
Badan Max terasa remuk redam. Semalam dia tidak bisa tidur. Usahanya menenangkan Jemima dan Yana yang menangis bersamaan menghabiskan malamnya tanpa tidur. Jika hal itu terus terjadi Max mungkin akan tumbang.
Dia tidur dengan posisi duduk. Ada Jemima di dadanya dan Yana dipundaknya. Max sama sekali tidak bisa bergerak. Pasalnya jika dia bergerak sedikit saja Jemima akan menangis. Alhasil Max harus mempertahankan posisinya dan begadang semalaman.
Tapi hati Max penuh dengan rasa bahagia. Dia berada ditengah-tengah orang yang dia cintai. Mereka memiliki keluarganya sendiri. Dia berjanji akan memperjuangkan keluarga kecilnya ini.
"Pagi.. tumben sudah bangun?" Sapa Seo Woon pada Max.
"Pagi hyung.. aku tidak bisa tidur semalaman. Punggungku rasanya mau patah.." Max berjalan tertatih. Dia menarik kursi dapur kemudian duduk di depan Seo Woon.
"Mau kopi?"
Max mengangguk.
"Apakah terjadi sesuatu semalam?" Tanya Seo Woon penuh dengan rasa penasaran. Ucapan Max sangat ambigu ditelinganya.
"Sesuatu yang besar terjadi hyung.. rasanya aku mau mati.." Max menyesap kopi yang diberikan Seo Woon.
"Apa itu? Apa jangan-jangan.." Senyum kecil terbit dibibir Seo Woon. Pikirannya melayang kemana-mana. Mata Seo Woon berbinar cerah.
"Bukan hyung.. buang pikiran kotormu itu.." Max gugup.
Dia tahu arah pikiran Seo Woon. Max tentu berharap itu terjadi tapi semalam bukan itu yang terjadi. Jadi Max merasa dihakimi dan dia gugup.
"Bukan? Lalu apa?"
Seo Woon sedikit kecewa. Jika hal intim yang dia pikirkan terjadi kan berarti Yana dan Max sudah baikan ternyata tidak. Meskipun amatiran dan jomblo sampai selama ini, kurang lebih dia tahu hal-hal seperti itu. Hubungan pria dan wanita yang intim itu tanda mereka baik-baik saja. Seo Woon mendesah pelan. Di dalam hatinya dia juga ingin merasakan hidup seperti Max. Menemukan wanita yang dia cintai kemudian punya anak dan bahagia. Tentunya harus menikah dulu. Seo Woon tak ingin mengikuti jejak Max yang mempunyai anak sebelum menikah.
__ADS_1
"Jemima dan Yana menangis bersamaan lagi dan aku harus menenangkan mereka.."
"Lagi? Seperti di bandara?" Mata Seo Woon melotot.
"Lebih mengerikan dari di bandara hyung.. aku harus menenangkan mereka semalaman. Parahnya Jemima tak mau tidur dikasur dan Yana tidur dibahuku. Aku hampir mati semalaman duduk disofa dengan mereka di tubuhku.." Max mendesah.
"Apa lagi yang terjadi? Kenapa konflik kalian tidak selesai-selesai sih? Bingung aku.."
Mereka mendesah bersama.
"Yana keras kepala hyung. Aku sendiri sudah kehabisan akal.. benar-benar wanita tangguh.."
"Kamu benar Max.. dia benar-benar tangguh. Kalau tidak, tidak mungkin dia bisa melahirkan anak dari orang yang telah membuangnya.." Ucap Seo Woon.
"Hyung! Aku tidak membuang Yana. Bukankah itu usul hyung agar Yana selamat? Kenapa sekarang hyung yang menyalahkan aku! Aku kan percaya dengan hyung!" Suara Max meninggi.
"Astaga! Hyung benar-benar.." Max melipat tangannya di depan dadanya. Meskpiun jengkel dia tidak bisa membenci Seo Woon. Dia adalah keluarga satu-satunya di Korea. Hubungan mereka seperti adik dan kakak.
Drrtt.. drrttt..
Ponsel Seo Woon bergetar. Sontak saja dia melirik nama yang muncul.
Park Jihoo is calling
"Halo.."
"..."
__ADS_1
"Belum. Aku belum melihatnya.. ok baiklah.."
"..."
Klik
Panggilan diputus sepihak.
"Siapa hyung? Kepala divisi Park?" Tanya Max.
"Iya.. katanya dia menghubungimu tapi tidak kamu angkat.."
"Oh ponselku di kamar.. kenapa?"
"Beritanya sudah keluar. Aku rasa kita harus bersiap-siap.."
"Kita tunggu Yana dan Jemima bangun. Semalam aku tidak sempat menyampaikannya karena terlanjur berdebat dan Yana menangis.."
"Ok.."
"Suruh Park Jihoo menanganinya dulu.."
Seo Woon mengangguk kemudian sedikit menjauh dari Max. Dia telihat menelpon seseorang dan dari posisinya Max bisa mendengar obrolan mereka dengan jelas.
Berita yang dimaksud adalah berita dirinya dengan Yana dan Jemima. Berita kali ini diprediksi oleh divisi hantu tak jauh beda dengan berita tentang skandalnya dengan Swanlove Ruby dua tahun lalu. Max memang bukan lagi idol atau artis tapi pamornya masih sama, dia cukup terkenal di dunia hiburan.
Ayo Max.. ambil kesempatan kali ini untuk membuat Yana kembali padamu.. Suara hati Max berteriak lantang.
__ADS_1
Bersambung..