Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Keraguan adila


__ADS_3

"Ghea pagi sekali kau bangun" ucap Adila yang mengucek matanya melihat Ghea sudah ada dimeja makan sedang membereskan beberapa makanan


"karena revlan mengantarkan banyak persediaan makanan. aku jadi ingin coba masak, tapi kali ini masa nasi goreng aja ya" ucap Ghea menggaruk kepalanya


"Wah wangi sekali" ucap Adila mengendus makanan yang ada dimeja makan


"Ya sudah cepat makan terus minum obat" ucap Ghea


"Kamu gak makan?" tanya Adila yang mulai menyendok nasi ke piring


"Makan lah kau ini ada-ada saja" ucap Ghea yang juga ikut duduk


Meraka dengan lahap menyantap makanan nya


"Hari ini aku ingin ke kantor mas zaffran"


"Buat apa?" tanya Ghea kaget


"Aku mau mengobrol saja dengan nesa" jawab Adila santai


"Oh iya ngomong-ngomong zaffran, semalam zaffran nelepon dan nge chat kamu terus aku balas" ucap Ghea yang baru ingat kejadian semalam


"Ha? apa katanya?" tanya Adila yang langsung membuka ponselnya


"Dia tadinya mau menjemput ku tapi tak lama katanya gak jadi soalnya dia juga cape habis meeting dan udah malam pula" jawab Ghea masih dengan menatap nasi yang dimasaknya


"Apa dia benar-benar meeting ya? atau..."


"Dil...jangan terus-terusan menambah pikiran mu. ikuti saja alurnya jangan menebak-nebak" potong Ghea menatap tajam Adila


Adila pun mengangguk ngangguk


Pertambangan.


"Kenapa kamu gak coba menaikan harganya kalau memang bisa?" tanya revlan memberikan papan berisi lembaran kertas


"Tidak boleh, itu kan harga awal harusnya kita malah merendah kan harganya supaya seimbang" jawab Deri dengan menaruh papan berisi kertas itu disebuah kursi


"Oh iya der aku ada kontrak kerja sama dijakarta, apa kamu liat?"


"Boleh, kapan kamu kesana?"


"Beberapa hari kedepan saja aku masih mau disini"


"Oke lah, kabari saja aku pasti ikut"


Revlan mulai menjauh dari Deri dan mengeluarkan ponselnya lalu mereka kegiatan yang sedang di lakukan di pertambangan dan mengirimkan Vidio itu ke Adila


"WAH ... BANYAK BANGET YANG KERJA" Balas Adila setelah membuka pesan dari revlan


"Kapan-kapan kesini ya hehe"

__ADS_1


"GAK MAU AH GAK DI AJAK SI"


"Nanti aku ajak"


"HEHE, AKU MAU KE PENGADILAN DOAIN"


"Doaku selalu paling depan Adila"


"Untuk menginginkan mu berpisah dengan zaffran" gumam revlan dalam hati nya


NIH!!!


Sebenarnya revlan itu sudah menikah sekitar 3 bulan yang lalu, karena dia sudah menikah orang tua revlan memberikan pertambangan padanya sebagai bentuk hadiah. revlan menikah dengan Sisil yang adalah anak dari teman kerja papahnya. revlan memang tidak mencintai sepenuh nya Sisil tapi ia selalu seakan-akan sangat mencintai sepenuh nya istrinya karena menghargai orang tuanya. dan soal Adila pertama kali ketemu nya dibekasi saat revlan bersama teman-teman nya disaat itu juga revlan sangat mengagumi Adila namun ia pikir hanya rasa kagum tapi lama-kelamaan dia sering bertemu dengan Adila dan tau keluarga Adila sedang tidak baik-baik saja saat itu pula revlan bertekad akan terus mendekati Adila dan saat Adila berada dipelukan nya dia akan segera mentalak sisil.


Jahat banget gak sih?


...........


