Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Adila hamil?


__ADS_3

"Aku perlu nganter kamu sampai sini atau sampe depan pintu?" tanya revlan yang melihat mobil zaffran terparkir didepan rumah


"Jangan...jangan sampe sini aja" tolak Adila yang langsung keluar dari mobil


Satpam membukakan pintu untuk Adila


"Yaudah sana , makasih ya" kata Adila pada revlan yang mobilnya masih didepan gerbang


"Sama-sama" jawab revlan yang masih tak bergerak


"Yaudah" kata Adila


Revlan mengangguk


"Kok kamu gak pergi?" tanya Adila bingung


"Kamu aja masuk dulu, si breng*** udah nunggu diluar" kata revlan yang melihat zaffran berdiri diluar dengan tangan yang dimasukan ke kantong nya


Dengan segera Adila membalikkan badannya "Yaudah"


Adila berjalan santai ke rumah


Zaffran tak menghiraukan Adila yang baru masuk dia hanya menatap tajam pada wajah revlan yang kini mulai menjauh dari rumahnya


"Adila tunggu" susul zaffran


"Apa?" tanya Adila malas


"Kamu tau kan kamu itu istri aku?" tanya zaffran santai dan mulai mendekati Adila


"Aku tau" kata Adila sini


"Terus kenapa kamu masih berkeliaran sama si breng*** satu itu"


"Dia cuma bantuin aku gak lebih" jawab Adila santai


"Bantuin apa?" teriak zaffran pada Adila


"Mas aku cuma minta bantuan sama dia gak lebih, kamu paham kan bahasa Indonesia?" tanya Adila menatap tajam mata Zaffran


"Alahhhh" zaffran memalingkan wajahnya


Adila naik ke kamarnya untuk segera mandi dan berganti baju


Setelah selesai terlihat mamah dan papah datang


"Adila ada mamah dan papah" teriak zaffran memanggil Adila yang masih belum keluar kamar


"Mamah..papah" Adila bangun dari duduknya yang dari tadi ia merasakan pusing yang amat sakit


Ia turun ke bawah seperti tak ada masalah


"Mah...pah..." Adila mencium tangan keduanya secara bergantian


"Kamu sudah makan nak?" tanya mamah membelai rambut Adila


"Udah mah" jawab Adila sambil tersenyum


"Zaffran juga udah kan?" tanya mamah melihat zaffran yang tengah mengambil piring


Zaffran terdiam memegang piringnya


"Mas zaffran belum mah, tadi Adila pergi ke luar terus makan diluar jadi kita gak makan bareng" jawab Adila santai yang langsung ditatap oleh zaffran


"Yuadah kamu temenin zaffran makan gih, mamah sama papah mau belanja dulu, kamu mau mamah belikan apa?"


"Adila...gak mau apa-apa"


"Mamah kayanya belum pernah ngasih apa-apa untuk menantu mamah, ayo dong satu saja"


"Apa ya?" pikir Adila

__ADS_1


"Tas atau sepatu?" tanya mamah memberikan pilihan


"Tas saja mah" jawab Adila


"Yaudah nanti mamah belikan tas, zaffran mau nitip?" tanya mamah pada anak lelaki satu-satunya itu


Zaffran Menggeleng kan kepalanya


"Yasudah mamah sama papah mau berangkat biar pulang nya gak kemaleman"


"Ati-ati mah..pah" kata Adila melambaikan tangan pada kedua mertuanya itu yang kini keluar pintu


Adila pergi ke sofa dengan santai


"Kamu denger kan kata mamah, temenin suami kamu makan!" ucap zaffran menyindir keras Adila


Adila menghela nafasnya "Hhhhhhh"


lalu ia membalikan badan dan duduk mengupas buah untuk dimakannya


Tanpa bicara mereka terus menerus sibuk masing-masing


"Tuan nyonya bibi mau pulang dulu ya" kata bibi izin pada bosnya itu


"Iya bi hati-hati" jawab Adila sedangkan zaffran hanya mengangguk-angguk kan kepalanya


Tak lama setelah bibi pergi handphone zaffran berbunyi


Sebuah panggilan masuk datang dari tangan kanannya yaitu Aldi


Dengan segera zaffran mengangkatnya


"Hallo"


BOS KE SINI JAM BERAPA?


