Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Batalkan?


__ADS_3

Bu rani membuka map kuning dan merah yang sudah ada di meja zaffran, ia juga menaruh map biru dari perusahaan lain yang juga mengajak kerja sama.


"Mas lepas" adila meminta zaffran melepaskan dirinya karena malu dihadapan bu rani


"Tidak apa-apa bu, jangan malu" ujar bu rani sambil tersenyum, hingga membuat adila tersipu malu.


"Mas" adila terus merengek


Zaffran melepaskan nya lalu bangun dari duduknya dan menyuruh adila untuk duduk di kursinya


"Duduk" suruhnya, adila mengikuti perintah dari zaffran


Zaffran mengambil pulpen dan mulai menandatangi kontrak kerja itu


"Maaf pak, lebih baik di baca dulu" cegah bu rani


"Saya percaya sama ibu, dokumen yang datang ke saya pasti sudah di cek berkali kali oleh ibu" jawab zaffran sambil menandatangani kedua surat itu


"Baik pak, saya buatkan copy-an nya dulu tunggu sebentar, nanti kita ke ruang meeting, pimpinan perusahaan mitra akan segera datang"


"Baik" jawab zaffran "terimakasih ya bu" sambungnya


Bu rani langsung melangkah kan kakinya keluar dari ruangan zaffran setelah menganggukan kepalanya sambil memperlihatkan giginya yang tersusun rapih.


"Kamu kerja sama dalam hal apa mas?" tanya adila karena penasaran


"Aku setuju mengekspor produknya" jawab zaffran


Tak lama bu rani kembali lagi dengan banyak map dan dokumen di lengannya "maaf pak, dokumen nya sudah siap. mari" ajaknya


Zaffran meng-iya kan ajakan bu rani "ayo sayang" zaffran menggenggam tangan adila


"Aku tunggu disini aja mas" tolaknya


"Loh kok nunggu disini?"


"Masa aku ikut-ikutan meeting, aku kan udah bukan pegawai" perjelas adila


"Tapi kamu kan istri aku, istri yang punya perusahaan ini. ayo" zaffran menarik tangan adila dengan pasti untuk mengajaknya


Adila mengikuti langkah kaki zaffran sambil terus digandeng oleh zaffran, sedangkan bu rani berada dibelakang mereka berdua.


Mereka masuk ke ruangan meeting terlihat ada dua orang pegawai zaffran yang sudah menunggu dan langsung bangun ketika melihat kedatangan zaffran.

__ADS_1


"Mana mereka?" tanya zaffran


"Belum datang pak" jawab salah seorang pegawai nya


Zaffran duduk dikursi yang ada di tengah dengan adila yang berdiri disampingnya


"Dia datang berapa orang?" tanya zaffran pada bu rani


"Tiga pak, satu sekretaris satu HRD dan pimpinan perusahaan" jawabnya


"Kamu duduk disini aja" kata zaffran segera bangun ketika sadar bahwa adila terus berdiri disisinya


"Udah mas aku berdiri aja sebentar ini" tolak adila, karena ia malu sebenarnya ada di ruangan ini


Tak lama pintu di ketuk dan masuklah dua orang berjas rapi dengan satu perempuan


Jantung adila dan zaffran serasa terguncang hebat seraya lelaki itu mendekat sambil tersenyum penuh arti.


Orang yang masuk adalah orang yang dikenalnya, bahkan tadi pagi zaffran adu mulut dengan orang itu. Siapa lagi kalau bukan revlan, sipemilik tambang di kalimantan.


Pegawai zaffran segera berdiri, revlan dan dua orang pegawai yang berjalan dibelakangnya segera mendekat kemeja rapat.


Revlan dan zaffran kini saling menatap satu sama lain.


Revlan mengulurkan lengan kanan nya untuk berjabat tangan dengan zaffran "perkenalkan pak, saya revlan muhammad pimpinan perusahaan mitra, yang mengirim bapak surat untuk keterkaitan kontrak kerja sama"


Zaffran berdiri dan membalas jabatan tangan revlan "saya zaffran aliyad pimpinan perusahaan ini" kini mereka sudah duduk dan memulai obrolan


"Jadi bagaimana dengan kontrak kerja nya?" tanya revlan yang dari tadi terus menengok ke wajah adila, adila tersenyum lalu menundukkan kepalanya. Ia kini duduk di kursi dekat sebuah monitor yang berada sekitar 3 langkah kaki dari meja rapat.


