
Dengan seketika Deri menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya ia melihat mobil revlan dengan mengerutkan keningnya "Siyalan kenapa aku malah menuruti nya, sekarang aku harus kemana?"
Deri berdiri di pinggir jalanan yang masih sepi lalu lalang lalu menelepon revlan, namun tak dijawab "Sial dia mau main-main denganku"
Dengan segera dia me whatsapp sekertaris nya di Kalimantan
"Cepat kau kabari sekertaris revlan yang ikut ke Jakarta, bilang padanya jemput aku dilokasi ini"
Deri mengirimkan lokasi nya pada sekertaris nya di Kalimantan karena ia tak mengajak sekretaris nya itu, dan dia pun tak punya nomor sekertaris revlan
Setelah menunggu beberapa menit sekertaris revlan me whatsapp nya
"Selamat pagi pak Deri, ini saya Sekretaris pak revlan. supir sudah menuju ke lokasi anda yang dikirimkan"
.......
Revlan turun dari mobil ia melihat Ghea sudah berdiri didepan apartemen yang kemarin, tempat ghea tinggal dengan berpakaian rok hitam pendek dan baju putih se siku dengan memegang tas
"Ghea kenapa kamu berhenti?" tanya revlan dengan serius
"Aku sekarang bekerja di kantor zaffran" jawab Ghea
"Kenapa kamu bisa bekerja disana?" tanya revlan penasaran
"Aku buru-buru van, maaf ya" ucap Ghea berlari pada taksi yang sudah terparkir di depan
"Ayo pak, maaf ya lama" ucap Ghea menutup pintu
Setelah sampai diperusahaan Ghea sedikit berlari dengan sepatu hak tinggi nya
"Permisi pak" ucap Ghea membungkuk kan badannya pada satpam
Ghea terdiam didekat pintu kaca ia bingung harus kemana "apa aku ke ruangan zaffran aja ya" pikir Ghea
"Permisi mba cari siapa?" tanya seorang pegawai pada Ghea
"Eh iya mba saya cari pak zaffran" jawab Ghea dengan ramah
"Pak zaffran ada diatas mba, mau saya antar?"
"Tidak usah deh mba, nanti saya ke atas" jawab Ghea
ia datang ke ruangan zaffran dan mengetuk pintu
"Masuk" teriak zaffran dari dalam ruangan
Ghea pun masuk, terlihat zaffran sedang asik dengan perempuan tapi bukan mengobrol melainkan membicarakan pekerjaan dengan menatap satu map
"Eh Ghea" untuk zaffran "Sini duduk"
__ADS_1
Ghea pun menuruti nya saja ia duduk dikursi tamu
"Selamat bergabung Ghea, semoga kamu betah" zaffran menjabat tangan Ghea
"Oh iya Ghea kenalkan Bu Rani sekertaris ku"
Bu Rani Menjabat tangan Ghea "Rani sekertaris pak zaffran"
"Ghea" jawab Ghea lembut
"Bu rani tolong ajak Ghea ke tempat resepsionis dan jelaskan semua pekerjaan nya pelan-pelan serta kenalkan pada semua pegawai"
"Baik pak" jawab Bu Rani mengangguk kan kepalanya
"Ghea kamu ikut Bu Rani ya, aku harus menyelesaikan ini untuk meeting dengan revlan"
Ghea sebenarnya penasaran kenapa bawa-bawa revlan, tapi ia tak enak juga menanyakan apa lagi ini hati pertama kerja. Ghea hanya mengangguk angguk kan kepalanya
"Perhatikan semuanya" Bu Rani berdiri didepan tangga pada pegawai administrasi nya
"Tolong beritahu kan pada semua pegawai bahwa pengganti Bu Lala adalah Bu Ghea, semoga kalian bisa saling mengingatkan dan memberitahu juga beberapa Soal perusahaan supaya Bu Ghea menjadi banyak pengetahuan tentang perusahaan kita, kebetulan Bu Ghea direkrut langsung oleh pak zaffran jadi mohon kerja sama nya untuk saling menghormati walau pegawai baru" ucap Bu Rani panjang lebar
Para pegawai hanya mengangguk angguk kan kepalanya sambil berdiri menaruh tangganya dibawah perut
"Ayo Bu Ghea" ajak Bu Rani ke tempat resepsionis
"Bu Rani tidak perlu memanggil saya dengan sebutan bu panggil saja Ghea" ucap Ghea dengan senyuman
.......