"jam tujuh"


"oke"


Adila yang dari tadi sebenarnya mengawasi gerak-gerik zaffran tahu bahwa ia pasti akan pergi


"Aku mau keluar nanti jam tujuh" kata zaffran tanpa menoleh sedikitpun ke arah Adila


"Ketemu sama perempuan-perempuan malam itu lagi?" tanya Adila sinis


"Sotau" kata zaffran sinis


"Terus apa urusan Aldi nelepon kamu?" tanya Adila


"Ada urusan" jawab zaffran sambil tersenyum puas menyindir Adila


"Kamu pikir hanya kamu yang bisa pergi pergi sama lelaki, hehhhh banyak perempuan yang mau sama aku" gumam zaffran sambil menyeringai lebar


Setelah zaffran makan malam ia masuk ke kamar meninggalkan Adila yang sedang mencuci piring bekas makan malamnya


Adila yang tak mau ke kamar karena ada zaffran memutuskan duduk disofa dan bermain handphone namun "Brukk" ia menabrak kursi makan


"Haduh kenapa aku akhir akhir ini selalu pusing dan merasa lemas sekali" eluh Adila memegang kepalanya


Lalu zaffran turun dengan pakaian berwarna putih yang ditutup jaket hitam dan celana jeans pendek miliknya dengan tampan ia berjalan tanpa menoleh sedikitpun pada Adila yang sedang menunduk kan wajahnya


Adila berdiri dan mengintip zaffran dikaca rumahnya


Tak lama "Bruk...." Adila terjatuh dan pingsan


Bar.


Zaffran sampai di bar miliknya dengan santai ia masuk ke bar karena kesal Adila yang berani jalan dengan revlan


"Bos" Aldi menyapanya

__ADS_1


"Siapa yang nemenin gue hari ini?" tanya zaffran sambil terus minum alkohol


"Lo mau nya siapa?" tanya Aldi


"Maunya Adila" jawab zaffran yang sudah meracau


Aldi pun pergi dari hadapannya


Rumah zaffran.


Mamah dan papah datang dengan jinjingan di tangan kanan dan kiri


Pintu di buka "Krek


"Adila mamah belikan empat tas yang ba..."


"Adila" kaget mamah saat melihat menantu kesayangan nya terbaring dilantai seorang diri


Ia dan papah langsung melepaskan jinjingan nya dan pergi mendekat ke arah Adila


"Sayang...bangun..." mamah mulai menepuk-nepuk bahu Adila


"Papah bawa dia ke kamar, mamah telepon dokter Ilham" suruh papah


Papah menggendong Adila naik kemar nya dan membaringkan Adila


"Hallo dok segera ke rumah zaffran, Adila pingsan"


Mamah dengan panik membawa air dan minyak kayu putih ke kamar dengan langkah tergesa-gesa


"Adila ayo bangun" mamah mengelus kepala Adila


"Zaffran kemana ini?" tanya papah bingung


Papah menelepon zaffran namun sudah hampir lima kali menelepon zaffran tak mengangkat nya sama sekali


Sekarang dokter Ilham datang dengan cepat


"Bu...pak..permisi" dokter Ilham naik diantar seorang satpam


"Cepat periksa pak" seru mamah


Dokter ilham mulai memeriksa Adila


"Zaffran kemana?" tanya papah pada satpam


"Saya kurang tau pak, tapi tadi tuan pergi sekitar jam tujuh menggunakan mobil" perjelas satpam


"Yasudah kamu boleh pergi" suruh papah


Satpam pun pergi dengan santai


"Gimana dok?" tanya mamah yang melihat dokter Ilham selesai mengecek keadaan Adila


"Dari kondisi nya kayanya Bu Adila sedang hamil"


"Hah?" serontak membuat papah dan mamah kaget


"Yang bener dok?" mamah seperti tak menyangka dirinya akan dikaruniai seorang cucu


"Dari pas Adila pingsan dengan zaffran waktu itu sebenarnya saya sudah menduga ia sudah hamil tapi saya kurang yakin karena detak perut Adila masih belum keras namun sekarang saya yakin lima puluh persen bahwa Adila hamil, tapi alangkah lebih baik jika ia dibawa ke dokter kandungan atau tidak menggunakan tespek terlebih dahulu" perjelas dokter Ilham


"Di dokter tidak ada tespek?" tanya mamah


"Tidak ada Bu, coba minta tolong pegawai membelinya di supermarket didepan pasti ada" suruh dokter


"Biar papah yang menyuruhnya" papah keluar dari kamar


"Tapi dok kenapa Adila belum sadar juga"


"Sepertinya Adila sangat tertekan sehingga mempengaruhi kandungan nya jika memang dia benar-benar Hamil" jawab dokter

__ADS_1


__ADS_2