My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Love Bird Ep 17 - Demam


__ADS_3

"Kak aku pulang.." Seloroh Yasha begitu sampai rumah.


"Sudah pulang? Tumben?" Jawab Yana sedikit berteriak. Dia ada diapur sedang membuat makan siang untuk Jemima.


"Aku perlu istirahat, sepertinya aku demam.." Yasha berjalan mendekati Yana di dapur.


Yasha mengambil gelas kemudian mengisinya dengan air, dia meminumnya sekali teguk.


"Demam?" Yana mengulurkan tangannya kemudian menyentuh dahi Yasha. "Astaga.. panas sekali Sha.. perlu ke dokter? Wajahmu pucat Sha.. kakak antar bagaimana? Max baru saja ke kantor. Katanya ada hal yang mendesak.."


"Hari ini ada rapat direksi kak, kantor sedang sibuk.." Tutur Yasha. Kakak iparnya harus ke kantor karena rapat itu, pikir Yasha.


"Naiklah.. kamu harus istirahat. Jangan lupa minum obat.."


"Ya kak.. maaf tidak bisa membantu mengurus Jemy.."


"Hei.. Jemy baik - baik saja, kakak masih bisa mengurusnya.." Yana menepuk lengan Yasha.


"Tapi kakak ipar kalau melihat kakak kesusahan mengurus Jemy pasti akan berteriak.."


"Max memang begitu kan, berlebihan. Dia begitu karena ingin dekat dengan Jemy Sha.. sudah sana naik dan istirahat.."


"Ya kak.. aku naik ya.. cium Jemy dulu deh.." Yasha mencium pipi Jemima yang gempul. Tidak merasa terganggu tapi Jemima malah terkikik dan mengoceh tak jelas.


---


"Ahjussi.." Ucap Yana saat melihat Seo Won didepan pintu rumahnya.


"Yasha dirumah?" Tanya Seo Won.


Yana mengangguk. "Ya.. beberapa menit yang lalu. Dia pulang cepat.."


"Boleh aku masuk?"


"Masuklah.. kenapa harus bertanya, biasanya juga langsung masuk.."


"Ah maaf.. aku kepikiran Yasha.. aku dengar dia tidak enak badan?"


Yana dan Seo Won jalan beriringan menuju dapur.


"Sepertinya Yasha demam. Ahjussu tidak bertemu Yasha? Ah iya kata Yasha dikantor lagi sibuk ya.. Max tadi buru - buru ke kantor, katanya ada urusan penting.."


Seo Won menarik nafas dalam - dalam kemudian melonggarkan ikatan dasinya, dia tak lupa melepas satu kancing jas hitam yang dia kenakan.


"Maaf aku yang menyuruh Max ke kantor. Jujur saja, hubunganku dengan Yasha belum membaik. Pagi tadi Yasha bersikap dingin padaku. Karena ada rapat aku jadi meninggalkannya, saat aku mencarinya ketika jam makan siang aku diberitahu Yasha pulang karena tidak enak badan. Jadi aku langsung menelpon Max untuk datang. Aku rasa aku tidak sanggup melanjutkan rapat karena terus memikirkan Yasha.." Seo Won menghela nafas kasar beberapa kali.


"Oh.." Yana mengangguk faham.


"Aku sedang menyiapkan teh untuk Yasha. Baru saja selesai aku buat. Ahjussi bisa mengantarkannya?"


"Tentu saja.."


"Bicaralah dengan Yasha baik - baik. Dia memang adik ku yang keras kepala.. segera selesaikan salah faham kalian.."


"Ya.. hari ini dia juga salah faham lagi.."


Yana tak bertanya salah faham apa lagi itu. Dia tak berhak ikut campur urusan mereka. Tapi Yana ingin membantu menyelesikan masalah yang terjadi.


"Ini.. ahjussi tahu kan yang mana kamar Yasha?" Tanya Yana sembari menyodorkan nampan berisi teh madu dan dua gulung roti polos yang disiram selai encer rasa strawberry. Dia menambahkan roti barangkali Yasha bangun dan merasa lapar.


"Terima kasih Yana.. aku berutang padamu.."


Ceklek


Kamar dengan pintu cat warna putih itu tidak dikunci. Dengan sangat pelan Seo Won masuk dan segera mengedarkan pandangannya. Suasananya hening. Matanya menangkap sosok Yasha yang terbaring di atas kasur dengan posisi asimetris. Kakinya tergantung begitu saja dan kepalanya terbaring tanpa bantal. Bantal dan guling ada di belakang punggungnya.


