
Adila kini telah sampai di depan rumah, ia menghentikan mobilnya dan menyuruh seorang supir agar memasukan nya ke garasi.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah duduk disofa sambil mengehela nafas panjang "Hhhhhhh"
"Cape banget perasaan" eluh adila sambil memeluk sebuah bantal berbentuk kotak
"Ada-ada aja kita, sampe jadi agen detektif seharian. taunya cuma salah sangka" ucap ghea sambil menggelengkan kepalanya
"Terlalu parno aku ya ghe?" ujarnya "harusnya aku lebih bisa percaya sama dia" sambungnya sambil menyenderkan kepalanya di penyangga sofa.
Sedangkan zaffran kini terlihat berdiri di pinggir jalan tengok kanan tengok kiri, lalu ia membalikan badannya dan menghampiri aldi "kerja bagus" ujarnya sambil menepuk pundak aldi
Aldi tersenyum puas "untung aja gue liat istri lo ada didalem mobil coba kalo enggak, kelar idup lo"
"Mata lo tajem juga di" puji zaffran
"Tajem lah kalo buat liat perempuan secantik adila"
"Breng*ek" maki zaffran
"Untung gue kepikiran buat whatsapp lo ya bos"
"Bagus-bagus jarang-jarang otak lo dipake" kata zaffran sambil duduk lagi dikursi tadi
Ternyata ketika zaffran datang lalu aldi menghampirinya, aldi melihat mobil putih milik zaffran terparkir diluar, karena aldi mengenal zaffran cukup lama, jadi ia tau mobil mobil yang pernah zaffran gunakan.
Ia coba memperhatikan orang didalamnya , ia pun cukup kaget melihat adila lah yang berada didalam mobil, tapi ia tak mungkin bicara langsung dan membuat zaffran menengok ke belakang yang akhirnya malam membuat adila jadi makin penasaran. jadi, aldi memutuskan mengirimkan pesan pada zaffran dan bilang
"Bos, adila kayanya ngikutin lo deh. sekarang dia ada di sebrang jalan depan kamar sewa. bawa mobil putih punya lo, jangan nengok bos. berlaga biasa aja, jual mahal kalau bisa haha"
Pesan itu dibaca oleh zaffran, zaffran lalu melihat aldi. aldi mengangguk-nganguk meng iya kan kode dari zaffran.
Makanya tadi zaffran seolah tak sudi dipegang perempuan lain, kini seorang wanita berpakaian hitam datang dengan celana jeans pendek ketatnya ia datang berlenggak-lenggok ke arah zaffran sambil membawa b*r dua botol.
"Hallo, kamu pasti aliya ya?" zaffran bangun dari duduknya mencium pipi kanan dan kiri perempuan itu
Mungkin ini maksud satpam tadi siang berbaju hitam.
Perempuan itu tersenyum lalu duduk dipaha kiri zaffran dan zaffran memeluk nya dari belakang, ia memberikan botol b*r pada zaffran, zaffran dengan rakus meminumnya.
Tak lama seorang perempuan lain datang dengan membawa kunci kamar
"Bos besar masa gak pernah mau masuk kamar?" ucap perempuan itu sambil berjongkok dihadapan zaffran dan aliya yang masih duduk dipahanya
Zaffran menarik lengan kiri perempuan tadi dan merangkul pinggangnya "aku gak suka di kamar, temenin disini aja"
__ADS_1
Perempuan itu tersenyum manis pada zaffran lalu pergi menghampiri aldi, dan aldi mana mungkin menolaknya ia menggandeng perempuan tadi untuk pergi ke kamar.
