
Adila membuka matanya ia melihat disampingnya sudah tak ada suaminya ia mengucek matanya dan melihat jam dinding besar dikamar sudah menunjukkan pukul delapan
"Huahhhhh" Adila menguap sambil tetap berbaring
Tak lama adila melihat ria sedang berdiri disampingnya "Ria...ada apa? kok kamu disini?" tanya Adila bingung
"Maaf nyonya, tadi tuan berpesan suruh menjaga nyonya di dalam kamar" jawab ria membukukan diri nya
"Ini nyonya minum dulu" ria memberikan satu gelas air putih pada Adila
Adila duduk dan mengambilnya namun ia hanya melamun
"Silahkan nyonya diminum" seru ria lagi
"Iya nanti" ucap Adila ia langsung meneguk air itu sampai habis setengah gelas
"Mas zaffran kapan pergi ke kantor?" tanya Adila yang berdiri dihadapan ria
"Dari jam tujuh lewat nyonya" jawab ria
"Akh bisa-bisanya dia gak bangunin saya" Eluh Adila memanyunkan bibirnya
"Kamu keluar aku mau mandi" suruh Adila pada ria
Adila bangun dan berdiri ditepi tempat tidur sambil menatap ria
"Maaf nya, kata tuan saya tidak boleh meninggalkan nyonya kapan pun" jawab ria menunduk
"Aihh...kamu ini terlalu nurut sama tuan, kamu keluar aja aku mau mandi masa aku buka baju di depan kamu" Adila terlihat kesal
"Tidak apa-apa nyonya , nyonya tidak usah malu kita kan sesama perempuan" jawab ria tersenyum manis pada adila
Adila pun mengambil handuk sambil menggerutu
"Aku buka di kamar mandi aja" ucap ketus Adila sambil menatap tajam ria yang mengarahkan matanya mengikuti gerak gerik adila
"Dia benar-benar menyiksa aku" Adila menatap tubuh nya dicermin sambil menggerutu karena kesal pada zaffran
Tak lama Adila merendam tubuhnya dengan mewangian aromaterapi yang memang sudah disiapkan ria
Tak lama ria mengetuk pintu "Tok...tok...nyonya" panggil ria dari dalam kamar mandi
"Ada apa?" teriak Adila yang masih merendam tubuhnya
"Ada telepon masuk dari tuan" jawab ria sambil memegang telepon Adila ditangan kirinya
"Sudah biarkan saja" Adila masih memejamkan matanya
Tak lama ria kembali mengetuk pintu "Tok...tok...
"Ada apa lagi sih?" Adila berteriak kesal
"Tuan menelepon lagi nyonya" jawab ria masih diluar kamar mandi
"Akh dia ini merepotkan sekali" Gerutu Adila keluar dari kamar mandi dengan handuk
"Ini nyonya" ucap ria memberikan handphone adila
__ADS_1
Adila mengambil nya dan membawa ke dalam kamar mandi
"Ada apa?" tanya Adila menaikkan suaranya
"Kamu dimana? kenapa panggilan yang pertama gak dijawab?" tanya zaffran dari telepon dengan nada bicara yang dinaikan
"Bagaimana istrimu ini bisa mengangkat nya tuan zaffran yang terhormat dia sedang merendam tubuhnya ini jadi jangan menggangguku paham kan tuan?" Adila berkata pelan dengan nada bicara yang menyindir
"Aku cuma mau bilang kalau aku sebentar lagi meeting dan ingat jangan pergi kemanapun aku gak mau kamu keluar rumah sendirian harus selalu ditemani pelayan itu" kata zaffran
"Ya..ya..ya bahkan aku lagi mandi dia menunggu ku di pintu kamar, apa kau tidak malu istrimu ini dilihat tubuhnya" Adila coba membujuk zaffran agar ia menyuruh ria keluar dari kamarnya
"Baiklah beri telepon nya pada dia" seru zaffran ditelepon
Adila langsung tersenyum lebar lalu memberikan telepon nya pada ria "Ini tuan mau bicara"
