
Adila dan zaffran baru pulang ke rumahnya setelah adzan magrib berkumandang, karena aliya cukup lama tak sadar bahkan tadi sempat kejang. jadi Adila dan zaffran menemani Aldi dulu sampai kondisi aliya membaik.
"Sayang, kamu laper? kita belum makan loh dari siang" tanya zaffran menoleh ke arah adila
"Laper" Adila memengangi perutnya "Sebenarnya dari tadi aku laper, tapi semenjak liat Aliya, rasa laperku ilang"
"Kasian dia ya"
"Iya, aku jadi takut"
"Hust, jangan ngomong gitu ah. kamu gak usah takut, kamu kan bakal baik-baik aja"
"Aminn, baik-baik ya nak di dalam sana" ucap adila mengelus-elus perutnya yang kini sedikit berisi
"Kita mau langsung pulang, atau makan dulu?"
"Pulang aja deh, takutnya chef dawan udah masak buat aku kasian"
"Kasian apa kasian...." tanya zaffran sembari memutar matanya
"Hahahahaha, aku kasian beneran mas" jawab adila sambil tertawa
"Besok kayanya aku gak kerja"
"Kenapa?"
"Mmmm revlan kan mau ke Jakarta besok"
"Oh ya? terus kamu mau nemuin dia?" ucap adila terkejut
"Iya, lagian ini rencana aku sama aldi. oh iya, aku mau kamu stay di rumah jangan kemana-mana besok. soalnya aku mau keluar sama aldi"
"Tapi sayang, Aliya kan baru lahiran. masa Aldi pergi si!!!"
"Iya juga ya, tapi tadi kata si aldi gak masalah si, cuma sebentar"
"Tetep aja sayang, gimana kalau aku temenin aliya?"
"Jangan-jangan"
"Kok jangan si?"
"Aku gak mau ambil resiko"
"Maksudnya? sekarang kan ada bodyguard"
"Yaudah, aku juga kasian sama aliya. nanti kamu bilang sama Ghea juga supaya dia nemenin kamu. biar kamu ada temen"
"Ahhh makasih sayang" ucap adila sambil merangkul lengan atas zaffran
__ADS_1
Kini mereka sampai didepan rumah terlihat beberapa satpam sedang makan termasuk para bodyguard yang di bayar zaffran
"Udah...udah.. makan aja, saya perlu kalian besok. sekarang istrihat aja" ucap zaffran saat keluar mobil karena, para bodyguard itu mengejar nya dengan terburu-buru
"Baik tuan, permisi"
"Assalamualaikum" salam adila sambil membuka pintu
"Waalaikumsalam" jawab bibi sambil membawa rantang stainless dengan berjalan ke arah adila
"Mau kemana bi?" tanya Adila
"Bibi mau pulang nya, bibi tadi masak disini"
"Ya enggak apa-apa bi, chef dawan kemana?"
"Udah pulang dari tadi nya" jawab bibi sambil terburu-buru keluar rumah "Saya permisi ya nyonya...tuan"
"Bibi mau pulang? kok buru-buru banget?" tanya zaffran
"Takut ke maleman kali" jawab Adila
"Aku mandi dulu deh, mau mandi bareng gak?" tanya zaffran merangkul pinggang adila
"Mending makan dulu, aku laper" jawab adila
"Tapi habis makan, mandi bareng"
Kalimantan.
