Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Kantor zaffran


__ADS_3

Adila yang bosan pergi keluar tanpa pamit


"Mau kemana kamu?" teriak zaffran pada Adila yang sudah membuka pintu


"Ke Nessa" jawab Adila tanpa menoleh


"Pulang bareng aku ya" saut zaffran yang kini Adila sudah tak terlihat oleh pelupuk matanya


Adila berjalan ke arah nesa dengan mengendap endap "Heyyy" teriak Adila sambil menepuk bahu nesa yang membuat nesa kaget "Aaa"


"Adila" nesa memukul lengan Adila yang lalu duduk disampingnya


"Ada apa?" tanya nesa bingung


"Emang nya tidak boleh istri bos mu ini mengecek kerjaan karyawan nya?" goda Adila yang melipat kedua tangannya di dada


"Idih....sana cek yang lain, kenapa cuma aku" sinis nesa pada Adila


"Hahahaha, baperan dehhh" Adila memeluk sahabatnya itu


"Kamu tidak mau menyapa calon anakku?" tanya Adila mengelus perutnya


"Ohhh iya Tante lupa sayang" ucap nesa mengelus lembut perut Adila


"Gimana sama bapak nya?" tanya nesa sambil terus mengusap perut Adila


"Bapaknya? maksud kamu zaffran?" tanya Adila menatap nesa


"Iya...." nesa kembali memainkan keyboard dengan jemarinya


"Aku akan bermain cantik kali ini, aku akan berusaha menyakini kalau mas zaffran sudah berubah tapi aku akan tetap mengikuti dia dan membongkar semua rahasia yang belum aku tau, apalagi tentang dia sama Aldi" ucap Adila sambil meremas kertas yang ada dimeja


"Baguslah kalau begitu jangan sampai ketahuan kalau kamu lagi mantau dia, bisa-bisa dia menyuruh orang untuk membunuh mu!!!" kata nesa sinis dengan bibir tipisnya


"Ahhh kamu, mana mungkin dia mau membunuh ku dia itu gak mau aku tinggalin. dia itu cinta sama aku" ucap Adila dengan bangga


"Cinta? terus dia rangkul aku? ngasih uang buat aku? apa dia cinta juga sama aku?" ucap nesa pada Adila yang langsung menyanggah dagunya dikedua tangan


"Iya ya apa dia sebenarnya gak cinta sama aku?" tanya Adila masih menatap meja


"Kamu harus buktikan Makanya" ucap nesa


"Caranya bagaimana nesa, aku sudah sangat beruntung dan bersyukur kalau dia tidak lagi bermain perempuan kalau urusan mencintai aku sudah tak tau lagi lah" ucap Adila lemas


"Bukannya kamu hamil anaknya berarti kamu dan dia saling mencintai"


"Tidak bisa dikaitkan begitu lah, banyak kok yang hamil pas pacaran mereka kan belum tau betul arti cinta mereka hanya nafsu...tapi, apa mungkin mas zaffran hanya bernafsu sama aku....ahh rukun sekali rumah tangga ini" kata Adila melempar buku ke lantai


"Hei...." teriak nesa


"Pergi kamu sana, aku sedang bekerja" ucap nesa memungut buku yang dibuang Adila

__ADS_1


"Berani-beraninya kamu mengusir istri bos mu ini, kau bisa ku pecat" kata Adila berjalan ke pintu keluar


"Pecat saja aku, aku tidak mau mendengar curhatan orang plin plan kaya kamu bilangnya kecewa tapi tetap saja masih mau dengan lelaki kurang otak itu" Maki nesa dengan keras


"Hhhhh untung kau teman ku" kata Adila membanting pintu dan keluar


"Orang plin plan apa benar aku plin plan?" pikir Adila


"Aldi?" Adila terkejut melihat Aldi berjalan naik tangga ke ruang zaffran dengan pelan tapi pasti Adila mengikuti langkah Aldi hingga tak ketahuan


Adila sengaja hanya akan mengintip supaya Adila bisa mendengar dengan jelas dan mereka tak berusaha bohong


"Ini tanda tangan untuk kepemilikan tempat itu" ucap Aldi sambil memberi kertas di map kuning


