My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 4 - Mendekat


__ADS_3

"Oppa bilang aku boleh melakukan apapun, membawa apapun, apapun asal tidak mengganggu pekerjaannya.."


Dari bangun tidur hingga saat ini Yasha tak ada henti - hentinya mengoceh dan sibuk di dapur. Yana hanya bisa melihat kesibukan adiknya dengan mengelus perutnya yang mulai membuncit. Menjadi penonton setia dan pendengar setia.


Sepulang dari kantor kemarin sore pun Yasha bercerita panjang lebar hingga larut malam, kalau saja tidak dipotong Max. Yasha mungkin bercerita hari pertamanya kerja sampai subuh. Rasanya mulut kecil dan tubuh kecil itu tertempel power bank karena tak ada lelahnya. Dan pagi ini Yasha mengulang ceritanya kemarin.


Sesekali Yana juga merespon cerita Yasha, dia juga ikut senang jika adiknya senang.


"Orangnya baik kak.. ya ampun.. uda ganteng baik lagi.. kita ngobrol di ruang kakak ipar hingga siang. Coba saja dia ga ada meeting kita pasti bisa ngobrol sepuasnya.. tapi gitu aja aku uda seneng loh kak.."


"Tapi kan dia harus kerja juga Sha.. jangan sampai kamu ganggu kerjaan Won ahjussi.."


"Iya kak iya.. soalnya aku seneng banget kak.. orangngnya ramah abis.. semoga kita bisa cepet deket kak.. dia begitu pasti sedikit menyukaiku kan kak?"


"Won ahjussi memang orangnya hangat.. tapi dia tidak mudah akrab sama orang, mendengar kamu bilang gitu ya berarti dia suka kamu.."


"Astaga.. aduh.. deg - degan aku kak.. jadi susah nafas gini.."


"Ah mulai.. lebay.."


"Hehehehe.. doakan tante ya Jemy.. semoga orang itu suka tante.." Ucap Yasha pada Jemima yang tengah asyik minum susu di kursi bayinya.


"Iya tante.." Jawab Yana mewakili Jemima yang tampaknya enggan menjawab karena mulutnya penuh dengan susu.


"Apa yang kalian obrolkan pagi - pagi begini?" Suara rendah yang masih diselimuti tidur itu membuat Yana dan Yasha menoleh.


Ternyata Max. Max bangun tidur sendirian dikamarnya. Biasanya ada Yana dan Jemima di dalam pelukannya. Dia selalu yang pertama bangun, tapi pagi ini beda, dua orang yang dia cintai pagi ini bangun lebih dulu dari dia. Ketika mencari - cari dimana Yana dan Jemima, Max mendengar suara tawa dari dapur. Tanpa ragu dia langsung menghampiri sumber suara. Ternyata benar, dua orang yang dia cintai tengah asyik mengobrol dengan Yasha, adik iparnya yang tinggal bersama mereka satu minggu ini. Yana dan Yasha tenggelam dalam obrolan mereka sedangkan bayi kecil Jemima asyik meminum susu dari botol yang dia pegang erat. Pipi gembulnya yang naik turun karena menyusu itu membuat tak tahan untuk segera menciumnya.

__ADS_1


"Oh sudah bangun?" Tanya Yana melihat Max mendekat.


"Kenapa tidak membangunkanku?"


"Tidurmu nyenyak sekali.. mana tega aku.."


"Iya.. padahal aku juga tidak kelelahan bekerja.. mungkin karena ada kamu dan Jemima.."


Cup ciuman untuk Yana


Cup ciuman untuk Jemima


"Anak ayah asyik sekali.."


Max mengangkat tubuh Jemima kemudian mencium wajahnya secara acak. Jemima berusaha menghindar karena merasa terganggu.


"Lancar.. sangat menyenangkan.."


"Syukurlah kalau begitu.. aku sempat khawatir dengan masa depan Won hyung. Setelah ada kamu aku sungguh lega.." Max tersenyum simpul.


"Ah iya.."


Masa depan Won oppa? Apa juga maksud kakak ipar.