"Sayang kita gak maen nih? disini aja?" tanya aliya manja pada zaffran
Zaffran mencium punggung tangan aliya "disini aja ya" ujarnya
Aliyah mengangguk dan terus meminum b*r yang dibawanya sampai akhirnya b*r itu tumpah ke pakaian zaffran
"Ah..." zaffran berteriak dan segera bangun dari duduknya
"Maaf...maaf" aliya mengusap pakaian zaffran yang basar
Zaffran menepis tangan aliya dengan kasar "bukan masalah basahnya, tapi kalo pulang keadaan kaya gini, gimana sama adila" bentak zaffran
"yaudah lah gapapa" zaffran kembali duduk di kursi
"Kamu marah sama aku?" tanya aliya sambil memegang lengan zaffran
"Enggak kok" jawab zaffran sambil tersenyum
"Kedalem yuk sayang" ajak aliya menarik tangan kiri zaffran
Adila dan ghea sedang asik menonton film horor yang diputarnya
"Sana, aku juga ambilin ya" suruh adila
"Oke nyonya muda ku" goda ghea
Tak lama ghea datang dengan dua selimut dan memberikannya pada adila
Mereka saling berbaring disofa yang besar
"Tak...tak..." jam dirumah berbunyi sangat bising sudah menunjukkan pukul 21.32
Kini ghea dan adila malah tertidur bersama di sofa itu dengan film horor yang masih menyala dengan keadaan lampu sudah dimatikan.
Zaffran keluar dari bar dengan keadaan cukup mabuk namun ia masih bisa mengontrol diri, aldi yang dari tadi duduk dikursi sambil ditemani banyak perempuan lari ke arah zaffran
"Bos mau pulang?" tanya aldi
"Iya udah mau jam sepuluh" jawab zaffran
"Baju Lo kenapa?" tanya Aldi yang melihat baju zaffran masih sedikit basah
"Kena minuman, nanti gue mau beli baju dulu di luar"
__ADS_1
"Yaudah bos ati-ati" kata aldi menepuk pundak bos nya itu
Zaffran mengeluarkan dompet mengambil uang lembaran seratus ribu entah berapa. ia mengambilnya dan memberikan nya pada aldi "gue cabut" katanya
Setelah sekitar setengah jam karena jam tangannya sudah menunjukan pukul 22.00 ia berhenti dan turun disebuah toko pakaian dan masuk memilih baju untuk dipakai nya pulang.
Ia kini memakai pakaian berwarna merah dan baju putih yang basah itu ia buang ke tong sampah dipinggir toko pakaian tadi, ia segera masuk kembali ke mobil dan bergegas pergi.
akhirnya ia pun sampai di rumah, gerbang terbuka lebar ia memarkir kan mobilnya di depan rumah.
Ia melambaikan tangan nya pada satpam karena supir tak terlihat lalu menunjuk mobil nya, mengkode agar mobilnya di masukan ke garasi.
Ia melihat ruangan bawah gelap dengan televisi yang hidup, ia berjalan ke sofa melihat adila dan ghea telah terlelap.
Ia mendekat ke arah adila dan mengelus rambut Istrinya itu, tak lama ia mendekat ke arah ghea dan malah mengelus pipi kanan ghea dengan lembut hingga membuat ghea terbangun.
zaffran langsung memalingkan wajahnya dan memegang tangan adila dengan segera "sayang" ujarnya
Ghea bangun dan duduk sambil melihat ke arah zaffran, zaffran menatap wajah ghea sesaat sambil tersenyum manis dan menaikan kedua alisnya.
Ghea masih terdiam melihat wajah zaffran dengan bingung
Adila pun bangun dari tidurnya "mas? kamu udah pulang?" kata adila sambil duduk
"Udah dong, kamu mau tidur disini aja nih gak mau ke atas?" tanya zaffran sambil menatap layar televisi
"Hehe mau tidur diatas lah" jawab adila
"Kok malah pada tidur disini?"
"Lagi liat film horor eh ngantuk, ketiduran deh"
"Dasar" zaffran mencubit hidung adila pelan
Zaffran menggendong adila naik ke atas kamarnya
Adila menjerit kecil "aaa, mas apa-apa an si?"
"Ghea duluan ya" kata zaffran sambil tersenyum
Mereka naik meninggalkan ghea di ruang tengah
"Perasaan aku aja atau emang zaffran pegang wajah aku tadi?" pikir ghea masih dengan selimut tebal yang membalut tubuhnya
tak lama ia bangun mematikan televisi dan masuk ke dalam kamar nya
__ADS_1