
Deri sekarang menyuruh pihak perusahaan di bagian keuangan, untuk mengganti semua kerugian pada perusahaan zaffran walaupun itu bisa membuat perusahaan nya bangkrut.
"Apakah bapak serius menyuruh staf keuangan, sebesar itu?" tanya sekertaris revlan diujung telepon
"Iya, itu belum seberapa. kita cuma mengembalikan uang yang kita terima dari pembelian dan keuntungan" jawab deri
"Baik pak saya akan segera konfirmasi setelah uang itu diterima"
Deri pun mematikan teleponnya ia berbaring di tempat tidur sambil tersenyum ke atas
"Langkah kecil, semoga hasil besar. ini demi ghea, bukan bang revlan yang gak punya hati itu" ucap deri sembari memejamkan matanya
Rumah zaffran.
Adila dan zaffran sedang berbaring sambil saling menatap, zaffran terus mengelus perut adila
"Sayang"
"Hm?" tanya zaffran sambil menaikkan alisnya
"Aku tadi ketemu teman kamu"
"Temen aku? siapa?" tanya zaffran mengerutkan keningnya
"Mia, kamu punya temen yang namanya Mia?"
"Mia? mia? mia yang mana ya?"
"Kamu gak punya temen namanya mia? temen sekolah mungkin?" tanya adila mulai panik
"Kayanya gak ada, tapi apa aku lupa ya, ada apa emang?"
"Gak ada apa-apa" jawab adila sambil tersenyum
"Bohong" goda zaffran sambil memainkan matanya
"Bener"
"Jujur sayang"
"Aku tadi siang pergi ke mall, terus aku ketemu perempuan namanya mia. katanya temen kamu"
"Dia tau kamu istri aku?" tanya zaffran
"Iya dia tau"
"Kalau dia ngaku temen aku dan dia tau kamu, pastinya dia datang ke acara pernikahan kita"
"Bisa jadi"
"Tapi kayanya aku gak kenal, siapa mia ya?"
__ADS_1
"Jangan-jangan dia orang jahat lagi?" pikir adila
"Tapi tenang aja, aku bakal suruh para bodyguard itu buat cari tau. yang namanya mia itu, pastinya kan dia masih inget wajahnya" sambung zaffran sambil bangkit dan berjalan ke arah pintu
"Mampus aku" gumam adila dan berlari kecil menghalangi langkah kaki zaffran "Gak usah mas"
"Kenapa? aku penasaran juga mia siapa" jawab zaffran
"Gak papa, udah malem bodyguard itu juga pasti udah pulang"
"Enggak, kamu lupa? aku kan udah nyuruh mereka untuk tidur di sini juga semenjak revlan ditangkap polisi" jawab zaffran sambil menyelidik
"Hah? iya si, tapi kan kasian masa dibangunin"
"Baru jam segini, paling mereka di post satpam"
"Tapi kan katanya kamu cape? tidur ayo" ucap adila menggandeng lengan zaffran
"Sayang" zaffran menatap mata adila dengan penuh penekanan "jangan bilang kamu pergi sendiri?"
"Ha? enggak, enggak mungkin. kan aku selalu diikutin sama mereka" jawab adila berusaha terlihat tenang
"Tadi siang pas makan di rumah mamah, mereka gak ada. terus kata satpam mamah nyuruh mereka tunggu kamu di rumah. sekarang kamu cerita, pergi ke mall siang tadi. pastinya setelah makan dong?"
"Hah? apaan si" jawab adila sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Jadi pertanyaan nya, kamu pulang dulu sebelum ke mall? atau, kamu langsung ke mall?" tanya zaffran menatap tajam pada adila
"Apa?" zaffran membelalakkan matanya "ceroboh banget si!!!"
Adila duduk di tepi kasur sambil menundukkan kepalanya sedangkan zaffran berdiri dihadapan adila sambil memarahinya
"Kamu tau kan? buat apa aku nyewa para bodyguard itu?"
"Harusnya kamu pergi sama mereka supaya aman dil!!!"
