Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
bicara pada revlan


__ADS_3

"Tidak masalah kok" jawab Adila mengahampri revlan, kini mereka berdua berdiri saling berhadapan didepan kap mobil masing-masing


"Kenapa disini?" tanya revlan menoleh kanan kirinya


"Aku mau buru-buru ke kantor mas zaffran" jawab Adila santai namun hatinya sangat kacau ia tak berani memberitahu revlan karena revlan seperti nya sangat mengharapkan perceraian itu dan menginginkan dirinya


"Untuk apa? apa masalah perceraian selesai?" tanya revlan mengusap rambut Adila lembut. membuat Adila sedikit bergeser sedikit sambil tersenyum menunjukan giginya


"Maaf" ucap revlan yang menyadari Adila risih atas kelakuannya


"Aku sebelum nya minta maaf harus ngobrol disini dan mungkin mengecewakan mu" ucap Adila menunduk


"Ada apa? perceraian mu tak ada masalah kan Adila?" tanya revlan yang mulai panik. Adila Menggeleng kan kepalanya sambil terus menatap ke bawah


"Syukurlah" jawab revlan mengelus dadanya


"Perceraian ku tak ada masalah, karena pada dasarnya perceraian itu tak jadi van" ucap Adila menatap wajah revlan dengan berusaha tenang


"Apa? apa maksudmu?" tanya revlan dengan berkacak pinggang


"Aku dan zaffran tidak jadi berpisah van"


"Kenapa? ada apa? apa zaffran menolak datang ke persidangan?" tanya revlan memegang bahu Adila


"Bukan" Adila menurunkan tangan revlan yang berada di bahunya "Dia sudah jauh lebih baik van, bahkan ia berjanji akan menjauhi hal-hal buruk dimasa lalunya"


"Apa? apa kau tergiur ucapan manisnya lagi Adila? apa kau tak cape terus menerus dibohongi bahkan ia bukan lah suami yang baik untuk mu Adila" ucap revlan meninggikan suaranya


"Aku sangat mencintai rumah tangga ku revlan termasuk zaffran" jawab Adila menegaskan


"Haha kau bodoh sangat lah bodoh, apa kau tahu dia sering membohongi mu berapa banyak dan berapa besar kebohongan nya Adila, kau ini bagaimana!!! jika kau tak ambil tindakan tegas zaffran tak akan berubah kau malah menyia-nyiakan kesempatan untuk bercerai dengan lelaki busu* itu!!!" maki revlan tak karuan dengan mata merahnya


Adila yang awalnya tegang mulai emosi saat revlan bilang bahwa ia bodoh


"Iya aku memang bodoh bisa memaafkan suamiku sendiri, aku memang istri bodoh yang mau mempertahankan rumah tangga nya jika memang bisa, aku hanyalah orang bodoh yang rela menahan ego agar keluarga tak ada yang kecewa dan mau menunggu dan membantu suamiku berubah. aku memang bodoh revlan bodoh sekali. jadi aku harap kamu tidak menginginkan orang bodoh seperti ku, sebaiknya kita jaga jarak! agar kau aman dari orang bodoh seperti ku ini" ucap Adila dengan meneteskan air matanya dan berlari masuk mobil


Revlan yang tau kata-katanya menyakiti Adila segera melangkah kan kakinya dan mengetuk pintu mobil Adila

__ADS_1


"Aku minta maaf Adila, bukan itu maksudku!!!" Adila masih berada didalam mibil yang siap menancap gas, namun ia pun tak berniat bersikap seperti ini karena pikirannya setelah bicara baik-baik dia akan kembali bersahabat dengan revlan namun tak seperti harapannya


"Adila aku menginginkan mu, aku sangat menginginkan mu Adila.... aku mohon bercerai lah dengan zaffran dan menikah dengan ku...Adila" zaffran mengetuk kaca dengan kerasnya membuat Adila ketakutan dan segera menancapkan gasnya ke kantor zaffran. terlihat revlan menendang mobil miliknya sambil terlihat kecewa sekali


Adila yang masih meneteskan air mata segera mengusapnya, ia tak menyangka revlan yang dianggapnya sangat lah baik bisa membentaknya bahkan menyuruh nya melakukan sesuatu yang tak pantas


Setelah sampai dikantor Adila menacap bedaknya agar tak terlihat bekas air mata


Adila turun dengan senyuman pada para satpam dan pegawai ia melihat Ghea sedang duduk sambil memangku dagunya Adila langsung menepuk pundak Ghea "Ghea kau sakit?"


