
"Adila...sini sayang" panggil mamah pada Adila
Adila berjalan pelan
"Apa ini?" tanya Adila yang melihat banyak tas belanjaan diatas meja
"Baju buat kamu..nih lihat" mamah mengambil satu pakaian dan menempelkan nya pada tubuh Adila
"Buat Adila? banyak banget mah?" bingung Adila
"Kamu kan nanti perut nya besar pake nya harus baju-baju kaya gini, dan mamah gak mau cucu mamah didalem tau mamahnya diluar pake baju dulu-dulu"
"Dia gak bakal tau juga" pikir Adila dalam hati
"Ini..lihat" suruh mamah yang membuka belanja an lagi
Adila hanya melihat-lihat bajunya sih hanya baju daster biasa yang panjang selutut, ada yang sepaha berwarna warni yang lengan panjang lengan pendek namun Adila tersentak kaget melihat bandrol harga baju yang dibeli mertuanya itu "Hah...lima ratus ribu...hah...satu koma dua juta" Adila melongo
"Kenapa sayang?" tanya mamah yang masih membuka belanjaan untuk Adila
"Ini mahal-mahal banget mah?" tanya Adila
"Enggak kok" jawab mamah cuek
Lalu mamah mengambil air minum untuk nya dan melihat dus susu hamil dimeja
"Kamu udah beli ini?" tanya mamah menghampiri Adila
"Iya mah itu dibeliin mas zaffran" jawab Adila
"Kenapa satu? harusnya beli yang banyak?"
Adila hanya bingung kenapa mamah nya jadi fosesif begini pada dirinya
Sekarang Adila duduk sambil melipat pakaian yang tadi diacak-acak untuk melihat modelnya
"Sukak gak bajunya" tanya mamah
"Suka mah" jawab Adila
Lalu mamah memberikan susu ibu hamil yang sudah ia seduh
"Diminum mah?" tanya Adila
"Iya dong"
Adila pun meminumnya "Weee" Adila dengan susah menelan nya "Kok rasanya gini?" tanya Adila bingung
"Habisin" seru mamah menatap tajam Adila
Adila pun meneguknya habis
"Bagus" mamah mengambil gelas ini dan mencucinya
"Tak..tak..." terlihat zaffran turun dengan mata tajamnya pada Adila
Adila hanya tersenyum membayangkan kejadian tadi sambil menunduk
Zaffran Yang melihat Adila tertawa kepadanya menyentil lengan kanannya "Tak..."
"Aw..." Adila meringis sambil mengelus-elus tangan kanan nya
"Kenapa?" tanya mamah khawatir
"Mas zaffran tuh...dia Sentil tangan Adila" tunjuk Adila pada zaffran yang tersenyum puas sambil duduk dimeja makan
__ADS_1
"Enak aja nuduh-nuduh" ucap zaffran
Mamahnya menengok pada zaffran "Zaffran"
"Bukannya zaffran mah" ucap zaffran berbohong
"Dasar tukang bohong" sindir Adila sambil memalingkan wajahnya
Zaffran yang merasa tersinggung malah marah sambil mantap tajam Adila "Siapa yang tukang bohong?"
