
Kini Adila dan revlan sampai Bekasi tepatnya di depan restoran tempat ghea kerja
Adila masuk bersama revlan dibelakangnya
"Ayo" ajak Adila
Revlan mengangguk mengikuti langkah kaki Adila
Adila duduk bersama revlan bersebelahan
"Mana temen kamu Dil?" tanya revlan
"Ghea mana ya?" kata Adila sambil celingukan mencari Ghea
"Yang mana?" tanya revlan
"Kok gak ada ya" saut adila bingung
"Apa mungkin libur?" tanya revlan
"Kayanya enggak mungkin deh" jawab Adila yang kini berdiri agak bisa melihat ruangan
Seorang pelayan menghampiri nya
"Silahkan tuan nyonya" memberikan buku menu
"Mba, ghea mana ya?" tanya Adila
"Ghea tidak masuk nyonya" jawab pelayan dengan ramah
"Libur?"
"Dia sudah dua hari tidak masuk karena sakit"
"Sakit?" Adila terkejut karena memang sudah lama dia tidak saling berkomitmen
Adila dengan segera menarik lengan revlan yang dibawa nya keluar restoran
"Nyonya...tuan?" panggil pelayan itu
Revlan hanya kebingungan sambil menikmati gandengan tangan Adila walaupun dengan tarikan hhhhh gumam revlan
"Kenapa?" tanya revlan pada Adila diluar restoran
Adila melepaskan tangannya dari tangan revlan
"Maaf-maaf Adila tidak sengaja"
"Kalo sengaja juga gapapa" kata revlan tersenyum manis
"Adila harus pergi ke rumah ghea, kamu pergi saja kerja"
"Aku hanya mengkroscek dokumen dan menandatangani saja urusan bekerja masih bisa di handle pegawai"
"Yaudah pulang sana, aku mau nyari taksi" Adila langsung membalikkan badannya
Revlan memegang tangan Adila memberhentikan langkah kaki Adila
"Kenapa kamu enggak minta aku anter?"
"Takut merepotkan"
"Dari kamu minta ke Bekasi pun sudah merepotkan dari pada tanggu mending sekalian saja" jawab zaffran menarik Adila ke arah mobilnya
"Masuk" revlan membuka pintu mobil
Adila masuk dan duduk cemas
Revlan mengendarai mobil dengan ditunjukkan Adila dan berhenti di depan gerbang kontrakan berwarna hijau
"Disini?" tanya revlan pada Adila
Adila menggangguk dan langsung mengambil langkah seribu berlari ke arah ghea
"Dia ke sahabat nya aja khawatir banget, wajar kalo untuk melepas suami yang walaupun notabene nya adalah lelaki playboy enggak gampang" gumam revlan sambil terus mengejar langkah kaki Adila
"Assalamualaikum ghe...Ghea...." Adila mengetuk pintu kontrakan Ghea
Tak lama "Krek... pintu terbuka lebar
Terlihat Ghea yang membuka pintu dengan badan membungkuk ditutupi jaket dan memakai celana panjang
"Ghea" Adila langsung memegang bahu Ghea
__ADS_1
"Adila kamu ngapain?" tanya Ghea lemas
"Kamu udah berobat?"
Ghea Menggeleng
"Ayo berobat dulu kita ke rumah sakit" kata Adila
"Jangan...aku gak ada uang...gak usah aku cuma demam.." tolak Ghea masih dengan keadaan lemas
"Kalau kamu terus sakit dan gak diobatin siapa nanti yang kirim uang buat ibu ghe"
Ghea terdiam mematung
"Ayo" Adila memegang tangan Ghea
"Revlan aku bisa kan minta anterin kamu ke rumah sakit?" tanya Adila pada revlan yang hanya terdiam menyaksikan
"Bisa, tapi... mobil ku cuman bisa dua orang" kata revlan menunjuk ke mobil nya diluar
"Ohh iya" Adila menepuk keningnya
"Yaudah kamu anterin dia ke rumah sakit, nanti aku nyusul pake taksi" kata Adila
"Hah?" membuat revlan kaget
"Plis revlan..bantu aku"
"Yaudah ayo" kata revlan
Akhirnya revlan pergi dengan Ghea dan Adila menunggu taksi
"Kamu siapanya Adila?" tanya Ghea
"Saya teman bisnis suaminya"
Ghea mengangguk
Tak lama sebuah taksi datang Adila segera mungkin mengejar revlan dan Ghea
Rumah sakit.
