
Esok hari
Zaffran menguap di depan pintu sedangkan adila sedang menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya
"Udah bangun kamu mas" kata adila sambil mengolesi selai diatas roti
"Hmm...." zaffran mengucek matanya
"Mas, kok kamu pulang pake baju baru si?" tanya adila sambil duduk disampingnya
"Hah?" zaffran terdiam sesaat "alesan apa lagi ini" pikirnya
"Mmmmm...ini apaan si namanya" ucapnya kebingungan
"Kamu gak akan bilang kalo baju kamu dibuang gara-gara bau parfum perempuan kan mas?"
"Hahahaha" zaffran tertawa dengan pias
Adila ikut tertawa "jadi kenapa pulang-pulang beli baju baru?" tanyanya lagi
"Baju ku...kotor...iya kotor"
"Kotor? kena apa?" adila mulai menatap zaffran yang membuat zaffran salah tingkah
"Kotor kena..ini loh... apa si ... kopi"
"Kotor kena kopi? kamu gak bohongin aku kan mas?" tanya adila sambil terus melihat wajah zaffran
"Enggak lah, ini loh aku minum terus ke senggol gitu akhirnya kotor"
"Kok bisa ke senggol mas?"
"Kan.. ini...rame"
"Rame yang dekat-dekat sama kamu mas maksudnya?"
"Hah? apaan si kamu kesenggol sama ini si ...si aldi"
Adila mengangguk ia tau ada yang tidak beres lagi
"Nanti siang kamu gak usah ke kantor, aku mau makan di restoran aja" kata zaffran
"Iyah" jawab ada
Tak lama ghea datang "sarapan ghe" ajak adila
Ghea ikut duduk dimeja makan dan segera mengisi perutnya, zaffran pun asik menikmati roti buatan istrinya, setelah selesai sarapan ia bersiap-siap untuk kerja.
Jam sudah berlalu adila kini ada di bekasi untuk mengantar ghea pulang "gue masuk siang dil, maen dulu aja di sini" ajak ghea saat sudah berada di depan pintu kontrakannya
"Enggak deh aku mau langsung pulang aja ghe" adila menolak ajakan ghea, ia naik ke mobilnya dan pergi lagi
Adila terlihat berhenti disebuah toko buah ia turun dan memilih milih buah segar
"Ehem...ehem..." suara batuk yang dibuat-buat terdengar di telinga adila namun adila tak menggubrisnya
"Adila" kini orang itu menyebut nama adila, yang membuat adila langsung menoleh "revlan?"sebutnya
"Iya, saya" jawab revlan sambil memegang sebuah alpukat
"Kok ada disini?" tanya adila
__ADS_1
"Beli buah" mengangkat buah alpukat yang dipegangnya
"Iya juga sih" jawab adila memegang kepalanya
"Beli buah apa dil?" tanya revlan sambil kembali memilih milih buah
"Nyari mangga" jawab adila
"Wah jangan-jangan hamil nih"
"Aduh enggak, cuma lagi pengen beli mangga aja, mangga mateng bukan mangga muda" jawab adila sambil tersenyum "bukannya kamu katanya ke Kalimantan ya?" sambung adila
"Iya, baru sampe tadi subuh" jawabnya
"Ohhh, emang gak sama istri nya?"
"Aku gak punya istri, belum menikah"
"Ah masa?"
"Beneran nyonya muda" jawab revlan sambil terkekeh
"Dikira kamu udah punya keluarga"
"Rencana nikah umur dua puluh lima, insyaallah dua tahun lagi ketemu jodoh walaupun sekarang masih belum nemu hehe" tawa revlan
"Amin deh"
"Pak ini ya" adila menunjuk buah yang sudah dipilihnya
Pedagang buah itu membungkusnya
"Berapa?" tanya adila
"Biar saya aja yang bayar, ini yang saya berapa?"
"42 ribu pak" jawab pedagang
"Jadi 98 kan, ini seratus ribu gak usah kembali. makasih ya pak"
"Eh revlan, gak usah" tolak adila, namun revlan tetap berjalan pergi ke arah mobilnya sehingga adila mengejarnya dengan langkah terburu buru.
"Kenapa?" tanya revlan saat kakinya berhenti di depan pintu mobil
"Ini" adila memberikan nya uang lima puluh ribu
"Gak usah, anggep aja aku traktir" jawab revlan
"Traktir dalam hal apa?"
"Dalam hal, dikasih kartu nama tapi gak ada ngabarin" goda revlan
"Maaf deh, aku lupa" adila tertawa kecil
"Gapapa kok, nyonya muda kan pasti sibuk" revlan kembali melontarkan candaan nyonya muda yang membuat adila tertawa geli sambil memukul lengan revlan.
Tiba tiba sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di samping mobil revlan yang terparkir, hingga membuat keduanya menatap mobil itu bersamaan.
