanita itu melepas kaca mata hitamnya, Min Soyou. Wanita itu adalah Min Soyou.
Dari ruang istirahat sekretaris Yasha tak bisa mendengar percakapan mereka. Mata Yasha tak lepas dari gerak - gerik mereka. Sekretaris Hong tampaknya sedang menjelaskan sesuatu dan Min Soyou tampak mendengarkan dengan baik. Dia mengangkat kantong plastik besar yang dia bawa kemudian sekretaris Hong mengangguk.
Terakhir yang Yasha lihat adalah sekretaris Hong membukakan pintu ruangan dan mempersilahkan Min Soyou masuk kemudian menutupnya lagi. Mata Yasha berkabut melihatnya, tangannya menekan dadanya dengan kuat karena rasanya nyeri.
Apa yang terjadi?
Yasha bertanya - tanya sendirian. Kenapa Min Soyou sampai masuk kesana, apa yang dia bawa di dalam kantong kertas itu, apa yang terjadi semalam, pikiran buruk menyergap Yasha tiba - tiba. Dia tidak kuat lagi, tubuhnya terasa sangat sakit. Jika dia memaksa untuk terus disana, dia pasti akan tumbang. Tampaknya Yasha terkena flu karena cuaca dingin semalam dan dia tidur dengan rambut basah.
Aku pulang saja untuk istirahat. Aku akan tampak bodoh jika tetap disini. Wanita itu sedang menunggunya, sepertinya oppa punya janji dengannya. Aku takkan sanggup melihatnya.
Air mata merembas pelan dari sudut mata Yasha. Sakit hatinya bertambah karena badannya yang ikut sakit. Rasa dingin di tubuhnya perlahan menjadi panas. Yasha butuh istirahat, dia mengalami demam karena kesalahannya semalam.
Sekuat tenaga Yasha bangkit. Dengan tertatih dia menemui sekretaris Hong.
"Unnie.. aku sepertinya demam, aku akan pulang. Aku tidak kuat lagi.."
"Oh astaga, pantas saja wajahmu pucat sekali tadi pagi.. apakah kamu perlu ke dokter? Aku akan mengantarmu.."
"Tidak tidak. Aku hanya butuh istirahat dan minum obat.."
__ADS_1
"Kamu yakin?"
Yasha mengangguk. "Unnie kan sedang sibuk, rapat hari ini sangat penting bukan? Aku rasa setelah ini orang - orang akan lembur.."
"Ah benar.. selalu seperti itu setelah rapat tahunan direksi.. aku sedih tidak bisa mengantarmu Yasha-ssi.."
"Tidak apa - apa, aku akan pulang dan istirahat.."
"Naiklah mobil kantor, aku akan menelpon sopir.."
"Terima kasih unnie.." Yasha tersenyum. "Unnie, ngomong - ngomong.. siapa tamu tadi? Sepertinya tamu penting sampai dia diizinkan masuk ke dalam?" Tanya Yasha pura - pura tidak tahu.
"Oh yang tadi.. kamu mungkin belum tahu, katanya dia mantan pacar Tuan Seo, dia seorang model namanya Min Soyou.."
Yasha diam.
"Tadi katanya dia ingin bertemu Tuan Seo.."
"Tapi kan Tuan Seo sedang tidak ada, kenapa dia bisa masuk?"
"Katanya Tuan Seo menyuruhnya untuk menunggu.. mereka punya janji makan siang.. dia sengaja datang lebih cepat untuk memberi kejutan. Dia sampai membawa makan siang yang dia buat sendiri.."
Yasha ingat kantong kertas yang Min Soyou pegang tadi. Jadi isinya adalah makan siang. Yasha faham sekarang.
"Mereka sangat romantis ya.. aku rasa mereka sudah baikan dan kembali berpacaran.."
Tubuh Yasha hampir ambruk jika saja dia tidak berpegangan pada ujuang meja. Dia melupakan kenyataan ini. Semalam saat dia ke apartement Seo Won pasti terjadi sesuatu yang tidak dia tahu. Setalah itupun dia tidak tahu apa yang terjadi, dan pagi ini Seo Won tidak berusaha menjelaskan padanya apa yang terjadi semalam.
Sekelebat Yasha mengingat ucapan Seo Won tadi. Darah panas langsung mengalir deras. Apa yang terjadi, yang tidak diketahui Yasha.