"Kontrak kerja sudah ditandatangani oleh pak zaffran selaku ketua yang bertanggung jawab atas kontrak kerja ini, dan bersedia meng-ekspor produk atau barang yang akan disebarluaskan dibeberapa negara...."


"Kontrak nya bisa tidak ran dibatalkan?" potong zaffran yang membuat se isi ruangan meeting terkejut dan saling menatap


"Loh pak kenapa tiba-tiba dibatalkan? jangan karena masalah pribadi dibawa ke perkerjaan dong pak" ucap revlan yang membuat para pegawai melongo seolah bertanya-tanya ada apa dengan bos mereka


"Memang kalau saya berubah pikiran tidak boleh?" tanya zaffran dengan enteng


"Boleh saja, tapi jika kontrak belum di tanda tangani pak" jawab revlan sambil tersenyum licik


"Baiklah, karena kontrak sudah saya tanda tangan maka kita sepakat akan menjalani kerja sama jadi kita profesional saja" jawab zaffran sambil tersenyum terpaksa


"Adila bagaimana kakimu?" tanya revlan setelah meeting hendak selesai

__ADS_1


Zaffran tersenyum pias sambil menundukkan kepalanya, mengetuk meja kaca hingga terdengar suara lentingan tulang dan beling.


"Sudah sembuh kok" jawab adila dengan suara pelan bahkan sangat pelan


"bagaimana mungkin saya membiarkan kaki istri saya sendiri terluka?" zaffran terkekeh kecil "pak revlan kok jadi merambah kemana mana" sambungnya dengan sorotan mata tajam


"Syukur lah kalau anda bisa mengobati lukanya, tidak baik jika hanya bisa membuat luka saja" ucap revlan dengan lebih tajam menatap zaffran


Adila hanya tertunduk bingung dengan keduanya yang malah bersitegang


"Dunia itu luas, cuman memang kalau sudah jodoh dalam bisnis kita bertemu lagi. sepertinya kita ditakdirkan untuk selalu bertemu" ujar zaffran


"Betul, kalau sudah jodoh memang akan selalu dipertemukan" saut revlan sambil melirik adila


Zaffran terkekeh sambil bangun dari duduknya, merapihkan dasinya lalu berjalan menghampiri istrinya yang duduk sendirian disisi sana.


"Ayo sayang" ajaknya mesra, berjalan ke arah meja meeting sambil merangkul pinggangnya.


Revlan segera bangun dari duduknya "maaf pak, saya rasa meeting nya sudah selesai" ucapnya menatap zaffran"udah kan?" tanya revlan pada karyawannya


"Ya, saya juga merasa meeting hari ini sudah cukup dan saya harap kesepakatan ini membawa dampak yang baik untuk perusahaan kita" zaffran mengulurkan tangannya yang segera di jabat oleh revlan


"Baik, kami undur diri dan terimakasih" salam dari sekretaris revlan yang segera ikut melipir saat atasannya itu sudah hendak berjalan keluar


Sempat sempatnya dalam situasi seperti ini revlan menendang kursi hingga berbunyi yang membuat orang disana terkejut


"Kenapa itu?" tanya bu rani segera bangun dari duduknya


"Mungkin pak revlan tersandung" jawab zaffran santai


"Mau jalan atau digendong?" tanya zaffran tiba tiba pada adila


"Jalan kemana?" tanyanya balik


"Ya ke ruangan ku lah"


"Di gendong" jawab adila sambil tertawa, niat hati bercanda namun dengan segera zaffran mengangkat tubuh adila dan membawa nya keluar ruangan


"Mas aku malu" adila menggerakkan kedua kakinya minta diturunkan sambil memukul bahu zaffran


Beberapa pegawai yang melihatnya tersenyum sambil terus menatap atasannya itu yang naik melalui anak tangga ketimbang masuk lift


Tak hanya mata pegawai zaffran, mata revlan pun tak lepas menatap keduanya yang terlihat bahagia. Ia berdiri di depan meja resepsionis sambil menghela nafasnya yang merasa sesak "kamu bukan siapa siapa revlan, mereka memang suami istri. Kamu tidak tahu dan tidak begitu mengenal adila melebihi suaminya" zaffran bergumam dengan perasaan yang ia taruh pada adila dan tidak dapat ia tarik kembali

__ADS_1


__ADS_2