"Hallo tuan....iya...baik tuan...." jawab ria yang membuat Adila makin tersenyum
zaffran pun mematikan teleponnya ria memberikan lagi telepon genggam Adila pada dirinya
"Ini nyonya"
"Sudah taro saja" ucap Adila
Ria menaruh ke meja lalu kembali berdiri disamping pintu kamar mandi
"Loh kok kamu masih disini?" tanya Adila bingung
"Saya kan memang dari tadi harus menunggu nyonya"
"Emang nya zaffran tadi ngomong apa sama kamu?" tanya Adila bingung
"Akh Gilak!!!!" Adila membandingkan pintu kamar mandi
Adila mandi dengan cepat lalu keluar terlihat ria masih memperhatikan Adila yang tengah memilih pakaian
"Apa kamu bisa keluar dulu ria?" tanya Adila
Ria membalikan badannya ke tembok "Silahkan nyonya jika nyonya malu"
"Apa-apa an ini" maki Adila dalam hati
Ia memakai pakaiannya setelah selesai ia membuka pintu terlihat Ema sedang berdiri "Ayo nyonya kita sarapan"
Adila turun ke bawah diikuti Ema dari belakang tak lama ria berlari kecil mengejar langkah kaki Ema dan Adila
Adila duduk dibawah ia sarapan dengan lahap
"Ini nyonya" ria memberikan susu kehamilan dan vitamin
Adila memakan vitamin itu lalu membawa susu itu untuk menemani ia menonton acara televisi
"Bibi kemana?" tanya Adila pada pelayan nya
"Bibi ke pasar nyonya" jawab ria
Adila melihat ke ria dan Ema mereka masih menatap televisi dengan berdiri
__ADS_1
"Apa kalian enggak pegel, sini aja duduk" suruh Adila menepuk sofa disebelahnya
"Tidak usah nyonya" jawab Ema
"Yasudah ambil kursi itu bawa kesini duduklah disana jangan berdiri" suruh lagi Adila
Ema dan ria mengambil kursi itu lalu menunggu Adila selesai menyaksikan acara televisi
Tak lama Tika me WhatsApp adila
KAK AKU BOSAN, KAKAK BISA MAIN KE RUMAH? AKU SENDIRIAN?
Tak lama Adila membalas dengan cepat
"Iya kakak juga bosan, tunggu ya"
Adila bangun terlihat ria dan Ema juga bangun
"Kalian mau kemana?" tanya Adila pada ria dan Ema
"Ikut nyonya" jawab ria
"Oh iya dia pasti akan ikut ke rumah Tika, bagaiman ya?" pikir Adila
"Kalau aku mau pergi kalian disini aja ya" ucap adila coba memancing apa jawabannya
"Kita harus ikut nyonya ini perintah langsung dari tuan" Jawab ria yang membuat Adila menyeret kakinya duduk dimeja makan
"Bibi..." bibi menghampiri Adila
"Ada apa nyonya?" jawab bibi
"Aku ingin bicara boleh?" tanya Adila mengeraskan suaranya
Namun ria dan Ema tetap berdiri di samping Adila
"Saya mau bicara dengan nyonya , kalian bisa pergi sebentar" ucap bibi pada ria dan Ema
"Baiklah" jawab Ema
Mereka menjauh beberapa langkah kaki dari adila dan bibi
"Bi aku mau pergi sebentar Bagaimana ini?" tanya Adila berbisik
"Pergi kemana nya?" bibi ikut berbisik
"Ke rumah teman doang, sebentar bi" ucap Adila
"Memangnya kalau nyonya keluar diikuti mereka kenapa? kan bagus terjamin" ucap bibi menatap mata majikannya itu
"Akh bibi ini aku kan malas selalu diikuti" jawab Adila membungkukkan badannya
"Baiklah kita buat rencana biar nyonya bisa keluar" saut bibi yang membuat Adila senyum sumringah
"Bagaimana - bagaimana?" tanya Adila pada bibi
"Bibi juga gak tahu" jawab bibi Menggeleng kebingungan
__ADS_1
"Hhhhhhh" Adila membuang nafasnya tak beraturan