
"Tok tok"
"Aduh siapa si?" ucap kesal adila
"Maaf nyonya menggangu, di depan ada yang mencari tuan zaffran" ucap satpam ketika adila membuka pintu
"Siapa?" tanya adila sambil melangkahkan kaki ke teras
"Yang semalem kesini nya"
"Hah? mana?" tanya adila mengerutkan keningnya
"Disana" jawab satpam menunjuk gerbang
"Yaudah suruh ke sini" jawab adila
Dengan segera ia masuk sambil berlari kecil menghidupkan lampu yang tadi di matikan
"Adila kenapa di matiin?" tanya nesa kesal
"Ada pacar nya ghea di depan" jawab adila sambil melangkahkan kaki menaiki tangga
"Pacar aku?" ghea menunjuk hidungnya "Deri" pikirinya
Dengan segera ghea melangkahkan kaki keluar disusul dengan nesa
Terlihat deri dan kak sisil duduk di kursi ditaman dikelilingi oleh empat bodyguard itu
Ghea pun menghampirinya dan menyalami kak sisil
"Ghea? kok kamu ada disini?" tanya kak sisil heran
"Iya kak, lagi main" jawab ghea
"Main?" tanya kak sisil mengerutkan keningnya
"Krek" pintu terbuka lebar terlihat adila keluar sambil tersenyum tipis
Dengan segera para bodyguard itu langsung mengerumuni adila
"Sebaiknya nyonya diam disini" ucap salah seorang bodyguard ketika adila hendak menghampiri semuanya
Adila pun hanya mematung tak bergerak "Gak sopan dong mereka disana saya disini"
"Ini perintah nyonya bukan pertimbangan" jawab tegas seorang bodyguard
"Ayo ke sana" ajak ghea ketika melihat adila tak melangkahkan kakinya dan hanya menggerutu kesal
__ADS_1
Setelah semua berkumpul di hadapan adila, deri memberanikan diri mendekat satu langkah namun di cegah oleh para bodyguard "Mundur!!!" ucapnya tegas
"Maaf bu adila saya...."
"Oh jadi kamu yang namanya adila, yang menggoda suami saya kan?" potong sisil langsung menghampiri adila hendak menarik pakaiannya namun para bodyguard pasang badan di depan adila
Ghea dan nesa coba membantu menenangkan ka sisil, sedangkan deri hanya mematung menatap kakak iparnya seperti ingin menerkam adila
"Sini kamu!!! kamu kan perempuan saya juga perempuan apa maksudnya kamu seperti ini" teriak kak sisil meraung raung
Adila hanya terdiam menatap sisil tak berucap satu patah kata pun
"Kak udah kak, adila gak tau apa-apa soal revlan udah punya istri bahkan adila gak pernah menganggap revlan lebih selain sebagai teman" ucap ghea sambil menarik lengan kak sisil
"Aduh kenapa malah ribut sih?!" ketus ghea yang juga ikut menarik lengan sisil
"Oh jadi kamu bela perempuan bus*k itu?" teriak kak sisil menatap tajam ghea
"Perempuan bus*k itu sahabat ghea!!! dan dia bukan perempuan bus*k!!!" jawab ghea tegas kembali menatap tajam sisil
"Jaga mulut mu!!!" bentak nesa
Tapi sisil seperti sudah naik pitam ketika tau perempuan dihadapan nya adalah adila perempuan yang bisa membuat suaminya jatuh cinta bahkan lebih memilih meninggalkan dirinya dari pada menjauhi perempuan yang sudah bersuami ini
"Sini kamu!!! kenapa cuma diem disana!!!!" bentak lagi sisil
Tadinya adila ingin menyampaikan ini secara baik-baik namun, ternyata malah diluar perkiraan
"Ada apa ini?" tanya zaffran mengerutkan keningnya
Para bodyguard menyingkirkan badan satu langkah dari adila dan sisil pun berhenti memaki dan menatap zaffran "Jadi dia suaminya, dia yang membuat revlan di penjara" pikir sisil
"Sayang" adila merangkul pinggang zaffran lembut
"Siapa mereka?" tanya zaffran pada salah seorang bodyguard, padahal zaffran sudah tau siapa mereka