"Mas zaffran" adila mengeluarkan suaranya setelah tahu bahwa mobil itu ialah milik suaminya
Zaffran turun dari mobil dengan wajah marah dan langsung mendorong revlan hingga tubuhnya membentur mobil dengan cukup kuat.
__ADS_1
"Siapa?" tanya zaffran pada adila sambil mengangkat jari telunjuk nya didepan batang hidung revlan
"Ini revlan, kamu apa-apa an si!!" bentak adila
Revlan hanya terdiam melihat kedua manusia didepannya yang sedang bertengkar, ia nampak santai meski zaffran terus menunjuk nunjuk dirinya dan melayangkan banyak kalimat kotor.
Karena toko buah ini berada disisi jalan membuat beberapa orang yang mulai penasaran semakin mendekat dan menjadikan mereka bertiga sebagai tontonan.
Adila menarik lengan zaffran "mas udah deh, jangan gini"
Zaffran menatap adila dengan intens "kamu nganterin ghea atau janjian sama dia?"
"Maksud kamu apa sih?" teriak adila yang juga ikut emosi
"Jawab aja" teriak zaffran
"Ya aku habis anterin ghea, terus mampir beli buah"
"Terus lelaki ini?" dia menunjuk revlan
"Aku ketemu di sini"
"Oh ketemu disini, jadi janjian dulu dong?" tanya zaffran yang semakin menjadi jadi
Adila yang ikut kesal akhirnya mulai meneteskan air matanya "kenapa nangis? disini aku yang harusnya marah sama kamu" kata zaffran dengan kesal
"Kamu tanya kenapa aku nangis? karena kamu. sekarang aku tanya sama kamu, pernah gak sih kamu tau salah kamu apa, saat kamu minta maaf sama aku apa kamu tau salah kamu dimana? tau gak mas? atau emang kamu cuma tau pokonya bilang maaf aja dan semua selesai"
Zaffran terdiam sambil mengepalkan tangannya, menatap adila dengan tajam
"Jangan kamu pikir aku bodoh mas, aku juga tau kamu selalu main dibelakang sana. kamu seneng-seneng sama perempuan lain, aku itu tau mas. jangan terlalu percaya diri teriak ke aku seolah olah aku ada main sama laki laki lain, sedangkan kamu, harus aku teriak teriakin juga?"
Air mata adila kini tak tertahankan, semuanya tumpah dengan kata kata yang selalu ia tahan. semua keinginannya untuk menutupi apapun seperti runtuh saat kalimat nya keluar didepan umum.
"Berani kamu ngomong kaya gitu? apa gara-gara dia?"
"Gak usah nyalahin orang, kamu sendiri yang buat aku kaya gini mas"
Zaffran memegang lengan adila dan menariknya namun karena tenaga zaffran yang kuat dan adila yang melemas sambil menangis kini ia tersungkur ke aspal yang membuat kakinya sedikit berdarah
Revlan berusaha membantu adila "jangan pegang-pegang" zaffran mendorong revlan, dan lekas membantu istrinya bangun.
Adila membungkuk membersihkan kakinya dari debu jalan yang menempel tiba-tiba zaffran kembali menarik nya dengan kasar sambil menggerutu "ayo pulang, nanti obatin dirumah"
"Pak bisa santai gak? itu perempuan. bisa kan digandeng pelan. itu istrinya kan, bukan cuma pemuas nafsu bapak?" revlan menaikan nada bicaranya yang kesal melihat adila diseret seperti itu
Zaffran menghentikan langkahnya dan membalikkan badan "lo gak usah banyak omong, ini istri gue. lo tau apa?"
"Saya tau apa? saya tau kamu bukan suami yang baik, saya tau kamu lelaki yang kasar. tapi jangan di publish juga. malu sama yang lain" jawab revlan sambil mengarahkan dagunya pada orang orang di sekelilingnya
Zaffran menghampiri nya dan meninggalkan pukulan kasar di pipi kiri revlan "jangan sembarangan!!!" teriak zaffran, revlan meringis memegangi bibirnya yang ikut terkena pukul dan berdarah.
"Kalo kamu suami yang baik gak mungkin istri kamu dulu kabur, gak mungkin kamu datang kesini tanpa basa basi langsung marah" ucap revlan yang masih terbaring diaspal
Zaffran mengangkat kakinya tinggi tinggi hendak menginjak wajah revlan, namun adila mendorong zaffran hingga ia memundurkan langkahnya beberapa langkah.
"Ayo pulang" tarik zaffran kembali menghampiri adila
Revlan memegang lengan kiri adila dengan kuat "biar saya yang antar, saya akan pastikan dia baik-baik aja"
"Gue suaminya, mana mungkin dia bakal kenapa-kenapa" teriak zaffran
__ADS_1
Adila menepis lengan keduanya dan segera pergi