Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Menanti pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Setelah satu jam kini Ghea datang tepat pukul setengah satu ia melangkah kan kakinya ke arah ruang rumah sakit "Suster" panggil Ghea berlari ke arah suster yang ada didepan pintu


"Iya mba?" tanya suster itu


"ini makanan untuk pasien disini kan?" tanya Ghea menunjuk ruangan Adila


"Iya ini" jawab suster


Adila mengambil nya dan suster itu pergi


"Ghea" teriak nesa dari arah luar yang langsung ditengok beberapa orang disekitar


"Hust jangan berisik" ucap Ghea


"Kelepassan, ayo masuk" ajak nesa


"Krek....


Zaffran dan revlan masih dengan posisi awalnya sedangkan Adila menutup wajahnya dengan telapak tangan


"Adila?" tanya nesa yang berjalan ke arah kaki Adila


"Nesa...Ghea untunglah aku bosan sekali" ucap Adila Menggerutu


"Kalian awas" ucap nesa menepuk bahu zaffran


"Kenapa aku?" tanya zaffran


"Kamu juga revlan" ucap nesa menatap revlan


Akhirnya mereka bangun namun tetap menatap satu sama lain, sekarang Ghea menggantikan posisi revlan dan nesa mengganti kan posisi zaffran


"Aku tadi bertemu suster didepan makan dulu ya" ucap Ghea mulai menyuapi adila


"Bagaimana Adila dia sudah mentalak mu?" tanya nesa berbisik


Adila Menggeleng


"Benar-benar batu" ucap nesa. ia bangun dari duduk nya berdiri menghadap zaffran


"Dengar ya zaffran aku tak akan membiarkan Adila tergoda rayuan maut mu lagi akan aku pastikan Adila pergi ke pengadilan" ucap nesa dengan amarah nya


Revlan tersenyum dengan kata-kata nesa


"Ihh kau ini pegawai tak tau diri" ucap zaffran mengepal kan tangannya dekat wajah nesa


"Sory yah aku bukan pegawai anda lagi" ucap nesa dengan mengibaskan rambutnya


"Maksud kamu?" tanya zaffran


"Soalnya pak Ari sudah bilang bahwa perusahaan Sekarang dibawah pimpinan Bu Rani, dan kamu telah dikeluarkan secara tidak terhormat uuuu kesian" ucap nesa dengan menoleh sedikit ke arah zaffran


"Bu Rani? benar-benar papah ini" gerutu zaffran


"Dan kamu revlan aku sudah memberikan restu jadi kamu harus menjaga sahabat ku yang satu ini, jangan sampai menangis dan dekat dekat dengan hemmm" dia mengarahkan mulutnya ke arah zaffran tapi tidak dengan matanya

__ADS_1


"Siap bos" jawab revlan dengan senyum kesombongan nya dihadapan zaffran


"Zaffran kenapa kamu tidak mau mentalak Adila?" tanya Ghea yang selesai menyuapi Adila


"Pokonya sampai kapanpun aku tak akan menjatuhkan talak pada Adila aku ini setia pada satu istri"


"Setia? setiap tikungan ada" celetuk nesa


"Kau ini nesa mulutmu!!!!" zaffran terlihat gemas sekali pada nesa


"Tenang Adila aku akan mengantar mu ke pengadilan agama untuk segera menggugat cerai pada suami kamu ini" ucap nesa mengelus rambut Adila


"Tak perlu khawatir , karena disini zaffran yang sudah salah pasti tidak akan sulit untuk mengurus perceraian" sambung Ghea


"Kalian semua sampah" ucap zaffran keluar membanting kan pintu


"Hahahaha" nesa tertawa dengan keras "Aku seperti menelanjangi bos ku itu ahh senang sekali tak ada duanya" ucap nesa kegirangan


Adila dan Ghea hanya tersenyum senyum saja melihat tingkah nesa yang berani


"Memang teman ku yang satu ini tak ada takut-takut nya" ucap Adila menarik pipi nesa


"Hust sakit, aku bicara seperti itu sengaja karena aku akan balik lagi ke kantor dan aku tidak mungkin meninggalkan kamu disini dengan lelaki breng*** seperti itu"


"Ahh baiknya" Adila meraih pundak nesa


"Aku pulang ya" ucap nesa berjalan keluar "Revlan duduk disana pastikan kalau mau meninggalkan dia kabari aku minta no ku ke ghea atau Adila"


