Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
kesal


__ADS_3

Adila mulai menaiki tangga dengan perlahan sambil memegangi perutnya yang mulai membesar


"Sayang..." ucap adila ketika membuka pintu


Terlihat zaffran sedang duduk di sofa sambil melihat televisi "Eh sini sayang" kata zaffran, adila pun menghampiri dan duduk di sampingnya


Zaffran merangkul adila sambil mengecup kening istrinya itu.


"Mmm....kamu...kamu gak ada niatan buat bebasin revlan?" tanya adila dengan wajah penuh ketakutan


"Gak" jawab singkat zaffran


"Kenapa?"


"Apa nya yang kenapa?!!!" tanya zaffran dengan mata menyala seperti memberi ancaman pada adila


"Enggak" jawab adila sambil merekahkan senyumnya


"Aku besok kan kerja, jangan kemana-mana tetep di rumah"


"Iya sayang"


"Jangan ketemu siapapun"


"Iya sayang"


"Jangan nyuruh ghea atau nesa datang ke sini"


"Tapi sayang, aku kan kesepian"


"Kalau kamu nyuruh mereka datang kesini bilang sama aku, nanti aku juga ke sini"


"Emangnya kamu gak sibuk dikantor?"


"Aku gak mau kalian bertiga ngomongin revlan!!!" perkataan nya sangat jelas dan penuh arti


Adila pun mengangguk kecil sambil tersenyum lebar


Kekesalan sisil membuat deri kesusahan dalam bicara pada zaffran, apalagi kata-kata zaffran pada bodyguard nya itu membuat nya seperti tak ingin sekalipun menginjakkan kaki walau hanya di luar gerbangnya


"Lain kali jaga ucapan kakak" ucap deri sambil menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan menghela nafas panjang


"Aku tuh kesel der"


"Aku tau kakak kesel, tapi kenapa harus marah marah sama adila?"


"Ya gimana kakak gak marah-marah, dia punya suami kaya raya gitu masih aja dulu mau sama revlan"


"Revlan yang ngejar-ngejar adila ka. stop!! stop nyalahin adila atau pak zaffran, itu cuma buat kita makin susah ngeluarin bang revlan"


"Pokonya mereka salah!!!"


"Kalo kakak terus kaya gini, mana mungkin pak zaffran mau mencabut laporannya. kita yang harus nya minta maaf. mau mereka salah atau gimana, emang cara bang revlan yang gak bener"


"Kakak minta maaf, kakak baru sadar"


"Aku bakal ke kantor pak zaffran besok, sekalian aku mau minta pendapat ghea"


"Ghea lagi ghea lagi, kamu liat gak sih tadi. dia bahkan gak ngebela kakak"

__ADS_1


"Dia sahabat nya adila kak, dia juga tau siapa yang salah disini"


"Pokonya jangan pernah berhubungan lagi sama ghea"


"Apa apaan si!!!" ketus deri sambil kembali ke kamarnya


Deri mengambil handuk dan mulai membersihkan tubuhnya , setelah selesai ia pun memberi kabar orang tuanya di sana karena takut jika mereka terus khawatir


Setelah itu deri mengajak kak sisil untuk bertemu dengan revlan


Setelah mereka sampai di salah satu polres Jakarta mereka mengisi daftar tamu dan bertemu dengan revlan


"Deri, plis keluarin abang" kata revlan setelah menjatuhkan bokongnya ke kursi


"Tenang ya bang, ini lagi usaha kok" jawab deri berusaha menenangkan


"Tadi kita udah ketemu zaffran" ucap kak sisil


"Terus? apa katanya?"


