Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Tipuan part 2


__ADS_3

Zaffran seperti orang bisu yang kebingungan ia melirik sana sini seperti kehabisan kata-kata


Adila yang melihat zaffran semakin panik mulai agresif dalam berbicara


"Kamu siapa?" tanya adila pada perempuan tadi


"Saya kerja dibagian keuangan buk" jawabnya


"Saya kan disini, kok liat nya ke bawah? emang kamu ngeliat saya serendah itu?"


Perempuan tadi tetap tidak menatap wajah adila


"Mas ko pegawai kamu gak sopan sih, aku ngomong malah nunduk aja gak natap muka aku" eluh adila pada zaffran


"Hah? iya nih kamu kalo istri saya ngomong liat wajahnya jangan malah buang muka" kata zaffran tegas walaupun sedikit gugup


"Kaya kamu aja ya mas, kalo lagi ngerasa punya salah gak berani natap aku?" kata adila melipat kedua tangannya dihadapan zaffran sambil menaikan alis kanan nya


zaffran tertawa pias "apaan si kamu sayang" ucapnya berusaha tetap tenang


Adila kini menghadap perempuan tadi lagi "pecat dia mas"


"Hah?" kedua nya kaget sambil melihat wajah adila


"Kenapa kamu kaget mas? dia hebat ya mas, berani dateng ke ruangan kerja bos nya langsung buka pintu tanpa permisi sampe kelihatan deket banget sama kamu" zaffran terdiam sesaat "kamu saya pecat, pergi!" tunjuk zaffran pada perempuan itu


Perempuan tadi menatap wajah zaffran penuh emosi "tampar suami saya, bisa bisanya janji-janji doang ke kamu ya?" adila merangkul perempuan tadi


Perempuan tadi kembali menundukkan kepala nya "saya permisi bu" ujarnya


"Kok buru-buru banget? mau mas zaffran yang anter?" tanya adila, namun perempuan tadi tetap berjalan tak menghiraukan adila.


Zaffran memukul-mukul meja dengan pelan sambil keliatan greget pada kejadian ini


Adila tersenyum manis pada zaffran yang malah membuat zaffran seperti orang kehilangan akal


"Aku pergi dulu ya sayang" pamit adila


"Mau kemana? mau aku anter?" tanya zaffran


"Kan aku mau shopping" jawab adila


"Aku anter aja ya?"


"Aku lama belanja nya gak usah"


"Gak papa"


"Jangan lah nanti kalo ada yang nyari kamu gimana?"


"Kerjaan mah gampang"


"Gak usah gapapa, kamu transfer uang aja ya aku butuh dua puluh juta"

__ADS_1


Zaffran mengangguk, adila mencium pipi kiri zaffran lalu pergi


Zaffran duduk di kursinya sambil memijat keningnya, adila turun lewat lift. dia melihat perempuan tadi keluar dari pintu masuk.


"Hati istri mana sih yang gak hancur ngeliat suami nya deket sama perempuan lain, tapi nangis-nangis juga percuma. aku harus tetep kuat buat rumah tangga ku. lagian aku harus berani buang krikil yang mengganggu jalanku"


Adila kini keluar terlihat sebuah mobil sudah terparkir menunggu adila jika sewaktu-waktu akan pergi


Adila masuk ke mobil dan pergi ke rumahnya bersama supir


Zaffran sekarang duduk lemas menyatukan pipi kanan nya di kaca meja nya sambil memonyongkan bibirnya


"Kalo sampe papah tau!!! abis udah abis..." ucapnya


Tiba-tiba handphone zaffran berbunyi


Sebuah panggilan suara datang dari aldi


"Halo..."


"bos malem jadi ke bar? nanti aliya di siapin nih kalau jadi"


"Siapa aliya?" tanya zaffran lupa


"Katanya gilang sama fano udah kasih tau, itu loh cewek baru di bar"


"hmm...Iyah...Iyah...nanti malem gue kesitu"


"Lo kenapa bos? kok lemes banget sih, emang sekarang siang malem main terus bos? mentang mentang udah baikan sama adila"


"Hahaha emang lo abis apa kok bisa ibu bos maki maki lo?"


"Tadi pagi staff keuangan gue janjiin belanja siang ini, dia masuk pas adila ada di ruangan gue"


"terus gimana bos?"


