Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Bicara pada mertua


__ADS_3

Zaffran dan Adila sampai dirumah mewah milik kedua orang tua zaffran. mereka turun dan langsung masuk kedalam karena pintu rumah yang tak terkunci


"Mah...mah..." zaffran berteriak


Tak lama papah nya turun dari tangga "Kenapa kami kesini?"


"Papah" zaffran mendekat pada papahnya ia mencium tangan papah begitu pun Adila


"Duduk-duduk" ucap papah membawa mereka ke ruang keluarga


Tak lama mamah datang dengan senyuman lebar diwajahnya "Kalian kesini?"


"Iya mah" Adila tersenyum pada mamahnya


Kini mereka berempat duduk dan menatap satu sama lain. suasana malah menjadi tegang karena papah menatap tajam Adila dan zaffran


"Ada apa?" tanya papah pada mas zaffran


"Kenapa rumah ku disita juga?" tanya zaffran


"Memangnya kenapa?" tanya papah menyenderkan kepalanya


"Itu kan rumah ku pah" jawab zaffran dengan menunjuk ke sebelah kanan


"Iya, tapi kan kau buat itu ditanah Ari Aliyad! apa kau pernah membelinya padaku?" tanya papah nya tersenyum sinis. yang membuat zaffran mengehela nafas panjang karena memang ia tak membelinya


"Adila sayang kamu sudah makan?" tanya mamah pada Adila yang menundukkan kepalanya


"Sudah mah" jawab Adila tersenyum


"Apa perut mu masih sering sakit?" tanya papah pada menantu nya itu


Adila menggeleng kan kepala nya tanpa berani menatap wajah papah mertua nya itu


"Yasudah pah mah kalau begitu zaffran minta kunci rumah dan kantor segera dialihkan lagi pada zaffran" ucap zaffran menadahkan tangannya


"Loh emang nya kenapa harus dibalikin lagi sama kamu?" tanya papah menatap zaffran


"Pah..mah zaffran dan Adila itu sudah baikan apa kau tidak melihat nya" kata zaffran tersenyum pada Adila


Adila yang kaget atas ucapan zaffran segera mendangahkan wajahnya "Bukan bukan begitu" kata Adila melambaikan tangannya


"Apa maksud mu Adila" zaffran menoleh tajam ke arah Adila


Adila yang memang harus berbicara karena tak ingin salah paham pun tersenyum dengan paksaan karena takut memulai

__ADS_1


"Begini pah mah, Adila tau bahwa Adila sangat banyak berhutang Budi pada keluarga Aliyad ini, bahkan papah dan mamah seperti bukan mertua Adila melainkan orang tua kandung Adila, apapun yang Adila inginkan selalu dapat terpenuhi. Adila bingung harus mulai dari mana intinya Adila bersedia dia ajak ke sini sama mas zaffran karena Adila ingin menyelesaikan nya secara baik-baik"


"Adila" zaffran menatap tajam pada Adila


"Diam!!" papah menunjuk wajah zaffran yang kemudian ia menghela nafas dan menyenderkan kepalanya "Lanjut Adila"


"Adila tinggal di apartemen bersama mas zaffran karena Adila masih berstatus sebagai istri tapi Adila akan tetap menggugat cerai mas zaffran setelah gugatan itu dilakukan Adila akan tinggal bersama teman Adila. dan juga Adila mohon maaf tidak bisa lagi menerima mas zaffran karena dia sudah membohongi Adila dengan tidur bersama perempuan lain. Adila padahal sangat selalu menantikan perubahan Han yang ada pada diri mas zaffran" Adila menundukkan wajahnya


Mamah nya menangis kelas dan menghampiri Adila "Apa tidak dipikirkan lagi?"