"Kak sisil ribut sama adila, bukan ribut sih. karena adila diem aja" jawab deri masih dengan wajah kesalnya karena kak sisil menyuruhnya meninggalkan ghea


"Apa? ribut? yaampun terus adila gimana?" tanya revlan sedikit panik yang langsung membuat wajah deri mengerutkan keningnya "Baik-baik aja"


"Kok kamu nanyain adila sih?" tanya sisil kesal


"Aku cuma nanya aja" jawab revlan masih sedikit acuh pada sisil


"Aku ngambil uang perusahaan kak, buat bayar kerugian yang dialami perusahaan pak zaffran"


"Iya gapapa, abang emang salah"


"Maaf pak waktu besuk habis" ucap seorang polisi yang menunggu di belakang tubuh revlan


Revlan pun bangun dari duduknya "Aku gak janji sil, tapi jangan paksa aku. aku gak bisa di paksa"


Ia pun pergi, kak sisil memangku wajahnya dengan kesal


"Gak enak kan kak? dipisahin sama orang yang kita sayang" ucap deri meninggalkan sisil, dengan segera sisil mengejarnya


Esok hari


Adila dan zaffran sedang sarapan bersama, zaffran masih saja di selimuti rasa kekesalan kejadian kemarin, padahal adila yang di maki saja tak tergores sama sekali hatinya.


"Bi, tolong buatin susu buat zaffran ya" ucap adila pada bibi yang tengah membenahi dapur


"Iya nyonya" jawab bibi


"Kamu udah minum vitamin?" tanya zaffran menatap serius adila


"Udah mas"


"Bagus deh, diem di rumah ya" zaffran mengelus rambut adila pelan


"Ini tuan susu nya" ucap bibi meletakan satu gelas susu putih


"Makasih bi"


Zaffran meneguknya dengan cepat "Sayang aku berangkat sekarang" zaffran mencium kening istrinya itu

__ADS_1


"Ati-ati" adila mencium punggung tangannya


Zaffran melangkahkan kakinya keluar rumah masih dengan sorot mata tajamnya "Kalian jaga adila baik-baik" zaffran menunjuk ke empat bodyguard nya itu


"Baik tuan" jawab mereka serentak


"Kalau ada yang mau menemui adila siapapun itu tanpa terkecuali kalau saya tidak mengizinkan jangan biarkan mereka ketemu"


"Baik tuan"


Zaffran pun pergi ke kantor dengan mobil hitam miliknya yang di kemudikan seorang supir


Setelah ia sampai di kantor semua pegawai yang bertemu dengan nya menyapa sambil menebarkan senyuman


Zaffran masuk ke ruangannya diikuti bu rani dari belakang


"Selamat berkerja kembali pak, semoga perusahaan kita dapat lebih maju dari sebelumnya" ucap pak bu rani sambil menyusun beberapa map yang harus dikerjakan oleh zaffran


"Ini semua sudah saya periksa, ini hanya perlu di tanda tangani. semua cofy-an ada di saya" sambung bu rani


"Iya" jawab zaffran sambil menghidupkan laptopnya


"Kalau begitu, saya undur dari. permisi"


"Eh tunggu bu" cegah zaffran ketika bu rani mulai melangkahkan kakinya


"Iya pak?"


"Kasus revlan gimana?"


"Kemarin, saya sudah menyerahkan bukti yang lebih kuat dan polisi akan melakukan sidang satu bulan lagi"


"Satu bulan? lama banget?"


"Begitu aturan nya pak, karena nanti akan di proses terlebih dahulu. mungkin kedepannya akan ada polisi juga ke kantor ini"


"Pokonya, kasus revlan saya serahin ke kamu"


"Baik pak, ada lagi yang mau dibicarakan?"


"Enggak ada, kamu boleh keluar"


"Permisi pak" ucap bu rani membungkukkan badannya lalu pergi


Deri yang memang sudah berniat akan ke kantor zaffran seorang diri kini sudah berada di dalam mobil tepat di depan kantor zaffran


"Aku harus berani" ucapnya sambil menghamburkan nafasnya


"Pak" deri menyapa satpam yang berada di depan


"Maaf pak deri, mau ketemu siapa?" tanya satpam itu


"Haih, tumben banget dia nanya. biasanya mereka tau aku mau ketemu ghea, apa zaffran..."


"Pak?" ucap satpam menyadarkan lamunan deri


"Ketemu.. ketemu ghea" jawab deri setengah berpikir


"Oh iya silahkan" ucap satpam itu memberikan jalan

__ADS_1


__ADS_2