Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Tipuan part 1


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30, adila yang sudah tidak sabar untuk segera menjumpai suaminya segera berjalan untuk keluar rumah.


"Pak maaf, tolong anter saya ke kantor mas zaffran ya" kata adila pada supir yang tengah mengelap mobil


"Oke nyonya, silahkan" supir itu membuka pintu mobil


Adila masuk sambil terus tersenyum ramah


"Nyonya seperti nya bahagia sekali hari ini ya?" Tanya supir itu, kebetulan adila memang cukup dekat dengan para pegawai dari rumah zaffran. tidak gila hormat karena, yang terpenting semua tau sopan santun dan etika.


"Adila habis masak kari ayam pak diajarin mamah, sekarang adila mau kasih ini ke mas zaffran" jawabnya


"Wahh pasti enak"


"Iya dong pak" jawab adila sambil terkekeh kecil


Mereka melaju ke kantor zaffran dengan kecepatan sedang.


Setelah setengah jam mobil berhenti didepan kantor, para satpam berdiri karena tau bahwa kendaraan yang berhenti adalah mobil milik bosnya.


Adila turun dibuka-kan pintu oleh supir, seperti anak muda gaya berpakaian nya membuat ia terlihat lebih fresh.


"Siang nyonya" sapa seorang satpam


"Pagi pak, udah pada makan siang belum?" tanya adila menghentikan langkahnya


"Belum nyonya, nanti"


"Oke deh, jangan lupa makan siang. saya minta maaf gak bawa cemilan ini kesini" ujarnya asik


"Gak apa apa nyonya adila, mungkin lain kali" sambar seorang satpam sambil tertawa


Adila masuk kedalam sambil mengacung ibu jarinya


Dia menghampiri nesa sahabat nya


"Nesaaaa" teriak adila yang mengejutkan beberapa pegawai kantor di ruang itu


Semua menatap adila sambil tersenyum bingung


Adila tersipu malu "Eh maaf maaf"


Nesa bangun dari duduknya "Dil...sini" panggilnya


Adila berlari menuju nesa


"Ngapain ke kantor? gak kerja lagi kan?" goda nesa


"Bawain makanan buat mantan bos ku" jawab adila


"Hahaha,,, udah lama kita gak ngopi bareng nih"


"Yuk boleh, kapan kapan deh. aku juga mau kenalin kamu sama temen aku yang datang dari kampung, dia sekarang kerja di bekasi


"Boleh tuh, kalo libur deh ya"


"Iya nes, aku ke mas zaffran dulu ya" pamitnya


"Iya dil"


Adila yang sudah berjalan menjauh kembali mendekati nesa "Nes emang ada pegawai baru?" tanyanya


"Ada dua orang" jawab nesa


"Berarti mas zaffran jujur" pikir adila


"Yaudah deh, makasih nes" kata adila sambil pergi


"Gak jelas" ledek nesa

__ADS_1


Ia berjalan pelan, tak lama seorang office boy yang sedang membersihkan lantai menabrak tubuh adila "eh maaf bu maaf" ucapnya segera


"Gak apa apa kok" jawab adila tersenyum ramah


Salah satu staff menghampiri kedunya "Ibu gapapa kan?" tanyanya pada adila "kamu lain kali lebih hati hati" sambungnya mentap lelaki yang menundukkan kepalanya


"Maaf bu, maafin saya" pegawai itu membungkuk kan diri


"Oke gapapa kok, kamu boleh lanjut kerja lagi" jawab adila santai


Pegawai itu pun segera pergi menjauh


"Maaf ya bu, harap dimaklumi soalnya pegawai baru" ujar staf itu


"Pegawai baru?" tanya adila menautkan kedua alisnya


"Iya bu kita ada dua pegawai baru dibagian office boy bu" jawabnya


"Selain itu ada pegawai baru lain gak?" tanya adila penasaran


"Gak ada bu"


"Bukannya temennya mas zaffran, gilang sama feno pegawai baru di bagian admin" tanya adila dalam hatinya sendiri


"Bu..." staff itu menatap kedua bola mata adila yang terdiam sekejap


"Eh...oh iya kalo tempat admin masih disana kan?" menunjuk ruang kerja disebelah kanan


"Iya bu masih, ada yang bisa di bantu bu?"


"Saya mau lihat-lihat pegawai aja, kamu boleh lanjutin kerja lagi"


"Baik bu saya permisi"


Pegawai itu pergi meninggalkan adila sendiri, adila melipir membuka pintu kaca dan masuk ke ruang admin.


