Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Mau tidak mau


__ADS_3

Papah mendekat kan langkah nya ke arah zaffran "Jangan pernah berbohong dihadapan saya!!" ucap papah nya. zaffran yang mendengar duduk dikursi dengan lemas ia takut pada papahnya yang bisa melakukan apapun dan tidak memandang siapa itu, kalau salah ya salah.


"Iyah pah" jawab zaffran lirih menatap lantai


"Zaffran zaffran... mau kamu tuh apa sih?" tanya papah dengan nada tingginya, sedangkan revlan di arah sana hanya menggeleng gelengkan kepalanya


"Zaffran ... kamu ini jadi suami gak pernah ada tanggung jawabnya..." ucap mamah yang berlari ke arah zaffran dan memukul mukul anaknya itu


"Tapi...mah pah aku gak tau kalau aku tidur sama dia, tiba-tiba bangun dia udah ada disamping aku aja" ucap zaffran bela diri


"Alah, gak usah kebanyakan bohong mas" ucap Adila menghapus air matanya. revlan mendekat dan berdiri di samping Adila


"Demi apapun zaffran gak pernah ada niatan buat tidur sama perempuan lain dari pas zaffran belum nikah sampai udah" ucap zaffran memegang tangan mamah


"Trus? kemaren kenapa bisa tidur sama Perempuan lain?" tanya revlan menyeringai pada zaffran


"Diem Lo ya!!! mending Lo pergi deh" seru zaffran berdiri dan menatap tajam revlan


"Zaffran" papah menarik kerah anaknya itu "Kapan kamu tidur sama dia?" tanya papah dengan murkanya


"Beberapa Minggu yang lalu kalo gak salah" jawab zaffran santai


"Brug..." zaffran dihantam oleh pukulan papahnya hingga ia menabrak meja di ruang itu "Awww...." dia meringis kesaktian memegang punggungnya


"Mamah gak nyangka kamu sekeji itu!!!" ucap mamah menjauh kan langkahnya dari tempat zaffran terjatuh


"Bisa-bisanya kamu tidur sama perempuan itu saat cucu papah lagi dikandung menantu papah hhh hhh " papah menunjuk zaffran dengan kasar dan Ter engah-engah


"Zaffran minta maaf pah" ucap zaffran lirih menatap papahnya itu


"Kalo kamu mau minta maaf, minta maaf sama Adila sama almarhum anak kamu, betapa gak punya hatinya kamu sebagai seorang suami zaffran..." mamahnya menangis tak kuat mendengar semau pengakuan zaffran

__ADS_1


"Adila...." zaffran memegang tangan kiri Adila dengan erat "Aku minta maaf , aku janji bakal tinggalin semuanya masa lalu aku" ucap zaffran menundukkan wajahnya ditangan adila. Adila berusaha menepisnya "Lepas mas, seorang suami mungkin pernah melakukan kesalahan dalam nafsunya tapi tidak berkali-kali. seperti nya kamu cuma menganggap rumah tangga itu main-main" ucap Adila yang kemudian terisak tangis


Nesa yang ada disampingnya dan bingung harus bagaimana dengan pertengkaran keluarga ini hanya diam dan berusaha menenangkan Adila


"Nesa...usir dia nes... lepaskan tangannya nes" Adila memohon pada nesa yang berada disampingnya dan zaffran


Nesa menarik lengan zaffran "Lepas pak!!! jangan sakiti Adila lagi. saya sebagai karyawan bapak sendiri saja jiji bila harus disentuh bapak. apalagi Adila sebagai istri bapak" ucap nesa dengan marahnya


"Kamu ya!!!" tunjuk zaffran pada nesa


"Apa? apa pak? jangan mentang-mentang banyak duit . bapak bisa beli perempuan" teriak nesa pada zaffran dihadapan nya


"Sudahlah nesa, bagiamana pun aku harus ke kantor. ingat jangan menangisi laki-laki seperti ini, revlan jaga Adila. dan kamu zaffran Aliyad cepat talak sahabat ku ini. jangan terus-terusan kau hanya jadikan dia pemuas nafsumu" teriak nesa mendorong zaffran pergi ke kantor


