My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 24 - Menyerahkan


__ADS_3

Seo Won membaringkan tubuh Yasha dengan lembut tanpa melepas ciuman mereka. Dia mengobrak - abrik isik mulut Yasha dengan keahliannya dalam berciuman. Permainan seperti ini bukan hal pertama baginya. Tidak ayal jika dia terbakar gairah melihat tubuh polos Yasha. Gairahnya yang sudah lama tidur dibangunkan lagi.


Aroma tubuh Yasha yang khas membuatnya semakin diaduk dengan gairah. Semakin lama tubuh Yasha seperti mengeluarkan rasa manis seperti madu. Won tak ingin melewatkan barang sedikitpun rasa manis itu. Ditambah lagi dengan rasa lembut kulit Yasha, Won dibuat blingsatan hanya dengan menyentuhnya saja.


Setelah puas mencium bibir Yasha hingga nafasnya terngah - engah, bibirnya berpindah ke leher Yasha. Won mencium, menghisap hingga menggigit leher Yasha. Noda merah terlihat di leher dan pundak Yasha.


Tubuh Yasha akan terkejut setiap kali Won menggigit kulitnya, sebuah respon yang pasif dan alami. Tapi Won suka dengan respon itu. Dia bangga mengukir tanda miliknya disekujur tubuh Yasha.


Setiap kali bibir Seo Won menyentuh kulitnya, tubuh Yasha akan terkejut dan merespon secara sensitif. Ada rasa menyengat disana sini. Jantung Yasha beegemuruh dan pikirannya kacau. Dia menjadi penasaran kemana bibir Seo Won akan menyentuhnya. Setiap gigitan membuat perut Yasha seperti diaduk.


"Ahh.. ahhkkhhh..." Desahan lolos begitu saja dari mulut Yasha.


Entah sejak kapan Seo Won melucuti pakaiannya. Yasha tersentak saat dia melihat dada Seo Won tak berpenghalang menekan dadanya. Yasha memalingkan wajahnya karena malu. Dia sibuk berkubang dalam kenikmatan hingga tak tahu Won telah melepas semua pakaiannya.


Satu persatu Seo Won membuka kancing kemeja yang Yasha kenakan, satu demi satu. Baru sampai di kancing ketiga dia kehilangan kesabaran, kancing itu tampak mengejek dengan jumlahnya yang banyak. Dengan sekali tarikan saja Seo Won membuat kemeja yang tak bersalah itu robek. Kancing kemeja berhamburan dan membuatnya terbuka lebar. Dada Yasha menjadi pemandangan pertama. Tubuh polos yang dia lihat semalam ada di depan matanya. Deru nafas Seo Won menjadi berat. Dia mengangkat tubuh Yasha untuk membuang seonggok kain yang tampak menjengkelkan karena menutupi tubuh indah Yasha seluruhnya.


"Ah!" Teriak Yasha saat kulitnya berkontak langsung dengan udara. Yasha menyilangkan tangan di dada untuk menutupi dadanya.


"Jangan ditutup, aku ingin melihatnya.." Seo Won mengambil kedua tangan Yasha kemudian menariknya ke atas dan menguncinya.


Tidak ada yang lebih indah dari apa yang dilihat Seo Won saat ini. Benar kata Max, buktikan dengan tindakan, tidaklah buruk. Seharusnya sejak lama Seo Won melakukannya dan membuat Yasha melekat padanya. Dia memang terlalu santai. Tapi itu dulu, kini dia akan posesif memperlakukan Yasha. Yasha adalah miliknya. Mutlak.


Bibir Seo Won turun ke bawah, terus menciumi leher hingga dada Yasha yang menyembul ke atas. Puncak berwarna merah muda menggoda Won untuk memainkannya.


Hisapan ringan dan gigitan berubah menjadi kuat dan kasar saat tubuh Yasha merespon dengan sangat sensitif. Dia mengerang, merintih hingga berteriak centil. Rasa aneh menggeleyar dan inti bawahnya terasa aneh. Cairan panas tiba - tiba merembas. Nafas Yasha juga tidak teratur saat Seo Won memainkan dua gundukan sintalnya.


"Ini akan sedikit sakit.. jadi percayalah padaku.." Ucap Seo Won dengan suara rendah.


Untuk sekarang, pusatnya sudah sangat kaku dan meronta ingin dilepaskan. Dia mengangkat tubuh bagian bawahnya, mengarahkan mendekat ke milik Yasha dan masuk dengan satu dorongan berat. Yasha menjerit karena tiba - tiba kekuatan diikuti rasa sakit datang dari bawah.

__ADS_1


"Ah!"


Yasha mencengkeram pundak Seo Won. Rasa sakit yang belum pernah dia rasakan menyebar keseluruh tubuhnya. Ini adalah pengalaman barunya.


"Oppa! Ah!"


Yasha tidak mampu menahannya lagi, milik Seo Won terus mendorong masuk dan rasanya sangat sakit. Perih. Yasha merasa hampir mati.


"Ssttt.. tenanglah hmm? Percaya padaku, sedikit lagi.."


Seo Won kembali mencium bibir Yasha untuk meredakan ketegangan Yasha. Bukan hanya Yasha yang sakit, Seo Won juga merasa sakit karena pintu masuk Yasha yang menjadi sulit karena Yasha tegang.


Setelah tubuh Yasha mulai mendingin, Seo Won kembali menggerakkan pinggulnya dan mencoba masuk dengan hentakan yang lebih kuat.


Sangat sakit. Ciuman Seo Won yang tadi seperti tipu daya. Hanya menyamarkannya sesaat. Setelah itu gelombang rasa sakit datang dengan lebih kuat.


