
Revlan terlihat terus tersenyum memandang langit pagi yang cerah seperti hatinya
"Kok Adila lama si?!" eluh revlan sambil menengok kebelakang
"Deg"
Dua orang bertubuh tinggi dengan wajah salah satunya yang tak mungkin terlupakan oleh revlan
"Zaffran" ucapnya saat melihat zaffran dan aldi mendekat
"Apa kabar?" tanya zaffran sembari mengepalkan tangannya
"Sabar" bisik aldi yang melihat zaffran tak kuasa menahan marah
"Ngapain lo kesini?" tanya revlan sedikit gugup karena terkejut
"Ngapain? tamannya udah dibeli sama Lo? sampe gue gak boleh kesini?" tanya zaffran tersenyum sinis
Tanpa menjawab revlan mundur secara perlahan
"Eh" tubuhnya menabrak aldi yang sudah berada di belakangnya, entah kapan ia berjalan ke sana. yang jelas revlan hanya fokus pada zaffran
"Mau kemana?" tanya zaffran menarik kerah revlan dengan cepat revlan menepisnya "Lepas"
"Duduk dulu, gue mau ngomong" ucap zaffran sembari duduk di kursi putih tempat revlan tadi duduk
Revlan celingak-celinguk mencari keberadaan adila "Kemana adila? apa saat dia dijalan ketemu sama zaffran?" pikirnya
"Duduk!!!" teriak zaffran menatap tajam revlan yang dari tadi tak mendengarkan nya
"Biasa aja!! siapa Lo nyuruh-nyuruh gue!!!" ucap revlan tak kalah tajam
"Hhhhh" zaffran menghela nafas panjang kembali berdiri dari duduknya "Gak usah banyak gaya!!! duduk"
"Gue gak mau" jawab revlan masih angkuh
"Ini bukan pertanyaan, ini perintah!"
"Haha" revlan mengeluarkan senyum sinisnya "Siapa emang nya lo? berani merintah-merintah gue?"
"Gue? orang yang kena tipu" jawab zaffran sembari duduk dikursi
Revlan yang tak terima dengan ucapan zaffran segera menarik kerah nya "Maksud lu apa? lu nuduh gue nipu?"
Namun revlan pun akhirnya sadar, orang di sekelilingnya bukan lah orang biasa yang sedang menikmati keindahan taman melainkan anak buah zaffran
"Brengsek!! dia jebak gue" maki revlan sembari melepaskan tangannya
Ia melihat beberapa orang sedang menatap ke arahnya tajam sembari siap-siap melangkah ketika melihat zaffran disentuhnya
"Kenapa?" tanya zaffran tersenyum lepas
"Maksud lu apa?" tanya revlan sambil duduk disamping zaffran
__ADS_1
"Yang pertama yang harus lu tau adalah, Adila baik-baik aja dan dia hidup bahagia sama gue. jadi Lo gak usah khawatir"
"Ha? Lu pikir gue percaya?"
"Ya haruslah, soalnya kan yang ngehubungin lu bukan adila tapi Aldi" jawab zaffran sambil memainkan matanya melihat aldi yang tengah berdiri disamping revlan
"Apa?" kaget revlan sembari menatap tajam Aldi
Revlan pun memberikan handphone itu, dimana ada isi WhatsApp revlan dan dirinya
Dengan kesal revlan membanting handphone ditangannya "Seta*"
"Punya masalah apa Lo sama gue!!!" teriak revlan menarik baju aldi
"Bruk"
aldi tersungkur jatuh ke atas rumput hijau, namun Aldi tak membalas nya ia hanya terdiam dan berusaha bangkit
Dengan membabi buta revlan menghampiri zaffran dan menghajarnya keras, zaffran pun memberi kode bagi para anak buahnya yang hendak mendekat supaya tak ke arahnya
"Anj*ng" teriak revlan memukul zaffran hingga ia pun terjatuh ke bawah
"Apa maksud lu ngirim pesan kaya gitu ha?" tanya revlan yang sudah siap untuk mengajar nya lagi
"Zaffran" teriak seseorang dari jauh dan berlari mendekat lalu memeluknya
"Adila" ucap zaffran kaget, sambil menoleh ke belakang adila terlihat beberapa bodyguard itu ikut menghampiri nya namun di cegah oleh Aldi
"Kamu ngapain?" tanya zaffran menggenggam lengan adila
Namun adila telihat takut dan mundur perlahan ke belakang punggung zaffran
"Adila, ini aku revlan. kamu inget kan?" tanya revlan sembari mendekat
"Mundur" zaffran mendorong keras revlan hingga terjatuh
"Kamu ngapain disini?" tanya lagi zaffran membalikkan badannya ke arah adila "Kamu tunggu disana, sama aldi ya"
"Gak mau, aku mau sama kamu"
"Apa maksudnya ini adila? bukannya kamu sayang sama aku?" tanya revlan mendekat dan menatap penuh kecewa pada adila
Kini zaffran tak mendorong nya ia hanya memberi jarak antara revlan dan adila, zaffran ingin memberi kesempatan agar revlan tau bahwa adila hanya miliknya dan untuk selamanya
"Adila?" revlan kembali membungkukkan badannya menatap adila yang masih menangis dan memegang kaos zaffran kencang
"Kamu kenapa nangis?" tanya revlan berusaha menggenggam tangan adila
"Ehhh" zaffran kembali berdiri dihadapannya
"Minggir!!!! gue mau ngomong" teriak revlan ke arah zaffran yang menghalanginya
Tak lama beberapa orang berseragam datang, ya polisi.
