
"Huah"
Revlan terbangun dari tidurnya jam sudah menunjukkan pukul 06.30 ia segera mandi dan sarapan sambil terus menebar senyum pagi hari , betapa bahagianya hari ini menurutnya akan bertemu adila
Revlan mengecek handphone nya terdapat pesan dari adila yang jelas-jelas dari aldi
"Kalau aku belum datang, tunggu!"
Revlan tersenyum lebar ia mencoba lagi menelepon nomor itu namun lagi-lagi "Hanya diluar jangkauan"
"Akh...!!!! kenapa selalu begini!" maki revlan sembari sarapan
Diapartemen tempat sisil dan deri, mereka sudah bangun dari tidurnya. ia sampai tengah malam kemarin
Hari ini mereka sedang sarapan di sebuah warung bubur dipinggir jalan "Kak nanti kakak tunggu di apartemen aja ya"
"Loh kenapa emang?" tanya sisil
"Gapapa, aku nyari dulu. nanti kalo ketemu aku jemput kakak, gimana?"
"Gak mau! aku ikut nyari revlan"
"Tapi kak..."
"Pokonya aku ikut nyari revlan"
"Ih kenapa mau ikut si, aku kan mau ketemu ghea dulu!!!" maki deri dalam hatinya
Deri pun mengirimkan pesan pada ghea
"Ghe, hari ini kamu kerja?"
"KERJA, KENAPA?" balas cepat Ghea
"Aku mau ketemu"
"GAK BISA, AKU KERJA"
"Aku nanti kesana"
"NGAPAIN?"
"Ketemu kamu lah, tunggu aja"
"TERSERAH"
Deri pun memasukan handphone nya ke saku dan ia izin pergi ke ka sisil untuk mencari alamat rumah zaffran, padahal ia tau dimana
"Kak, aku pergi cari alamat rumah adila dulu. nanti aku jemput kakak gimana?"
"Aku ikut aja lah"
"Jangan, aku mau ke kantor nya dulu. sebentar"
"Yaudah, aku tunggu dimana?"
"Di apartemen aja, nanti aku kesana"
"Yaudah"
"Oke, bye"
Deri pun naik sebuah taksi dan meluncur ke rumah ghea, karena baru jam tujuh
"Resepsionis!!!" teriak deri dari luar
"Ghea!!!"
"Resepsionis!!!"
"Ghe!!! kemana dia? apa udah berangkat?" deri melihat jam tangannya "Masih pagi, rajin amat" ucap deri sembari pergi
__ADS_1
Ia coba menelepon ghea namun tak diangkat, lalu ia menelpon lagi
"HA? KENAPA?" tanya ghea setelah menjawab telepon dari deri
"Kenapa tadi gak diangkat?"
"TADI DIJALAN"
"Kenapa gak bilang, kalo kamu mau ke kantor tadi?"
"KENAPA SI RIBET BANGET"
"Hiks, apa dia gak ngerti. kalo gue suka sama dia?" pikir deri
"MAU APA?" Teriak Ghea dari ujung telepon
"Aku kesana"
"IYA"
"Kamu kenapa si?" Tanya deri yang tak terima pada ghea yang seperti cuek padanya
"AKU? AKU KENAPA? AKU GAPAPA"
"Udah lah, tunggu aku"
"HM" ghea pun menutup teleponnya dan membuat kopi didapur setelah ia kembali lagi ke mejanya ada nesa yang tengah duduk "Nesa"
"Hei"
"Ada apa?" tanya ghea sembari duduk disamping nesa
"Emang gak boleh aku main ke sini?"
"Boleh, maksudnya tumben aja"
"Adila semalem nelepon aku terus dia cerita tentang revlan, dia udah punya istri katanya. bener?"
"Hah yang bener?" tanya nesa terkejut
"Kata adiknya sih gitu, tapi kata adila dia gak janjian sama sekali"
"Ada yang aneh"
"Iya bener, ada apa ya?"
"Jangan-jangan dia dikerjain pak zaffran, kamu tau kan anak buah nya pak zaffran banyak. apalagi udah hampir tiga hari pak zaffran gak masuk kerja kan?"
