Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
penjelasan pada zaffran


__ADS_3

Bibi mengantar Adila ke kamarnya, bunga dan kertas itu dimasukan kembali ke dalam jinjingan itu yang juga dibawa oleh bibi , bibi masih mengelus rambut Adila sambil duduk disampingnya. Adila kini sudah mulai tenang dan menarik nafas panjangnya


"Adila baik-baik saja bi" ucap Adila memegang paha kiri bibi


"Cerita kan nyonya, nyonya kan sedang hamil tak baik disimpan sendirian" bibi mencoba melepaskan beban pikiran Adila


"Bibi baca saja kertas di tas itu" tunjuk Adila, bibi pun membukanya dan mulai membaca. ia yang tau bahwa memang dulu Adila pernah dekat dengan pak revlan paham tentang apa yang terjadi


"Saran bibi, nyonya tak usah pikirkan ini. nyonya kan dan tuan sudah memulai kembali semuanya bahkan tuan sangat menyayangi dan mencintai nyonya, tidak akan terjadi sesuatu tenanglah"


"Aku cuma takut dia nyakitin aku, dan anak yang dikandung ku kenapa napa bi" ucap Adila mengelus perutnya


"Makanya tuan kan sering mewanti-wanti nyonya agar tak pernah pergi sendiri mungkin dengan ini nyonya akan paham maksud tuan ya" bibi berusaha memberikan nasihat nya


"Iya bi Adila juga tak mau pergi sendirian Adila takut" Adila memeluk bibi dengan penuh rasa takutnya


"Tak usah takut nyonya, oh iya sebaiknya nyonya ceritakan semuanya pada tuan ya agar nyonya lebih aman juga"


"Baik bi" jawab Adila yang masih memeluknya erat


..............


Jam kantor sudah menunjukkan waktu pulang namun zaffran dan Bu Rani masih menyibukkan dirinya untuk proses pengiriman barang ini berjalan lancar karena lusa sudah harus dikirim namun pegawai lain sudah kembali ke rumahnya dan Bu Rani sudah memberitahu untuk para pegawai datang ke rumah zaffran dengan konsep tema berwarna abu-abu


Seperti pegawa lain Ghea pun sudah sampai dirumahnya karena ia merasa pakaian nya tidak ada yang cocok akhirnya ia memutuskan pergi ke sebuah toko pakaian yang ada dipinggir jalan tak jauh dari kontrakan nya, Ghea membeli gaun abu-abu selutut dengan tangan yang hanya sebahu


"Pasti aku akan cantik sekali memakai ini" ucap Ghea menatap tubuhnya dicermin "Walaupun harganya murah tapi ini tidak seperti murahan akh aku tidak akan malu"


Ghea kini menyiapkan dirinya untuk pergi ke rumah Adila mulai dari memakai masker wajah agar terlihat lebih cantik nanti malam menyiapkan tas serta sepatu karena ia tau tamu yang diundang bukanlah orang susah jadi ia harus bisa menyesuaikan diri


"Triling.."


Pesan WhatsApp datang dari Deri


"RESEPSIONIS AKU KE RUMAHMU JAM BERAPA? KAU PASTI SEKARANG SEDANG REPOT MASAK KAN?"

__ADS_1


Ghea yang membaca nya bingung dan keheranan maksud dari pesan deri apa , ia pun merasa dirinya tdak sibuk masak karena ia sehabis beli pakaian sekalian beli soto dan sudah menyantap nya sejak tadi


"Maksudnya apa?" balas Ghea


"KAU KAN MENJANJIKAN KU UNTUK MAKAN MALAM DIRUMAHMU, MENGGANTIKAN JANJI MAKAN SIANG KITA TADI SIANG YANG KAU BATALKAN"


Ghea pun melotot menatap layar ponselnya ia baru ingat ia memang berjanji akan hal itu "Aduh aku lupa, kenapa aku seceroboh ini" Ghea menepuk keningnya


"Aku tak bisa malam ini aku harus ke acara Adila maaf ya" balas Ghea dengan segera ia mematikan daya handphonenya agar ia terhindar dari deri, lagian Ghea juga sudah janjian dengan nesa untuk pergi bersama jadi nesa pasti langsung ke rumahnya


............