"Adila? sejak kapan kau datang?" tanya Ghea masih dengan lemah


"Kamu kenapa?" tanya Adila mulai khawatir


"Aku lapar Dil" ucap Ghea meluruskan tangannya dimeja dan menyatukan pipinya dimeja


"Lapar? memangnya kau sangat sibuk sampai tak makan?"


"Sangat sibuk sekali sekali dan sekali" jawab Ghea dengan suara meninggi


"Bukan...bukan..sibuk pekerjaan Adila"


"Lah terus kamu sibuk apa?"


"Tadi jam makan siang aku sibuk mencari seseorang, aku tadi disuruh datang ke jalan permai untuk ke rumah sakit"


"Rumah sakit? siapa yang sakit?"


"Revlan" jawab Ghea yang membuat mata Adila melebar


"Kamu kenapa?" tanya Ghea bingung "Apa jangan-jangan kau tidak tau ? atau kau ke sengaja tak mengajak ku ke rumah sakit?"


"Kau tau dimana revlan sakit?" tanya Adila bingung


"Pegawai nya, aku mendapat telepon katanya revlan kecelakaan" jawab Ghea datar


"Sebelum aku kesini aku habis bertemu revlan ghe" ucap Adila menepuk pundak Ghea yang langsung membuat Ghea terkejut "Apa? benar-benar dia membohongi ku. awas saja" gerutu Ghea yang membuat Adila makin bingung

__ADS_1


"Kenapa ghe?" tanah Adila mengerutkan keningnya


"Eh tidak, aku hanya lapar" jawab Ghea mengelus perutnya


"Ya sudah kau tunggu disini aku akan menyuruh pegawai membelikan kau makanan" jawab Adila yang langsung bergegas ke arah dapur


"Eh Bu" ucap seseorang yang sedang duduk santai memainkan telepon


"Saya boleh minta tolong?" tanya Adila sopan yang dijawab anggukan oleh pegawai itu


"Tolong belikan nasi Padang di depan dan bawa kan ke meja resepsionis, sekalian air nya ya" ucap Adila memberikan uang seratus ribu


Ghea Yang sedang berdiri menampakan giginya melihat Adila datang "Bagaimana?"


"Aku sudah menyuruh nya membelikan nasi Padang didepan, tidak apa kan?"


"Ahh aku sangat suka, terimakasih" jawab Ghea bersemangat


"Aku mau ke atas dulu ya ghe" ucap Adila menunjuk tangga


"Tapi Adila, apa aku tidak akan dicemooh orang kalau mereka semua melihat ku makan di jam kerja" ucap Ghea khawatir


"Iya juga ya, ya sudah kau makan didapur saja" usul adila


"Terus yang jaga ini siapa adila?"


"Nia, saya boleh minta tolong?" tanya Adila pada seseorang yang berada tak jauh dari meja resepsionis dibagian administrasi


"Boleh Bu, ada apa?"


"Tolong jika ada tamu kamu suruh dia mengisi data di meja tamu resepsionis ya, soalnya Bu Ghea belum makan siang gara-gara saya tadi minta tolong pas jam makannya, apa bisa?" tanya Adila sopan


"Tentu saja Bu" jawab pegawai itu dengan membungkuk kan badannya


"Kalau begitu terimakasih dan saya akan bilang pada pak zaffran untuk memberi mu bonus" jawab Adila yang dibalas senyuman girang


"Ghea aku ke atas ya, kamu tunggu didapur. makan yang tenang" ucap Adila yang langsung pergi menaiki tangga

__ADS_1


__ADS_2