
Satu hari kemudian.
Kini orang suruhan Aldi sudah berada disana dan dia sudah menemukan revlan saat ini mereka sedang mencari informasi tentang siapa revlan. Aldi mengirimkan empat orang dari Jakarta untuk ke Kalimantan
"Bagaimana?" Aldi menelepon dengan wajah serius dan mengangguk anggukan kepalanya lalu menutup teleponnya
"Kalau boleh aku tau zaffran ada masalah apa?" tanya Aliya mendekati Aldi
"Masalah perusahaan" jawab Aldi sambil menyeruput kopi
Kalimantan.
Revlan sedang memegangi kepalanya sambil menggeleng-gelengkan "Pusing sekali" eluh ia yang kemudian duduk disebuah kursi dibawah pohon yang rindang dekat pertambahan
"Kenapa bang?" tanya Deri menghampiri revlan
"Kepala ku sakit" jawab revlan yang masih memegangi kepalanya
"Sayang" Sisil datang dengan pakaian seperti orang hendak pergi
"Kenapa Abang mu der?" tanya sisil menoleh pada Deri
"Katanya pusing"
"Yaudah pulang aja ayok, lagian kamu itu tiap malam begadang aja. gimana gak sakit" omel Sisil sambil coba merangkul nya
"Bawa supir ka?" tanya Deri pada Sisil
"Ada kok, kakak tinggal ya"
Deri pun mengangguk lalu ia mengecek para pekerja lainnya , dan tak ada yang tau bahwa mereka dari tadi diintai
"Deri" panggil seorang perempuan sekitar ber umur 42 tahun
"Mamah" ucap Deri yang kemudian menghampirinya
"Bagaimana pabrik?" tanya orang tua dari revlan dan Deri
"Baik, tumben sekali mamah ke sini?"
"Mamah mau bertemu Abang mu, kemana dia?"
"Dia baru saja pergi dengan kak Sisil"
"Pergi? kemana?"
"Pulang, kayanya bang revlan sedang tak enak badan"
"Yah telat dong mamah"
"Emangnya mau ngomong apa mah?" tanya Deri dengan rasa penasarannya
"Sini..." mamah nya menarik lengan Deri untuk duduk
__ADS_1
"Tadi pagi mamah kerumah revlan, terus kata bibi revlan nya ke tambang dan Sisil pergi ke rumah orang tua nya tapi kata si bibi katanya ada kertas putih yang ditemuin satpam nempel digerbang. dan kamu tau apa bacaannya?"
"Apa mah?"
"Siapa revlan dijakarta dan siapa revlan dikalimantan? tak baik jika masalah pribadi disangkutpautkan dengan perusahaan apalagi sampai menipu!"
"Apa? maksudnya ada teror?" Deri membelalakkan matanya
"Mamah juga gak tau, tapi yang jelas mamah mau tanya memang siapa yang dia tipu dijakarta, dan kamu deri kan kemarin ikut ke Jakarta. gimana?"
"Semua baik-baik aja mah" jawab Deri padahal dalam hatinya hanya tertuju satu nama Zaffran Aliyad, tak ada musuh revlan selain zaffran terlebih lagi revlan mencintai istri zaffran dan lebih menohok lagi saat pesta itu secara tidak langsung zaffran bilang bahwa revlan mengirimkan Adila bungan
"Deri" mamah menggoyangkan bahu Deri membuat Deri tersadar dalam lamunannya "Semua baik-baik aja kok mah kayanya orang iseng"
"Bisa jadi, yasudah mamah pulang dulu"
"Ati-ati mah"
Deri kembali memutar otaknya ia yakin semua ini sudah direncanakan namun jika ia bilang pada Sisil atau keluarganya itu hanya akan membuat mereka terkejut dan tak menyangka itu membuat Deri akhirnya berniat mencari tau sendiri
Rumah revlan
revlan terbaring ditempat tidur sedangkan sisil menyiapkan teh hangat untuk revlan "Permisi Bu" ucap seorang pembantu
"Ada apa?" tanya Sisil menoleh ke arahnya
"Ini satpam menemukan ini digerbang" pembantu ini memberikan nya pada Sisil
"Apa itu?" tanya Sisil mengerutkan keningnya sambil membawa nampan berisi biskuit dan teh hangat
"Yasudah taruh diatas nampan ini" ucap Sisil yang susah memegang nya
Sisil pun melangkahkan kakinya masuk ke kamar
"Mas aku buatin teh hangat dengan biskuit , minum dulu"
"Ini apa?" tanya revlan melihat kertas putih yang dilipat tebal
"Kata bibi, satpam yang nemenin itu digerbang kayanya buat kamu"
Revlan pun membukanya dan Sisil turun ke bawah untuk mengambil obat, revlan langsung membelalakkan matanya ia tak menyangka bahwa zaffran berani mengirimkan ini ke rumahnya "Ini pasti zaffran, jadi dia sudah tau aku memang ingin merusak image perusahaannya dan membuatnya rugi"
Revlan pun merobek kertas itu dan dibuangnya ke tempat sampah "Jauh juga dia bermain sampai ke sini" ucap revlan tersenyum sinis
Tak lama sebuah pesan datang revlan membukanya tertulis nomor baru
"KAK REVLAN INI AKU TIKA, INGAT? SAAT DIRUMAH SAKIT ITU"
Revlan pun mencoba mengingat nya dan ia membalas
"Iya aku tau, ada apa?"