Revlan mengangguk


"Iya bawel" jawab Ghea menggoda nesa


Revlan pun duduk ditempat nesa bekas zaffran tadi


"Kamu gak ke Bekasi lagi?" tanya revlan


"Wah sepertinya aku mengganggu nih" ucap Ghea menggoda Adila dan revlan. mereka saling berpandangan "Enggak ...enggak" ucap mereka barengan


"Hahaha aku bercanda" Ghea tertawa "Apakah kalian sudah ada kemistri nih?" tanya lagi ghea mengerut kan keningnya


"Sudahlah Ghea jangan kebanyakan menggoda ku" ucap Adila mencubit tangan Ghea


"Aku nanya serius Ghea" ucap lagi revlan


"Hehehe aku izin" jawab Ghea


"Wah manager kamu makin baik saja sepertinya" ucap Adila


"Aku punya trik rahasia" jawab Ghea tersenyum


Adila memberikan tepuk tangan nya " Hebat-hebat"


......


Zaffran masih di rumah sakit sebenarnya tapi ia berada didalam mobil ia bingung dengan masalah serumit ini apalagi sekarang kantor sudah diambil alih dan semua fasilitas sebenarnya fasilitas papah nya hanya satu mobil di rumah zaffran dan beberapa kartu kredit sisanya yah miliknya, perusahaan pun sebenarnya milik zaffran namun saham besar yah dari papahnya mau tidak mau ia tak mau mengambil resiko dengan berdebat

__ADS_1


"Akh aku ada ide" zaffran menancap gas pergi dari rumah sakit


.......


Esok hari


"Akh....sudah tidak sabar aku ingin pulang" Adila terbangun lebih awal terlihat Ghea masih tertidur di sofa rumah sakit


Adila mengambil handphone nya dengan segera mengabari revlan


"Aku sudah bangun, cepat kesini revlan aku ingin pulang"


Namun karena jam masih menunjukkan pukul enam , masih tak ada alasan. mungkin revlan tidur karena dia pulang dari rumah sakit pukul dua belas malam


"Aduh kok revlan gak membalasnya sih?" gumam Adila kesal


"Aku ingin segera pulang" Adila merengek seperti anak kecil


Ia ingin membangun kan Ghea untuk segera menemui suster tapi ia tak enak hati


......


Satu jam kemudian


"AKU KESANA SEKARANG"


Balasan revlan diterima Adila "Akh akhirnya revlan membalas nya aku sudah tidak sabar" ucap Adila dengan wajah girang nya


"Wahh seperti nya ada yang kangen nih?" ucap Ghea menggoda Adila yang baru saja bangun dan duduk menyender di sofa


"Eh maksud aku , aku sudah tidak sabar untuk segera pulang ke rumah dan segera ke pengadilan" jawab Adila meluruskan


"Tapi gak ada masalah kok, kalau memang kangen revlan" goda Ghea


"Ghea!!? lebih baik rapih kan pakaian ku" ucap Adila


"Iya-iya"


Ghea mulai mengemas pakaian Adila dan menyuapi Adila dengan makanan yang sudah ada dimeja makan


Adila duduk dan mengambil makanan itu" aku bisa makan sendiri"


Ghea hanya tersenyum melihat sahabatnya sudah tak menangis lagi


"Kamu mau pulang kemana?" tanya Ghea


"Ya ke rumah lah... tapi aku kan gak punya rumah" ucap Adila yang baru ngeh kalau dia selama ini tinggal di rumah zaffran dan sewaktu kerja hanya mengontrak


"Udah...jangan bingung kamu kan bisa tinggal di kontrakan aku" ucap Ghea tersenyum pada Adila


"Ah yang bener, makasih" Adila memeluk sahabatnya itu


"Iya Adila... sekarang makan yang banyak aku gak mau kamu sakit lagi" ucap Ghea


"Tapi sebelum pulang ke rumah aku mau kita ke makam calon anak aku ya ghe" pinta Adila

__ADS_1


"Sebaiknya setelah kamu benar-benar pulih ya, aku mohon adila" Ghea yang paham akan kesehatan Adila takut jika ia terpuruk lagi


"Baiklah" jawab Adila tersenyum


__ADS_2