"Plak" Mamah memukul kepala zaffran
"Aw... mamah" zaffran mengusap kepalanya
"Bukan mamah" kata mamah sambil berjalan membawa belanjaan nya ke atas
"Adila bantu mah" kata Adila bangun dari duduk nya mengambil belanjaan yang masih tersisa di meja
"Jangan-jangan" ucap mamah yang memberhentikan langkah kaki Adila
"Zaffran bawa" seru mamah pada zaffran Yang sedang asik bermain handphone
"Aku?" tanya zaffran menunjuk dada nya
Mamah Menggeleng
"Hhhhhhh" zaffran menghela nafas panjang lalu mengambil tas belanjaan ditangan Adila sambil memasang wajah malas
Adila naik mengikuti langkah kaki mertua dan suaminya
"Tadi aja gak usah turun" gerutu zaffran
"Kalau kamu enggak turun juga mamah suruh turun" saut mamah yang mendengar eluhan zaffran
"Akhirnya aku melihat mas zaffran selalu kalah" kata Adila dalam hatinya
"Kenapa Ketawa kamu?" tanya zaffran menoleh Adila dibelakangnya
"Enggak ketawa kok" ucap Adila menghentikan tawanya
Mamahnya menaruh belanja an langsung ke lemari Adila hanya duduk disofa menatap wajah zaffran yang kesal karena ia yang harus membantu ibunya
"Kenapa gak Adila si mah?" tanya zaffran
"Adila kan lagi hamil, mamah gak mau dia cape pokonya"
Zaffran menatap Adila lagi yang terlihat Adila tersenyum sambil membuang muka
Tak lama setelah selesai mas zaffran berbaring di tempat tidur sedangkan mamah dan Adila turun ke bawah
"Mamah mau langsung pulang?" tanya Adila
"Iya sayang, mamah mau pulang" jawab mamah pada Adila
Kini Adila mengantarkan mamahnya sampai pintu dan kembali naik tangga
"Waduh gimana ini" pikir Adila pada zaffran yang dari tadi kelihatan marah
Adila membuka pintu dengan perlahan melihat zaffran masih berbaring memainkan handphone nya
dengan bingung Adila pergi ke kamar mandi lalu diam diri di cermin
"Krek" pintu kamar mandi terbuka terlihat zaffran membuka pintu lalu memeluk Adila
"Sayang...." lirih zaffran membuat Adila kaget
__ADS_1
"Mas apa sih" Adila melepaskan tangan zaffran dari perutnya
"Kok kamu marah si? aku ini suami kamu!!!" teriak zaffran pada wajah Adila yang malah membuat Adila kaget
"Apa?" tanya zaffran lagi
"Cepat ke kasur layani aku" teriak zaffran menunjuk kasur
Adila Menggeleng kan kepalanya
"Mau kamu jalan sendiri pake kaki kamu atau aku tarik ke sana"
Dengan segera Adila berlari tapi bukan ke kasur melainkan ke pintu namun nihil pintu terkunci
"Mau kemana sayang" tanya zaffran yang memegang kunci pintu
Zaffran memegang tangan Adila dan membawa nya ke tempat tidur
"Ayo dong, kok aku kaya memperko** anak dibawah umur aja, kamu ini kan istri aku" marah zaffran pada Adila
Adila mengelus perutnya "Aku cuma tidak mau anakku ini kenapa-kenapa" jawab Adila tegas
Zaffran mengelus perut Adila
"Dia bahkan tidak apa-apa kamu nya aja yang berlebihan" ucap zaffran
"Mas!!!!!" seru Adila pada zaffran
Zaffran bangun dari tubuh Adila
"Untung saja dia anakku!!!" ucap zaffran yang langsung pergi ke kamar mandi
"Sebenarnya aku malas berhubungan dengan dia, aku ingin memastikan dulu apa benar dia sudah tidak ke bar dan main perempuan lagi?" gumam Adila berbaring memeluk guling
"Tring" sebuah pesan datang dari handphone zaffran
Adila dengan semangat membukanya
terlihat pesat datang dari Aldi
"Bos, gue udah ngurus semua peralihan bar ya!! jadi sekarang bar itu punya gue" tulis Aldi dalam pesannya
"Apa? dia ngasih bar nya ke Aldi?" pikir adila
tak lama "Ehhh" zaffran mengambil handphone nya dari tangan Adila
"Kamu ngasih bar kamu ke Aldi mas?" tanya Adila bingung
"Iya" jawab zaffran cuek
"Kenapa?" tanya Adila penasaran
"Kamu yang bilang aku suruh gak ke bar" celetuk zaffran padahal ia memberikan nya karena terpaksa
Adila tersenyum manis pada zaffran
"Untuk chat Aliya udah diapus" pikir zaffran dalam hatinya
"Kamu serius kan mas?" tanya Adila yang masih ragu
"Serius lah kamu kan udah baca WhatsApp Aldi juga" jawab zaffran enteng
"Kalau begitu kamu jangan ke bar lagi, walaupun bar nya milik Aldi Temen kamu" perintah Adila
"Kalau kamu gak mau aku ke sana, layanin aku" yang membuat Adila tersentak dengan cepat Adila membaringkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dari kaki sampai leher oleh selimut
__ADS_1