Para pegawai tersenyum melihat adila, adila pura-pura mengecek karyawan padahal maksud nya mencari gilang dan fano.


"Disini semuanya staff administrasi kan?" tanya adila pada salah seorang karyawan


"Iya bu"


"Apakah semuanya masuk hari ini?"


"Masuk Bu"


Adila kemudian berlalu keluar ruangan


"Lah ibu adila kenapa?" celetuk seseorang


"Kaya yang nyari orang ya?" ucap yang lain


Adila naik melalui tangga ke ruangan zaffran, dia membuka pintu anpa mengetuk.


Zaffran sedang duduk bersama lelaki dihadapan nya yang sedang meminta tanda tangan zaffran


"Terimakasih pak, saya permisi" zaffran mengangguk kan kepalanya


Adila menghampiri zaffran sedangkan pegawai itu berjalan keluar ruangan "Bu.." sapa nya


"Aku pengen duduk" Zaffran langsung bangun dari duduknya menyuruh adila duduk di kursi nya


Adila duduk sambil melipat kedua tangannya


"Kamu kenapa?" zaffran bertanya sambil jongkok menatap adila


Adila ikut menatap zaffran "Apa lagi sih mas yang kamu sembunyiin dari aku?"


"Sayang" zaffran menepuk paha adila

__ADS_1


"Enggak, sini ambil kursi. aku buatin makanan favorit kamu" jawab adila


"Apa?" kata zaffran sambil menarik kursi


Adila membuka tutup makan itu terlihat sebuah nasi, kari ayam dan emping.


"Wah, kari ayam. kamu yang masak?" tanya zaffran antusias


"Iya dong, aku tadi pagi minta ajarin mamah" jawabnya


"Mamah bocorin resep nya dong"


"Mamah kan baik sama aku" kata adila tersenyum


Zaffran makan dengan lahap, adila hanya terus menatap wajah tampan disampingnya.


"Kamu kenapa liatin aku aja? mending makan" zaffran menyuapi nya


"Aku kenyang" tolak adila


"Aku harus cari tau tentang gilang dan fano" pikirnya


"Sayang aku pergi ya" kata adila sambil merapikan rantang kosong setelah isinya masuk kedalam perut zaffran


"Kemana? baru dateng" tanya zaffran bingung


"Mau belanja" jawab adila


"Ada uangnya?"


"Ada kok"


"Nanti aku transfer lagi"


"Gak usah ini juga masih ada"


"Yaudah"


"Yaudah aku pergi"


"Tapi sayang, emang belanjanya harus banget sekarang? gak nunggu aku selesai istirahat?" tanya zaffran sambil memegang lengan adila


Tak ada alasan untuk tidak menunda juga, jadi adila memutuskan untuk menunggu sebentar.


"Aku belanja nya nanti"


Zaffran tersenyum manis tanpa beban


Tak lama seseorang membuka pintu dengan dorongan yang cukup keras "Mas katanya ...."


Ucapan nya terhenti setelah melihat adila duduk disebelah zaffran, adila melirik zaffran sedang melotot ke arah wanita yang baru masuk tadi.


Perempuan itu menundukkan kepalanya "Kamu bisa gak ketuk pintu dulu? gak sopan!" seru zaffran sambil bangun dari duduknya


"Maaf pak" kata perempuan itu sambil tetap menundukkan kepalanya


"Kamu buru-buru masuk kesini mau apa? tanpa dokumen, tanpa map,tanpa sehelai kertas tiba-tiba masuk ke ruangan suami saya, perlu sama siapa ? mas zaffran?" suara adila membuat keduanya terlihat bingung ,perempuan itu tetap terus menunduk tak mengeluarkan satu patah kata pun.


"Pergi pergi" suruh zaffran segera


Perempuan itu melangkah kan kaki nya


"Hei saya tanya kok gak dijawab?" kata adila


Zaffran yang melihat nya memegang tangan adila yang hendak berdiri, adila menepis nya dengan kasar.


"Kamu kok sama atasan gak sopan, panggil-panggil mas ke bos kamu sendiri" adila menyandarkan punggungnya nya disisi meja berhadapan dengan perempuan tadi yang terus menunduk kan kepalanya.


Adila tau betul ada yang tak beres dan adila tahu jika suami nya terlalu pandai untuk menyembunyikan segala hal dari dirinya.

__ADS_1


"Mas... kok kamu diem aja? jangan-jangan udah biasa ya perempuan datang kesini santai manggil nya pun mas bukan bapak? kaya ke suami aja" lidah adila makin pandai menggerogoti otak zaffran yang bingung membela diri


__ADS_2