Pikiran Yasha berada dalam taraf antara polos atau tidak peka. Huft.


---

__ADS_1


Hari ini adalah hari kelima Yasha bekerja sebagai asisten Seo Won. Benar - benar asisten pribadi, Yasha mengurus semua keperluan pribadi Seo Woon. Pada hari kedua dan seterusnya Yasha selalu membawakan sarapan dan makan siang buatannya sendiri untuk Seo Won. Yasha merekomendasikan pakaian dan menyarankan beberapa hal untuk Seo Won. Perhatian ini tulus, bukan hanya sekedar atasan dan bawahan. Yasha juga sudah mendapat nomor ponsel Seo Woon, mereka sering bertukar pesan dan panggilan di malam hari sekedar bertanya kabar atau mengingatkan jadwal untuk besok.


Hubungan mereka sangat harmonis. Rasa nyaman mulai menyelimuti kedekatan itu. Hanya isi hati yang mampu mengukur seberapa dalam perasaan masing - masing.


Siang ini Seo Won harus berangkat ke Jepang untuk mengurus beberapa artis mereka yang akan debut di Jepang dan China, tentunya Yasha tidak diajak. Hanya para eksekutif perusahaan yang akan berangkat, para manajer, dan sekretaris resmi. Semenjak Yana dinyatakan positif hamil, Max membatasi aktivitasnya terutama urusan ke Luar Negeri, jadi mau tidak mau Seo Won lah yang pergi. Apa jadinya perusahaan tanpa adanya dia. Posisi Seo Won adalah sekretaris rasa CEO. Tapi tak pernah sedikitpun ada keinginan untuk merebut posisi itu dari tangan Max. Seo Won mengerjakan tugasnya dengan baik sesuai jabatannya dan tetap teguh sampai sekarang.


Dia dan Max adalah saudara, hubungan darah mereka lebih kental daripada air.


"Berangkat sekarang?" Tanya Yasha dengan suara rendah.


"Iya.. semua sudah siap tinggal berangkat.." Jawab Seo Won dengan tangan yang sibuk dengan dokumen - dokumen.


"Makan siangnya bagaimana?"


Mata Yasha melirik kotak makan yang masih terbungkus rapi di atas meja Seo Won. Dia yang membawanya tadi pagi. Bekal sarapan mereka makan bersama itupun sambil bekerja tapi makan siangnya masih belum Seo Won sentuh. Seharian ini dia sibuk, Yasha tahu. Maka dari itu dia berusaha dengan keras untuk menahan rasa kecewanya.


"Tidak ada waktu lagi.. kamu bawa pulang saja ya.." Jawab Seo Won datar.


Yasha diam. Dia sedang mencari alasan yang logis untuk marah atau memakasa Seo Won untuk memakannya kalau perlu membawanya berangkat ke Jepang. Tapi sekeras apapun Yasha mencari dia tidak menemukan alasan yang tepat. Malahan sebuah tembok yang tinggi terbangun, memisahkan dia dan Seo Won. Sepertinya Yasha perlu sadar hubungan mereka itu apa, lima hari ini Yasha seperti hidup di alam mimpi, terbuai dengan hal manis yang terjadi antara dia dan Seo Won. Tapi kali ini, dia seperti dilempar ke kenyataan jika dia dan Seo Won adalah atasan dan bawahan.


"Baik.. semoga perjalanan anda menyenangkan.." Yasha yang baru saja sadar dari kenyataan memberi hormat pada Seo Won dan berbicara dengan sopan.


Tampaknya Seo Won tak sadar perubahan sikap Yasha. Tidak ada kata oppa seperti biasanya.


"Sampai bertemu dua hari lagi.. kamu tidak harus datang ke kantor.. aku akan menghubungimu nanti.." Pamit Seo Won sambil lalu.


"Udah gitu aja? Aku kira ada kecupan atau usapan kepala sebagai tanda pamit kayak di drama Korea.. ah otakku.. Sha Yasha.. sadar.." Jerit Yasha dalam hati melihat punggung Seo Won yang pergi begitu saja.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2