Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
mall part 2


__ADS_3

Deri yang sedang menatap jalanan tiba-tiba langsung melihat ke arah belakang karena handphone revlan kembali mengeluarkan suara bahwa pesan datang. sedangkan revlan masih tetap melihat ke depan dan sisil terus menggelendoti revlan


"Kenapa kamu?" tanya revlan pada Deri yang kembali menatap jalanan


"Enggak" jawab Deri menggaruk kepalanya "Apa aku salah denger" gumam deri


Tak lama revlan mengeluarkan handphone nya lagi, ia sadar bahwa ada pesan masuk tapi memang sengaja tidak langsung dibuka karena Sisil bisa curiga apalagi Deri pasti akan terus membuat nya pusing jika ada notif dan buru-buru dia buka.


"Adila" ucap revlan dengan pelan


Deri yang memang dari tadi memperhatikan lewat kaca di dalam mobil. memperhatikan gerak-gerik revlan yang mencurigakan bertanya dengan suara keras "Siapa bang?"


Membuat Sisil menoleh ke arah revlan menaikkan alisnya "Apa Yang siapa?" tanya Sisil. dengan segera revlan memasukan handphone nya kembali "Apa? Deri ini gak jelas" jawab revlan berusaha santai


"Itu loh bang, yang WhatsApp siapa? kok tadi mata nya kaya mau keluar? rekan kerja bukan yang batalin kontrak?" tanya Deri dengan senyum kemenangan nya


"Siapa yang WhatsApp?" tanya sisil Menatap tajam revlan "Cewek ya?"


"Bukan... Deri ngaco nih, orang notif aplikasi biasa" jawab revlan yang lumayan panik takut Sisil meminta handphone nya karena pesan-pesan belum dihapus apalagi pesan Adila yang tadi ia belum sempat membacanya


"Coba...."


"Ahh sampe, kamu mau belanja apa?" potong revlan dengan mengelus rambut Sisil


"Apa aja pokonya" jawab Sisil yang kemudian turun. revlan mengelus dadanya. sedangkan Deri melihat ke arah revlan yang panik "Gimana?" tanya Deri.


"Awas kamu ya!!!" revlan menunjuk Deri penuh kemarahan. Deri turun dengan segera "Aku benar-benar rugi mengajak nya ke Jakarta"


Revlan pun membuka WhatsApp Adila "AKU DILANTAI DUA, KALAU KAMU UDAH DATANG CHAT YA"


"Kenapa harus ke mall yang sama si, benar-benar sisil tak mau ke mall yang agak jauh dikit. siyalan" gerutu revlan didalam mobil sendirian


"Sayang" Sisil kembali membuka pintu menongolkan kepalanya


"Iya sayang" jawab revlan yang kemudian turun dengan segera dari mobil


"Kita beli makanan aja" ajak revlan dilantai satu


"Aku mau beli baju mas ada dilantai mana" jawab Sisil. revlan yang tau Pakaian ada dilantai dua terlihat cemas "Dilantai dua Tapi aku ... pengen nyobain minuman itu" revlan asal menunjuk makanan


"Itu makanan loh bang bukan minuman" saut Deri dari belakang yang tau bahwa abangnya itu terlihat panik


"Ayo" revlan menarik tangan sisil. sedangkan Deri berjalan kesana kemarin yang tak jauh dari pandangan revlan ia sengaja berjalan karena penasaran teman yang seperti apa yang akan ditemui revlan apa kah resepsionis itu

__ADS_1


"Seperti nya tak ada orang yang kenal pada revlan, semua nya nampak acuh" ucap Deri


"Deri kamu gak beli" ucap sisil. Deri Menggeleng kan kepalanya "Ayo kak katanya mau beli baju, aku juga mau" ucap Deri yang langsung melihat ke wajah revlan yang tadi Panik


"Ke lantai tiga aja mending beli make up" usul revlan yang membuat Deri makin curiga "Ada apa dilantai dua? kenapa seperti nya dia berusaha melewati lantai dua" gumam Deri dalam pikirannya


"Iya ya make up aku juga kan gak bawa banyak kesini" pikir Sisil


"Nah kan makanya ayo" revlan menggenggam tangan sisil


"Tapi kak, mending beli pakaian dulu terus baru beli make up gimana?" usul Deri yang dijawab anggukan oleh sisil


"Siyalan kau deri, semoga Adila kamu tidak ada di sana" doa revlan penuh harap berjalan di eskalator


Setelah sampai muka revlan lebih pucat ia bahkan melepaskan tangan sisil "Sisil...Sisil ini" revlan memberikan dompet pada sisil. tanpa pikir panjang Sisil menerima nya dengan senang hati "Makasih" ucap Sisil langsung berlari ke salah satu tempat Pakaian