"Ayo aku antar" ajak revlan pada ghea
"Saya antar kamu dulu biar di periksa nanti saya kembali ke luar menunggu Adila"
Akhirnya ghea menurut dan pergi kedalam untuk periksa
Ghea masuk diantar revlan bertemu dokter
"Yasudah, saya menunggu Adila dulu diluar"
Ghea mengangguk
Revlan celingukan mencari Adila tapi tak kunjung datang "Mana ya Adila?" bingung revlan
Tak lama sebuah taksi datang keluar lah Adila
"Ghea mana?" tanya Adila turun dari taksi
"Ada didalam, ayo" kata revlan menggandeng tangan Adila
Adila mengikuti revlan masuk ke ruangan dokter yang memeriksa Ghea
"Gimana dok?" tanya Adila pada dokter yang masih tengah memeriksa nya
"Pasien kena gejala tipes Bu" kata dokter sambil duduk dikursi nya
"Apa tipes?" kaget Adila menyusul dokter duduk dihadapannya
"Iya Bu, jika memang Pasien mau di rawat segera ke bagian admin jika pasien tidak mau di rawat saya kasih resep"
"Sebaiknya dirawat atau tidak dok?" tanya Adila lagi
"Dirawat" jawab dokter
"Yaudah saya nanti ke ruang administrasi
"Aku gak mau Dil" kata Ghea yang masih berbaring
Adila bangun menghampiri nya
"Ghea biar cepet sembuh, masih untung baru gejala" kata Adila menaruh kedua lengannya di pinggangnya
__ADS_1
Setelah mengurus semua administrasi yang dibayar revlan Adila dipindahkan ke ruangan mawar no tiga
"Revlan kamu pulang saja, istirahat" Kata Adila menengok revlan yang berdiri didekat pintu
"Aku lapar" revlan memegang perutnya
"Ghea aku pergi makan dulu sekalian Carikan bubur buat kamu" kata Adila bangun
Dia keluar bersama revlan
"Makan dimana?" tanya revlan
"Ada warung nasi" kata Adila menunjuk sebuah warteg di sebrang jalan
"Ayo" kata revlan memegang tangan Adila
"Aku bisa sendiri" kata Adila melepaskan tangannya dari genggaman revlan
"Lagi rame, kalo telat sedikit gimana?" kata revlan kembali memegang tangan Adila
Kini mereka menyebrang bersama
"Mau pesen apa?" tanya Adila pada revlan yang masih celingukan melihat-lihat menu yang sudah ada di etalase
"Apa aja deh" iya menggaruk kepalanya
"Bu saya pesen nasi dua lauknya goreng ayam telor tahu sama tempe pake sambel juga" teriak Adila
Tak lama ibu itu datang dengan makanan yang dipesan Adila
"Ayo makan" kata Adila
Revlan memakan nya
Adila makan dengan tangan tanpa sendok
"Kamu gak pake sendok?" tanya revlan
"Lebih enak begini" jawab Adila sambil terus menyuap nasi ke mulutnya
Revlan pun menaruh sendok ya dan ikut makan Langsung menggunakan tangan walaupun sedikit berantakan
"Kamu ngapain?" tanya Adila sambil tertawa
"Ikutin kamu" jawab revlan santai
Adila ketawa terbahak-bahak melihat revlan yang selalu menjatuhkan nasi dari mulutnya
"Jangan bilang pertama kalinya kamu makan Langsung pake tangan" kata Adila menatap wajah revlan
Revlan tersenyum malu
"Serius? yaampun kamu gak merasa kan kesenangan dunia bertahun tahun" Adila tertawa
"Kesenangan dunia?" revlan kini tertawa puas
Setelah selesai makan ia membeli bubur untuk ghea
"Aku mau pulang, kamu masih mau disini?" tanya revlan
"Aku mau disini saja nanti sore baru pulang" jawab Adila
"Yaudah aku pergi bilang pamit sama Ghea" kaya revlan menjauh dari Adila
Adila membuka pintu dan masuk
"Ghea mau makan sekarang?"
"Nanti aja"
"Yaudah, nanti sore aku pulang ya dan kesini pagi-pagi buta" kata Adila pada Ghea
"Iya-iya... oh ya revlan itu siapa?"
"Dia rekan kerja zaffran"
"Kok bisa Sama kamu?"
"Sebelum menjadi temen bisnis mas zaffran dia temen gak sengaja aku"
"Temen gak sengaja maksudnya?" bingung Ghea
"Panjang ceritanya" jawab Adila
__ADS_1