
"Mereka memilih untuk diam rupanya.. usaha yang cerdik.."
"..."
"Apa pendepatmu?"
"..."
"Bagaimana kalau kita ungkap identitas gadis itu?"
"..."
Hening sejenak.
"Ok ide bagus.."
Swan menutup telpon sepihak. Senyum misterius tersungging di bibirnya.
Swan kecewa. Reaksi yang dia harapkan tidak tercapai. Sepertinya dia harus menunjukkan aksinya.
-----
Max mengantar Yana pulang ke apartement malam harinya. Awalnya Max tak ingin mengajar Yana pulang, dia ingin berada di dekat Yana terus kalau bisa. Namun rumah Seo Woon saat ini berisi para lelaki dan Yana adalah satu-satunya perempuan.
Dia tak ingin mata para lelaki itu mengawasi Yana. Yana miliknya. Tak ada yang boleh melihatnya selain dia. Tak ada seorangpun.
"Berani sendirian dirumah?" Tanya Max enggan melepas Yana pergi.
Yana mengangguk. Sejujurnya dia takut. Meskipun identitasnya belum diketahui, tak menutup kemungkinan ada yang mencari tahu lebih gigih dari lainnya.
__ADS_1
"Masalah ini akan segera selesai. Kata Woon hyung menyembunyikan identitasmu adalah langkah yang tepat sebelum kita bisa tahu siapa pelakh penyebar foto itu dan apa motifnya.." Jelas Max.
"Tidak apa-apa kan? Aku sebenarnya juga ingin mengumumkan hubungan kita tapi hyung itu terlalu berbahaya untukmh karena berita sudah terlanjur menjadi besar.." Max mendengus kesal.
"Aku baik-baik saja Max. Itu pasti langkah yang sudah dipikirkan banyak orang. Mari coba kita lakukan.." Yana mencoba menyemangati Max padahal sendirinya butuh disemangati.
"Terima kasih.." Max mencium tangan Yana kemudian menciumnya.
Hati Max telah menjadi milik Yana seutuhnya, sudah sejak lama. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya jika dia tak bisa lagi melihat Yana. Max cepat-cepat menyingkirkan pikiran jelak itu.
Yana turun dari mobil. Dia masih berdiri ditempat melihat mobil Max berjalan pelan meninggalkannya. Dia tegar, ini hanya masalah kecil. Max akan selalu ada untuknya.
Max masih memperhatikan Yana dari spion mobilnya. Kekasih hatinya, kali ini hatinya sakit meninggalkan Yana pergi. Tidak seperti biasa.
Bayangan Yana masih terlihat di kaca mobilnya hingga suara dentumn keras membuat matanya kabur. Kakinya segera menginjak rem.
Tubuh Yana terpelanting menghantam lantai parkiran apartementnya. Tergeletak tak berdaya. Tubuhnya telungkup dengan kepala membentur lantai juga.
"Yana!"
Max berlari mendekati Yana. Tangannya segera meraih tubuh Yana dan mengguncangnya. Mata Yana tertutup. Darah mengalir dari dahinya.
"Yana.. Yana bangun.." Max terus mengguncang tubuh Yana.
"Aku mohon bangun.. Yana.."
Dunia Max runtuh. Beberapa detik yang lalu dia melihat senyum Yana yang menyemangatinya. Lalu detik ini mata Yana terpejam dengan tubuh tak berdaya.
Dengan sekali gerakan Max mengangkat tubuh Yana ke dalam mobilnya. Tak ada siapa-siapa disana selain mobil hitam yang sudah melarikan diri setelah menabrak Yana. Rahang Max mengeras. Pikirannya kacau. Dadanya sesak, nafasnya terengah.
__ADS_1
"Hyung.. Yana tertabrak mobil.. aku perlu ke rumah sakit.." Max menghubungi Seo Woon.
"Apa? Bagaimana keadannya? Jangan ke rumah sakit, bawa saja kesini. Aku akan segera memanggil dokter.."
"Ya.. tolong minta untuk memeriksa CCTV di parkiran bawah apartement Yana.. aku akan membuat perhitungan pada siapapun yang membuat Yana seperti ini.."
"Ya.. hati-hati Max.."
Klik
Panggilan telpon tertutup.
"Bertahanlah Yana.. aku mohon.." Gumam Max lirih. Tangannya menggem tangan Yana.
Dunianya, mataharinya, pemilik hatinya sedang terluka. Sekelebat rasa takut nampak di depan matanya. Tidak. Dia tidak akan kehilangan Yana. Kekasihnya akan baik-baik saja.
Ya.. ya.. dia adalah wanita paling kuat di dunia. Yanaku bertahanlah..
Max menambah kecepatan mobilnya sebanyak yang dia bisa.
Semuanya terjadi begitu cepat. Harusnya tadi dia tidak mengajak Yana pulang, harusnya dia menemani Yana, harusnya dia selalu berada di samping Yana, harusnya..
Harusnya telah menjadi harusnya belaka. Nasi telah menjadi bubur. Max menghantam kemudinya keras. Rahangnya mengeras dan matanya menyala merah karena marah.
Siapapun kamu yang telah membuat Yana begini, akan aku kerjar kamu sampai ke ujung dunia. Aku akan membuat perhitungan denganmu. Aku akan membunuhmi jika terjadi sesuatu pada Yana!
Batin Max berteriak lantang.
Bersambung..
__ADS_1