Revlan mengehentikan langkahnya didepan pintu kaca "Aku tunggu sini" teriak revlan pada Sisil. ia sengaja tak ikut masuk supaya lebih bisa mengontrol jika tiba-tiba Adila datang, ia bisa sembunyi atau menghampiri nya lebih dulu. Deri yang berdiri juga dibelakang revlan terus seperti detektif yang mengawasi kakaknya itu


"Kamu ngapain disini? katanya mau beli baju?" tanya revlan yang lupa bahwa Deri ada dibelakang nya


"Nanti" jawab Deri cuek


"Sana belanja, pakai uangku" jawab revlan yang berharap Deri mau. tapi Deri malah Menggeleng kan kepalanya "Aku juga punya uang" jawab Deri menepuk sakunya


"Deri... ingin sekali aku pukul kepalamu!!!!" gerutu revlan dalam hatinya


"Pasti ada yang di sembunyiin ini, aku yakin" gumam Deri dalam hatinya


Revlan berjalan kembali ke depan toko tadi, saat Deri hendak berbalik matanya tertuju pada tiga perempuan yang sedang tertawa "Itu kan resepsionis itu" pikir deri


"Bang, aku cari baju deh disini" ucap deri berlari masuk ke dalam toko kaca disebelah toko tadi


"Baguslah, Deri cari baju Sisil juga sibuk. aku harus menghubungi adila"


Deri berlari dan pura-pura memilih-milih pakaian sambil terus menatap Ghea yang ia curigai sebagai pacar revlan


"Ghea baju oren ini bagus" ucap Adila mengambil nya dan menempelkan ke tubuh Ghea


"Masa sih?" ucap ghea dan langsung mengambilnya


"Kamu punya uang gak, kalau gak ada pakai uang ku dulu. nanti baru ganti" ucap Adila melihat belanjaan Ghea yang cukup banyak


"Gak usah, aku kemarin jual kalung sama cincing ku jadi aku ada uang, aku sengaja mau buat beli pakaian untuk kerja. nanti kalau ada gaji aku kan bisa nabung lagi buat beli lagi" jawab Ghea tersenyum

__ADS_1


"Aku bayar dulu deh, kalian mau ikut?" tanya Ghea berjalan duluan. nesa dan Adila Menggeleng kepalanya dan sibuk memilih pakaian


Deri yang melihat Ghea berjalan ke arah kasir segera berlari "Bruk..."


"Aw" Ghea sedikit berteriak namun karena suara yang memang tak cempreng seperti nesa . Adila dan nesa yang berada aga jauh masih sibuk memilih-milih pakaian


"Maaf-maaf" ucap Deri yang membawakan pakain Ghea


"Kamu bukannya?" Adila menunjuk Deri yang ingat pada saat dikantor


"Iya" Deri menggaruk kepalanya "Ayo aku bantu ke kasir" ucap deri duluan yang disusul langkah kaki Ghea. sebenarnya Deri sengaja menabrak kan badan nya pada Ghea supaya bisa lebih cepat mengetahui apa yang sebenarnya disembunyikan revlan


"Makasih" ucap Ghea setelah sampai kasir


"Aku bayarin aja gimana? uang permintaan maaf juga"ucap Deri lembut


"Gak usah makasih" jawab Ghea


Setelah dibayar dan Ghea kini menenteng belanjaan


"Kenapa?" tanya Ghea pada Deri yang masih berdiri disampingnya


"Nunggu aja" jawab Deri menggaruk kepalanya


"Ohh, udah kok udah selesai" jawab Ghea


"Iya silahkan, aku lagi cari-cari baju dulu" ucap Deri


"Ini kan pakaian perempuan" jawab Ghea yang membuat Deri menatap sekelilingnya tergantung pakaian wanita berbagai macam model


"Oh..iya...aku...mmm mau beli buat..."


"Pacar?" ucap Ghea "Yaudah aku kesana dulu"


"Aku gak punya pacar" jawab Deri segera menghampiri Ghea


"Ohh" pendek ghea


"Eh tunggu dulu, kenapa kamu gak WhatsApp aku?" tanya Deri


"Aku buru-buru" jawab Ghea yang kemudian kembali ke nesa dan Adila. dan Deri pergi Kemabli ke revlan


"Mana pakaian nya?" tanya revlan yang melihat tangan Deri kosong

__ADS_1


"Gak jadi, oh iya aku tadi liat resepsionis kemarin" ucap Deri cuek


"Ghea? pasti sama Adila" pikir revlan dalam hatinya


__ADS_2