My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 7 - Janji


__ADS_3

"Yasha.."


Tut tut tut


"Halo! Yasha.."


Call ended


Seo Won menatap tajam setengah tak percaya panggilan telponnya dimatikan sepihak oleh Yasha tepat setelah dia bilang merindukan Yasha. Dia berusaha menghubungi Yasha kembali karena Seo Won merasa belum mendapat jawaban dari Yasha. Ini tidak boleh terjadi, rasa rindunya tak boleh sepihak. Dia harus memastika jika Yasha juga merindukannya.


Calling..


"Halo.. kok mati?"


"Ah maaf.. tidak sengaja.. Kak Yana memanggilku.. aku sudah janji akan membuat pasta bersamanya.."


"Sekarang?"


"Aku rasa begitu.."


"Kamu tidak sedang menghindariku kan?"


"Tidak. Mana mungkin.."


"Oke.. kalau begitu kamu belum menjawabku.."


"Hah? Apa?"


"Aku merindukanmu.."


"..." Hening


"Yasha.."


"Ah iya.."


"Iya apa?"


"Ya? Aku juga merindukanmu.."


"Tunggu aku kembali besok.. aku sudah tidak sabar makan ramen buatanmu.. salam untuk Yana dan Max.."


"Ya akan ku sampaikan.."


Tut tut tut


Yasha menatap ponselnya tak percaya. Apa yang barusan dia dengar dan apa pula yang barusan dia katakan. Tidak tidak. Ini sangat tidak baik untuk kesehatan jantungnya.


"Astaga.. kenapa dia begitu? Ya Tuhan.." Hampir saja Yasha ambruk saking lemasnya.


Seo Won bilang merindukannya. Seo Won yang bilang. Seo Won!


"Bagaimana ini?!" Detak jantungnya meronta - ronta.


---


Pagi hari seperti biasa. Tapi hari ini Yasha bangun dengan sedikit malas pasalnya semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Setelah membuat pasta dan makan malam bersama bersama Yana dan Max, Yasha pensiun ke tempat tidur lebih cepat karena dia masih syok dengan ucapan Seo Won, "Aku merindukanmu..". Seolah rekaman suara, suara Seo Won saat mengucapkannyapun terngiang dan menolak pergi dari kepala Yasha.


Namun keinginana hanyalah sebuah keinginan belaka. Maksud hati ingin tidur lebih awal untuk mempersiapkan hati bertemu dengan Seo Won besok ternoda oleh sebuah satu pesan yang memicu pesan - pesan berikutnya dan berakhir dengan panggilan telpon hingga menjelang dini hari.


Yasha mengutuk dalam hati.. "Apa dia tidak mengantuk? Apa dia tidak lelah? Besok kan kita juga bertemu. Aku juga merindukannya.. tapi kan aku.."


Obrolan itu menyenangkan tapi Yasha mulai lelah ketika Seo Won tak mau menutup telponnya. Dia merengek minta ditemani Yasha. Seo Won juga menggunkan berbagai cara agar Yasha tertarik dan tak menutup telponnya. Dimulai dari membicaran Yana & Max, perusahaan, cerita lucu hingga menyanyi. Yasha tak tau tepatnya kapan dia tertidur. Dia tidur saat Seo Won bernyanyi untuknya. Kemudian dia bangun dan mendapati ada puluhan telpon dan belasan pesan dari Seo Won.


"Astaga.. aku ketiduran!" Ucapnya pertama kali saat bangun.

__ADS_1


Yasha sudah mengirim pesan balasan dan Seo Won belum membalasnya. Dia mencoba menelpon juga nomornya tidak aktif. Mungkin dia sedang bertemu klien, pikirnya.


Tapi perkiraan Yasha salah. Seo Won mengambil penerbangan paling pagi untuk kembali ke Seoul. Satu pertemuan terakhirnya dengan klien dia serahkan kepada salah satu karyawan yang dia percaya. Seo Won juga sama, dia tidak bisa tidur, tidak bisa menunggu esok hari bertemu Yasha.


