Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
akan berbicara pada revlan


__ADS_3

"Iya benar, besok aku akan ikut kalian" jawab sisil penuh kebahagiaan


"Apa kakak tidak mau bertanya dulu pada bang revlan, boleh ikut apa tidak?" tanya Deri dengan menoleh ke revlan


"Pasti boleh dong, ya kan mas?" tanya Sisil menyangga dagunya


"Pastinya" jawab revlan berusaha santai. sedangkan Deri hanya tertawa penuh kepuasan


.........


"Bagaimana meeting kamu tadi siang mas?" tanya Adila yang sedang menyendok nasi untuk zaffran


"Lancar" jawab zaffran


"Baguslah" saut Adila


"Oh iya besok aku mau ke rumah teman bisnis ku yang sedang sakit kau mau ikut?"


"Mau, dimana?"


"Di rumahnya, aku kesana mungkin pagi sebelum ke kantor"


"Yaudah Adila ikut sekalian ke kantor juga"


Zaffran tersenyum manis


...........


Adila menyenderkan kepalanya di bahu zaffran didalam mobil. ia membawa seorang supir untuk mengemudikan mobilnya


"Itu bukannya revlan" tunjuk zaffran pada sebuah ruko yang dilewati nya. Adila segera menoleh ke belakang namun sudah tak terlihat oleh ramainya kendaraan


"Mana?"


"Udah jauh, jadi disitu kantor nya" ucap zaffran mengangguk kan kepalanya


"Memangnya kamu tidak tau?" tanya Adila


Zaffran Menggeleng kan kepalanya "Yang mengecek ke perusahaan nya di Kalimantan dan disini cuma pegawai aku"


.......


Revlan sedang berdiri didepan bersama Sisil yang memegang lengan kirinya sedangkan Deri sudah masuk ke dalam


"Nanti saja lah" tolak revlan. karena dari tadi Sisil meminta untuk pergi berbelanja di mall


"Tapi sayang aku mau sekarang" pinta Sisil dengan manja


"Tapi aku tidak bisa, aku harus bekerja" jawab revlan


"Yasudah siang aja" ucap Sisil yang tak bisa dapat penolakan dari mulut revlan


Adila dan zaffran turun dari mobil masuk ke rumah besar dengan membawa buah yang dibelinya tadi


"Masuk tuan" ucap seorang pembantu yang sudah mengenali zaffran


Mereka diantar ke atas terlihat seorang lelaki yang umurnya sudah seperti papah terbaring di kasur dengan infusan


"Selamat pagi pak Bu" sapa zaffran menjabat tangan istrinya

__ADS_1


"Makasih sudah nyempetin datang pak zaffran dan istri" ucap istrinya dengan ramah


"Pak, bagaimana apakah ada perubahan?" tanya zaffran menatap rekan bisnis nya itu


"Alhamdulillah, Sekarang lebih membaik" jawab ia


"Mau minum apa pak?" tanya istrinya


"Tidak usah merepotkan, saya hanya ingin menjenguk bapak saja. tidak akan lama, saya mau kembali ke kantor" tolak lembut zaffran


"Kenapa buru-buru sekali pak?"


"Banyak perkerjaan dikantor pak, maaf ya sebelumnya" jawab zaffran yang kemudian pergi


Adila hanya tersenyum dan mengikuti langkah kaki zaffran


"Mas" Adila berbisik saat keluar dari rumah dan hendak masuk mobil


"Dia itu jatuh dari tangga" jawab zaffran tanpa mendengar apa yang ditanya Adila


"Aku kan belum nanya"


"Tapi itu kan yang kamu ingin tanyakan" tanya zaffran menaikan satu alisnya. "Iya si" jawab Adila


"Dia sudah hampir dua minggu sakit"


"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit? kok dirawat jalan?"


"Karena dia gak mau adila, dulu sih di rumah sakit. tapi sudah satu Minggu ini di rumah karena lebih membaik mungkin"


"Serem juga ya, rumah nya besar banget sih


udah gitu tangga nya melingkar gede banget" ucap Adila dengan mengekspresikan wajahnya


"Iya tapi itu tuh lebih besar dan lebih panjang gitu"


"Jadi?"


