Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Keanehan adila


__ADS_3

"Adila kau dari mana saja?" tanya zaffran yang melihat Adila duduk dimeja makan sedang memakan buah


"Harusnya aku yang bertanya sudah hampir jam enam kau baru pulang" jawab Adila dengan wajah kesalnya sambil terus menikmati buah yang sudah disiapkan bibi


"Lebih baik aku tak usah ceritakan ini pada Adila, aku tak ingin Adila menjadi punya beban tentang Aldi dan Aliya, toh kenyataan-nya aku tak pernah meniduri Aliya seperti yang Adila ketahui" gumam zaffran dalam hatinya


"Apa kau sudah makan?" tanya zaffran mengalihkan pembicaraan


"Sudah"


"Kenapa tak menunggu ku?" tanya zaffran melipat kedua tangannya di dada


"Apa kau mau anak mu kelaparan?"


"Tidak tidak , makan lah jika kau lapar jangan menunggu ku" jawab zaffran mengusap perut Adila


"Nanti malam jadi ke ruang mamah dan papah?"


"Kapan aku bilang kita kesana malam ini?" tanya zaffran yang mulai memakan makanan dimeja makan


"Tapi kan tadi siang kita tidak jadi kesana?"


"Iya, karena kau sibuk di rumah Ghea dan mematikan teleponnya" jawab zaffran dengan wajah kesalnya


"Aku disana tidur loh mas, terus bangun jam empat terus makan dimasakin Ghea terus pulang eh kamu gak ada dirumah, aku mandi terus makan terus minum susu terus makan buah terus kamu datang..." Adila terus menceritakan kegiatannya pada zaffran yang hanya dijawab anggukan oleh zaffran


"Kenapa kau hanya mengganguk saja?" tanya adila menggebrak meja yang membuat zaffran tersedak "Uhuk..uhuk..." dengan segera zaffran meneguk air putih dihadapan nya


Adila masih memandang zaffran dengan mata tajam sambil mengepalkan tangannya "Aku kan sedang makan jadi aku hanya mengangguk kan kepala" jawab zaffran dengan kebingungan


"Bohong!!!"


"Aku kan memang sedang makan" tunjuk zaffran pada piring miliknya yang masih penuh


Setelah tatapan tajam dari Adila selesai suasana pun hening hanya terdengar suara unyahan mulut dari kedua nya


"Aku mau ke rumah papah ya mas nanti malam" ucap Adila memulai obrolan kembali


"Besok saja pagi-pagi"

__ADS_1


"Kalau kau tidak mau aku bisa pergi sendiri" jawab Adila ketus


"Iya-iya aku mengalah" jawab zaffran sambil memasukan buah kedalam mulutnya yang baru selesai makan


"Mas!!!!" Adila berteriak membuat zaffran menghentikan kunyahan nya


"Keluarkan lagi!!!! itu buahku!!!" Adila menatap tajam wajah zaffran


"Ha? keluarkan?" tanya zaffran bingung


Zaffran pun menaruh buah pir yang sudah ia kunyah sekitar 20% itu ke tisu yang ia ambil


"Cepat tempel yang rapih seperti bagian yang tadi" ucap Adila menunjuk buah pir yang hampir tak berbentuk itu


"Maksudnya?" zaffran menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Apa kau mau melihat ku menangis? dan anak mu bersedih sudah memakan buah ku tanpa izin?" tanya Adila memasang wajah sedihnya


"Maksudmu aku harus menempelkan nya seperti bagian buah tadi sebelum aku menggigit nya?" tanya zaffran mengerutkan keningnya yang dijawab anggukan kepala oleh adila


Zaffran pun sambil menghela nafas panjang segera melakukan apa yang Adila mau walau dengan pelan ia menempelkan pada bagian pir yang masih agar besar tapi tak kunjung menempel tetap saja potongan kecil yang di gigit giginya itu jatuh dan tak mau menempel pada bagian lain