Entahlah.. dengan memanggil namanya atau memikirkannya saja hati Seo Won seperti digelitik. Hatinya selalu berdebar ketika mendengar suara lembut Yasha. Dia menjadi tenang dan kembali bersemangat. Perasaan ini bukan perasaan asing, tapi Seo Won sudah lama sekali tidak merasakan perasaan ini. Dia kira tidak akan bisa merasakan perasaan ini. Tapi kehadiran Yasha telah mengoyak dinding hatinya yang sudah keras. Dia harus segera menemui Yasha dan segera memastikan perasaan yang membuatnya kembali hidup.


"Pagi.." Sapa Yasha pada Yana dan Max di ruang makan.


"Hai.. pagi.. apakah tidurmu nyenyak?" Jawab Max dengan pertanyaan.


"Ya lumayan.."


"Ambil roti dan susumu.." Yana menyodorkan segelas susu coklat dan roti bakar lengkap dengan selai kacang kesukaan Yasha.


"Apakah hari ini kamu ke kantor?"


"Ya.. sekretaris Seo hari ini kembali kan? Aku rasa dia sampai siang hari.."


"Tapi aku baru saja mendapatkan telpon dari sekretaris Na yang menemaninya ke Jepang, hyung pulang lebih awal hari ini dan dia sudah naik pesawat pada penerbangan pertama.. dan katanya hyung ingin cuti hari ini.."


"Hah? Dia tidak memberitahuku.." Yasha kaget.


Pantas saja ponselnya tak aktif, batin Yasha.


"Mungkin hyung tak mau kamu khawatir.. tidak usah ke kantor hari ini, hyung kan tidak dikantor.."


"Ah iya.. baiklah.."


"Kamu akan ke kantor?" Tanya Yana pada Max.


"Iya.. karena tidak ada hyung aku yang harus ke kantor. Tidak biasanya dia cuti mendadak seperti ini. Aku sedikit khawatir.. dia baik - baik saja kan ya.." Jawab Max.


Tak jauh berbeda dengan Max, Yasha juga diam - diam khawatir dengan Seo Won. Semalam sepertinya baik - baik saja, dia tidak mengeluh sakit atau apapun. Tapi tiba - tiba cuti.


---


To : Won oppa ♥️


Oppa.. apakah kamu baik - baik saja? Aku dengar dari kakak ipar katanya kamu cuti hari ini? Balas pesanku jika sudah kamu sudah membacanya.


Yasha menarik nafas dalam - dalam setelah mengirim pesan untuk Seo Won. Sambil merebahkan tubuhnya di kasur, Yasha menerawang jauh. Yasha memikirkan Seo Won. Apa yang terjadi padanya, apakah dia baik - baik saja, kenapa tiba - tiba cuti, banyak pertanyaan memenuhi kepalanya. Hmm.. Yasha berulang kali mendesah. Dia khawatir, sangat khawatir pada Seo Won.


Ting


1 pesan masuk


From : Won oppa ♥️


Iya aku cuti hari ini. Aku sudah di Seoul, aku akan membeli ramen. Kamu akan menepati janjimu hari ini kan? Datang ke apartementmu segera, alamatnya akan aku kirimkan.


Hah? Yasha langsung bangkit setelah membaca pesan Seo Won. Belum sempat membalas, pesan kedua sudah datang.


From : Won oppa ♥️


501 Seoul City Apartement, Gangnam


Yasha langsung mengambil jaket dan tas selempang kecilnya. Tergesa - gesa turun tangga hingga langkahnya terdengar keras di lantai bawah.


"Sha.. mau kemana? Buru - buru sekali?" Tanya Yana yang sedang bermain dengan Jemima di ruang keluarga.


"Kak aku keluar sebentar ya.. tidak akan lama.."


"Kemana? Hati - hati ya.. sudah bawa uang?"


"Sudah.. bye kak.. bye Jemy.." Pamit Yasha sambil berlari kecil.

__ADS_1


Yasha memakai jaketnya sambil berlari ke arah jalan raya kemudian melambai pada taksi. Dia menunjukkan pesan singkat Seo Won berisi alamat dan sopir taksi memangguk faham.


Beberapa menit kemudian taksi yang ditumpangi Yasha sampai di sebuah apartement mewah yang menjulang tinggi di jantung Kota Seoul dan kawasan yang terkenal elit, Gangnam-gu.


