
Ghea kini sudah menempati apartemen yang di sewa revlan ia tertidur dengan sangat pulas mungkin karena cape dirumah sakit dan bolak balik Bekasi Jakarta
..........
Revlan yang tinggal juga di daerah Jakarta sedang memasukkan beberapa pakaian ke koper dan beberapa map tebal
"Permisi pak revlan, mobil dibawah untuk mengantarkan anda sudah datang" ucap seorang perempuan membungkuk kan diri
"Iya, tunggu" jawab revlan menarik koper
Revlan pun naik ke dalam sebuah mobil hitam dengan seorang supir berpakaian hitam
"Pak kita ke apartemen x dulu sebentar" ucap revlan dari kursi belakang
"Baik tuan" jawab supir itu lembut
Kini mereka sampai di apartemen x yang disewa zaffran dan di tinggali Ghea
"Pak tunggu sebentar ya" ucap revlan keluar dari pintu mobil
Revlan berjalan masuk "Oh iya aku gak ada akses" ucap revlan
"Revlan" teriak seseorang dari belakang . revlan yang menyadari ia dipanggil segera membalikkan badannya
"Rendi" ucap revlan menghampiri
"Apa kabar?" tanya Rendi menjabat tangan revlan
"Kabar baik, disini ngapain?" tanya revlan
"Ngobrol doang" jawab Rendi tersenyum
"Ngontrol? punya Lo ?" tanya revlan menebak nebak
"Iya dong" jawab randi tertawa kecil
"Wahh hebat-hebat" revlan menepuk pundak Rendi
"Lo mau tinggal disini? bawa bawa koper?" tanya Rendi menatap koper yang berada disamping revlan
Revlan dengan segera melihat jam tangannya "Gua ada urusan ke dalem langsung masuk boleh?" tanya revlan menatap Rendi
"Jangan kan langsung masuk van tinggal gratis juga gak masalah" ucap Rendi tersenyum manis pada sahabat nya semasa SMA itu
"Ahh Lo bener-bener terbaik, gua masuk ya" revlan berlari kecil menuju lift
Rendi tersenyum melihat punggung revlan yang makin lama makin menghilang dari pandangan nya "Bagiamana bisa gue ngelupain semua kebaikan Lo van semua biaya sekolah gue Lo yang bayar sampe akhirnya gue bisa kerja dan kuliah, semoga Lo makin sukses dan bahagia" gumam Rendi dalam hatinya
......
Revlan mengeluarkan handphone dari saku kirinya dan menelepon Ghea. setelah beberapa panggilan Ghea mengangkat nya "Apa..." dengan kata-kata yang masih terbatas bata seperti mengantuk
"Buka pintu" ucap revlan dan langsung mematikan ponselnya. tak perlu waktu lama Ghea membuka pintu dengan wajah yang masih lemas dan mata yang agak tertutup rambut yang acak acakan "Seperti orang gila saja, kamu tidur atau apa?" ucap revlan Pelan
"Ghea sadar dulu" ucap revlan menggoyangkan bahunya
"Iya apa?" Ghea mengucek matanya
"Adila sudah keluar apart?"
"Belum"
"Kamu WhatsApp pan sama dia?" t
__ADS_1
"Iya"
"Bagaimana?"
"Apanya? semua baik-baik aja. dia juga minum obat makan dan tidur cukup" jawab Ghea
"Syukurlah, aku akan pulang ke Kalimantan Ghe tolong jaga Adila semua fasilitas untuk mu sudah aku tanggung dari mobil dan beberapa makanan nanti akan ada yang mengantar"
"Ke Kalimantan? bukannya rumah mu juga dibekasi?" tanya Ghea dengan mata yang terbelalak
"Aku dibekasi hanya karena urusan pekerjaan begitu pun dijakarta tapi aku akan kembali lagi, di perusahaan sedang membutuhkan aku"
"Terus aku bagaimana? aku gak ada uang buat bayar apartemen ini?" ucap Ghea memonyongkan bibirnya
"Tenang saja aku sudah membayar nya, dan untuk kamu membeli keperluan atau mengantarkan Adila aku akan transfer"
"Yasudah hati-hati"
Revlan pun bergegas pergi menjauh dari Ghea
.......