"Stop kaya gini!!! aku tau mungkin kamu risih. tapi gak dengan cara kamu malah ngebahayain anak kita"
"Tolong lah dil, jangan buat aku makin pusing. aku udah cukup pusing sama perusahaan, jangan bikin aku nambah pusing mikirin kamu dan anak kita yang jelas-jelas udah aku usahain jagain kamu"
Adila kini terisak tangis dengan semua kata-kata zaffran ia berdiri dan menatap zaffran "Aku salah, aku minta maaf" ucap adila sambil berjalan hendak ke kamar mandi
Namun, zaffran memeluknya erat "aku minta maaf"
"Aku tau, aku salah ngomong kaya gitu" sambungnya
"Aku cuma gak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa, aku harap ngerti"
"Kamu tau kan, aku punya banyak pesaing bisnis? enggak sedikit yang gak suka aku. aku cuma takut kamu kena imbasnya" zaffran mengelus-elus rambut adila dengan lembut , adila masih terisak di dada zaffran
"Kalo kamu gak mau pergi sama bodyguard itu, kamu bisa ngajak ghea atau nesa gak masalah. kalo emang aku gak bisa, tapi tolong jangan pergi sendirian"
__ADS_1
"Iya aku minta maaf mas" ucap adila sambil mengusap air matanya
"Aku sayang kamu, aku gak mau siapapun ganggu kamu. cuma itu"
Setelah adila mengerti ia pun membaringkan tubuhnya di tempat tidur , tak lupa zaffran mengirimkan pesan untuk cari siapa tau mia yang bertemu dengan adila di mall waktu itu.
esok pagi.
"Ini kan hari minggu, aku harus ketemu zaffran" ucap deri yang segera bergegas mandi lalu sarapan
"Deri? udah bangun?" kak sisil mengetuk pintu
Ia masuk dan menyiapkan makanan untuk deri
"Kak, aku mau ke rumah zaffran. kamu mau ikut?" tanya deri sambil menghampiri kak sisil
"Ikut, aku mau minta maaf sama istrinya zaffran itu" jawab kak sisil
"Bener ya kak? jangan buat masalah lagi!!" deri menunjuk wajah kak sisil dengan wajah tegasnya "kalo sampe kakak buat masalah lagi, kita gak bakal bisa ngebebasin bang revlan"
"Iya, aku juga tau kok. suami aku yang salah, bukan dia"
"Bagus kalo Kakak sadar, kasus bang revlan dua minggu lagi sidang. kalo sampe kita gak bisa bebasin bang revlan sebelum sidang, ya udah. kita harus tunggu sampe dia keluar" beritahu deri dengan penuh penekanan agar kak sisil paham dan mengerti apa yang sebaiknya dilakukan
Zaffran yang tengah menikmati sarapan bersama adila di meja makan tiba-tiba seorang bodyguard masuk
"Selamat pagi tuan, nyonya, maaf mengganggu" ucapnya sambil membungkukkan badan "diluar ada orang adik dan istrinya pak revlan"
"Hah?" adila langsung bangun dari duduknya
"Duduk adila" suruh zaffran sambil menoleh ke adila sebentar
"Iya" jawab adila duduk kembali
"Abisin makanannya, jangan mikirin mereka" ucap zaffran sambil terus makan
"Biarin aja mereka, oh iya gimana yang saya suruh semalem?" tanya zaffran
"Siang nanti, kita akan cek ke mall tuan. untuk mengetahui siapa yang telah bertemu dengan nyonya" jawab bodyguard itu
"Jadi zaffran nyuruh mereka nyari siapa mia?" pikir adila sambil menatap zaffran
"Bagus, pastiin juga siapa dia"
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi" ucap bodyguard itu membukukan badan dan pergi
"Mas kamu suruh mereka nyari tau mia?" tanya adila
"Iya lah, kalau dia emang temen aku ya bagus. tapi kalau dia orang yang mau ngajarin kamu gimana?" tanya zaffran menaikan alisnya
"Iya, tapi mas kan katanya ada adik sama istrinya revlan. apa gak sebaiknya kita temuin mereka?" tanya adila
__ADS_1
"Kamu gak liat aku lagi makan? kami juga kan lagi makan" jawab zaffran sambil berusaha menegaskan "abisin makanan kamu jangan bahas mereka" seolah olah begitu pikir adila