"Aliya sudah tau kan kalau ini jadi" tanya zaffran menatap Aldi


Aldi hanya mengangguk


"Aliya? siapa Aliya?" pikir Adila sambil terus menatap Aldi dan zaffran


"Cepat tanda-tangan" kata Aldi sedikit menaikan suaranya


"Iya, Lo kenapa si?" bingung zaffran pada sikap sahabatnya ini


Zaffran menandatangani nya


"Gue berenti ya jadi tangan kanan Lo, kalo Lo butuh cewek atau apapun cari yang lain karena gue pasti sibuk ngurusin bar sama restoran" ucap Aldi sinis


"Terserah" jawab Aldi ketus


"Mmm Lo jangan lupa bilang sama Aliya ya gue gak mau dia ingkar janji"


"Iya, Yaudah gue cabut" kata Aldi melangkah kan Kakinya


"Sukses bro" teriak zaffran pada Aldi


Adila langsung turun dari tangga dengan pelan-pelan karena ia tau ia sedang hamil akhirnya


"Adila?" panggil Aldi dari arah belakang


Adila membalikkan badannya


"Ehh Aldi? ngapain?" tanya adila sedikit gugup


Aldi melihat tajam pada Adila ia tau dan yakin bahwa "Adila pasti habis menguping mana mungkin ia jalan menuruni tangga sedangkan ia belum sama sekali masuk "Pikir aldi


Tanpa jawaban Aldi turun meninggalkan Adila ditangga , Adila membalikkan badannya mantap punggung Aldi yang semakin menjauh dari hadapannya


Lalu Adila naik ke ruangan zaffran


"Habis dimana?" tanya zaffran

__ADS_1


Adila Menggeleng


"Habis dimana?" tanya lagi zaffran


Adila hanya mamalingkan wajah


"Satu lagi info baru Aliya!!!Aliya!!!Aliya!!!!" pikir Adila dalam hatinya


"Hey" zaffran melempar adila dengan sebuah permen


"Apa sih?" Adila menyenderkan kepalanya sambil cemberut


Zaffran menghampirinya dan menekuk lututnya di hadapan Adila


"Uhh anak papah pasti cape terus-terusan diajak jalan sama mamah ya" ucap zaffran mengelus perut Adila sambil menyindir nya


"Maksud kamu apa?" tanya Adila yang merasa dirinya disindir


"Lain kali kalau mau pergi bilang sama mamah kamu kasih tau papah mu ini" kata zaffran berbisik keperut Adila


"Plak" Adila memukul kepala zaffran


"Aww....kenapa sih kamu?" tanya zaffran sambil terus mengusap kepalanya yang sakit


"Jangan sok manis depan anak ku" kata adila jutek


"Anak ku juga" ucap zaffran bangun


"Ishh" Adila menjungkirkan bibirnya


Zaffran duduk lagi dimeja kerjanya Adila bangun menghampiri zaffran dan merangkul nya


"Aku udah lama gak liat Aldi sama kamu , kamu berantem?" tanya Adila memancing zaffran


"Enggak, emang lagi sibuk masing-masing aja" jawab zaffran santai


"Ohh begitu, kalau bar kamu kan kasih ke Aldi emang Aldi beli atau kamu kasih?" tanya lagi Adila menelisik


"Aku kasih sebagai hadiah pertemanan" ucap zaffran masih santai


"Wahh baik sekali ya kamu" kata Adila terus merayu zaffran agar bisa bicara jujur


"Kalau restoran? tadi sebelum aku ke sini aku liat Aldi berdiri di restoran tau mas" kata Adila sambil terus merangkul nya dengan pelan


"Iya terus?" kata zaffran menoleh kepada Adila disampingnya


"Ya...apa mungkin Aldi yang punya karena tadi pas aku liat dia kaya nyuruh-nyuruh pegawai gitu" jawab Adila


"Emang punya dia, beli pake uangku" jawab zaffran dalam hatinya sambil menjungkirbalikkan bibirnya


"Mas" tanya lagi Adila

__ADS_1


"Iya dia beli" jawab zaffran singkat


__ADS_2