Seo Won berjalan mendekati sebuah meja dekat almari pakian. Ketika Seo Won hendak mendekati kasur, tak sengaja kakinya tak sengaja menginjak sesuatu. Alis Seo Won mengkerut melihat jaket dan tas yang berserakan di lantai. Rasa khawatir langsung menyusup, Seo Won bergegas mendekati Yasha.


Panas


Seo Won menempelkan tangannya ke dahi Yasha. Benar jika Yasha memang demam. Tidurnya sangat pulang hingga tak sadar jika Seo Won masuk dan menyentuh dahinya.


"Yasha.." Seo Won berbisik pelan di telinga Yasha.


Menurut Seo Won, Yasha harus ganti baju yang lebih nyaman agat tidurnya bisa nyenyak. Dia juga berfikir untuk membawa Yasha ke dokter saja. Tapi Yasha tak bereaksi.


"Sayang.. ganti baju dulu ya biar tidurnya nyaman. Pakai baju tidur atau baju yang enak, baju yang kamu pakai sekarang sepertinya tidak nyaman, kamu berkeringat.. ya.." Bisik Seo Won lagi. Tapi Yasha masih tak merespon.

__ADS_1


Seo Won memperhatikan wajah pucat Yasha dan dahinya yang dipenuhi keringat.


"Yasha.. sayang.."


Seo Won mengangkat kepala Yasha.


"Yasha.. Yasha.." Kini Seo Won menepuk pelan pipi Yasha yang tak merespon.


Seluruh tubuh Yasha panas dan tak menanggapi kehadiran Seo Won. Rasa takut langsung menjalari tubuh Seo Won. Yasha pingsan.


"Yana.. Yana.."


"Ahjussi apa yang terjadi?" Yana bangkit dari duduknya.


"Yasha pingsan. Tubuhnya panas sekali. Aku akan membawanya ke rumah sakit.."


"Hah? Aku.. aku ikut.."


"Tidak perlu, kamu di rumah saja bersama Jemima.."


Seo Won bergegas ke arah mobilnya yang dia parkir di luar dengan membawa Yasha dalam gendongannya. Yana mengikuti Seo Won di belakang dan membantu membukakan pintu mobil.


"Aku akan segera menyusul dengan Jemima.."


"Alexander Hospital, hati - hati di jalan.."


Yana mengangguk. Setelah kepergian mobil Seo Won, Yana segera masuk dan menyiapkan beberapa kebutuhan yang harus di bawa ke rumah sakit. Keperluan Jemima dan keperluan Yasha seperti baju ganti. Kemudian Yana menelpon taksi setelah selesai mengemas mereka.


"Panggilkan dr. Joan.." Ucap Seo Won pada salah satu perawat yang ada di UGD.


"dr. Joan?" Perawat itu terkejut.


Joan Ernest Alexander adalah salah satu pemilik rumah sakit yang didatangi Seo Won, Alexander Hospital. Jadi wajar jika perawat yang ada di depan Seo Won terkejut karena permintaannya.


"Iya.."


"Anda sudah membuat janji?" Tanya si perawat ragu - ragu.


"Ah tidak perlu aku akan memanggilnya sendiri.. tolong urus pacar saya.."


"Baik.."


"Halo.. Joan?"


"Won hyung?"


Beberapa menit kemudian dokter muda dengan jas putih dan kaca mata bulat berlari kecil ke arah Seo Won. Yasha memang sudah ditangani dan sudah mendapatkan tempat tapi Seo Won tidak puas sebelum Joan memeriksanya sendiri.


Para perawat dan dokter yang yang ada di UGD langsung menghentikan aktivitas mereka dan memberikan salam pada Joan.


"dr. Joan.."


"Jangan pedulikan aku dan selesaikan pekerjaan kalian.."


"Baik.."


Semuanya segera berserakan dan kembali fokus pada pekerjaan masing - masing.


"Hyung apa yang terjadi?" Tanya Joan.


"Kenapa lama sekali?" Keluh Seo Won.


"Maaf aku ada pasien tadi.. siapa yang sakit hyung?"


"Bagaimana kalau kamu pindahkan dulu ke ruang VIP dan periksa.. setelah itu aku akan jawab pertanyaanmu.."


"Aku perlu tahu dulu siapa yang sakit?"


"Dia.." Seo Won menunjuk Yasha yang terbaring lemah di atas kasur dengan selang infus di tangannya.


"Siapa dia?" Joan mengikuti arah pandangan Seo Won.


Seorang gadis muda dengan wajah pucat pasi terbaring lemah. Wajahnya tampak tak asing.


