Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Zaffran pergi, kemana?


__ADS_3

Adila dan ghea melongo mematung menghadap satpam "mba?"


"Hah? iya pak iya" adila tersenyum pada ghea yang dibalas senyuman lagi oleh ghea


"Mari mba masuk, kata pak aldi tuan zaffran nanti malam jam tujuh kesini mba, mba tunggu aja dulu di kamar" adila makin melongo bingung


"Kita balik dulu deh pak, kita mah nge-cek tempatnya doang ke sini. masih ada urusan soalnya" ucap ghea merangkul adila yang masih melongo


"Yaudah deh mba, kalau gitu saya kedalam dulu"


"Pak, pak" panggil ghea


"Iya mba?"


"Bapak jangan kasih tau aldi sama zaffran ya kalo kita ke sini, biar kejutan soalnya nanti malem"


"Siap" ia memberikan ibu jarinya dan pergi meninggalkan ghea dan adila


"Ghea!!!" adila melirik tajam pada ghea


"Apa?"


"Harusnya kita masuk aja, kita tunggu malem sampe zaffran datang"


"Emang lo yakin kalo lo gak ada dirumah, zaffran bakal ke sini? pastinya dia jadi malah sibuk nyariin lo dong. alhasil kita gak tau zaffran yang satpam tadi maksud suami lo atau bukan"


"Harusnya kita tanya tadi, zaffran aliyad atau bukan"


"Udah deh lo pulang dulu mending udah jam empat, belum nganter gue pulang. suami lo pulang jam berapa?"


"Jam empat"


"Yaudah ayo balik"


Adila mengangguk nurut


"Kalo zaffran bener ke sana gimana?" tanya ghea ditengah perjalanan


"Kita ikutin" jawab adila


"Lo jemput gue aja bisa satu jam lebih kalo macet, keburu dia sampe ke tempat hiburan itu lah"


"Lo ke rumah gue aja"


"Hah?" ghea menautkan kedua alisnya


"Iya. udah pokonya ikut aja"


"Gue belum mandi"


"Lo pikir di rumah nyonya muda Lo ini gak ada kamar mandinya" ghea tertawa


Hampir sebelum magrib mereka berdua baru sampai di rumah terlihat satpam membukakan pintu "wah gede banget rumah lo dil"


"Rumah zaffran" kata adila


Terlihat sebuah mobil terparkir di garasi mobil


Adila memberhentikan mobilnya di depan rumahnya dan memanggil satpam


"Ada apa nyonya?"


"Tolong taro garasi ya" perintah adila lembut


"Baik nyonya" satpam itu mengambil kunci mobil dari tangan adila


"Mas zaffran pulang dari tadi?" tanya adila pada satpam


"Iya nyonya" Jawabnya


Adila mengangguk, lalu ia masuk kedalam rumah terlihat bibi sedang masak "Nah nyonya pulang, tadi tuan marah-marah nyari nyonya"

__ADS_1


"Marah-marah gimana bi?" adila mendekati bibi disusul ghea


"Ya gitu nanya ke bibi nyonya mana, ke satpam ke semuanya deh sambil marah-marah" jawab bibi


"Sekarang mas zaffran kemana?" tanya adila


"Di atas nyonya"


Adila melihat ke atas "Mas...mas.." teriak adila dari bawah


Zaffran membuka pintu dengan kaos putih dan celana pendek ia turun ke bawah menghampiri adila


"Kayanya zaffran gak bakal kemana-mana dari pakaian nya" pikir adila dalam hatinya


"Mas ini ghea, inget gak yang di restoran?"


Zaffran mengangguk "Kamu dari mana jam segini baru pulang? kata satpam kamu keluar dari jam tengah dua?"


"Aku habis shopping, kan aku bilang sama kamu"


"Mana barang nya? kok gak bawa apa-apa?" tanya zaffran yang melihat tangan adila kosong tanpa membawa jinjingan satu pun


Adila terdiam bingung


"Tadi adila belanja in saya, eh dia sendiri malah gak belanja. belanjaan nya udah ditaro ke kontrakan saya"


"Ohh gitu, kok lama?" tanya lagi zaffran


"Kan dibekasi jauh" jawab adila "belanja kan lama, biasa perempuan" sambungnya meyakinkan


Zaffran mengangguk lagi


"Aku nganter ghea ke kamar tamu dulu, dia mau nginep malam ini, boleh kan mas?" zaffran menganggukkan kepalanya "yaudah nanti turun, makan bareng-bareng" ajak zaffran