"Iya juga si, kemarin aku ke rumah sakit. terus zaffran pergi sama aldi. aku kan kemarin gak masuk"
"Aku tau, Adila cerita"
Saat asik mengobrol tiba-tiba deri datang "Hai resepsionis" sapa deri sembari melambaikan tangannya
"Aduh, kenapa pas ada nesa si" gerutu ghea dalam hatinya
"Siapa?" tanya nesa sambil menunjuk deri yang masih tersenyum lebar
"Kenalin" deri menjabat tangan nesa "Deri"
"Pacar kamu ghe?" tanya nesa mengerutkan keningnya
Mendengar pertanyaan itu, Ghea hanya membelalakkan matanya sedangkan deri makin tersenyum lebar sambil mengangguk-angguk kepalanya seakan berkata "Iya aku pacarnya"
"Bukan" jawab ghea menggelengkan kepalanya
"Kenapa gak jawab iya aja si!" maki deri kesal
"Bentar ya nes" ucap ghea bangun sembari menarik lengan deri ke luar kantor
"Aduh...pelan pelan dong" eluh deri sembari mengelus tangannya
__ADS_1
"Kamu ngapain?" tanya ghea sembari berbisik
"Aku kan kangen sama kamu" ucap deri sembari memeluk Ghea hangat
"Hah? bisa-bisanya dia bohong sama aku" gerutu nesa sembari pergi, ia tadi coba mengikuti ghea dan memperhatikan ghea dan deri
"Ihh apaan si!!" ghea melepaskan tangan deri dari pinggangnya
"Kamu gak kangen sama aku resepsionis?" tanya deri sembari memasang wajah kecewa
"Kangen, tapi gak gitu juga" jawab ghea sembari memastikan apakah nesa melihatnya atau tidak
"Apa aku gak salah denger? dia bilang dia kangen aku?" ucap deri dalam hatinya
"Aku harus kerja, kamu pulang aja" suruh Ghea
"Yaudah, aku nanti ke sini lagi"
"Ngapain?"
"Ketemu kamu lah"
"Iya deh iya, bye" jawab ghea sambil berlari pergi meninggalkan deri yang masih mematung sambil tersenyum lebar ke arahnya
Ia melihat ke arah nesa, nesa sedang menatap tajam ke arahnya sambil melipat kedua tangannya di dada "Nesa, kau belum ke meja kerja kamu?"
"Belum" jawab nesa sambil terus menatap ghea yang tertunduk dan duduk di kursinya "Aku abis liat kamu pelukan sama dia"
"Hah? pelukan? salah liat kayanya kamu" jawab ghea gugup
"Kau pikir aku rabun, jelas-jelas aku liat kamu pelukan"
"Enggak" jawab Ghea sambil menggelengkan kepalanya
"Akh ghea, kamu memang tidak pelukan. tapi kamu di peluk oleh nya kan?" goda nesa sambil mendorong lengan Ghea
"Aku cuma.... cuma temenan aja"
"Ah yang bener"
"Serius, dia itu adiknya revlan nes"
"Hah yang bener kamu?"
"Iya" jawab ghea menyakinkan sembari mengalihkan pembicaraan
"Selamat pagi, nesa ghea. kembali ke meja kerja ya" ucap bu rani sambil melewati keduanya. akhirinya nesa pun pergi kembali ke meja kerjanya sambil menggerutu
Rumah zaffran.
"Sayang aku pergi ya" ucap zaffran sembari mencium kening adila dan tak lupa juga mencium perut nya
"Kamu pergi sama siapa?" tanya Adila menggenggam tangan zaffran
"Sama Aldi"
"Terus Aliya?"
"Ada keluarga nya Aliya katanya datang"
"Aku ikut ya" Adila kembali memelas pada zaffran
"Aku mau kamu dirumah, aku sebentar. bye" zaffran pergi menggunakan mobil hitamnya
"kalian gak usah ikutin aku, aku mau mandi" ucap adila pada bodyguard nya yang sudah sedia berdiri dan menatap ke arahnya
Zaffran pergi ke rumah sakit menjemput aldi, tapi sebelum menjemput aldi zaffran pergi ke kantor tak lama bu Rani datang dan masuk ke mobilnya
Kini mereka bertiga menuju taman hijau tempat dimana ia akan bertemu dengan revlan, saat sampai revlan sudah duduk sambil tersenyum menatap awan membelakangi ketiganya
Zaffran dan aldi mendekat, sedangkan bu rani pergi ke sisi lain
__ADS_1