"Kamu kenapa sih Dil?" tanya Ghea yang melihat Adila seperti tak bersemangat


"Aku takut" jawab Adila menghentikan langkahnya


"Takut apa?" tanya Ghea memegang bahu Adila


"Huh...aku ke kantor dan pergi ke pengadilan apa aku bisa? sedangkan aku sama sekali tak punya keberanian dan uang"


"Oh iya soal uang....aku juga gak punya aku denger-denger kalau salah satu menggugat duluan harus bayar tiga juta"


"Itu kan jadi uang kamu bukan uang dia" jawab Ghea tersenyum


"Nesa...aku bisa pinjam ke nesa..kita kan mau ke sana sekalian saja"


"Yasudah... tapi apa sebaiknya aku minta uang ke revlan? dia pasti mau bantu"


"Jangan-jangan sudah sangat banyak aku merepotkan nya aku tidak mau lagi"


........


Kantor zaffran.


"Nesa dimana?" tanya Ghea celingak-celinguk


"Diruangan sana...ayo" Adila memegang tangan Ghea dan masuk ke satu ruangan


"Nesa" teriak Adila berjalan ke arah sahabat nya itu


"Ada apa?" tanya nesa bingung menatap Adila dan Ghea


"Aku hanya ingin bercerita" ucap Adila duduk dengan menundukkan kepalanya


"Ada apa lagi? sekarang zaffran sudah mengambil alih perusahaan ini lagi ya?"

__ADS_1


"Iya benar" jawab Adila


"Jangan bilang kamu gak jadi mau bercerai sama zaffran" tunjuk nesa ke hidung Adila


"Aku takut nes" ucap Adila menutup wajah nya


"Takut apa si Dil...aku yakin zaffran gak bakal berubah stop ragu" ucap nesa tegas


"Adila masih sangat mencintai zaffran nes, apalagi zaffran sangat baik pada dia sebelum kita semua tau kebusukan nya" ucap Ghea mengelus rambut Adila


"Iya aku tau, tapi kalau gak ambil tindakan. keenakan dia" ucap nesa ketus


"Adila hanya perlu waktu nesa...sabar saja" saut lagi Ghea


"Udah udah kenapa kalian bertengkar!!! aku bakal tetap ke pengadilan aku mau pinjam uang ada?" tanya Adila menadahkan tangannya


"Ada, nanti aku transfer gak usah mikirin ganti pikirin kalo kamu harus yakin sama keputusan kamu ini. secepatnya kalau perlu"


"Niatnya hari ini tapi aku masih ragu mungkin besok atau lusa"


"Yasudah lah terserah kamu saja, aku cuma memberi saran" jawab nesa kembali fokus berkerja


"Aku mau menemui zaffran, antar aku ghe" ucap Adila bangun dari duduknya


"Aku tunggu disini saja deh" tolak Ghea


"Kamu harus ikut" Adila menarik tangan Ghea


Adila membuka pintu tanpa permisi ia menetap zaffran yang sedang duduk dikursi nya dan seorang perempuan dikursi tamu sedang membicarakan pekerjaan


"Bu" sapa perempuan itu


Adila tersenyum kecil dan Ghea hanya berdiri didekat pintu di belakang tubuh Adila


"Sudah nanti saja lanjutkan, kamu pergi" seru zaffran yang kemudian dilakukan pegawai nya itu


"Seperti nya tidak ada yang aneh lagi, perempuan itu pun benar-benar sedang membahas pekerjaan" gumam Adila dalam hatinya


"Adila" panggil zaffran yang melihat Adila bengong


"Aku cuma mau bilang aku akan tetap ke pengadilan" ucap Adila cepat


"Apa kamu benar-benar yakin? aku saja mau berubah demi kamu lalu kenapa kamu terus-menerus mengancam ku untuk menggugat cerai?" tanya zaffran menghampiri adila


"Bagaimana aku tau kamu bisa berubah?" tanya Adila yang kini menatap tajam zaffran


"Makanya lihat dulu jangan langsung menggugat cerai" jawab zaffran kembali ke kursinya


"Besok pagi aku ke rumah, malam ini aku tidur bersama Ghea lagi. aku ke rumah untuk minta izin pergi ke pengadilan sebagai cara perpisahan yang baik aku gak mau ada dendam"


"Setidaknya aku berusaha Adila" ucap zaffran menatap laptopnya

__ADS_1


__ADS_2