Adila naik ke tangga bersama ghea


"Ghe ini kamarnya" Adila membukakan pintu kamar tamunya


Adila ikut masuk dan duduk di samping ghea


"Dil, kamu yakin zaffran selama ini bohongin kamu, keliatannya zaffran laki-laki baik"


"Kalo aku mikir dia laki-laki jahat, mana mau aku nikah sama dia"


"Iya juga sih, tapi gimana ya. liat aja sama kamu, dia sopan, dia baik kanyanya hal-hal negatif kaya gitu jauh gitu dari seorang zaffran aliyad"


"Serasa mau pecah pala ku ghe kalo mikirrin zaffran"


"Tapi kamu masih curiga sama dia?"


"Makin kesini aku semakin tau bahwa zaffran kayanya dulu sering maen ke klub gitu tapi mungkin setelah nikah sama aku dia berenti dan temen-temen nya kaya masih pada ngajak gitu walaupun zaffran nya gak mau" jawab adila dengan pikirannya


"Ohh gitu" ghea mengaguk anggukan kepalanya


"Tapi itu kayanya, itu cuma pikiran aku doang"


"Kirain emang kaya gitu aslinya"


Ghea membaringkan tubuhnya


"Mandi ya, nanti turun ke bawah makan malem. aku juga mau mandi"


"Bajunya?" tanya ghea


"Nanti aku bawain baju aku"


Ghea memberikan ibu jarinya sambil masih berbaring santai


Adila pergi ke kamarnya dan kembali membawa baju tidur bergambar bintang berwarna ping miliknya


"Nih ghe" ia memberikan nya pada ghea

__ADS_1


"Wah pake baju nyonya muda nih malem ini" goda lagi ghea


Adila mencubit pipi kanan ghea "Aw..." ghea memukul tangan adila


Adila keluar dari kamar ghea dan masuk ke dalam kamarnya untuk mandi


Setelah sekitar lima belas menit adila keluar dengan baju tidur panjang miliknya


ia mengetuk kamar ghea


"Tok...tok..." adila membuka pintu kamar terlihat ghea sedang duduk menyender sambil bermain handphone


"Ayo makan" ajak adila


"Ayo, laper nih" kata ghea bangun dan berlari kecil menuju adila yang berdiri di depan pintu


Mereka berdua turun, suara sandal mereka yang terdengar membuat zaffran menoleh ke arah mereka


"Lama banget sih" eluh zaffran menaruh handphone yang dari tadi ia mainkan


"Maaf-maaf" kata adila


Kini mereka mulai menyantap makan malam


Setelah selesai ghea tetap duduk dimeja makan sambil terus memasukan makanan ringan ke mulutnya, sedangkan adila duduk disamping zaffran di depan televisi.


"Sayang ghea nginep gak papa kan?" tanya adila


"Gak papa dong, kan biar istriku ini ada temennya" jawab zaffran yang berhasil membuat adila tersenyum


Zaffran menyenderkan kepalanya pada bahu adila "sayang"


"Kenapa mas?"


"Nanti aku mau pergi jam delapan"


Deg...


jantung adila berdetak kencang "pergi kemana?"


"Ke rumah temen aku"


"Yaudah pergi aja" jawab adila sambil menelan ludah


"Aku gak bakal pulang malem-malem kok, lagian mana mungkin aku mau biarin istri ku yang cantik ini tidur sendirian di kamar"


Adila tersenyum manis pada zaffran


"Paling berangkatnya jam delapan pulang jam sepuluh atau sebelas"


"Bukannya katanya jam tujuh eeh" adila menutup mulutnya dengan tangan kirinya


"Hah?" zaffran duduk menghadap adila


"Enggak, maksud aku...bukan...eeh..ya kamu biasanya kalo pergi jam tujuh ya, tumben jam delapan" kata adila dengan gugup


"Gapapa janjinya emang jam delapan" jawab santai zaffran


Tak...tak...jam berlalu kini sudah menunjukkan waktu tujuh lewat sepuluh


"Aku siap-siap sekarang lah ya, biar nyampe sana jam delapan"


Adila mengangguk


Zaffran naik ke atas...adila lari ke ghea


"Ghea zaffran mau pergi katanya"


Dengan secepat kilat zaffran kembali lagi dengan kunci mobilnya


Dia mencium kening adila dan tersenyum pada ghea lalu pergi meninggalkan rumah menyetir sendiri

__ADS_1


__ADS_2