"Gimana apanya, ya senjata makan tuan lah" zaffran menutup telepon nya dengan kesal


Tak lama, ada pegawai perempuan datang dengan berlenggang membuka pintu "mas, aku pengen beli sepatu" dia mengusap punggung zaffran tanpa ragu


Zaffran menyandarkan punggududuknya ke kursi sambil mengelus lembut rambut wanita itu "ada cash cuma lima juta biarin?"


"Gak papah mas" jawab perempuan itu


Zaffran membuka laci dan memberikan pada pegawai nya, pegawai itu memeluk zaffran yang dibalas pelukan hangat dari zaffran.


Tak lama seorang pegawai lelaki datang membawa map merah yang berdiri mematung dipintu yang terbuka "zaffran melepaskan pelukannya "pergi kamu" perempuan itu langsung pergi


"Ada apa?" tanya zaffran menatap leleki dipintu ruangan nya


Lelaki itu masuk "permisi pak, saya mau minta tanda tangan persetujuan pengadaan barang" lelaki itu tak duduk ia Langsung memberi kertas yang harus ditandatangani


Zaffran tiba-tiba menarik kerah kemeja pegawai nya itu "kalo sampe adila tau, lo orang pertama yang gue cari"

__ADS_1


"Iya pak saya minta maaf" pegawai itu menunduk


Zaffran menandatangani nya pegawai itu dengan secepat kilat pergi


Adila kini sudah sampai rumah, ia pergi ke dalam dengan lari terburu-buru lalu mandi. setelah selesai mandi adila memakai tangtop putih dan memakai jaket berwarna hitam dan jeans hitam miliknya


Dengan sebuah kaca mata adila keluar rumah memegang kunci mobil


Sudah seperti detektif saja.... nyonya muda ini!!!


Dia mengklakson satpam yang ada didepan minta dibukakan gerbang "hati-hati nyonya"


Adila dengan santai berjalan keluar mengemudi mobil lalu ia berhenti


"Udah di transfer" ucap adila yang mengetahui zaffran telah mentransfer ia uang senilai dua puluh juta


"Sebenarnya uang ini bukan buat shopping, tapi buat bayar mulut sampah yang gak bisa ngomong jujur" pikir adila sambil kembali melajukan mobilnya


Adila menuju ke bekasi untuk menemui ghea, ia datang ke sebuah restoran tempat ghea bekerja, karena adila sudah mencoba menelepon namun tak ada jawaban, akhirnya ia memutuskan untuk coba datang ke restoran.


"Pasti lagi kerja, mana mungkin juga ghea sempet megang hp orang manajer nya aja killer" gerutu adila


Saat sampai di restoran adila langsung minta di antar ke ruangan manajer kepada salah seorang staff resto


Adila kini duduk dihadapan manajer galak itu "maaf mengganggu sebelumnya, saya ada sedikit keperluan yang mesti di perbincangan dengan bapak"


"Iya bu gak apa apa, ada yang bisa saya bantu? ibu ini kalau tidak salah istri pak zaffran aliyad ya?" ujar manajer itu sambil tertawa, ia sebenarnya tau karena staff sudah konfirmasi terlebih dahulu bahwa ada yang ingin bertemu dan adila bilang bahwa ia adalah menantu pak ari aliyad.


"Saya mau mengambil izin buat ghea hari ini, penting. boleh?"


"Memangnya saya bisa berkata tidak pada seorang keluarga aliyad?" ia kembali tertawa


Adila mengangguk "good" ujarnya


Ia keluar dari ruangan manajer itu dan menemui ghea yang tengah mengambil makanan


"Mba-mba tolong bawa, gantiin ghea" kata adila tiba tiba, hingga membuat ghea bingung "adila kamu ngapain?" tanya ghea


"Kamu harus bantuin aku"


"Bantuin kamu? bantuin apa?" tanyanya lebih bingung


"Sini" adila menarik tangan ghea


"Ehh...aku harus kerja adila" ghea melepaskan tangannya dari adila


"Aku udah minta izin supaya kamu bisa absen, ikut dulu makanya"


"Minta izin maksudnya?"


"Ayo ghe nanti aku jelasin"


"Aku ganti baju dulu" ghea pergi ke ruang ganti dan segera pergi

__ADS_1


Kini mereka berdua berlari kecil keluar resto dan masuk kedalam mobil


__ADS_2