__ADS_1
"Selamat siang pak zaffran" sapa nya saat datang
"Siang pak, ini revlan orang yang saya gugat" tunjuk zaffran pada revlan
"Apa apaan ini?" teriak revlan saat beberapa polisi sudah berkumpul disampingnya
"Gue sebenernya nyuruh lo kesini buat ngomong baik-baik. tapi nyatanya, Lo gak bisa diajak ngomong baik-baik. yang jelas gue mau bilang sama Lo sesama seorang lelaki! gue tau lo mungkin berharap sama adila, tapi gue mohon. untuk sekarang dan selamanya Lo jauhin dia! dia istri gue"
"Apa maksud Lo?"
Zaffran mengkode Adila agar Adila memberikan suaranya
"Iya revlan, aku sama zaffran sekarang hidup bahagia. aku percaya kamu juga akan hidup bahagia sama istri kamu, yang jelas aku cuma mencintai zaffran" ucap adila sambil memeluk zaffran dari belakang
"Denger kan?"
"Gak mungkin!!! Adila....Adila..." revlan memaksa meraih lengan Adila yang berdiri dibelakang zaffran yang hanya memperlihatkan wajah nya
"Pak, mari ikut kami ke kantor" ucap salah seorang polisi sembari mengunci gerak tangan revlan
"Lepas!!!saya gak salah" teriak revlan mencoba berontak
"Mari pak" ajak polisi itu paksa dengan revlan yang terus berontak, mereka membawa revlan menggunakan mobil. diikuti oleh mobil putih yang isinya Bu Rani dan pengacara zaffran
"Aldi, bubarin semua. kalo mau balik, duluan aja" ucap zaffran menepuk pundak Aldi
"Oke"
"Makasih ya" terika zaffran pada Aldi yang sudah berjalan menjauh. Aldi pun memberikan jempolnya
Zaffran pun menarik perlahan adila dan menyuruhnya duduk "Sayang, kenapa nangis?" ucap zaffran sambil mengusap air mata yang terus berjatuhan
"Aku takut"
"Takut apa?" tanya zaffran
"Aku takut kamu kenapa-napa" jawab adila masih terisak
"Lihat aja sayang, aku baik-baik aja" ucap zaffran memeluk adila
"Kamu jangan tinggalin aku sendiri lagi, aku takut"
"Iya sayang maaf, oh iya kamu kok bisa kesini?" tanya zaffran
"Aku kabur"
"Kabur, bodoh sekali bodyguard itu percuma aku membayarnya"
"Jangan salahin mereka"
"Iya enggak" jawab zaffran mengelus kepalanya
"Awas aja mereka!!!" maki zaffran dalam hatinya
__ADS_1
Kini zaffran dan adila pun kembali ke rumah nya dengan mobil hitam miliknya
Sisil dan deri sedang menaiki sebuah mobil yang disewanya, sambil celingak-celinguk mencari revlan. sebenarnya setelah pulang dari kantor deri sudah ke rumah adila. namun kata satpam Adila dan zaffran tak ada, makanya deri mencari revlan dibeberapa tempat yang biasanya dulu ia datangi