
"Revlan" tengok Adila ke belakang
Adila dengan segera menaikan sedikit maskernya ke dagu untuk menutupi pelipis pipinya yang aga biru
Revlan tersenyum lalu duduk didepan Adila
"Aku antar ke rumah sakit" kata revlan
"Gak usah" tolak Adila
"Yang tadi itu kan bukan pertanyaan tapi pernyataan" kata revlan mengambil kerupuk di nasi uduk adila
"Jadi kamu kesini cuma mau nganter aku?" tanya Adila bingung
"Hehhhmmmmm" revlan mengangguk-angguk kan kepalanya
"Tau di mana aku disini?"
"Kan tadi kamu bilang kalo kamu lagi nungguin taksi"
"Iya juga ya"
"Dasar" revlan mengacak-acak rambut Adila
Adila tertawa
"Laper banget bu...kaya dari kemaren belum makan aja" goda zaffran melihat Adila yang lahap menyantap nasi uduk
"Hehehe tapi emang bener aku baru makan lagi nih" kata Adila sambil tersenyum
"Serius?" tanya revlan kaget
"Heeh..." Adila mengangguk angguk
"Kok bisa? pembantu nya kemana libur?"
"Aku ribut lagi sama zaffran"
"Lagi-lagi si breng*** satu itu"
"Gak papa ko aku cuma nahan laper semalem doang" kata Adila sambil tetap makan suapan terakhir
"Kamu gak mandi?" tanya revlan sambil melihat tubuh Adila yang masih menggunakan pakaian kemarin
"Mandi lah, cuman emang gak ganti baju"
"Kok bisa seorang nyonya muda satu ini gak ganti baju? habis stok baju nya? kok gak pake pakean si breng*** itu?" kata revlan menggodanya sambil tertawa
Adila memukul paha revlan
"Ayo katanya mau anter aku ke rumah sakit, keburu siang nanti kamu telat ke kantor"
"Ayo" kata revlan bangun
"Bu jadi berapa?"
"Uduk sama teh hangat jadi dua belas ribu" kata pedagang itu
"Ini" Adila memberikan uang lima puluh ribu
"Tunggu sebentar kembalian nya"
"Gak papa Bu gak usah, permisi" kata Adila pergi
Revlan membukakan pintu mobil Adila masuk sambil tersenyum ke arah revlan
Kini revlan menancap gas nya dijalanan ibukota yang masih sepi lalu lalang kendaraan
Membuat Adila teriak "Aaaaaaaaaa revlan...aku takut"
Revlan lalu mengurangi kecepatannya
"Penakut" kata revlan tersenyum ke Adila
Adila memonyongkan bibirnya
"Kenapa pake masker kamu sakit?"
Adila menggeleng dan terdiam
"Adila..."
"Aku gak sakit lagi pengen aja" kata Adila menunduk
__ADS_1
"Lagi pengen apa malu seorang nyonya gak ganti baju" kata revlan smabil menarik masker itu menggoda adila
"Eh..." Adila panik masker itu tersangkut tangan revlan dan membuka satu kaitan ke telinganya
"Adila" revlan kaget dengan lebam dipelipis pipinya itu dia mengerem mobilnya
Adila menundukkan kepalanya
Revlan memegang dagunya dan berusaha melihat luka lebam itu
"Kenapa?"
Adila masih tak menjawab
"Adila...jujur" kata revlan memegang tangan Adila
"Aku ditampar zaffran" kata Adila sambil terus menundukkan kepalanya
Revlan tersenyum "Jangan nunduk gitu dong jangan nangis kamu itu kan perempuan hebat"
Revlan kembali menjalankan mobil nya dan Adila tersenyum padanya
"Zaffran....awas kamu brengsek!!!" gumam revlan
Rumah zaffran.
"Huahh...." ia bangun lalu membuka kamar mandi mencari Adila yang tak ada di sisinya
"Apa masih di kamar tamu?" pikir zaffran
Ia membuka pintu namun ternyata hanya ada guling dan bantal saja orang yang meniduri nya tak ada
Ia turun "Adila...Adila...."
