
"Apa ada yang nyonya perlukan?" tanya ria
Adila menggeleng
Lalu ia berjalan pelan dan ada yang mengetok pintu "Tok...tok..
Bibi segera berjalan membukakan terlihat dokter cantik berambut cokelat yang dikuncir dengan senyum yang manis nya
"Permisi" ucap dokter tia menghampiri Adila
"Dokter tia ya?" tanya Adila
"Iya benar" jawab dokter tia
"Wah...cantik sekali" Puji Adila
karena memang benar dokter tia sangatlah cantik
"Mari dok" ajak adila untuk duduk disofa
"Duduk dok" suruh Adila dokter tia langsung duduk disamping
"Oh iya kalau saya boleh tau kapan kamu menikah dengan zaffran?"
"Satu bulan yang lalu dok, pernikahan batu" ucap adila tersenyum
"Wah...cepet ya dapat anak nya"
Dokter tia melihat semua ruangan celingak-celinguk kesana kemari
"Ada apa dok?" tanya Adila yang melihat dokter tia aneh
"Kalau suami kamu kemana? kok enggak terlihat?" tanya dokter tia
"Mas zaffran pergi ke kantor dok" jawab Adila
"Ohh begitu, baik ayo kita check" ucap dokter itu membuka tas yang dibawanya
"Detak jantung nya stabilllll" ucap nya
"Dok kadang perut saya sakit kenapa ya?" tanya Adila yang takut kandungan nya bermasalah
"Jangan stres..." jawab dokter
"Kandungan kamu sudah berjalan delapan belas hari atau Minggu kedua sebentar lagi Minggu ketiga deh" kata dokter mengelus perut Adila yang masih kempes
"Ini ada vitamin di minim setiap pagi ya" taro dokter di meja dihadapan Adila
"Terimakasih banyak dok" ucap Adila
"Sama-sama" jawab dokter tia
"Mau minum dulu dok?" tanya Adila
Ternyata bibi sudah membuat kan teh hangat
"Ini minum dulu" ucap bibi
"Terimakasih" dokter tia meminumnya
__ADS_1
"Aku boleh cerita sedikit?" tanya dokter tia
Adila menatap dokter tia "Wah ternyata dokter tia orangnya langsung akrab tidak disangka" gumam adila dalam hatinya
"Tentu saja dok, mba riri mba Ema kalian pergi dulu ya saya mau ngobrol dengan dokter tia" perintah Adila
Mereka berdua pergi menunggu di samping tangga
"Ada apa dok?" tanya Adila penasaran
"Aku kenal keluarga Aliyad sebenarnya dari aku kuliah diluar negeri bersama zaffran" jawab dokter
"Terus dok?" tanya Adila yang makin dibuat penasaran
"Waktu itu mungkin karena aku sama zaffran enggak tau kalau kami sebenarnya dari asal negaa yang sama jadi kami selalu seakan-akan menjadi orang luar"
"Dokter pacaran sama zaffran?" tanya Adila terus terang yang membuat dokter tia kaget
"Enggak...enggak" jawab dokter tia dengan cepat
"Terus dok?" tanya Adila Hera sebenarnya kemana arah omongan ini
"Jadi...karena disana hidup bebas dan tanpa pengawasan orang tua karena jauh aku yang kenal zaffran sering melihat dia pulang pergi ke bar disana, dan dia bahkan pernah membuat teman ku sampai stres kehilangan sosok zaffran" beritahu dokter tia
"Stres?" Adila makin bingung
"Iya, aku kenal keluarga aliyad. dia bukan orang yang sembarang mereka orang kaya bahkan pak Ari sering menjadi penanam saham di perusahaan besar"
"Terus...terus...."