"Apa yang harus aku katakan nanti didepan ka Sisil? mulai dari mana? apa aku harus bilang bahwa sebenarnya yang tak beres itu suaminya bukan adila" Deri mondar-mandir hanya memikirkan cara penyampaian pada sisil terlebih, ia takut jika Sisil malah kabur ke rumah orang tuanya apalagi selama pernikahan Sisil sering mengancam kalau ribut dengan revlan pasti akan memberitahu orang tuanya
"Ohh iya aku tau, Ghea" Deri pun menelepon Ghea dengan ide cemerlang nya, kini ia bersiap dengan senyuman tipis walau wajah nya masih nampak biru-biru
Deri pergi menggunakan mobil hitamnya, lagi-lagi dari jauh Deri melihat mobil hitam sedang lewat di rumah revlan namun dengan sangat pelan
"Jangan-jangan itu mobil yang kemarin, aku harus ikutin" ucar Deri dengan segera memutar balikan mobilnya mengikut mobil tadi
Baru beberapa menit deri mengikuti tiba-tiba "Drukk" Mobil nya menabrak mobil lain dari arah berlawanan
"Aduh, pake nabrak segala" eluh deri sambil keluar dari mobil ia terus menatap mobil tadi yang kini berjalan kencang menjauh dari keberadaannya
"Kalau jalan hati-hati dong!!!" teriak seseorang turun dari mobil yang kini menatap deri tajam
"Aduh maaf pak, saya gak sengaja" jawab deri sambil terus menoleh ke arah mobil yang sudah tak terlihat dalam pantauan nya
"Maaf maaf !!!"
"Saya ganti rugi deh, pak" deri menarik secarik uang yang ada di sakunya namun lelaki itu kembali masuk dan meninggalkan deri
__ADS_1
"Haih, tadi marah-marah.. aduh mana udah gak ada lagi" eluh deri sambil masuk kembali ke dalam mobil
"Aman" ucap lelaki dalam mobil itu sambil menelepon
Siapa lagi kalau bukan anak buah aldi yang selalu bisa mengatasi masalah apapun
Deri kembali masuk ke dalam rumah revlan yang nampak sepi, deri pun sedikit berjalan-jalan mengelilingi halaman revlan ia ingin memastikan bahwa tak ada yang aneh di rumah abangnya itu "Seperti nya memang ada teror di rumah ini, jangan-jangan orang yang tadi ku tabrak juga .... iya pasti itu adalah temannya" ucap deri sambil melihat-lihat atap rumah
Ia pun kembali ke teras rumah revlan dan segera menghidupkan handphonenya serta memakai earphone bluetooth
"Hai resepsionis"
Sapa deri sambil tersenyum manis dengan handphone yang ia masukan ke saku kirinya
"Bi, ka Sisil dimana?"
"Masih dikamar pak, belum mau keluar. makan pun belum dari siang" jawab bibi yang tengah merapihkan meja makan bekas makan revlan
"Ini siapa yang makan?"
"Ini bekas bapak"
"Benar-benar bang revlan" deri pun naik ke atas dengan berlari kecil
"Ghea aku harus bagaimana?" tanya deri sambil menatap kedua pintu yang bersampingan antara kamar tamu dan utama
"Sebaiknya kamu ke kamar revlan dulu, coba bicara baik-baik. bagaimana pun revlan kan kakakmu pastinya dia akan mendengar kan ucapan mu walaupun sedikit. semoga saja bisa merubah keadaan" jawab Ghea
Setelah menarik nafas panjang akhirnya deri memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar revlan
"Kalau masuk ketuk pintu" ucap revlan yang sedang mengemas pakaian
"Maaf bang lupa" jawab deri menghambat revlan
"Aku mau ke Jakarta kau mau ikut?"
"Tanya, dia mau ke Jakarta ada kerja atau kenapa. tanya baik-baik" seru ghea memberi arahan
"Memang nya ada pekerjaan bang disana?" revlan menggelengkan kepalanya
"Terus abang mau ke Jakarta untuk apa?"
"Yakin kau masih mau bertanya?" tanya lagi revlan dengan senyuman lebar
"Bang, tapi sepertinya adila dan pak zaffran tak ada masalah"
"Kau tau apa tentang mereka, dari awal pernikahan saat mereka banyak masalah pun terlihat baik-baik saja"
"Apa kau yakin Adila akan menemui mu"
__ADS_1
"Kalau aku tak yakin aku tak akan pergi besok pagi" jawab revlan sambil menaruh koper ke dekat lemari "Aku mau istrihat, sebaiknya kau keluar"
Tanpa membantah deri pun keluar dari kamar revlan dan menemui ka sisil