Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Chef tampan


__ADS_3

Pagi hari.


Adila yang seperti biasa sudah menyiapkan pakaian serta sarapan suaminya itu kini sedang memakan roti dengan susu dengan lahap


"Apakah nyonya sudah mengidam?" tanya bibi mendekati Adila


"Seperti nya belum bi, Adila belum ingin apa-apa" jawab Adila sambil terus memasukan roti ke mulutnya


Zaffran tersenyum sinis dianak tangga yang mendengar jawaban Adila belum mengidam


"Belum mengidam katanya..!!! bahkan kemarin dia merepotkan ku dengan menempelkan potongan buah pir di rumah mamah pun dia selalu mengancam ku dan tadi malam ia malah memaki ku!!!" gerutu zaffran dalam hatinya


Flashback


Adila sedang berbaring ditempat tidur sehabis pulang dari rumah mamah dan papah zaffran yang sudah tidak sabar segera naik ke ranjang dengan nafsu sebagai suami pada istrinya ia memeluk Adila dan menciumi tubuhnya tak henti-hentinya Adila menerima saja dan membalas ciuman zaffran namun lama kelamaan Adila mendorong tubuh zaffran dengan cukup keras "Apakah kau tidak bisa mencium dengan benar?"


Zaffran hanya melongo menatap Adila dan kembali menciuminya dengan lembut namun Adila kembali mendorong bahu zaffran "Sudahlah jangan menciumku, kalau tak bisa" zaffran kembali menatap Adila keheranan "Apa maksudmu?"


"Kau ini payah sekali sebagai lelaki tak bisa mencium ku dengan benar!!!" jawab Adila ketus


"Memang bagaimana yang benar menurut mu?" tanya zaffran menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Seperti ini" Adila mencium zaffran dengan santai seperti yang dilakukan zaffran pada Adila dengan begitu membuat zaffran kesal "Apa bedanya dasar!!"


"Beda lah kan aku yang merasakan nya" jawab Adila menarik selimutnya


"Hei ini belum selesai" zaffran menarik selimut yang menutupi tubuh Adila


"Belajar lah dulu berciuman" jawab Adila tanpa menoleh ke arah zaffran dan membenarkan selimutnya


"Belajar dengan siapa? perempuan lain!!" jawab zaffran spontan Karena kesal dengan sikap Adila


Adila yang tadi sudah mengurung tubuhnya dengan selimut kembali membukanya dan duduk diatas perut zaffran yang dibalas senyuman oleh zaffran


"Sini" zaffran meraih tangan Adila namun seketika Adila menampar pipi kiri Zaffran "Aww" zaffran meringis kesakitan


"Apa-apaan ini?"


"Apa maksudmu bilang berciuman dengan perempuan lain?" tanya Adila berkaca pinggang


Zaffran pun kembali mencerna ucapannya yang padahal maksudnya hanya bercanda karena ia kesal

__ADS_1


"Aku hanya bercanda mana mungkin aku berciuman dengan perempuan lain" jawab zaffran dengan wajah bingung nya


Akhirnya Adila kembali kedalam selimutnya dan tertidur karena tak mau berdebat apalagi Adila sedang hamil zaffran hanya menelan ludah nya dengan susah "Kalau ia terus-menerus seperti ini sampai kapan aku harus menahan nya" zaffran menutup wajah nya dengan bantal


Flashback end


"Eh mas sudah bangun" ucap Adila yang bangun dan mencium kedua belah pipi suaminya yang masih mengenakan kaos polos putih dan celana pendek nya


"Aduh, lengket" zaffran mengusap pipinya yang dicium Adila karena bibir Adila masih mengunyah roti dengan susu yang banyak


"ihhh" Adila menghentakkan kakinya ke lantai


"Hei" zaffran memegang perut Adila dengan cepat "Hati-hati kau bisa mencelakakan nya"


Adila pun duduk dengan wajah cemberut nya


"Ada apa lagi?" tanya zaffran sambil mengambil nasi


"Apa kamu sudah makan Adila?" tanya zaffran lagi yang masih tak ada jawaban


"Adila...." zaffran kembali bertanya pada wajah Adila yang ditekuk


Zaffran pun menghela nafas panjangnya "Disaat aku ingin santai-santai dan istriku malah menjadi baperan seperti ini!!! sungguh merepotkan sekali kamu nak!!! semoga ini tak berlangsung lama" zaffran berjalan ke arah Adila dan mencium kening Adila