"Aku dan teman-teman ku tau bahwa zaffran bukan lah orang susah, kami tau karena kita sering datang ke berbagai tempat seperti kafe dan lain-lain dan bukan sedikit yang sering mengenal zaffran"
"Jadi mereka menyukai zaffran?" tanya Adila
"Aku sebenarnya sudah tau dok kalau mas zaffran sering Gonta ganti perempuan ya walaupun hanya melepas bosan, tapi aku takut kalau zaffran nanti ke makan omongan sendiri jadi dia tidur juga dengan perempuan akhirnya" eluh Adila
"Oh baguslah kalau sudah tau, aku takut sekali kamu tidak tau dan nanti sewaktu hamil besar kamu malah kaget dan stres" ucap dokter mengelus pundak Adila
"Sudah dok, bahkan aku selalu cari tau terus apa saja keburukan suami ku satu itu" ucap Adila mengepalkan tangannya
"Jangan dipaksa mencari tau ya takut berpengaruh pada kehamilan kamu" nasehat dokter
"Semoga saja tidak ada yang aneh-aneh" ucap Adila
"Amin, kalau begitu jaga kesehatan. saya pamit dulu" ucap dokter tia bangun dari duduknya
"Mari saya antar keluar" ucap Adila
Mereka berjalan ke arah pintu luar ria dan Ema mulai mengikuti
"Terimakasih ya dok" ucap Adila pada dokter tia yang mulai berjalan menggunakan mobilnya
"Kalian ngapain sih? kalian duduk aja nanti kalau saya butuh saya panggil" ucap Adila
"Tapi...Bu..." tolat ema
"Saya stres lama-lama" kata Adila berjalan masuk memotong pembicaraan ema
"Baik Bu" saut ria
__ADS_1
Adila masuk ke kamar mengambil handphone nya dan duduk di sofa lalu mendapat sebuah pesan masuk dari nomor baru
KA KITA KETEMU YUK
"Siapa ini?" pikir Adila
Lalu Adila membalasnya
"Ini siapa?" tak berlangsung lama langsung dibalas
TIKA KA
"Oh Tika rupanya, dikira siapa. ayo ketemu" balas Adila cepat
DIMANA KAK KETEMU NYA?
"Enak nya dimana ya?"
GIMANA KALAU DI MALL SAMBIL JALAN-JALAN
"Oke"
AKU SIAP-SIAP DULU
"Kakak jemput kamu aja deh, tunggu disana"
YASUDAH TIKA TUNGGU
Adila pun mengganti pakaian yang terlalu seksi menurut jika dipakai ke mall
ia memakai dress melebihi lutut dan memakai jaket Levis untuk menutup bahu nya
Ia turun dari tangga terlihat ria dan Ema langsung bangun
"Nyonya mau kemana?" tanya ria
"Saya mau ketemu teman saya kalian tunggu di rumah" ucap Adila
"Kami harus ikut nyonya" ucap ria
"Ikut?" tanya Adila
"Iya" jawab Ema
"Udah kalian disini saja lagian kan kalian pelayan di rumah buka bodyguard" ucap Adila yang berjalan ke luar dan masuk ke mobil putih miliknya dan pergi
Setelah sampai terlihat Tika berdiri menunggu Adila dengan pakaian polos merah dan jeans panjang nya
Tika masuk ke mobil dan Adila langsung menuju mall
"Kakak cantik sekali hari ini" puji Tika
"Ah..bisa saja kamu, kamu sekarang yang sangat terlihat cantik" goda Adila yang membuat Tika tersipu malu
"Kamu sudah izin sama kak Aldi?" tanya Adila
"Belum kak, Adila gak mau sampe kak Aldi tanya yang aneh-aneh dan ribet kenapa Tika mau ketemu kaka" jawab Tika
"Lain kali bilang ah, nanti dikira diculik lagi kamu" goda Adila yang membuat Tika tertawa
__ADS_1
"Oh iya sebenarnya kamu kenapa? tumben ngajak ketemu kakak?" tanya Adila ditengah perjalanan sambil menatap tika
"Ada yang mau aku bahas tentang kak Aldi dan kak zaffran" jawab tika yang membuat penasaran adila