Revlan kembali ke tempat ia tadi menyuruh Deri turun karena ia yakin Deri tak bakal ke mana-mana karena tak tau juga dimana kantor manajemen nya
"Kemana anak itu?" revlan menoleh ke samping kanan tak ada siapapun ia terus berjalan pelan karena kendaraan mulai ramai
Setelah sampai di ruko kecil dua lantai revlan masuk
"Deri ada disini?" tanya revlan pada seorang perempuan yang tak lain adalah seorang sekretaris nya
"Ada pak, tadi dijemput supir"
"Pintar juga dia"
Revlan naik ke atas terlihat Deri sibuk dengan komputer dan beberapa map
"Wah...wah....sedang bekerja rupanya" goda revlan mendekati Deri
"Kau ini selama dijakarta kerja apa sih? kenapa data kas kecil anggaran terbengkalai seperti ini?" tanya Deri menunjuk map merah
"Aku memang malas, seperti kamu tau kenapa aku membawa enam pegawai ya karena aku tak ingin ribet lah"
__ADS_1
"Kalau kau tak ingin dibuat ribet kenapa harus buka cabang disini untuk mempromosikan perusahaan bang?" tanya Deri dengan menggigit giginya dengan sengaja
"Karena permintaan mamah dan papah tentunya" jawab revlan simple dan duduk dikursi nya memainkan telepon
"Apa yang kau lihat?" tanya deri menatap tajam pada revlan
"Aku mau mengabari seseorang dulu Deri" jawab revlan tanpa menoleh ke arah Deri
"Jadi alasan mu mengajak ku kesini apa hanya untuk mengerjakan semuanya supaya kau lebih tenang begitu?" tanya Deri dengan menaikan bibir atasnya
"Iya benar kau memang adik ku yang cerdas" jawab revlan dengan menyeringai
"Terimakasih atas pujian dan pekerjaan nya pak revlan" senyum paksa keluar dari bibir Deri
"Oh iya Deri, nanti akan ada meeting jam satu dengan perusahaan si breng***" ucap revlan menaruh handphone nya
"Si breng***? siapa si breng***?" tanya Deri mengerutkan keningnya
"Nanti kau juga tau" jawab revlan dengan senyum penuh arti
.........
Adila sedang berjalan ke rumah mamah karena ia belum sempat menceritakan kabar baik ini pada mertuanya
Saat Adila masuk satu pesan datang
"ADILA BAGAIMANA PERCERAIAN MU?"
Adila merasa ini harus dibicarakan langsung jadi ia menutup ponselnya dan kembali mencari mamah yang tak terlihat diruang tengah
"Bi...mamah mana?" tanya Adila pada bibi yang sedang menyapu
"Diatas nyonya muda, apa mau bibi panggil?" tanya bibi itu dengan sopan
"Tak usah biar Adila yang ke atas" jawab Adila
Ia berlari ke atas menghampiri mamah "Mah..."
"Adila?" mamah sedang membereskan lemari koleksi jam nya
Adila berlari dan memeluk mertuanya nya itu . membuat mamah bingung dan terheran-heran "Apakah kamu sudah menggugat zaffran?" tanya mamah menarik bahu Adila
Adila tersenyum menunjuk kan giginya dan Menggeleng kan kepalanya
"Serius?" tanya mamah dengan menatap penuh harap
"Iya mamah, aku percaya bahwa mas zaffran kali ini benar-benar menyesali perbuatannya dan aku juga sudah tau kebenaran nya"
Mamah segera memeluk Adila dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
"Terimakasih Adila kamu memang menantu yang baik, semoga kamu dan zaffran bahagia ya sayang"
"Amin mah" jawab Adila dengan senyuman manisnya