
Adila sebenarnya ingin masuk kedalam tapi ia malas dengan zaffran
"Huzzzz Hhhhhhhhh" Adila mulai kedinginan
Zaffran keluar dengan sebuah selimut dan memberikannya pada Adila tanpa berbicara
"Apa?" tanya Adila pada zaffran
"Kalo kamu gak mau ke dalem dan masih pengen diluar, pake ini" jawab zaffran tanpa menengok ke arah Adila
Adila memalingkan wajahnya tak mengambil selimut yang diberi zaffran
Zaffran akhirnya menengok ke Adila dan memakaikannya selimut
"Ihhh" Adila menepis tangan zaffran dan membuat selimut nya terjatuh ke lantai
Adila bangun dari duduknya dengan wajah marah pada suami itu
"Aku bilang jangan sentuh aku" teriak Adila
"Kamu itu istri aku! wajar saja aku menyentuh kamu" balas teriakan zaffran
"Wajar karena aku istri kamu? lalu perempuan diluar sana yang kamu sentuh juga apa itu juga istri kamu?"
Zaffran mengepalkan tangan kanannya sambil bernafas tak menentu
Adila mendorong tubuh zaffran dan ia masuk ke kamar tamu
Zaffran kini duduk di kursinya dan menghubungi nomor Aldi
"Aldi siapin perempuan di bar, gue nanti kesitu"
Kini zaffran naik ke atas kamar dan mencari Adila yang tak ada dikamar "Kemana dia?" gumam zaffran
Zaffran melihat pintu kamar tamu yang sedikit terbuka ia membuka pintu itu sedikit lebar terlihat lah Adila yang sedang berbaring ditempat tidur
Zaffran masuk ke kamarnya sendiri dan pergi membersihkan diri
Rumah aldi.
Aldi terlihat sedang duduk dirumahnya dan ia sudah memutuskan setelah uang penjualan bar milik zaffran laku ia akan membuka restoran
Dari mulai harga bahan bangunan yang akan dibuat, apa saja makanan yang akan ada di menu dan berapa ia akan menggaji chef dan pelayan
Ia terlihat sangat senang karena dengan begitu ia punya usaha sendiri
Tika menghampiri Aldi
"Ka lagi apa?" tanya tika duduk disamping Aldi
"Lagi buat rancangan nanti gue bakal buat restoran"
"Wah..serius ka?"
"Iyah, eh tik tumben lu pake baju kaya gini" tanya Aldi melihat Tika memakai baju lengan se siku dan celana legging panjang nya
"Hehehe" Tika hanya tersenyum tanpa menjawab
Kini Aldi menghubungi Aliya
"Sayang" sapa Aldi
Jadi satu hari lalu Aldi dan Aliya berpacaran
ADA APA
"Malam nanti ke bar ajak temen kamu buat nemenin bos zaffran"
OKE SAYANG
Telepon itu pun ditutup kini aldi berdiri hendak masuk ke dalam rumah
__ADS_1
"Bukannya ada kak Adila kenapa kak zaffran masih mau ditemenin orang bar?" tanya polos Tika
"Urusan anak gede" jawab Aldi dan pergi
Rumah zaffran.
Terlihat mamah turun dari mobil yang sengaja datang untuk menjenguk Adila yang katanya tengah sakit diberitahu oleh bibi
"Bi, Adila mana?" tanya mamah pada bibi yang sedang membuat makanan
"Sepertinya dikamar nyonya, kebetulan bibi baru datang lagi barusan"
"Oh yaudah saya ke atas" kata mamah berjalan menaiki anak tangga
Mamah membuka pintu kamar zaffran , terlihat zaffran baru saja habis mandi dan mengenakan pakaian
"Loh Adila mana?" tanya mamah pada zaffran yang melihat Adila tak ada di kasur
"Adila dikamar sebelah" jawab zaffran santai sambil mengusap-usap rambut di kepalanya menggunakan handuk
"Kenapa Adila tidur disana?" tanya mamah yang langsung pergi dari kamar zaffran dan berjalan ke kamar tamu
"Krek...