"Nesa kurang ajar kamu!!!" teriak zaffran pada nesa yang membuka pintu


"Apa? bapak mau pecat saya?" tanya nesa masih dengan nada tingginya


Nesa pun pergi dengan nafas yang dibuang berantakan "Hhhhh...untung saja aku tidak dipecat.. setidaknya lega sekali" ucap nesa dalam hatinya sambil mengelus dadanya


"Mas..aku minta cerai.. mohon" ucap Adila kembali membuat suasana menegang


"Aku gak mau" jawab zaffran menggelengkan kepalanya


"Jangan egois mas hanya mau dituruti saja"


"Emangnya kenapa kamu minta cerai hah? apa karena lelaki ini?" tanya zaffran dengan menunjuk revlan


"Ini karena kamu sendiri mas... mau tidak mau akan segera mengurus surat perpisahannya" ucap nesa membuat mamah mendekat


"Sayang...apa tidak sebaiknya dibicarakan dulu"

__ADS_1


"Apa yang mau Adila bicarakan mah, yang keluar dari mulut mas zaffran hanya janji. Adila cape mah...Adila selalu saja dibodohi . dia bermain dengan perempuan lain tanpa memikirkan perasaan Adila sebagai istri, lalu Adila harus menunggu apa lagi mah? apah sampe mas zaffran datang ke hadapan Adila membawa perempuan seksi yang akan dinikahi menjadi istri kedua?" Adila berbicara dengan nada tingginya


"Sayang...." ucap mamah mengelus rambutnya "Bukan begitu maksud mamah, anak kamu bahkan baru meninggal, apa tidak sebaiknya tunggu beberapa waktu dan semoga saja zaffran berubah. mamah tau mamah tidak bisa mendidik zaffran"


"Bukan mamah dan papah yang tidak bisa mendidik tapi emang Mas zaffran yang selalu dikelilingi hawa nafsunya sendiri. biarlah dia selalu bebas kemana saja dan tidak akan ada yang melarang nya lagi"


"Papah tau zaffran salah Adila tapi cobalah pikirkan lagi perceraian itu adalah akhir dari sebuah Masalah tapi jika masih bisa dibicarakan kenapa tidak?" ucap papah


"Kenapa hanya Adila yang harus mengalah kenapa tidak mas zaffran. mas Adila mohon sekali untuk kali ini. Adila tidak akan meminta harta gono gini. Adila hanya ingin mas zaffran mentalak Adila"


"Tidak akan" jawab zaffran dengan mata tajam menyoroti Adila


"Kenapa mas? apa mas takut kehilangan seorang istri yang sabar seperti Adila? atau mas takut kehilangan istri yang bisa dibodohi seperti adila?" tanya Adila dengan tangis yang mulai jatuh


"Karena aku mencintai kamu Adila" jawab zaffran


"Sebenarnya mas tau arti cinta tidak sih? mencintai adalah mencintai, menyakiti adalah menyakiti. tidak ada menyakiti dengan alasan mencintai. itu hanya pembodohan"


"Sudah lah Adila jangan kebanyakan drama!!! semua ini pasti gara-gara revlan kan. aku tau kalau dia suka sama kamu!!! dan pasti kamu juga kegoda sama dia!!! setelah kita cerai aku yakin kamu akan menikah langsung dengan lelaki ini"


"Aku emang suka sama adila. dari segi manapun" jawab revlan dengan tegas


"Revlan?" Adila bingung menatap revlan


"Iya Adila, lelaki ini benar aku emang jatuh cinta sama kamu saat di Bekasi bersama pesepeda itu. tapi aku gak ada maksud jadi perusak rumah tangga kamu" ucap revlan tersenyum pada Adila


Adila membalas senyuman revlan "Bahkan sebelum ke Bekasi dan bertemu kamu, rumah tangga aku dan mas zaffran memang sudah salah arah"


"Apa Adila juga mencintai nak revlan?" tanya mamah pada Adila


"Tidak kok Bu, Adila istri yang baik. dia hanya menganggap saya sahabat, dia hanya selalu cerita tentang zaffran dan berapa kali pun zaffran berbuat salah selalu saja dia bilang sangat mencintai zaffran" jawab revlan ramah pada mamah

__ADS_1


__ADS_2