"Nyonya belum turun tuan" kata bibi tiba-tiba
"Belum turun di atas gak ada" kata zaffran
"Dari bibi datang sampai sekarang baru tuan yang turun kebawah"
"Apa mungkin Adila pergi sebelum bibi datang?" bingung zaffran
"Bibi juga kurang tau tuan" jawab bibi
"Sekarang jam berapa si bi?" tanya zaffran
"Bibi datang jam enam kan?" tanya lagi zaffran memastikan
"Betul tuan" kata bibi membungkuk kan badannya
Zaffran keluar menghampiri satpam
"Adila pergi?" tanya zaffran
"Iya tuan"
"Kenapa diizinin?" tanya zaffran marah
"Maaf pak saya pikir tuan tau" satpam itu menundukkan kepalanya
"Kalo saya tau saya yang akan antar dia keluar bukan dia pergi sendirian" teriak zaffran
"Iya tuan saya salah saya minta maaf"
"Adila pergi kemana?"
"Tadi sih kata nyonya dia mau belanja"
"Bohong!!! belanja kemana dia pagi-pagi buta begini!! biasanya juga yang belanja bibi" marah zaffran
"Maaf tuan nyonya hanya bilang seperti itu"
"Jam berapa dia pergi?"
"Jam...sekitar jam lima lewat tuan"
"Sama siapa dia pergi?"
"Nyonya pergi sendiri tuan"
Tiba-tiba "Tring
Bu Rani me WhatsApp zaffran
__ADS_1
SELAMAT PAGI PAK MAAF MENGGANGGU WAKTU NYA SAYA HANYA MENGINGAT KAN BAHWA ADA MEETING PAGI INI JAM 08.00 DENGAN PERUSAHAAN MITRA. TERIMAKASIH
Zaffran lalu membalikkan badannya berjalan kembali ke rumah "Besok-besok kalau Adila pergi lagi sendirian jangan dibukakan pintu, langsung lapor saya ke rumah" ucap zaffran tanpa membalikkan badannya
"Baik tuan" saut seorang satpam
Rumah sakit.
"Makasih ya" kata Adila turun dari mobil
"Sama-sama, pulang nya aku jemput"
"Okeh..." kata Adila memberikan jempolnya
Adila masuk berlari ke rumah sakit
Revlan melajukan mobil nya menjauh dari rumah sakit
Adila hendak membuka pintu kaca kamar Ghea "Bu...ibu keluarga dari pasien Ghea?"
"Saya teman nya tapi saya yang bertanggung jawab, ada apa ya sus?" jawab Adila pada suster yang menghampirinya
"Hari ini ibu disuruh menemui dokter"
"Oh..iya baik, disana kan?" tunjuk Adila pada satu ruangan
"Benar Bu" jawab suster itu
"Yasudah saya kesana" kata Adila
"Bu...Bu...dokter belum datang nanti menemui nya jam sembilan ya Bu"
"Oh...yasudah saya masuk sus"
Adila membuat pintu dan masuk
Terlihat Ghea habis makan dan menaruh minuman nya
"Udah makan aja" kata Adila
"Udah lah...udah jam tujuh"
"Oh iya nanti jam sembilan aku disuruh ketemu dokter"
"Ngapain?"
"Kayanya ngomongin kamu"
"Bilang sama dokter nya kalo mau gosipin aku didepan aku jangan dibelakang"
Adila tertawa
"Ngomong-ngomong kamu datang sepagi ini apa zaffran gak marah?"
"Aku emang lagi marahan sama dia tapi yaudah lah aku gak mau bahas"
"Pipi kamu ...jangan bilang dia kasar dil?" tanya Ghea bingung melihat pipi Adila lebam
Adila mengangguk
"Dia nampar kamu?" tanya Ghea kaget
"Iya ghe tapi aku gak apa-apa kok"
"Awas aja tuh zaffran berani berani nya dia ngebuat temen ku satu ini terluka"
"Udah ah..." kata Adila memegang kaki ghea
"Tring..."
Adila membuka WhatsApp nya
Pesan dari pak Danil
IBU SAYA SUDAH MENGCOPY FILE CCTV RUANGAN PAK ZAFFRAN KEMARIN
Adila tersenyum
"Terimakasih pak Danil, siang nanti Adila ke kantor"
BAIK BU
Adila menutup handphone nya
__ADS_1
"Ada apa ada apa?" tanya ghea penasaran melihat Adila tersenyum
"Pegawai dikantor pak Danil namanya berhasil nge copy file cctv kemarin di ruang zaffran, aku pengen liat apa yang dia lakuin " Jawab adila