"Ngeri ih kalau nanti kita udah tua" ucap Adila menaikan bahunya


"Maunya rumah yang kaya gimana?" tanya zaffran lagi


Adila yang paham bahwa pertanyaan zaffran hanya menjerumus pada "Kau mau beli rumah yang kaya gimana? nanti aku belikan" pikir Adila


"Tidak, aku hanya berbicara saja. rumah Kita sudah besar dan bagus. aku senang" jawab Adila tersenyum manis


Ketika mereka ke kantor zaffran naik ke atas sedangkan Adila menemui Ghea terlebih dahulu


"Habis dimana dila? kok jam segini baru sampe?" tanya Ghea pada Adila yang menarik kursi dan duduk disisinya


"Aku abis jenguk temen mas zaffran ghe"


"Ohhh pantes, oh iya dil. jadi selama ini perusahaan zaffran dan perusahaan revlan kerja sama?" tanya Ghea yang sudah ingin menanyakan ini


"Iya udah lama"


"Wah aku baru tau"


"Oh iya ghe aku lupa" Adila mengeluarkan handphone nya "Revlan nanya sama aku gimana perceraian aku sama zaffran. aku belum bales, karena menurut ku lebih baik dibicarakan pas ketemu. iya gak sih?"

__ADS_1


Ghea menggambil ponsel Adila dan membacanya "Iya juga sih, apalagi yang aku tau revlan naro perasaan sama kamu. aku juga belum sempet ngasih tau dimana apa alasan aku berhenti selain dapat kerja ini"


"Apa kita ajak ketemu aja ya?" tanya Adila


"Boleh deh, biar enak juga"


"Menurut kamu aku bilang jangan sama zaffran?"


"Gimana ya...mmm kalo bilang dikasih izin gak?"


"Pastinya enggak lah"


"Aku juga gatau, terserah kamu aja mau izin atau enggak"


"Aku izin belanja aja deh, nanti kita ke mall sekalian ajak revlan ketemu disana, gimana?"


"Ide bagus, semoga aja revlan bisa"


"Aku WhatsApp sekarang ya" ucap Adila yang kemudian mengirimkan pesan


"Revlan aku ingin bertemu bisa? siang ini?"


Tak butuh waktu lama revlan langsung membalas "BISA, DIMANA?"


"Di mall x, terimakasih" pesan itu pun dibaca oleh revlan


"Berarti kita kesana pas jam istirahat?" tanya Ghea yang dijawab anggukkan oleh Adila


"Tapi aku takut telat dil?"


"Enggak, kita sebentar aja. kalau kita ajak nesa gimana?"


"Iya biar rame, sekalian aku mau beli baju untuk kerja yang warnanya enggak terlalu mencolok" jawab Ghea


"Aku ke nesa dulu ya, kamu mau ikut?"


"Adila aku ini disini kerja" jawab Ghea menunjuk meja kerja nya


"Iya deh iya" Adila pun pergi menemui nesa yang sedang asik bermain handphone


"Ehh ehh kok kerjanya maen handphone" tegur Adila dengan tangan yang dilipat kan ke dadanya


"Eh ada ibu bos" jawab nesa yang langsung menaruh handphone nya dan berpura-pura memegang mouse sambil menatap komputer


"Hahahaha" mereka kemudian tertawa bersama


"Ada apa ibu bos kesini?" tanya nesa menghadap Adila


"Tumben kamu gak sibuk, biasanya sok sibuk banget"


"Soalnya laporan bulanan aku udah selesai, jadi tinggal kerja an ini-ini doang" jawab Ghea menunjuk map-map yang ada dimeja


"Ohh begitu, aku sama Ghea nanti siang mau ke mall. kamu mau ikut?"


"Mau mau mau" jawab nesa bersemangat


"Oke, nanti kalau udah istrihat tunggu di meja Ghea aja, nanti kita kesana pakai supir"


"Oke" nesa memberikan ibu jarinya

__ADS_1


.........


Revlan membalas pesan Adila tanpa pikir panjang dan tanpa perhitungan ia lupa janji pada Sisil karena ia kira Adila dan zaffran sudah bercerai dan untuk mendapatkan Adila jadi lebih mudah


__ADS_2