"Ya sudah bu silahkan pulang sudah jam lima ini" ucap zaffran membenahi mapnya


"Syukurlah selesai, saya keluar ya pak" ucap Bu Rani beranjak dari kursi tamu zaffran


Zaffran pun keluar dengan lari kecil "Jangan lupa nanti malam ke rumah saya sama keluarga sekalian" ucap zaffran menepuk pundak sekuriti yang berjaga


"Siap pak" jawab sekuriti itu dengan senyuman lebarnya


"Maaf tuan saya tidak tau kalau tuan sudah pulang" salah seorang supir menghampiri dengan wajah pucat nya karena zaffran begitu kencang mengendari mobil


"Tak apa pak, lanjutkan saja bantu yang lain" jawab zaffran yang kemudian tersenyum dan pergi


"Baru pulang tuan" sapa seorang pegawai yang dijawab anggukan oleh zaffran


"Bi masak apa?" tanya zaffran bertanya pada bibi dengan wajah berseri-seri nya


"Masak kari ayam kesukaan tuan, mau?" tanya bibi yang sedang mematikan kompor


"Mau dong, nanti siapin ya Bi terus bawa ke kamar sekalian makanan yang dibikin chef buat adila"


"Oke tuan"


"Adila ada diatas kan ?"

__ADS_1


"Tuan sebentar" bibi menghentikan langkah zaffran yang hendak ke melangkah ke tangga


Bibi menceritakan semua kejadian tadi tentang revlan, bukan karena lancang tapi ia takut zaffran tak bisa mengontrol emosi nya dan malah berbicara yang tidak-tidak atau bahkan menuduh nyonya juga masih berhubungan ia tak mau masalah tuan dan nyonya nya itu kembali memanas


Setelah mendengar semuanya zaffran yang paham maksud bibi agar dia berusaha menenangkan Adila pun mengangguk "Terimakasih bi" zaffran tersenyum dan berjalan menaiki anak tangga dengan gontai yang tadinya semangat kini melemas


"Krek" pintu terbuka


Terlihat Adila sendang menonton televisi dan memakan buah


"Mas" panggil Adila melambaikan tangannya zaffran tersenyum manis dan mencium kening Adila


Adila diam dan menceritakan semua kejadian tadi siang padanya zaffran mendengarkan cerita Adila dengan tenang sambil terus mengusap lembut kepala nya. Adila lalu memberikan tas yang berisi bunga dan kertas itu zaffran pun membacanya dengan santai tanpa ada kemarahan padahal Adila panik takut zaffran berpikir sesuatu yang aneh tentang nya


"Aku benar-benar tak pernah berhubungan lagi dengan nya mas, aku bahkan dari dulu hanya menganggap nya seorang sahabat tapi ternyata dia menganggap ku lebih. aku benar-benar tak tau mau bilang apa agar kau percaya padaku" ucap Adila memegang erat tangan zaffran


Zaffran tersenyum dan mengambil tas itu lalu dibuangnya ke tong sampah


"Sudahlah jangan dipikirkan aku percaya padamu, jangan dipusingkan ya sayang" zaffran menenangkan Adila padahal hatinya kacau ia takut revlan melakukan segala cara untuk mendapatkan Adila apalagi setelah membaca surat dari revlan


"Permisi" bibi mengetuk pintu membawa nampan berisi makanan zaffran dan Adila


"Ini silahkan tuan, nyonya" bibi menyusunnya dimeja


"Terimakasih Bi, oh iya pegawai yang bekerja biar pada makan dulu" ucap Adila


"Sudah nyonya tadi kami semua sudah makan" jawab bibi kemudian pergi


"Aku makan dulu deh baru mandi" ucap zaffran yang mulai menyantap lahap masakan bibi


"Tumben mas pulangnya telat?"


"Iya sekalian nyelesain berkas buat pengiriman barang"


"Ohh begitu, aku sudah siapkan pakaian kita loh abu-abu semuanya"

__ADS_1


"Sesuai permintaan tuan putri" jawab zaffran menggoda Adila


__ADS_2