
"Apa kamu bilang mas? kau mencintaiku? tau apa kau soal mencintai ha? kau bahkan mencintai semua wanita"
"Aku tidak pernah berpikir untuk menikah sebelum nya tapi setelah bertemu kamu aku tau kenapa hatiku seperti tak ingin melepaskan mu apalagi kamu jatuh ke pelukan orang lain"
"Jadi kamu menikahi ku, karena kamu hanya tak ingin aku bahagia bersama orang lain? aku bahkan menyesal bertemu dengan mu" jawab Adila tersenyum dengan paksaan
"Adila aku mohon...aku mohon sangat mohon pertahanan rumah tangga kita, aku benar-benar akan berubah" ucap zaffran menarik kedua lengan Adila dan memeluk nya
Adila beberapa menit menerima pelukan itu namun kemudia dia mendorong tubuh zaffran dengan penuh kemurkaan
"Jauh kan tangan mu dari tubuh ku"
Adila bangun dan menarik Ghea turun ke bawah dengan penuh emosi. Ghea yang awalnya menolak, karena merasa permasalahan Adila dan zaffran tak terselesaikan akhirnya menuruti tarikan tangan Adila karena Adila menatap tajam padanya. ia tau bahwa sahabat nya itu sedang dilanda emosi
"Adila...hentikan" Ghea menepis tangan Adila saat didepan rumah
"Ghea" Adila memeluk Ghea dengan erat
"Aku benci dia...aku benci...tapi dia suamiku...aku dulu sangat mengidam-idamkan dirinya...dia selalu menjadi lelaki hebat dan baik didepan wajah ku...tapi tidak dibelakang ku... aku harus bagaimana Ghea?" racau adila dalam pelukan Ghea
Ghea menoleh ke arah kirinya zaffran sudah berdiri tegak dengan mata memerah dan pipi yang basah oleh tangisan tadi. ghea merasakan tangisan itu bukan lah tangisan buaya tapi tulus, apalagi jarang sekali lelaki itu menangis. tapi ia juga tak tau kebenaran nya
"Adila" Ghea memengang bahu Adila
"Kamu harus mengambil keputusan! kalau kamu masih mencintainya jalani dulu satu bulan ini dengan zaffran walau pun dengan jarak yang penting lihat apakah dia berubah, kalau kamu benci dia dan ingin cerai. aku antar ke pengadilan sekarang" lanjut Ghea yang tersenyum pada Adila
"Aku mencintai nya Ghea..sangat mencintainya tapi aku juga membenci nya.... aku ingin berpisah tapi aku tak bisa... aku bodoh aku memang bodoh" jawab Adila dengan memukul mukul kepalanya
"Adila jangan bodoh kau menyakiti dirimu sendiri" ucap ghea memengang tangan Adila, lalu menariknya ke arah hadapan zaffran
"Bicaralah aku tak mau kalian terus-menerus seperti ini, ambil jalan tengah yang terbaik untuk keduanya" ucap Ghea yang kemudian berjalan menjauh beberapa langkah
Tak lama seseorang datang dengan menggulung baju tangan panjang nya ia mendorong zaffran dan berteriak
"Kau ini tak ada habis-habisnya membuat sahabat ku menangis" teriak nesa
Zaffran hanya terdiam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun
__ADS_1
"Adila kenapa kamu masih disini, cepat ambil surat ayo ke pengadilan agama" ucap nesa menatap Adila yang menundukkan wajahnya dengan tangis
"Nesa" Ghea menggigit gigit gigi depannya dan berjalan ke arah mereka bertiga
"Nesa ayo" Ghea menarik paksa dengan tenaga yang besar karena menerima penolakan dari nesa. akhirnya nesa pun dibawa Ghea menjauh lebih jauh dari pada langkah yang tadi
"Diam disini" ucap Ghea menaruh telunjuk nya di mulut
"Kau ini bagaimana sih Ghea? malah membiarkan Adila berbicara dengan si breng*** itu?" tanya nesa dengan menunjuk zaffran dan Adila yang sama-sama menundukkan kepalanya
"Meraka bukan berpacaran nesa, mereka sudah menikah. mereka harus bisa menyelesaikan ini dengan baik jangan sampai dengan emosi. aku hanya mendukung apapun keputusan nya" jawab Ghea kembali menatap Adila dan zaffran
"Tapi ghea kalau Adila berubah pikiran bagaimana?" tanya nesa dengan menarik bahu Ghea
"Sudahlah nesa kau ini! menginginkan sekali seseorang berpisah. biarkan saja mereka tidak jadi cerai supaya Adila bahagia dan zaffran pun semoga saja bisa berubah seperti ucapannya"
"Kau ini bodoh Ghea, mana mungkin dia berubah secepat itu"
"Kau yang bodoh! namanya juga seorang suami yang mencinta istrinya dan tak menginginkan perpisahan apapun bisa. kalau ia memang berniat"
"Ghea kau ini...."