"Itu adalah deri adiknya revlan, dan ini adalah sisil istrinya revlan" jawab bodyguard itu
"Wah bagaimana mereka bisa tau ini istri nya bang revlan, bahkan sampai mengetahui namanya?" pikir deri dengan kagum
"Saya istri nya revlan, kamu siapa?" tanya sisil mulai meninggikan suaranya
"Saya zaffran aliyad" jawab zaffran santai
Wajah sisil sebenarnya masih sedikit tertutup oleh otot lengan bodyguard yang terus menghalangi nya itu
"Mau apa kesini?" tanya zaffran
__ADS_1
"Saya mau kamu bebasin suami saya" teriak sisil
"Kak biar deri yang ngomong" ucap deri menghalangi sisil yang sudah menunjuk-nunjuk wajah zaffran jauh
"Mohon maaf sebelumnya pak, saya deri adik dari revlan. saya minta maaf kalau kedatangan saya menggangu bapak dan ibu tapi saya meminta kebesaran hati bapak dan ibu untuk membicarakan kasus tentang revlan, saya ingin berharap kebebasan terhadap kakak saya" ucap deri dengan penuh kesopanan
"Kalian emang menggangu saya" jawab zaffran santai
Kini Sisil sudah berhenti menangis dan berteriak ia hanya diam berdiri disisi deri, sedangkan ghea dan nesa berdiri menjauh hanya menatap ke arah mereka
"Coba kalian minggir, saya kan sedang bicara!!!" ucap tegas zaffran pada para bodyguard yang terus berdiri di hadapan dan dihadapan Adila
"Maaf tuan" ucapnya sambil melangkah satu langkah lebih jauh
"Kalian pergi" seru zaffran menunjuk gerbangnya yang sudah terbuka lebar
"Tapi pak..."
"Pergi!!!" seru zaffran
"Kenapa? kenapa saya harus pergi?" tanya sisil dengan kembali meninggikan suaranya dan melangkahkan kakinya mendekat dengan segera para bodyguard itu kembali menghadap dan diam di hadapan zaffran dan adila
"Kalian kenapa menghalanginya? dia mau bicara pada saya?" tanya zaffran pada para bodyguard nya
Para bodyguard itu pun kembali menjauhkan badannya dan Kak sisil segera di tarik lengannya oleh deri untuk menjauhkan nya dari hal yang tidak diinginkan
"Maaf tuan, tadi perempuan ini berusaha menyakiti nyonya. bahkan ia tadi memaki maki nyonya dengan kata-kata sangat kasar dan tidak pantas" jawab bodyguard itu yang membuat zaffran mengepalkan tangannya
"Heh!!" Adila memukul lengan salah satu bodyguard nya itu yang menjawab pertanyaan zaffran "Benar-benar setia sekali kalian" puji adila dengan sorot mata tajam
"Lain kali langsung robek saja mulutnya!!! usir mereka" perintah zaffran yang langsung membuat deri menelan ludahnya dengan sulit
Para bodyguard itu menggiring sisil dan deri agar keluar dari rumah zaffran, namun sisil tetap acuh dan terus berteriak
"Jangan biarkan mereka kesini lagi, kalau mereka tetap kesini dan memaksa masuk cincang saja tub*h nya kirim ke Kalimantan" ucap zaffran tegas dan pergi masuk ke dalam rumah
"Siap tuan" jawab para bodyguard itu yang semakin membuat deri bergidik ngeri
"Ayo kak cepat" ucap deri menarik lengan sisil
Akhirnya deri dan sisil pun pergi menggunakan mobilnya nesa dan ghea hanya mematung melihat zaffran Semarah itu
"Seram sekali" ucap ghea Menggeleng kan kepalanya
"Wah aku beruntung, aku padahal sering memaki bahkan tadi aku berdebat dengan zaffran. tapi zaffran tak menyuruh mereka membun*h ku" ucap nesa bergidik ngeri
"Udah deh kalian lebih baik kembali ke kantor, aku mau menenangkan zaffran" ucap adila yang kemudian berlalu ke dalam
__ADS_1
"Yaudah kita pergi bye" teriak nesa melambaikan tangannya