"Apa benar?" tanya Adila mengelap bibirnya


"Sudah tak apa, cium saja lagi aku tak akan menolaknya" zaffran memberikan pipinya


"Cepat makan!! kau ini malah meminta ku mencium mu!! apa kau tidak malu? ada bibi disini!" jawab Adila dengan suara tegasnya membuat zaffran menelan ludah nya dan kembali ke kursinya


"Tenang saja nyonya bibi sedang repot membersihkan dapur kok tidak liat" jawab bibi dengan senyuman lebar nya yang dibalas senyuman lebar lagi oleh Adila


Sedangkan zaffran hanya memakan makanan nya dengan cepat dan sesekali menoleh pada Adila dengan kesalnya


Setelah jam menunjukkan pukul delapan zaffran pun mencium kening Adila yang berdiri didepan pintu mengantar nya yang hendak ke kantor


"Jangan lupa minum susu dan makan vitamin jangan biarkan dia kelaparan dan kelelahan jangan keluyuran kemana mana ingat!!!" zaffran memberikan ibu telunjuk nya di hidung Adila yang dijawab anggukan oleh adila


Setelah zaffran pergi Adila pun kembali menginjak kan kaki ke tangga tiba-tiba sebuah ketukan datang dari pintu Adila menghela nafas dan berjalan ke pintu "Kenapa dia ceroboh sekali si!!! apa lagi yang tertinggal?" gerutu Adila yang harus membuka pintu karena bibi sedang belanja


"Krekk" pintu terbuka

__ADS_1


Seorang lelaki dengan tubuh tinggi kekar berbaju hitam sedikit ketat dan celana birunya wajah nya sangat tampan dengan hidung mancung mata sipit dan kulit putih


"Selamat pagi nyonya, maaf menganggu" ucap satpam membuyarkan tatapan Adila pada lelaki yang berdiri disamping satpam


"Iya pak" jawab Adila menoleh satpam dengan canggung


"Ini adalah tuan Dawan nyonya, chef untuk nyonya dari tuan zaffran" ucap satpam dengan sopan


"Saya chef dawan bu, pasti ibu Adila ya?" chef dawan memberikan senyuman manisnya yang membuat Adila terpesona dan tersenyum lebar


"Iya benar saya Adila, masuk. terimakasih ya pak"


Chef dawan masuk dengan sebuah ransel kecil


"Ini dapur nya ya Bu?" tanya chef dawan yang melihat dapur yang tertata rapih


"Iya itu dapur nya, panggil Adila saja ya jangan Bu. saya belum setua itu kok"


"Baik hmm Adila" jawab chef dengan gugup tanpa ia sangkah istri dari bos nya sangat cantik dan terlihat muda


"Kamu chef untuk ku kan? bagaimana kalau coba buatkan cemilan pagi untuk ibu hamil" Adila usul dengan girang


Karena chef dawan memang bekerja. maka, ia harus memenuhi permintaan Adila bilang memang itu tak akan ada masalah dengan janinnya


"Kalau boleh tau apakah ibu sudah sarapan dan sudah memakan apa saja?"


"Kok ibu lagi sih?" Adila memonyongkan bibirnya


"Maaf Bu maaf, eh Adila maksud saya" chef dawan dengan rasa bersalah karena membuat Adila memangku wajahnya dan takut jika ia malah akan dimarahi oleh zaffran karena berani membuta istrinya bersedih


"Awas jangan lupa, Adila!!!!"


"Baik Adila"


"Aku tadi.... makan bubur cuma tiga sendok. terus roti tawar gak tau berapa banyak udah minum susu hamil sama vitamin" jawab Adila sambil mengingat apa saja yang sudah ia makan pagi ini


"Baik kalau begitu saya akan buatkan kamu makanan dengan campuran rumput laut? apa kamu suka rumput laut?"


Adila mengangguk dengan cepat


"Eh aduh emmm Adila apa tidak sebaiknya saya memanggil Adila ibu, supaya lebih sopan. saya seperti tak sopan bicara pada istri bos saya sendiri kalau bicara aku kamu seperti ini" chef dawan menundukkan kepalanya, terlihat dari wajah nya ia seperti seumuran zaffran namun ototnya sudah seperti olahragawan

__ADS_1


"Tidak apa-apa, lagian disini suamiku membayar mu untuk bekerja padaku jadi patuhlah!!!" ucap Adila berkacak pinggang


Chef dawan pun hanya tersenyum dan mencuci tangannya bersiap masak


__ADS_2