"Lapar sekali perut ku" ucap Adila membuka kulkas
"Tak ada apa-apa" Adila memonyongkan bibirnya
"Adila kau sedang apa?" tanya Zaffran dari arah belakang
"Tidak ada" jawab Adila kembali membaringkan tubuhnya di kasur
"Aku mau mandi dan ketemu papah"
"Yasudah" jawab Adila
"ADILA APA KAU SUDAH BANGUN?"
Adila membuka pesan yang datang dari Ghea
"Sudah dari tadi"
"KELUAR LAH"
Adila yang merasa bingung bangun dari kasur dan membuka pintu di lihat lah Ghea dengan baju tidur dan wajah basah habis cuci muka
"Ghea kok bisa disini?" tanya Adila menengok kanan kiri Ghea
"Aku tinggal disini" jawab ghea menunjuk pintu kamar di hadapan mereka berdiri
"Loh kok bisa?" tanya Adila bingung yang tau berapa gajih ghea
"Pokonya akan aku ceritakan semua nya, tapi sebaiknya kita makan dulu aku sangat lapar" ucap Ghea mengelus perutnya
"Aku juga lapar" saut Adila yang juga memegang perutnya
Akhirnya mereka pergi ke suatu warung nasi uduk yang tak jauh dari apartemen nya
"Gak nyangka ada warung nasi uduk didekat sini" ucap Ghea duduk di kursinya
"Rame pula pembeli nya" saut Adila
Mereka sudah memesan uduk dan beberapa gorengan serta teh manis hangat
"Silahkan" ucap seorang bapak tua membawa pesanan mereka berdua
__ADS_1
Kini mereka menyantapnya dengan lahap
"Jadi bagaimana Ghea kamu bisa tinggal di apartemen?" tanya Adila memulai obrolan
"Aku berhenti bekerja di restoran dan pergi dari kontrakan karena aku sekarang bekerja sama revlan sebagai asisten pribadi nya"
"Asisten pribadi maksudnya?"
"Iya dia menyuruh ku selalu menurut perintah nya dan aku rasa seperti nya dia menyuruh ku kerja pada nya hanya untuk mengawasi dan menemani mu dil"
"Ah yang benar?" ucap Adila tersipu
"Iya Adila benar, tapi.. "
"Tapi apa?"
"Dia pergi pulang ke perusahaan nya katanya"
"Maksudnya gimana?"
"Dia pulang ke Kalimantan Adila"
"Kalimantan?"
Adila langsung membuka WhatsApp nya dan melihat chat revlan namun kosong "Tapi dia sama sekali tak mengabari ku ghe"
"Oh jadi pengen di kabarin nih?" kata Ghea menggoda Adila
"Bukan..bukan begitu, tapi kan biasanya dia selalu ngomong dan aku juga merasa tidak enak sama sekali tak mengucapkan terimakasih atas semua yang dia lakukan, mengucapkan hati-hati dijalan saja tidak" jawab Adila
"Sudahlah dia tidak akan lama katanya"
"Ohh begitu aku kira dia akan terus tinggal disana"
Adila kembali membuka WhatsApp revlan
"Kenapa kamu gak mengabari ku kalau ingin ke Kalimantan? Hati-hati dijalan. cepat balik ke Jakarta" Adila mengirim pesan
......
Zaffran yang baru selesai keluar dari kamar mandi melihat sekelilingnya kosong "Adila...Adila..."
"Kemana dia?" ucap zaffran bicara sendiri
Zaffran pun bersiap-siap dengan jas dan pakaian kerja nya padahal kantor nya sudah di ambil alih oleh papahnya
Karena nya ia bermaksud menemui papahnya karena sekarang menurut nya Adila dan dia sudah kembali berbaikan
"Bruk" pintu tertutup
"Adila dari mana saja?" tanya zaffran mendekat
"Habis sarapan" jawab Adila yang langsung pergi ke kamar mandi
Zaffran mendekat ke arah kamar mandi "Ikut aku ke rumah papah"
"Gak mau" teriak Adila dari dalam
"Ikut kita bicara sama papah dan mamah"
"Iya..iya.." jawab Adila yang masih didalam kamar mandi
"Seperti aku memang harus ke rumah dan bicara baik-baik Soal keinginan ku berpisah dengan mas zaffran" gumam Adila dalam hati
__ADS_1