
Zaffran berhenti disalah satu bank.
Sebenarnya ia bukan lah orang yang sudah dapat uang, tapi sayang saja untuknya memberikan uang pada seseorang sama ber milyaran rupiah untuk orang lain padahal ia sendiri sering memberi perempuan dan teman-teman nya untuk mabuk-mabukan tapi untuk menolong dirinya sendiri ia malah nge gerutu
Zaffran menarik cash sebesar tiga milyar untuk diberikan pada Aliya
"Baru jam dua, dia minta sore nanti aja deh"
Zaffran kembali lagi ke rumah dengan pikiran yang tidak kacau dan jauh lebih baik dari pada sebelumnya
Ia berhenti disalah satu supermarket dan membelikan susu ibu hamil
Iya tersenyum sumringah saat tau akan ada zaffran Aliyad junior nanti
Setelah sekitar dua puluh lima menit ia datang ke rumah terlihat Adila duduk diluar membaca majalah
"Sayang" teriak zaffran turun dari mobil yang ia parkir didepan rumah
"Kamu dari mana?" tanya Adila penasaran
"Buka dong mobil aku ada kejutan" kata zaffran sambil duduk disampingnya
"Apa?" tanya Adila penasaran
"Sana" suruh zaffran
dengan tersenyum Adila berjalan membuka pintu mobil bagian belakang dilihatlah kantong plastik dan sebuah koper yang berisi uang tiga milyar tadi
Adila malah mengambil koper besar itu karena "zaffran bilang kejutan ah pasti yang besar" gumam adila
"Sayang ini" dia menunjukkan koper besar itu
Zaffran berdiri kaget "Duit Aliya" pikir zaffran
"Sayang ini bukan" kata Adila menaruh koper itu dilantai dan membuka nya
"Hah?" Adila serontak kaget melihat uang yang sangat banyak dihadapannya
"Sayang bukan itu" zaffran mengambil koper itu dan menutup nya kembali lalu di taruh dimeja
"Yang kantong plastik putih sayang" lanjut zaffran
Adila melipat kedua tangannya, zaffran yang melihatnya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal
"Alesan apa ini?" gumam zaffran
"Kamu habis ngambil uang?" tanya Adila menatap zaffran
"Iya sayang" jawab zaffran
"Buat apa kamu ngambil uang sebanyak itu?" tanya Adila menatap mata Zaffran
"Buat....ini....apa...Ehhh....saham... iya saham, aku mau naro saham di perusahaan baru" perjelas zaffran dengan terbata-bata
"Kamu yakin? naro saham ke perusahaan lain sebanyak itu?" tanya Adila heran
"Yakin lah kan itu investasi" jawab zaffran yang lumayan tenang
__ADS_1
"Biasanya kamu naro saham ke perusahaan orang lima ratus juta, tujuh ratus juta. tapi kok ini sampe sekoper aku yakin kamu bohong" kata Adila kembali menatap zaffran
Dengan sekuat tenaga zaffran memikirkan untuk menjawab apa
"Mas.... ini jumlah uang nya berapa?" Adila menunjuk koper itu
"Ini..." zaffran berpikir keras lagi
Adila mengibas ngibaskan kertas yang berisi tentang penarikan uang yang dilakukan zaffran tertulis dengan angka 3 milyar
"Sial" maki zaffran dalam hati
"Iya aku emang sengaja ngambil tiga milyar" masih dengan gaya so santai nya
"Buat apa uang sebanyak itu?" tanya Adila Bingung
"Aku mau naro saham di perusahaan temen aku satu milyar, satu milyar nya lagi aku mau simpen buat terus cek kandungan anak kita. aku akan sewa dokter pribadi kandungan untuk anak ku ini....dan satu milyar lagi untuk....untuk pengadaan barang di kantor" jawab zaffran so santai sambil memegang perut istrinya