Setalah berterima kasih pada sopir taksi Yasha segara berlari ke pintu masuk, di dalam pikirannya hanya ada Seo Won, kekhawatirannya berubah menjadi kecemasan. Sepanjang jalan Yasha berdoa semoga Seo Won baik - baik saja.


"Ada yang bisa saya bantu?"


Seorang sekuriti menghentikan langkah kecil Yasha. Sekuriti tersebut cukup cerdas, dia menyapa Yasha dengan menggunakan Bahasa Inggris. Sepertinya wajah Yasha sangat jelas bukan orang Korea.


"Ah iya.. ini.." Lagi - lagi Yasha menunjung pesan dari Seo Won.


"Mohon tunggu sebentar.." Ucap sekuriti dengan sopan.


Selagi menunggu Yasha melirik sekuriti lain sedang berbicara dengan seseorang di telpon, setelah menelpon sekuriti tadi berbisik pada sekuriti yang menghentikan Yasha.


"Mari saya antar, tempatnya ada di lantai 5 bangunan nomor 2.. silahkan.."


"Terima kasih.." Jawab Yasha sopan.


Apartement Seo Won bukan apartement biasa. Dari luar saja sudah bisa melihat jika pemiliknya pasti orang - orang kaya. Warna kuning emas mendominasi dan pilar - pilarnya besar. Lukisan klasik yang terkenal menjadi hiasan dinding. Bunga segar yang diganti setiap hari serta gerabah dari tanah liat dan keramik ikut menghiasi sudut lorong menuju setiap pintu apartement. Yasha bisa merasakan kesan elegan dan bau mewah disana sini. Yasha sangat takjub, ini pertama kalinya dia masuk tempat yang seperti itu.


Deg


Dari tempatnya saat ini Yasha bisa melihat Seo Won sedang berdiri di depan pintu apartementnya dan seperti sedang menunggunya.


Begitu melihat Yasha mendekat Seo Won tersenyum riang. Kakinya bergerak mendakti Yasha juga. Terburu - buru memotong jarak antara mereka yang tak jauh tapi rasanya sangat jauh sekali menurut Yasha.


"Oppa.." Ucap Yasha yang melihat Seo Won mendekatinya.


Greb


Seo Won menarik tangan Yasha dan segera membawa tubuh mungil Yasha masuk ke dalam pelukannya.


"Kenapa lama sekali? Aku sangat merindukanmu tahu.."


"Op..pa.."


"Hmm? Aku merindukanmu Yasha.." Seo Won semakin mempererat pelukannya.


"Iya aku tahu.. tapi jangan disini, ada orang yang melihatnya.."


Seo Won langsung melepas pelukannya begitu melihat seorang sekuriti yang diam membatu melihat dia dan Yasha.


"Ah iya maaf.. terima kasih sudah mengantarnya.."


"I.. iya.. saya pamit Tuan.. semoga hari anda menyenangkan.." Jawab sekuriti sedikit canggung.


"Ayo masuk.. aku sudah menunggumu sejak tadi.." Seo Won meraih pergelangan tangan Yasha kemudian menuntunnya masuk ke dalam apartementnya.


Deg


Deg


Deg


Barusan pelukan dan sekarang tangan Seo Won sedang menggenggam pergelangan tangannya. Yasha belum sadar betul dari buaian pelukan Seo Won dan saat ini dia kembali melayang karena sentuhan Seo Won. Bahaya, benar - benar bahaya. Kontak fisik ini membuat jantungnya berdetak tak karuan, meronta - ronta, menggendor dadanya seperti ingin melonjak keluar.


Yasha sudah memastikan Seo Won baik - baik saja, tapi Yasha juga memastikan dia yang akan tidak baik - baik saja selama di dekat Seo Won.


"Ya ampun jantungku.. tolonglah.. jangan keras - keras bunyinya.. kalau dia bisa mendengarnya bagaimana? Tolonglah jangan malu - malui.."


Darah panas mengalir deras keseluruh tubuh Yasha. Pelukan, sentuhan dan perlakuan Seo Won hari ini adalah kejutan. Yasha tak menyangka akan sikap Seo Won. Dia tak sempat berfikir macam - macam, saat ini Yasha sedang sibuk menikmati sentuhan Seo Won yang manis.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2