My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
30. Ketahuan


__ADS_3

Max turun pesawat tergesa-gesa. Syuting yang awalnya tiga hati dijadwal diperpanjang menjadi lima hari karena pihak produser di Jepang mengganti model perempuan. Parahnya model itu adalah Swanlove Ruby. Entah apa yang terjadi hingga jadwal yang sudah disusun menjadi kacau balau. Tim dari manajemen Max tak bisa berbuat banyak karena terikat kontrak. Kalau mereka membatalkan sepihak akan merugikan perusahaan karena harus membayar royalti. Tak ada yang bisa dilakukan selain mengikuti jadwal baru yang dibuat.


"Hyung malam ini aku tidak ada jadwal kan?" Tanya Max sambil lalu.


"Kamu kosong sampai besok Max. Kenapa?" Jawab Woon mengotak-atik tabletnya.


"Tidak ada. Ada yang menungguku.."


"Yana?" Alis Woon bertaut.


"Ya.. aku belum menelponnya lima hari ini.."


Max gelisah. Alasan dia tidak menelpon adalah rindu. Dia tak mau pekerjaan di Jepang berantakan karena suara Yana di telpon. Suaranya yang lembut mampu mengguncang hati Max. Max takut tak bisa mengendalikan diri setelah mendengar suara Yana. Keinginannya memiliki Yana tak pernah surut. Meskipun sudah disampingnya Max selalu merasa kurang. Ibarat orang yang lama kekeringan di padang pasir, ketika mendapat air mereka tak mudah puas.


"Hmm.. hati-hati.."


Woon tak bisa mencegah Max untuk tidak menemui Yana. Woon berkali-kali mengingatkan Max akan resiko hubungan mereka. Mau bagaimana lagi, kehadiran Yana membawa perubahan yang buat Max. Max yang mudah mengeluh dan berontak tak lagi melakukannya. Kemudian kesehatan Max juga berangsur baik setelah Yana ada di sampingnya. Woon tak bisa membayangkan apa jadinya Max tanpa Yana.


Seo Woon menghela nafas panjang. Fiuh..


-----


Mobil sport merah terparkir rapi di parkiran lantai bawah apartement. Max turun dari mobil menggunakan topi dan kaca mata hitamnya. Dari bandara Max langsung ke apartement Yana. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Memastikan keadaan aman, Max melangkah menuju lift.


Max dengan cepat memasukkan kode apartement kemudian membuka pintu. Dia disambut dengan bau masakan yang harum. Rasa rindu Max membumbung tinggi. Dia melepas topi dan kacamatanya ketika suara kaki berjalan mendekatinya terdengar.


Namun ketika dia mendongak bukan Yana yang dia lihat. Entah siapa dia tidak kenal. Dia yakin ini adalah kamar apartement Yana.


"Astaga!"


Suara teriakan orang itu berbanding lurus dengan keterkejutannya.

__ADS_1


"Apa apa. Ada apa?"


Disusul suara Yana dari belakang. Tatapan mereka bertemu. Baik Max maupun Yana membatu.


Situasi mereka rumit. Tolong seseorang cairkan situasi ini.


Ting tong ting tong


"Itu pasti Taejoon.." Yana dengan cepat berlari ke pintu kemudian membukanya. Mengabaikan Max yang tak jauh darinya.


"Astaga!"


Suara teriakan kedua yang tak lagi membuat Max terkejut. Hhhmmm.


"Bagaimana kabarmu? Menungguku pulang hmm?"


Max acuh tak acuh. Tak peduli ada dua orang asing. Max menarik Yana dalam pelukannya kemudian mencium pipinya. Kebiasaan lama yang selalu dia lakukan ketika dia pulang dari tempat jauh.


Yana mendorong tubuh Max. Pipinya merah.


"Max?"


Jieun dan Taejoon yang berdiri bak patung saling tatap kompak berteriak lagi. Kesadaran mereka sepertinya telah kembali. Mereka sadar jika pria yang baru saja masuk ke kamar Yana kemudian memeluk dan mencium Yana adalah Max. Idol Max.


"Astaga!" Teriakan keempat dari Jieun.


Telinga Max hampir pecah mendengar dua orang asing itu terus berteriak. Harus ada yang menyudahi situasi rumit ini.


"Kalian teman Yana?" Max buka suara.


"Benar aku adalah Max. Salam kenal. Aku adalah kekasih Yana.."

__ADS_1


"Hah?"


Teriakan kelima.


"Apa?"


Teriakan keenam.


"Kekasih?"


Teriakan ketujuh.


Jieun dan Taejoon kompak meramaikan apartement Yana yang sederhana.


Ya Tuhan.. Gumam Yana dalam hati.


"Sebaiknya kita duduk dulu.." Yana menarik tangan Jieun dan Taejoon. Matanya juga memberi kode pada Max.


"Apa-apaan ini?" Max berbisik menatap Yana.


"Maaf.." Yana membalas bisikan Max.


Arrgghh..


Max mengusak kasar rambut hitamnya.


Siapapun tolong jelaskan situasi ini.. Max mengutuk kebodohannya yang tak menghubungi Yana terlebih dahulu. Dia sendiri yang membongkar hubungannya dengan Yana.


Sudah kepalang basah, mandi aja sekalian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2