My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
56. Keributan Besar (2)


__ADS_3

Max masih belum bisa dihubungi. Pemberitaan semakin gencar karena mereka belum menemukan siapa sebenarnya kekasih rahasia Max. Sang wartawan yang mengambil gambar juga tutup mulut. Dia tidak tahu siapa yang mengambil foto tersebut.


Suatu malam dia menerima email dari pengirim yang tidak dapat dilacak berupa beberapa foto Max dan kekasih rahasianya. Dia sendiri juga tidak tahu siapa kekasih Max itu.


Jieun tetap stay di apartement Yana. Jieun takut terjadi apa-apa pada Yana. Wartawan Korea terkenal dengan kegigihan mereka dalam mencari berita.


-----


Max ada syuting iklan di London ketika berita skandal pacarannya mencuat di Korea.


"Apa ini?"


Alis Max terangkat ketika Seo Woon membisikkan sesuatu di telinganya dan menujukkan sebuah artikel di ponselnya.


"Pihak manajemen sedang mengusut kasus ini. Sementara matikan ponselmu Max. Syutingnya akan diselesaikan hari ini. Besok kita harus kembali ke Korea.." Jelas Seo Woon.


Dibenak Max sekarang adalah wajah Yana. Tangannya memijit kedua pelipisnya.


Apa yang sebenarnya terjadi?


-----


From: Mr. X


Target 1. Tidak keluar rumah


Target 2. Masih di London dan kemungkinan besok kembali ke Korea


Swan membaca pesan dari pesuruhnya.


From: Mr. X


Identitas Target 1 sudah terkirim di email.


Senyum tipis mengembang di bibir Swan. Inilah senjata yang dia maksud. Sudah lama Swan menanam mata-mata disisi Max. Hasil buruannya mencengangkan. Dibalik sikap dingin Max dia menyumbunyikan sesuatu yang besar.


Kesempatan ini akan Swan jadikan sebagai ajang balas dendamnya.


Tangannya dengan lincah membuka email dari Mr. X. Nama samaran untuk pesuruhnya.

__ADS_1


"Bilyana Athena Queen. Mahasiswa tingkat akhir Jurusan Ekonomi Bisnis Universitas Negeri Seoul. Indonesia? Jadi dia orang asing. Astaga Max.. seperti kekurangan orang Korea saja.." Gumam Swan.


Swan mengusap ke sampaing ponselnya. Beberapa foto Yana terlihat.


"Tidak cantik tapi ya.. ku akui dia menarik.. jadi pesona inilah yang membuatmu suka Max.. sedangkan denganku kamu acuh. Apa yang dia punya dan yang tidak aku punya?" Selorohnya.


Dia berdecak beberapa kali. Gadis difoto itu tak lebih cantik dari dia. Hanya seorang mahasiswi asing. Anak perantauan. Sedang dia memiliki segalanya. Keluarganya kaya. Punya kekuasaan. Dia seorang artis yang mendapat julukan National Daughter.


Kenyataan jika wanita yang dipilih Max, wanita saingannya tak lebih unggul darinya, Swan merasa jengkel. Bisa-bisanya dia kalah dengan wanita biasa.


Bahkan ibu Max terlihat menyukai wanita itu dalam foto yang dia terima dari Mr. X. Fakta itu memperdalam ketidaksukaannya. Ambisinya memiliki Max semakin membara.


"Harusnya aku yang ada disana. Dasar jalang!" Suara Swan meninggi.


To: Mr. X


Terus awasi dia. Laporkan apapun yang kamu dapat.


-----


Para pemburu berita dan penggemarnya telah menunggunya dan memadati pintu kedatangan. Begitu Max keluar dari pintu itu, semua orang yang menunggunya tadi berteriak histeris. Kilatan lampu kamera segera memenuhi tepat tersebut.


Pengalaman yang mengerikan. Seseorang bisa saja mati karena terhimpit kerumunan tadi.


Kabar bubarnya DAMN! tak sampai membuat kerumunan sebesar itu. Skandal kencan memang sesuatu yang besar, benar ucapan Seo Woon.


"Hyung aku harus menemui Yana sebentar.."


"Jangan gila Max, kamu tidak lihat kerumunan tadi? Mereka sedang mengawasi langkahmu sekarang.."


"Shit! Sial!"


"Perusahaan telah menunggu untuk rapat darurat.."


"Rapat darurat?"


"Ya.. berita tentangmu telah mengguncang IM Entertainment. Aku rasa berita ini telah melebar ke arah yang tidak bisa diprediksi.."


"Bagaimana bisa? Orang-orang manajemen membiarkannya begitu saja?" Teriak Max tak percaya.

__ADS_1


IM Enertainment adalah manajemen artis dengan tingkat keamanan paling bagus. Mereka memiliki intelijen yang disebut divisi 'hantu'. Sebuah divisi yang menyelesaikan skandal para artisnya agar tidak mencoreng nama baiknya sebagai artis ataupun perusahaan. Max tak percaya jika skandalnya ini tak mampu diselesaikan divisi tersebut. Kenapa disebut 'hantu'? Karena kecepatannya menyelesaikan semua skandal. Tak skandal yang tak bisa ditutup dengan baik oleh divisi itu.


"Wartawan penyebar berita sudah ditangkap tapi tak ada yang bisa digali dari mulutnya. Dia mendapatkan foto itu dari aku yang tidak bisa dilacak.." Jelas Seo Woon.


Max termenung. Pikirannya terpaku pada Yana. Tak ada yang bisa dia pikirkan selain Yana.


"Sepertinya ada pihak yang mengendalikan berita ini Max.."


Max menoleh. Tatapannya bertemu dengan Seo Woon.


"Aku rasa mereka sudah tahu siapa Yana. Mereka sedang menunggu reaksi kita. Jadi untuk saat ini jangan bertindak gegabah.."


Mata Max membulat sempurna.


"Apa maksudmu hyung?"


"Targetnya bukanlah kamu tapi Yana. Kamu hanyalah umpan. Sepertinya mereka mencoba memukulmu dari belakang.."


"Yana? Apa yang akan mereka lakukan? Kenapa Yana yang jadi targetnya?"


"Karena mereka tahu Yana adalah kelemahanmu.."


"Ah sial!"


"Dia baik-baik saja. Aku tadi sudah menghubunginya. Aku menyuruhnya tetap tinggal dirumah dan memperhatikan sekitar.."


"Apakah dia baik-baik saja?" Mata Max berbinar begitu mendengar nama Yana.


"Temannya ada di apartement untuk menemaninya.."


"Oh syukurlah. Aku sangat berterima kasih padanya.." Max lega.


"Ada mata-mata diantara kita Max. Berhati-hatilah.." Seo Woon berbisik ke telinga Max.


Acara liburan ke New York bulan lalu adalah hal yang sangat privasi. Seo Woon sendiri yang memastikan tidak ada yang tahu jika mereka ke New York mengajak Yana. Tak ada satupun staff yang dibawa. Namun foto mereka di New York bisa tersebar luas. Ada yang ganjil.


Bukan hal baru jika ke New York mereka tak membawa staff. Karena semua orang tahu New York adalah tempat tinggal orang tua Max. Para staff pasti akan berfikir jika Max kesana pasti menemui orang tuanya, tak pernah ada yang mencurigainya. Tapi kunjungan mereka kali ini tersebar luas. Berarti ada mata-mata di dekat mereka.


"Kita harus berhati-hati Max.."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2