"AKU SEDANG BERADA DIRUMAH KAK ADILA DAN KAK ZAFFRAN TAPI INI SEPERTI DINERAKA"
__ADS_1
"Apa yang terjadi?"
Tanpa pikir panjang revlan langsung berwajah panik dan bingung apa yang sebenarnya terjadi tanpa ia berpikir Tika kan tidak punya nomornya, karena sebenarnya itu adalah Aldi yang menggunakan nomor samaara nya ia sengaja berpura-pura menjadi Tika
Aldi pun mengirimkan Vidio tadi yang seperti tanpa ada rekayasa. revlan melihatnya sambil tersenyum lebar karena memang pertengkaran diantara keduanya lah yang ia nantikan
"Mas" Sisil datang dengan obat dan air putih "Ngapain berdiri disitu?" tanya Sisil yang melihat revlan berdiri didekat tempat sampah yang berada disisi meja televisi
"Nggak" jawab revlan singkat sambil kembali duduk di tempat tidur
"Ini minum obat dulu"
Revlan pun meminumnya dan membaringkan tubuhnya
"Tadi kertas apa mas?" tanya Sisil sambil menyelimuti tubuh revlan
"Bukan apa-apa" jawab cuek revlan
"Kamu kenapa si?"
"Aku mau tidur dulu" jawab revlan mengalihkan pembicaraan nya
Revlan berbaring sambil terus dibayang-bayangi wajah Adila yang sangat cantik dihadapannya
Jakarta
"Hallo zaffran" Aldi menelepon zaffran yang sedang ada dikantor
"IYA ADA KABAR APA?" tanya zaffran yang sudah tak sabar ingin mendapatkan informasi tentang revlan
"Katanya revlan emang udah punya istri namanya Sisil pernikahan nya baru sekitar lima bulan, dan revlan menikah dengan Sisil karena orang tua Sisil adalah rekan kerja orang tua revlan yang padahal revlan tak begitu menginginkan pernikahan nya dengan Sisil"
"TERUS TERUS? ADA LAGI?"
"Revlan punya tambang batu bara yang dikelola dia sama adiknya yang bernama Deri, dan mereka katanya dapat informasi untuk diperusahaan nya sendiri sebenarnya yang lebih banyak bekerja adalah adiknya bukan revlan. dan dari beberapa orang suruhan gue yang suruh ngecek cctv di ruko dia dijakarta dulu, katanya masing oke, dan data nya bisa diambil"
"APA ISINYA?"
"Kayanya revlan emang udah ngerencanain ini, dan semua program komputer yang dipakai sama pegawai nya dia punya akses jadi kaya beberapa surat atau dokumen yang ada buat perusahaan akan seolah-olah perusahaan yang buat, padahal ini cuma taktik cara dia. bahkan kayanya adiknya sendiri gak tau menau tentang ini"
"GUE JUGA YAKIN SIH, INI KAYANYA KARENA DIA GAK TERIMA KALO ADILA MAAFIN GUE. GAK MUNGKIN JUGA DIA SERIUS NGELAKUIN INI KARENA ITU KAN NGARUH JUGA BUAT PERUSAHAAN NYA DIA"
"Cuma itu info yang gue dapet, Vidio juga udah diliat. gue yakin cuma butuh beberapa hari dia pasti ke Jakarta" ucap Aldi sambil tersenyum diujung telepon
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa baca novel-ku judulnya Terpaksa menikahi bos muda manja:)