
Ting tong ting tong
Ting tong ting tong
Max melebarkan langkahnya mendekati pintu apartementnya. Setiap langkahnya penuh dengan kutukan. Ketika dia membuka pintu, matanya menyala merah pada dua orang di depannya.
"Kenapa kalian datang?" Suara Max menajam, matanya penuh aura kematian.
Dua tamu tak diundangnya, Antony dan Gongmin membeku. Senyum mereka sirna diterpa hawa dingin yang baru saja melanda.
"Hyung baik-baik saja? Kami datang menjenguk hyung.." Antony buka suara. Senyumnya mengembang. Itu adalah senyum yang dipaksakan. Padahal tubuhnya sedang bergetar karena terpaan badai Max.
"Kami membawa bir dan ayam.." Timpal Gongmin.
Raut wajah Max tanpa ekspresi. Dia susah payah menahan gairahnya pada Yana yang memuncak. Max harap dua temannya ini tidak menyadarinya.
Huft..
"Masuk lah.." Max membuka pintunya lebar-lebar. "Hari ini tidak ada jadwal?" Tanya Max basa-basi. Mengingat jadwal DAMN! yang padat Max berharap mereka akan segeri pergi dan Max bisa bermain-main dengan Yana di atas kasur.
Max berjalan masuk di susul Gongmin dan Antony. Diantara mereka yang paling tua adalah Max. Meskipun perbedaan usia mereka tak jauh, maka Max lah yang memegang posisi leader.
"Hyung sendirian?" Gongmin meletakkan dua kresek yang dia bawa di atas meja.
"Ya.." Jawab Max cepat.
"Woon hyung tidak kemari?" Timpal Antony.
"Tadi pagi. Sekarang aku sendirian.." Max terus saja melirik kamar tidurnya.
"Mmm.. hyung baik-baik saja kan?" Antony mendekati Max. Matanya mengamati setiap detail wajah Max. Tampak cemas di mata Antony.
"Aku baik.."
"Syukurlah.. semua orang mengkhawatirkanmu.. hanya kami yang tahu alamat apartementmu.." Lanjut Gongmin.
__ADS_1
"Woon hyung sudah mengurusku dengan baik.. kalian tidak perlu khawatir.." Jelas Max bersedekap tangan.
Gongmin dan Antony mengangguk bersama.
"Apa yang dikatakan manajemen?" Tanya Max tiba-tiba.
"Tidak ada. Mereka hanya membatalkan semua jadwal hyung sampai bulan depan.."
Kali ini Max yang mengangguk.
Kenyataan jika Max adalah pemegang saham kedua di IM Entertainment menjadi faktor kuat jika manajemen artisnya tak akan menyentuh kehidupan pribadi Max. Bahkan para staff di manajemen itu tunduk pada kemauan Max. Mereka tak akan berani menekan Max atau DAMN! untuk urusan penghasilan seperti manajemen artis lain yang memerah artisnya agar mendapatkan penghasilan yang banyak. Bisa diibaratkan kalau Max adalah aturan di IM Entertainment.
"Kapan kalian pergi?" Max mengernyitkan dahinya. Beberapa menit bersama mereka berasa puluhan tahun.
"Hyung.. kita baru duduk 10 menit.." Protes Antony.
"Kalian tidak ada jadwal?"
"Ada satu jam lagi.. pemotretan dengan majalah fashion.." Jawab Gongmin yang membuka botol bir.
"Hyung.." Gongmin protes.
"Aku akan mentraktir kalian minum kapan-kapan.." Jelas Max.
"Hyung serius?" Mata Antony bersinar terang.
"Ya.."
Tak ada pilihan lain. Max harus mengenyahkan dua manusia di depannya saat ini. Jika tidak, Max tidak tahu apa yang akan terjadi. Yana ada di kamarnya sekarang. Bukan Max ingin menyembunyikannya tapi saat ini Max merasa belum waktunya memberitahu dua anggota lain di grupnya.
"Harus menepati janji.. ingat itu.." Ancam Gongmin tak kalah antusias.
"Ya ya.. cerewet sekali.. sana cepat berangkat ke tempat pemrotetan.. nanti kalau kalian terlambar manajer Choi bisa marah loh.." Max mengeluarkan segala macam retorika untuk mengusir Antony dan Gongmin.
Manajer Choi, Choi Minjoon adalah manajer DAMN!. Hanya Max yang memiliki manajer pribadi, Seo Woon. Jadi Woon lah yang lebih berhak atas segala urusan Max. Seo Woon sendiri merupakan sepupu CEO IM Entertaiment. Ibunya adalah kakak daru istri CEO IM Entertainment, CEO Han Jungsuk.
__ADS_1
Hanya Woon, Max dan kelurganya yang tahu jika CEO IM Entertainment adalah ayah Max, Han Jungwoo nama aslinya. Maka tidak heran jika orang agensinya tak ada yang berani menyentuh. Posisinya kuat, pemeganh saham kedua. Kalau mereka tahu siapa Max sebenarnya, mereka pasti akan tercekat di tempat.
"Hyung.." Anyony meronta saat tubuhnya di dorong Max ke arah pintu.
"Nanti kalian terlambat.. aku pasien. Jadi butuh ketenangan untuk penyembuhan.." Max berkelit.
"Hyung.. kamu tega.." Antony masih tidak terima.
Ceklek
Pintu terbuka.
Sebelum Max melemparkan mereka berdua, tangan Gongmin mencegah tangan Max.
"Hyung.." Ucapnya lirih.
"Apa lagi?" Max hampir kehilangan kesabaran.
"Kemarin aku dengar manajer Swanlove Ruby menanyakan kabar hyung ke manajer Choi.." Jelas Gongmin.
Mata Max menyipit mendengar nama Swanlove Ruby. Model papan atas Korea itu adalah teman masa kecil Max.
"Kalian ada hubungan?" Tanya Gongmin.
"Tidak ada.." Jawab Max tegas.
"Tidak perlu khawatir. Tidak ada apa-apa diantara kami. Aku hanya mengenalnya dulu waktu kecil.." Lanjut Max.
Gongmin terlihat lega.
Antony masih kesal karena dipaksa keluar dari apartement Max. Dengan langkah gontai Antony dan Gongmin meninggalkan apartement Max.
"Hati-hati di jalan.." Max melambai dengan riang gembira.
Bersambung...
__ADS_1