Mamah membuka pintu , Adila masih dengan berbaring
Mamah memegang kening Adila yang terasa hangat ditangannya
Adila membuka mata , zaffran ikut masuk ke kamar tamu
"Kamu demam?" tanya mamah
"Adila cuma kecapean saja mah" jawab Adila yang memegang keningnya juga
"Kamu kenapa tidur disini?" tanya mamah sambil menatap mata Zaffran
"Adila tadi habis membersihkan kamar ini karena beberapa hari lalu kan Ghea teman Adila menginap dan lupa Adila untuk membersihkannya" jawab Adila santai
Adila kini menunduk kan wajahnya
"Zaffran panggil dokter Ilham" perintah mamah
"Jangan mah jangan, Adila mohon Adila baik-baik saja" kata Adila memegang tangan mertua nya itu
"Baiklah, kalau begitu pindah ke kamar suamimu" suruh mamah
Adila mengangguk
Adila berjalan ke kamar suaminya sendirian
Mamah dan zaffran menatap punggung Adila yang semakin tak terlihat
"Kamu minta air hangat sana ke bibi, lalu kompres istrimu"
Mamah langsung kembali turun dari tangga ia mengetahui bahwa anak dan menantu nya sedang bertengkar
Zaffran turun ke bawah "Bi siapin air untuk mengompres Adila"
Bibi segera menyiapkan nya dan naik ke tangga
"Bi saya aja" akhirnya bibi memberikan air kompresan pada zaffran
Zaffran naik ke tangga dan membuka pintu terlihat Adila masih tiduran dengan selimut yang menutupi semua badan nya kecuali wajah
Zaffran duduk ditepi kamar samping adila dan langsung menaro kompresan pada kening Adila
"Hhhh" Adila terlihat bergumam
Zaffran menyentuh leher Adila yang panas
"Aku panggilkan dokter Ilham" kata zaffran bangun
__ADS_1
"Jangan" teriak Adila
Tanpa ingin bertengkar zaffran pun tak jadi memanggil dokter Ilham
Kini zaffran turun karena merasa perutnya lapar
Ia memakan masakan bibi
"Tuan apa nyonya ingin makanannya dibawa ke atas?" tanya bibi
Zaffran mengangguk
"Mau tuan yang membawanya atau bibi?"
"Bibi saja" kata zaffran tak berhenti makan
Bibi naik ke kamar Adila terlihat Adila baru selesai berganti baju tidur
"Bagaimana keadaan nyonya?" tanya bibi
"Sudah lebih baik bi" jawab Adila duduk di sofa
"Ini bibi bawakan makanan" kata bibi menunjukkan tangannya yang berisi piring dan memegang gelas
"Sini bi" pinta Adila
Bibi menghampiri nya dan duduk di sofa
"Suapin Adila bi" kata Adila pinta ke bibi
"Manja ya" kata bibi memegang hidung nyonya muda rumah zaffran
Kini bibi mulai menyuapi Adila
"Enak nyonya?" tanya bibi
"Enak bi" jawab Adila tersenyum
Tak lama "Krek" pintu terbuka lebar
zaffran masuk dengan kasar lalu mengambil jaket, dompet dan kunci mobil
Ia pergi dari rumah tanpa pamit sedikit pun
"Tuan mau kemana nyonya?" tanya bibi
Adila lari dengan kencang mengejar langkah kaki zaffran, ia membuka gorden melihat mobil zaffran kini sudah berjalan keluar gerbang
ia kemudian duduk di meja makan "Mau kemana dia?" pikir Adila
Adila kini melipat kedua tangannya dan memejamkan mata
"Apa aku bodoh masih mempertahankan rumah tangga yang sudah tak sehat ini?"
Bibi datang dengan segera "Nyonya, ada apa?"
"Tidak bi" Adila membuka mata dan menyenderkan kepalanya di penyangga kursi
"Ayo nya makan lagi bibi suapi"
"Adila Kenyang bi" tolak Adila
"Barus sedikit nyonya makan masa sudah kenyang"
"Bener bi Adila kenyang"
"Kalau begitu bibi mau pulang ya non" izin bibi pada Adila
"Iya hati-hati bi"
Zaffran yang memang sudah bilang ia akan ke bar, benar-benar datang ke bar dengan senyuman lebar
__ADS_1