"Ohh begitu, kalau begitu aku akan ambil yang satu milyar buat aku cari dokter yang paling bagus yang aku mau buat anakku" kata Adila membuka koper itu
"Sialan...sialan...pake ketauan segala sih" makin zaffran dalam hati
"Sayang bantu aku ngitung" kata Adila tanpa menengok kebelakang tetap menghitung uang
"Sayang ambil tas aku diatas" suruh Adila yang membuat zaffran makin jengkel tapi apa boleh buat dia tidak mau membuat Adila marah
Dia naik ke kamar dan membawa tas besar untuk Adila
Adila mulai memindahkan uang gepokan sepuluh juta satu satu ke tas
"Kalo kaya gini ceritanya, pekerjaan gue jadi dua kali" gerutu zaffran
"pekerjaan jadi dua kali gimana?" tanya Adila tiba tiba yang mengagetkan zaffran
"Hah? kamu? kok balik lagi?" tanya zaffran bingung
"pekerjaan jadi dua kali gimana?" tanya lagi Adila
"Itu loh , ini malah suruh ditransfer aja padahal tadi sekretaris nya bilang cash" jawab santai zaffran
"Ohh... aku mau ngambil hadiah yang kata kamu buat aku" kata Adila
"Itu masih di dalem belum diambil" tunjuk zaffran pada mobil nya
Adila membuka pintu mobil dan mengambil plastik itu dibuka oleh ia dan tersenyum memeluk zaffran dari belakang
"Makasih sayang... aku sampe lupa kalo aku harus minum susu Hamil"
Zaffran membalikkan badannya dan membalas pelukan Adila lalu mencium keningnya
"Aku kan suami yang baik" ucap zaffran dengan bangganya
"Baik sih tukang maen perempuan" gerutu Adila dalam hatinya
"Yaudah aku kedalam dulu siapin makanan" kata Adila melepaskan pelukannya
"Yaudah aku mau pergi juga ya"
__ADS_1
"Kemana lagi?" tanya Adila
"Ini" ia menunjuk koper lagi
"Mau kamu taro lagi terus kirim transfer"
"Iya sayang, yaudah aku pergi dulu ya. kamu kalo masak jangan cape-cape bantuin bibi dikit aja. aku gak mau istriku yang lagi ngandung ini kecapean" kata zaffran memegang bahu Adila
"Yaudah aku masuk ya" Adila pergi membawa dus susu hamil tadi
Zaffran mengendarai mobilnya dan mengirim pesan pada Aliya
"Ini uangnya taro dimana?" kirim zaffran pada Aliya
SINI KE KONTRAKAN GUE , DI JLN BLA BLA BLA
"Oke"
Zaffran berhenti dulu di bank kembali mengambil uang satu milyar karena yang tadi dibawa Adila
Dengan cepat zaffran menuju kontraktan Aliya.
terlihat Aliya sedang berdiri sendiri didepan pintu menunggu
zaffran turun dengan koper tadi yang sudah diganti isinya
"Ini" tanpa basa basi zaffran memberikannya
"Oke" Aliya mengambilnya
"Liat dulu" suruh zaffran
"Gak usah, gue percaya sama putra Aliyad" jawab Aliya puas
"Gue cabut" zaffran melangkahkan kakinya
"Kalo urusan bar gimana?" tanya aliya
"Nanti gue bicarain langsung ke Aldi" jawab zaffran
"Restoran?" tanya lagi Aliya
"Gampang" saut zaffran yang terus melangkah kan kakinya
Kini zaffran menancap gas pergi dengan cepat karena tak mau Adila bertanya yang macam-macam lagi
Di tengah perjalanan pulang zaffran menelepon seseorang
"Cari manajer restoran xx tanya berapa harga restoran kalau dijual"
"Kalau dia gak mau? ya paksa lah" lanjut zaffran dan mematikan teleponnya
Zaffran bahkan tidak tau dia dikhianati oleh orang kepercayaan sekaligus sahabat nya sendiri
Kini zaffran sampai rumah terlihat satpam dengan terburu-buru membuka gerbang ia masuk dan langsung memarkirkan mobilnya ke garasi
Kini zaffran masuk kedalam rumah terlihat Adila sudah menaruh rapih makanan dimeja makan
__ADS_1