My Idol Boyfriend

My Idol Boyfriend
Side Story - Yasha (2)


__ADS_3

"Hah?"


"Ih kenapa teriak sih kak.." Yasha protes keras. Suara teriakan Yana memekakkan gendang telinganya.


"Apa maksudmu dengan suka?" Yana mengernyit. Yasha memang adik yang punya sifat sporadis. Dia dengan blakblakan mengucapkan apa yang ada dibenaknya. Kadang Yana iri dengan sikap terus terang Yasha.


"Suka ya suka.. orang itu sudah punya pacar belum kak?"


Setelah jamuan makan semua orang menikmati waktu santai dengan teh di ruang tamu. Suara riuh rendah dan tawa terdengar dari dalam. Yana menyingkir ke taman dekat kolam karena Jemima tak mau di dalam. Ternyata Yasha mengikuti Yana dan Jemima.


"Yasha.. kamu beneran?"


"Baru perasaanku saja kak.. rasanya orang itu misterius aku terus dibuat penasaran. Bagaimana ada orang yang pendiam begitu.. selain itu wajahnya juga tipeku banget kak.."


Mulut Yana tercekat. Dia diam sedikit lama. Tak tahu harus menjawab apa.


"Maksudmu suka yang bagimana?"


"Entahlah.. rasanya aku ingin menariknya dari sesuatu yang menutupinya kak.. aku ingin melihat dia tertawa lepas, bukan hanya tersenyum tipis.." Jelas Yasha sambil mengenang wajah dingin Seo Woon di atas altar tadi.


Ada rasa aneh yang menjalari seluruh tubuh Yasha melihat Seo Woon berdiri sebagai pemimpin pernikahan Yana tadi. Bibirnya bisa saja tersenyum tapi sorot matanya berkata lain. Yasha diam-diam terus memperhatikan gerak gerik Seo Woon. Ada keengganan yang mendalam dan kecanggungan yang jelas terlihat di wajahnya. Di luar dia tampak bahagia melihat pernikahan kakaknya---Yana--- namun Yasha tahu ada yang aneh di dalam tubuh pria jangkung dengan tinggi 180cm itu. Ketampananannya terselimuti awan putih halus. Hati Yasha tergerak ke arahnya.


Seperti ada magnet tertempel di badan Seo Woon dan Yasha tak bisa mengelak akan gaya tariknya. Kepalanya dipenuhi dengan Seo Woon. Pasti ada sesuatu yang tertajadi padanya hingga dia menatap dingin pada pesta pernikahan kakaknya.


"Jangan sok tahu.." Suara Yana memecah lamunan Yasha.

__ADS_1


"Kakak kenal baik ga dengan orang itu?" Ucap Yasha lembut.


"Orang itu.. dia.. yang sopan Yana.. Woon ahjussi itu saudara Max.. dia adalah orang yang kami menghormati.."


"Aku bingung harus memanggilanya apa kak.. Woon oppa atau mas Woon aja?" Senyum Yasha terbit. Dia geli mengucapkannya sendiri. Tawa kecil keluar dari mulutnya.


"Pilihlah panggilan yang sopan.. kamu baru saja mengenal dia, jangan sok akrab gitu.."


"Ih kakak ga asyik ah.. kan aku juga pengen kenal dia.." Yasha merajuk.


"Tapi kan pelan-pelan.. jaga sopan santun.."


"Iya iya.." Jawab Yasha protes. "Akan aku cari tahu sendiri kalau kakak tidak mau menceritakannya.." Tambahnya.


"Bukan tidak mau meceritakannya.. kakak juga tidak tahu.. Woon ahjussi memang seperti itu orangnya.." Jawab Yana pelan.


Sontak saja Yana dan Yasha menoleh.


"Max.." Reflek Yana.


"Apa aku mengganggu?" Max mengambil kursi kosong yang terbuat dari kayu di sebelah Yana.


"Oh tidak.. silahkam duduk.." Yasha mempersilahkan kakak iparnya.


Max mengambil tempat duduk di sebelah Yana dan segera mengambil alih tubuh mungil Jemima dari pangkuan Yana.

__ADS_1


"Apa yang kalian obrolkan? Serius sekali.." Tanya Max menggunakan bahasa Inggris.


"Yasha tanya apa Woon ahjussi uda punya pacar atau belum? Dia suka katanya.." Jawab Yana polos.


"Kakak!" Teriak Yasha. Dia tak menyangka Yana akan mengatakannya begitu saja di depan Max. Mata Yasha mendelik ke arah Yana. Dia memberi syarat dengan tatapan 'apa yang kakak lakukan?'


Namun bahasa tubuh Yasha tak dihiraukan Yana.


"Yasha suka Seo Woon ahjussi.." Ulang Yana, kali ini dia menggunakan bahas Korea dan cukup dimengerti oleh Yasha.


Dahi Max mengernyit.


"Serius?"


Yana mengangguk. Sedangkan Yasha menunduk. Dia tak berani mengangkat kepalanya. Pipinya terasa panas, rasa malu menjalar di seluruh wajahnya. Mungkin saat ini wajahnya sudah semerah apel. Dia tak sanggup melihat respon Max.


"Oh.. tapi sepertinya akan sulit.." Max menggaruk dagunya.


"Kenapa?" Tanya Yana polos.


"Woon hyung pernah bertunangan dan ditinggalkan tunangannya. Setelah itu dia tak pernah berhubungan dengan wanita lain.. entahlah dia kenapa.. ini hanya pendapatku saja. Kalau Yasha memang menyukai Woon hyung, aku akan mendukungnya.." Jelas Max panjang lebar.


"Sha.. gimana? Masih mau maju?"


Yasha mengangguk pasti.

__ADS_1


"Pasti kak.."


Bersambung...


__ADS_2