"Adila punya keputusan sendiri mah, Adila minta maaf" dia memeluk mamah mertua nya itu


"Papah hargai keputusan mu Adila tapi papah minta jangan terburu-buru anak mu kan baru meninggal tunggu lah beberapa Minggu jika memang tetap ingin menggugat zaffran" saut papah menatap wajah Adila


"Adila akan menggugat cerai besok atau lusa pah" jawab Adila


"Baiklah papah dan mamah tidak bisa ikut campur terlalu jauh pada rumah tangga kalian, kalian harus bisa menyelesaikan nya sendiri"


"Baik pah terimakasih" jawab adila tersenyum


"Boleh zaffran bicara pah?" tanya zaffran yang sudah dari tadi menahan mulutnya mengeluarkan kata-kata


"Silahkan"


"Adila...apa kau tau aku ini sudah berubah sejak kamu hamil"


"Apa-apa an kamu ini" zaffran menatap marah Adila


"Sudahlah mas seandainya kamu tidak tidur dengan Aliya mungkin aku akan berpikir karena bagaimanapun aku sangat nyaman berada di tengah-tengah keluarga Aliyad tapi perlakuan mu sudah tak bisa di toleransi lagi mas"


Zaffran tersenyum pada Adila "Terserah kau saja"


"Papah mau ke kantor" ucap papah bangun dari duduknya


"Pergilah ke kantor zaffran, perusahaan dan rumah sudah milik mu lagi. karena papah hanya ingin melihat kamu bisa mengambil keputusan juga dan menyelesaikan masalah ini"


"Ini bukan menyelesaikan pah tapi mengakhiri" jawab zaffran yang pergi meninggalkan Adila


Papahnya pun pergi ...


Adila duduk bersama mamah "Kamu yakin tentang keputusan mu itu adila?" karena mamah memang tak menginginkan perpisahan terjadi pada Adila dan zaffran


"Adila yakin mah, doakan yang terbaik untuk Adila dan mas zaffran ya" kata Adila tersenyum manis pada mamah


"Selalu sayang" Jawab mamah membalas senyuman itu

__ADS_1


"Kalau begitu Adila pamit" ucap Adila bangun dari duduknya


"Apa kamu pulang ke rumah?" tanya mamah


"Tidak mah ke apartemen saja dulu" jawab Adila mencium tangan mamah


dan pergi diantar supir dirumah yang disuruh mamah


Adila dengan cepat masuk ke lift dan mengetuk pintu kamar Ghea


Ghea langsung membukanya. Adila memeluk sahabatnya itu "Aku lumayan lega"


"Ada apa?" tanya Ghea bingung


Adila duduk disofa dengan tersenyum "Aku sudah bilang pada papah dan mamah bahwa akan menggugat mas zaffran"


"Yang benar? terus gimana?"


"Mereka menyerahkan permasalahan ini pada ku dan mas zaffran"


"Syukurlah jadi kapan?"


"Menggugat nya besok atau lusa saja aku menghargai permintaan papah"


"Yasudah, semoga semua berjalan dengan baik dan kau segera bersama revlan" kata Ghea mencolek hidung adila


"Sebenarnya Adila tak begitu berharap pada revlan karena menurutnya revlan adalah sahabat yang baik dan sejujurnya ia masih menaruh hati pada zaffran karena bagaimanapun perpisahan ini sangat cepat terjadi" gumam Adila dalam hatinya


"Aku mandi dulu"


Ghea bangun dan mengambil handuk kalau masuk ke dalam kamar mandi


"Iya cepat, aku ingin kita mendatangi makan anak ku" jawab Adila


"Iya tunggu sebentar" jawab Ghea


Setelah beberapa lama menunggu Ghea akhirnya ia keluar dari kamar mandi dan Adila tersenyum pada layar handphonenya


AKU GAK MAU MEMBANGUN KAN MU PAGI-PAGI BUTA HANYA UNTUK MEMBERITAHU AKU PERGI KE KALIMANTAN, MAAF YA. AKU HANYA BEBERAPA HARI DISINI ATAU SEMINGGU YA? AKU PUN GAK TAU POKONYA HANYA UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH YANG TERJADI SAJA DI PERUSAHAAN.


JAGA DIRI BAIK-BAIK DAN KALAU BUTUH APA-APA MINTA LAH PADA GHEA AKU MENJADIKAN DIA ASISTEN KU. TAPI AKU MALAH TAK MENGAJAK NYA KEMARI HEHE


Pesan balasan datang dari revlan


"kenapa kamu?" tanya Ghea melihat Adila begitu bahagia

__ADS_1


Adila Menggeleng kan kepalanya "Tidak ada"


__ADS_2