"Bisa...bisa" ucap zaffran menyemangati dirinya sendiri


Setelah hampir lima belas menit zaffran bergulat dengan buah pir itu akhirnya menghela nafas panjang nya lagi


"Adila kalau ini bagaimana?" tanya zaffran menunjuk buah pir yang lumayan menempel sedikit walaupun hanya beberapa


"Sudah lah, sudah malam kau lebih baik mandi" ucap Adila bangun dari duduknya


"Apakah kau mau memakan ini?" tanya zaffran menunjuk buah pir yang ia susun


"Apa kau gila aku mau memakannya!! tentu saja tidak aku hanya ingin melihat nya menempel seperti tadi, aku keatas menyiapkannya baju cepatlah naik dan mandi" ucap Adila berjalan menaiki tangga


Zaffran mengepal kan tangannya dengan menahan amarahnya wajah nya merah seperti bayi bule yang kena panas matahari


..........


Ghea berdiri di depan cermin terus memandangi wajah nya "Seperti nya wajah ku mulai kusam" ucap Ghea memegangi pipinya

__ADS_1


Ia pun memakai masker dan berbaring ditempat tidur sambil memainkan handphone nya dan sesekali menoleh ke arah jam dinding


"Aku pakai baju mana yah?" ucap Ghea melihat ke dalam lemari


Hampir lima menit Ghea terus mengunta ganti pakaian didepan cermin sampai akhirnya ia memilih pakaian selutut berwarna biru dengan ikat pinggang coklat dan rambut yang ia gerai


Ghea terus menacap wajahnya nya dengan bedak sambil menoleh ke arah jam "Yaampun" Ghea berdiri melotot ke arah cermin


Ia baru sadar bahwa yang ia lakukan dari tadi karena ia tau bahwa Deri akan ke rumahnya dan menjemput dirinya malam ini, padahal ia bilang tak mau tapi ia malah bersiap dengan total untuk menemui Deri


Ghea menelan ludah nya dengan susah


Tak lama ketukan pintu terdengar jam menunjukkan pukul tujuh


"Apa itu Deri? tapi mana mungkin?" ucap Ghea "Pasti ibu kontrakan karena aku belum membayar nya" dengan senyuman lebar Ghea membawa uang tunai yang dipegangnya


"Krek..." pintu terbuka lebar matanya melotot melihat yang berdiri didepan pintu bukanlah ibu kontrakan melainkan Deri dengan celana hitam dan kemeja biru yang lengan nya ia gulung sampai siku dan sangat terlihat tampan


"Hei kenapa kau menatap ku seperti itu resepsionis? apa aku terlalu tampan malam ini?" tanya Deri menaikan alisnya


"Biasa saja, mau apa kau kesini?" tanya Ghea melotot ke arah Deri


"Tentu saja aku menjemputmu aku kan sudah bilang tadi siang, lagian bukan nya kau sudah menunggu ku? kau sungguh cantik jika berdandan seperti ini" goda Deri membisikan nya pada telinga Ghea


Wajah ghea nampak merah ia malu bahwa ia keluar lengkap dengan sepatu hak dan tas nya


"Sudahlah ayok" deri memberikan tangannya


Karena merasa sangat malu Ghea pun memasukan uang kedalam tasnya dan berjalan menjauh


"Apakah pintu nya akan tetap dibiarkan seperti ini?" tanya Deri masih didepan pintu


Ghea pun membalikkan badannya pintu terbuka lebar dengan segera Ghea menguncinya "Ayo"


"Luluh juga resepsionis ini" ucap Deri tersenyum menatap punggung Ghea


Mereka pun mulai masuk kedalam mobil, Ghea terus membuang wajahnya ke arah kaca mobil disisinya sedangkan Deri menatap jalanan dan sesekali ke menoleh ke arah ghea


Mobil nampak hening tanpa ada obrolan sedikit pun

__ADS_1


__ADS_2