"Bisakah kamu melakukan apa yang katakan tadi tanpa banyak bertanya Joan? Dia belum sadarkan diri.." Suara Seo Won meninggi.


"Melihat selang infus sepertinya dia sudah diperiksa.." Joan mendakti Yasha untuk melihat keadaannya. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi.

__ADS_1


"Aku tidak percaya dengan siapapun selain dirimu. Cepat siapkan ruang VIP dan lakukan pemeriksaan ulang.."


"Hei hyung.. kamu mirip dengan Max sekarang.. sejak kapan hyung yang kalem jadi tukang perintah begini?"


"Joan Alexander!" Seo Won menggeram.


"Baiklah.. aku akan segera siapkan. Sepertinya perempuan itu sangat penting untukmu.." Ledek Joan.


"Sangat penting.. dia pacarku.."


"Hah! Pacar?"


---


"Demamnya cukup tinggi. Dia pingsan karena kekurangan cairan dan suhu tubuhnya yang tinggi. Untung saja segera dibawa ke rumah sakit. Aku sudah memasang infus dan memberinya obat penurun suhu tubuh. Dia harus beristirahat beberapa hari disini. Untuk sementara hanya makanan lunak yang bisa dia makan seperti bubur atau susu.." Jelas Joan.


"Terima kasih.."


"Hyung sebenarnya siapa dia? Benar pacarmu?"


"Tentu saja.. apa maksudmu?"


"Tidak.. hanya saja.." Joan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Tidak ada berita apapun tentang kalian.."


"Kehidupan pribadi kami tidak untuk konsumsi publik.." Jawab Seo Won datar. Pikirannya hanya terfokus pada Yasha. Mulutnya memang menanggapi Joan tapi matanya tak lepas dari Yasha.


"Ah aku lupa.. kamu dan Max kan sama saja.. misterius.. Max juga menikah dan punya anak diam - diam.. kalian sungguh luar biasa. Sepertinya kalian sudah melupakan pertemanan kita sejak kecil.."


"Maaf bukannya aku melupakan pertemanan kita tapi, aku tidak ingin hubunganku diketahui publik. Ada banyak hal yang harus aku lindungi.. kamu bisa menjaga rahasia kan?"


"Hmm.. tentu hyung.."


Hening.


"Ahjussi.." Suara Yana memecah keheningan. Yana masuk ke dalam tuang VIP diantar oleh salah satu perawat.


"Kakak ipar?" Joan mengenali Yana.


"Oh.. halo dr. Joan, anda masih mengingat saya? Saya istri Max.."


"Tentu saja saya masih ingat.. mana mungkin saya melupakan kakak ipar.." Jawab Joan dengan tersenyum tipis. Pandangnnya bergantian dari wajah ke perut Yana yang besar.


"Bagaimana keadaan adik saya?"


"Adik?" Joan langsung menoleh ke arah Seo Won yang juga meliriknya sekilas.


"Ya adik saya.." Yana menunjuk Yasha.


"Oh nona itu adik anda.."


"Ya.."


Joan mengerti satu hal saat ini, pacar Seo Won adalah adik dari istri Max. Dunia mereka memang luar biasa. Tak ayal jika banyak orang menganggap mereka seperti saudara kembar, apa ya.. seperti cahaya dan bayangannya. Selalu bersama dan takdir mereka melingkar. Unik. Joan tersenyum diam - diam.


"Dia baik - baik saja, hanya demam dan tak sadarkan diri karena suhu tubuhnya yang tinggi. Kakak ipar tidak perlu khawatir.."


"Syukurlah.. terima kasih dr. Joan.. ahh ahh.." Rintih Yana tiba - tiba.


"Kakak ipar baik - baik saja?" Joan dan Seo Won serempak mendekati Yana. Seo Won dengan sigap menggambil Jemima dari tangan Yana.


"Perutku tiba - tiba.. ahhh.. ahhh.. sakit.."


"Aku panggilkan perawat sekarang.. kakak ipar sepertinya akan melahirkan.."


"Hah? Ahhh.. tapi seharusnya itu bulan depan.. ahhh.."


"Yana kamu baik - baik saja?" Tanya Seo Won khawatir. "Duduklah dulu.. aku akan segera menelpon Max.."


Yana mengangguk. Serangan tiba - tiba di perutnya sangat sakit. Waktu persalinannya diperkirakan bulan depan dan itu masih dua mingu lagi. Tampaknya prediksi itu salah.


"Max.."


"..."


"Yana akan melahirkan.. kami sekarang di Alexander hospital.."


"..."

__ADS_1


Badai akan segera dilemparkan ke Alexander Hospital.


Bersambung..


__ADS_2