"Ah! Oppa!"


Mungkin karena sudah lama atau tubuh Yasha sangat berbeda. Seo Won tenggelam dalam ekstasi kenikmatan penyatuan dirinya dan Yasha. Tubuh mereka kini telah bersatu. Setelah ini Seo Won akan terus membuatnya bersatu berkali - kali, dan tidak akan melepaskannya.


----


Baru kali ini Yasha bangun tanpa bisa memperkirakan waktu. Ini jam berapa, ini siang atau malam. Dia tidak tahu apa yang sudah terjadi. Dari balik jendela semburat merah terlihat samar. Ini pagi atau sore hari? Yasha bertanya - tanya dalam hati.


Selain itu tubuhnya didera dengan rasa sakit yang amat sangat. Seperti habis dipukuli dan rasa nyeri sangat terasa terutama di inti bawahnya. Yasha berusaha bangun namun tubuhnya terasa berat. Bukan karena sakit yang dia derita tapi ada lengan yang memeluk pinggulnya erat. Nafas ringan dan teratur menggelitik lehernya. Sebuah dada bidang dan kuat menekannya dari belakang. Saat Yasha menoleh, wajah Seo Won dengan rambutnya yang berantakan menjadi pemandangan.


"Astaga apa sudah aku lakukan dengannya? Yasha.. apa yang telah terjadi?" Teriak Yasha dalam hati.


Ya dia ingat rasa sakit yang menderanya ini. Dia telah melakukannya dengan Seo Won, ****, hubungan badan antara pria dan wanita dewasa. Yasha syok. Yasha telah menyerahkan mahkotanya kepada Seo Won kemarin. Setelah itu Seo Won terus menghujaninya dengan kenikmatan setelah kali pertama dan kali keduanya terasa sangat sakit. Tapi setelah itu sangat ajaib. Rasa sakit berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa. Semalaman dia bergumul dengan Seo Won tanpa henti. Seo Won terus menyerangnya. Memberikan cairan panas pelepasan berkali - kali hingga dirinya jatuh tertidur karena lelah.

__ADS_1


Rasa panjang, besar, dan panas milik Seo Won masih terasa nyata memenuhi dirinya. Pipi Yasha memerah. Benda itu, benda yang baru pertama kali dia lihat yang membuatnya terkejut sekaligus kagum. Bagaimana bisa hanya sepotong daging bisa tumbuh menjadi besar dan keras. Dan sekarang dia sudah kembali ke ukuran asalnya dan sedang istirahat di pantatnya. Pikiran Yasha melayang. Hanya memikirkannya masuk dan terus mengisi dirinya saja membuat Yasha salah tingkah.


Yasha menarik tubuhnya pelan - pelan berusaha untuk tidak membangunkan Seo Won. Namun setiap tubuhnya bergerak, tangan Seo Won dengan kuat menariknya lagi.


"Won oppa.. sudah pagi.." Ucap Yasha gagap.


"Sebentar lagi.." Ucap Seo Won pelan seperti berbisik.


Merasa sesak, Yasha berusaha melepaskan diri dari pelukan Seo Won. Tapi tubuhnya dibuat terkejut karena dia tidak sengaja menyentuh sesuatu yang besar dan kaku. Wajah hingga leher Yasha langsung merah karena dia tahu apa yang dia sentuh barusan.


"Kamu membuatnya bangun sayang.." Suara rendah Seo Won sangat seduktif. Dia mulai menjilati telinga Yasha sambil berbisik.


"Ayo lakukan satu kali lagi.. hmm?" Ucapnya.


Tangannya turun menyusuri punggung hingga sampai di area sensitif Yasha. Disana masih basah dan bengkak oleh cairan miliknya yang tidak bisa tertelan seluruhnya. Dia menjadi bersemangat karena pusatnya tergesek oleh kulit Yasha yang lembut. Jika sudah begini, masuk memenuhi lubang kenikmatan Yasha adalah obatnya.


"Ah!"


Tubuh Yasha tersentak menerima penyusup dari belakang. Tanpa stimulasi terlebih dahulu.


Seo Won beegerak dengan ritme sedang. Dia menghentak pelan - pelan sambil terus menanam ciuman di leher dan garis punggung Yasha memberikan rangsangan untuk memuluskan jalan masuknya. Kini pusatnya sudah masuk seluruhnya dan tubuh mereka bersatu sempurna.


Seperti dua binatang yang bersenggama tanpa tahu waktu. Seo Won menipu Yasha sekali lagi. Ini bukan satu kali lagi, tapi entah berapa kali lagi. Yasha diajak ke ambang batas kenikmatan berkali - kali oleh Seo Won hingga di jatuh tertidur karena kelelahan.


"Arrgghh.. Yasha.." Desah Seo Won dengan nafas yang berat setelah pelepasan yang kesekian kali. Dia membelai rambut Yasha yang berantakan dan basah oleh keringat.


Dia sudah mencicipi beberapa kali semalam. Tapi itu tidak cukup. Dia tidak puas. Kali ini dia juga melakukannya beberapa kali, lagi - lagi Seo Won merasa kurang. Seperti kehausan di tengah padang pasir yang tandus. Seo Won ingin memenjarakan Yasha dan mencicipinya hingga dia merasa puas.


"Aku mencintaimu Yasha sayang.." Bisik Seo Won ditelinga Yasha.

__ADS_1


Yasha tak merespon karena dia tertidur. Seo Won membenamkan wajahnya ke leher Yasha dan segera menyusulnya ke alam mimpi.


Bersambung...


__ADS_2