Zaffran kini melangkah kan kakinya ke hadapan Adila. Adila kemudian membalikkan badannya hendak lari namun zaffran dengan seketika memegang kaki Adila tepat dibawah lututnya
"Adila aku mohon .. pikirkan lagi"
"Aku bisa gila jika terus-menerus memikirkan mu mas" jawab Adila ketus
"Aku janji Adila aku janji"
"Janji seperti apa lagi? ini bahkan kesekian kalinya kau janji! setiap kau ketahuan melakukan kesalahan kau pasti berjanji aku sampai bosan mendengar nya" jawab Adila mengusap air mata yang sudah akan tumpah
"Aku akan melakukan apa pun supaya kamu percaya adila aku janji" zaffran mendangahkan wajahnya menatap Adila dari bawah
"Aku gak tau mas! aku gak bisa bilang apa-apa dengan semua kebohongan kamu"
"Adila aku memang dari dulu suka ke bar semenjak aku menikah aku memang berniat untuk menjauhi bar tapi aku selalu tergoda untuk pergi ke sana. aku selalu tak bisa menahan nafsu ku. aku salah Adila, aku hanya ingin kamu mengerti. selama ini juga aku berusaha mencari arti suami supaya aku bisa membahagiakan mu adila..."
__ADS_1
"Kenapa harus bermain dengan para perempuan itu mas?" Adila kini tak bisa menahan air matanya
"Aku dulu selalu bekerja dan bekerja aku pulang ke rumah pun tak ada siapapun kadang hanya bibi. ke rumah mamah, mamah sibuk dengan teman arisan nya apalagi papah ia sibuk dengan semua rekan kerjanya aku mencari suatu kesenangan sampai akhirnya aku terlena oleh gemerlap nya dunia malam. dan aku mengakui semua kesalahanku Adila.."
"Kenapa kamu tidur dengan Aliya?" tanya Adila yang sudah tak kuat menanyakan hal mengganjal dihatinya
"Aku tidak tau Adila, aku mabuk dan aku pun tiba-tiba sudah ada dipinggir Aliya dikamar"
"Kenapa kamu mabuk!!!"
"Apa kamu pernah bertanya Adila, aku sangat cemburu melihat kedekatan mu pada revlan. kamu selalu seperti menginginkan revlan menjadi suamimu karena kamu selalu memandang revlan dengan penuh ketulusan. aku juga hanya lelaki biasa Adila aku sangat tidak suka orang yang aku cinta dekat atau didekati oleh orang lain"
"Tapi kenapa kamu harus tidur bareng Aliya" Adila mendorong zaffran dari pelukan dikakinya
"Dia tidak tidur bersama ku Adila" ucap seseorang dengan senyum dari arah kanan. membuat semuanya menoleh ke arah nya
"Kamu kan" Adila menunjuk Aliya yang tersenyum
"Iya aku pacar Aldi dan sedang mengandung anak Aldi, bukan anak zaffran" jawab Aliya menoleh pada Aldi yang berdiri disampingnya dengan perban dibahu kanannya
"Iya Adila zaffran tidak pernah tidur dengan Aliya, saat itu hanya salah paham" saut Aldi
"Salah paham?" Adila mulai mengusap matanya dan mendengarkan semua pernyataan dari Aliya dan Aldi
"Iya salah paham, Aliya membawanya ke kamar tempat aku dan Aliya tidur. tapi karena hari sudah pagi aku keluar duluan dengan kondisi Aliya yang telanjang. tapi itu bukan zaffran yang melakukan nya melainkan aku"
"Tapi kamu bilang waktu itu..."
"Mungkin kamu tak mendengar semuanya, aku bilang aku hanya bercanda"
"Bercanda?"
"Iya karena zaffran hanya ikut tidur saja , karena Aldi tak mau mengantar nya pulang dengan keadaan mabuk parah" jawab Aliya
Zaffran memegang tangan Adila "Kamu percaya sekarang?"
"Zaffran tak bohong Adila" saut Aliya . setelah memberikan penjelasan Aliya dan Aldi pergi ke luar rumah zaffran
__ADS_1
"Adila" zaffran membuyarkan tatapan mata Adila yang mengarah pada langkah kaki Aliya dan Aldi yang semakin menjauh
"Apa kamu mau mempertahankan rumah tangga kita? aku janji akan berubah? dan kamu akan melihat nya?" tanya zaffran tersenyum menatap mata Adila