"Yasha-ssi.. kamu baik - baik saja?" Sekretaris Hong tampak bingung melihat Yasha yang diam dengan menggigit bibirnya.
"Iya aku baik - baik saja unnie.. kalau begitu aku pulang dulu.." Pamit Yasha.
"Hati - hati di jalan, aku akan menelpon sopir saat kamu turun, jadi mobil sudah siap di depan lobi.."
"Terima kasih unnie.."
Yasha melambai. Dia berusaha kuat untuk tetap berpijak, jangan sampai gravitasi bumi menarik tubuhnya jatuh.
Astaga! Apa yang harus aku lakukan? Oppa akan meninggalkanku bukan? Dia kembali pada wanita itu. Aku dicampakkan. Tidak, aku dibuang. Lalu selama ini dia menganggapku apa? Pelarian? Pelampiasan? Kenapa aku harus menjalin hubungan rumit begini sih.. aku kira kita baik - baik saja karena dia mencintaiku. Ternyata aku bukanlah satu - satunya wanita yang dia cintai. Aku harus bagaimana? Padahal aku percaya padamu oppa..
Diam - diam Yasha menangis di dalam lift. Sakit hati itu tak mampu lagi dia tahan karena terlalu sakit.
Tidak ada siapapun yang menjelaskan kesalahfahaman diantara mereka.
"Tuan.." Sekretaris Hong memberikan hormat pada Seo Won.
"Yasha? Dimana?" Seo Won gelisah mencari Yasha. Sebelum dia masuk ruangan, dia ingin memastikan dulu dimana Yasha.
Jawaban yang dia inginkan adalah Yasha ada di dalam, namu sekretaris Hong memberikan jawaban yang berbeda.
"Yasha-ssi baru saja pulang ke rumah Tuan, dia mengeluh sakit.."
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Seo Won tersentak.
"Sepertinya dia demam.."
Alis Seo Won mengkerut. Selama rapat Seo Won merasa sangat gelisah. Oleh sebab itu dia meminta istirahat agak lama untuk makan siang. Biasanya makan siang dilakukan di dalam ruang rapat. Tapi kali ini Seo Won ingin makan siang terpisah karena dia ingin melihat Yasha sebentar. Memastikan jika Yasha masih menunggunya.
"Maaf Tuan, tamu anda sudah menunggu di dalam.."
"Tamu?"
Seo Won kembali tersentak. Siapa tamunya? Dia merasa tak punya janji hari ini.
"Iya. Nona Min Soyou sudah menunggu anda di dalam.."
"Apa katamu?"
"Maaf Tuan?" Sekretaris Hong bingung. Setelah mendengar kata tamu dan Min Soyou, raut wajah Seo Won berubah.
"Apakah Yasha bertemu dengannya?"
"Nona Min Soyou maksudnya? Tidak. Yasha-ssi pulang setelah saya mempersilahkan Nona Min masuk.."
"Sekretaris Hong.. kamu membuat kesalahan besar!" Suara Seo Won menggelegar. Para pengikut Seo Won di belakang ikut terkejut.
"Apa? Ya?"
"Kamu ceroboh.. aku tidak membuat janji bertemu siapapun hari ini.. kesalahan terbesarmu adalah kamu mempersilahkan wanita itu masuk.." Seo Won marah karena Yasha pasti salahfaham lagi.
"Tapi Tuan.. kata Nona Min dia sudah membuat janji dengan anda secara pribadi.."
"Sejak kapan kamu tidak mempercayaiku sekretaris Hong?"
Suasana menjadi mencekam. Sekretaris Hong tak berani mengangkat wajahnya, tubuhnya pun gemetar.
"Tunda rapat sampai aku kembali. Jika aku tidak kembali sampain nanti malam cancel rapat.."
"Ya? Apa maksud anda Tuan Seo?" Dua sekretaris di belakang Seo Won sontak bertanya. Ini adalah rapat penting.
"Kalian tidak mendengarku hah?" Seo Won menatap sinis para sekretarisnya.
"Tapi Tuan.."
Salah satu dari mereka mencoba buka suara tapi tidak dihiraukan Seo Won. Langkahnya pasti ke arah lift.
"Tuan.. Taun mau kemana? Tuan Seo.."
Seo Won sudah menghilang begitu cepat di balik pintu lift.
"Sekretaris Hong, apa yang terjadi?"
"Aku tidak tahu.."
Bersambung..
__ADS_1